Share

Bab 1881

Penulis: Rexa Pariaman
"Jangan bersuara." Ewan berkata pelan. Kedua matanya menatap ke dalam Kolam Surgawi. Terlihat sebuah bayangan putih melesat keluar dari bawah air dengan kecepatan yang sulit dipercaya. Ini seperti seberkas cahaya aurora.

Meskipun Ewan sudah membuka mata batin, dia tetap tidak bisa melihat dengan jelas apa sebenarnya bayangan putih itu. Dia hanya berhasil menangkap jejak pergerakannya.

Dua puluh meter, sepuluh meter, lima meter.

Swish! Bayangan putih itu melesat keluar dari air seperti kilat dan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1905

    Mobil baru saja berhenti, Ewan langsung membuka mata.Zayn berkata, "Bos, kenapa kamu cepat sekali bangun? Aku tadi bahkan nggak mau membangunkanmu, biar kamu istirahat lebih lama.""Aku nggak ngantuk." Ewan menoleh dan melihat ke luar jendela. Seketika, dia melihat sebuah toko bunga di pinggir jalan yang ramai, bernama Toko Bunga Harmonis.Di depan toko, tersusun beberapa deret bunga anyelir yang segar dan berwarna cerah. Tampak tertata dengan sangat hangat."Bos, itu toko bunga kakakku," kata Zayn sambil menunjuk papan nama Toko Bunga Harmonis, lalu membuka pintu mobil.Ewan ikut turun. Namun, begitu mereka berdua masuk ke dalam toko, senyum di wajah mereka langsung menghilang.Saat ini, di dalam toko bunga. Seorang pemuda berusia sekitar 20 tahunan yang mengenakan jas dan berkacamata, sedang melecehkan Ivana."Cantik, aku sudah pernah lihat banyak wanita, tapi jarang ada yang secantik kamu. Kamu ini kayak bunga yang lagi mekar.""Kurasa toko bunga ini juga nggak menghasilkan banyak

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1904

    Tandi mengatur orang untuk mengantar Nazar pergi, lalu berkata pelan kepada Ewan, "Masalah di makam leluhur Keluarga Sinaga sudah diketahui oleh Dewa Perang.""Dewa Perang bilang, pihak Kota Terlarang akan dia awasi. Kalau ada pergerakan sedikit saja, dia akan segera kasih tahu kamu. Ewan, sekarang kamu mau kembali ke Papandaya, atau ...?"Ewan menjawab, "Aku kembali ke Papandaya.""Kalau begitu aku atur orang untuk mengantarmu pulang." Setelah berkata demikian, Tandi langsung menyiapkan sebuah helikopter.Tiga jam kemudian. Helikopter mendarat di landasan helipad wilayah militer Papandaya. Ewan membawa penjaga gunung keluar dari kabin dan langsung melihat Zayn.Zayn sudah menunggu cukup lama. Setelah naik ke mobil, Zayn bertanya, "Bos, mau ke mana?""Cari tempat dulu, kita turunkan Paman Penjaga Gunung." Ewan lalu bertanya kepada penjaga gunung, "Oh iya, aku lupa tanya, siapa nama aslimu?"Penjaga gunung menjawab, "Erawan.""Erawan?"Ewan menoleh dan melirik penjaga gunung itu, lalu b

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1903

    "Saking cepatnya sampai aku sendiri nggak bisa melihat gerakan pedangnya."Nazar berkata, "Setelah mengayunkan satu pedang, Ardan langsung pergi begitu saja.""Setelah itu, aku diam-diam menyelidikinya, barulah aku tahu namanya Ardan. Aku sangat penasaran, dari mana pemuda itu mempelajari jurus pedang setinggi itu? Karena itu, aku terus menyelidiki. Lima tahun kemudian, akhirnya aku menemukan informasi tentang asal perguruannya."Ewan menyadari sesuatu, lalu bertanya, "Jangan-jangan Ardan berasal dari Kota Terlarang?"Nazar mengangguk, "Ardan adalah murid langsung dari Manggala di Kota Terlarang."Ewan kembali terkejut.Nazar melanjutkan, "Ardan itu gila pedang. Demi mengumpulkan semua teknik pedang dari berbagai aliran, dia menantang lebih dari sepuluh sekte.""Dengan satu pedang, dia membuat belasan sekte tunduk dan menyerahkan teknik pedang mereka sendirian. Walaupun usianya masih muda, dia sangat kejam. Dalam proses mengumpulkan teknik pedang itu, dia bahkan membunuh banyak senior

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1902

    "Berkaitan dengan Kota Terlarang?"Hati Ewan sedikit bergetar, lalu dia bertanya, "Rahasia apa?"Nazar malah balik bertanya, "Bocah sialan, kamu tahu Paviliun Pedang?""Paviliun Pedang?"Ewan terlihat bingung, "Apa itu?"Tandi yang berdiri di samping menjelaskan, "Paviliun Pedang di wilayah Shuza adalah sebuah pihak yang berkuasa. Lebih dari 20 tahun lalu, paviliun itu dimusnahkan oleh ayahmu, Ega.""Aku melihatnya di dokumen rahasia Aula Raja Maut."Ewan menoleh ke Nazar dan bertanya, "Kenapa kamu bahas tempat yang sudah dimusnahkan itu?"Nazar berkata, "Memang benar Paviliun Pedang sudah dimusnahkan, tapi masih ada yang lolos.""Dan itu bukan orang biasa.""Dulu waktu ayahmu memusnahkan Paviliun Pedang, pemimpin mereka, Ardan, berhasil melarikan diri."Mata Ewan memicing. Lebih dari 20 tahun lalu, Ega diakui sebagai ahli nomor satu di dunia. Fakta bahwa Ardan bisa lolos dari tangannya menunjukkan orang ini jelas tidak sederhana.Nazar melanjutkan, "Kamu pasti tahu, kekacauan besar di

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1901

    "Baik." Meski Ewan menjawab demikian, dalam hatinya berpikir, 'Kalaupun nggak kurebut dari kamu, kamu juga nggak akan punya kesempatan mendapatkannya.'Sebelum masuk lebih dalam ke zona terlarang bersama Nazar, dia diam-diam sudah memberi instruksi kepada Tandi, meminta Tandi untuk mengangkut peti mati giok putih terbaik itu. Saat ini, kemungkinan besar Tandi sudah membawanya pergi."Ayo pergi!" kata Nazar.Ewan bertanya, "Kamu masih mau Kota Emas ini?""Nggak perlu lagi," jawab Nazar, "Aku sudah nggak punya kemampuan untuk membangun kembali Akademi Nagendra. Tanggung jawab ini, biar dikasih ke Samudra saja.""Bocah sialan, bantu aku jalan!"Ewan menopang Nazar, lalu mereka berdua kembali melalui jalan semula.Saat fajar menyingsing, Ewan dan Nazar keluar dari zona terlarang Gunung Chabari. Tanpa diduga, Tandi dan penjaga gunung sedang menunggu mereka."Kenapa kamu belum kembali?" tanya Ewan kepada Tandi.Tandi berkata, "Dewa Perang mendengar kamu masuk ke zona terlarang Gunung Chabari

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1900

    "Aung ...."Segel giok pewaris negara tiba-tiba mengeluarkan raungan naga yang mengguncang langit.Sesaat kemudian, bayangan naga emas melesat keluar dari dalam segel giok pewaris negara dan muncul di depan Ewan.Bayangan naga itu panjangnya sekitar tiga meter. Kepala naga, mata naga, taring naga, kumis naga, sisik naga, ekor naga .... Semuanya lengkap, tampak seolah-olah nyata.Selain itu, seluruh tubuh naga itu memancarkan cahaya emas yang sangat menyilaukan, seolah-olah terbuat dari emas murni, sampai membuat orang sulit membuka mata.Tiga aliran energi murni alami berhadapan dengan bayangan naga itu dari kejauhan. Jika dibandingkan, cahaya emas yang dipancarkan tiga aliran energi murni alami tampak jauh lebih redup.Perubahan mendadak ini membuat Ewan tercengang."Tua bangka, apa yang terjadi?" tanya Ewan.Walaupun Nazar tidak bisa melihat, dia mendengar raungan naga yang mengguncang langit dan bertanya, "Apa segel giok pewaris negara mengalami perubahan?""Sebuah bayangan naga ema

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1378

    Dharmadaya bersiap naik ke menara untuk mencari Master Hampa, ketika tiba-tiba terdengar jeritan menyakitkan dari luar."Arghhh!"Gawat! Dharmadaya mengira Ewan terluka. Dia segera berlari keluar dari Pagoda Pencerahan, lalu langsung terpaku.Dia melihat Ewan berdiri di tempat, sementara Marwanto te

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1421

    "Dalam pertempuran itu, darah mengalir seperti sungai, mayat bergelimpangan di mana-mana. Pertempuran tersebut berlangsung selama tiga jam penuh. Seluruh prajurit kompi pengintai gugur. Pada akhirnya, hanya tersisa satu orang, Barry.""Sedangkan pasukan elite negara tetangga ... setelah dihantam kom

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1409

    Namun sejak Ewan turun tangan, Lisa tidak lagi berpikir seperti itu. Karena sudah telanjur berselisih, tidak ada lagi yang perlu ditahan.Dengan wajah penuh jijik, Lisa memaki, "Kenapa nggak becermin dulu? Sudah segemuk itu, tapi berani mengincarku. Nyali dari mana kamu ini?"Mendengar ucapan itu, m

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1358

    Hati Ewan terguncang hebat.'Apa maksud Master Hampa dengan perkataan itu? Apakah dia sedang mengujiku? Atau ... dia sudah mengetahui identitasku?"Memikirkan hal itu, Ewan sempat ragu sejenak, lalu berkata, "Terus terang saja kepada Master, Ega adalah ayahku."Begitu kata-katanya dilontarkan, Dharm

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status