Share

Bab 1900

Author: Rexa Pariaman
"Aung ...."

Segel giok pewaris negara tiba-tiba mengeluarkan raungan naga yang mengguncang langit.

Sesaat kemudian, bayangan naga emas melesat keluar dari dalam segel giok pewaris negara dan muncul di depan Ewan.

Bayangan naga itu panjangnya sekitar tiga meter. Kepala naga, mata naga, taring naga, kumis naga, sisik naga, ekor naga .... Semuanya lengkap, tampak seolah-olah nyata.

Selain itu, seluruh tubuh naga itu memancarkan cahaya emas yang sangat menyilaukan, seolah-olah terbuat dari emas murn
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2438

    Swiiing! Diskra tetap berdiri di tempatnya tanpa bergerak. Dia hanya mengulurkan satu jari dengan santai.Dalam sekejap, seberkas cahaya ilahi melesat dari ujung jarinya dan menebas ke arah Ewan.Pada saat itu, seluruh bulu kuduk Ewan langsung berdiri. Sebelumnya dia juga pernah menghadapi ahli tingkat maharaja, tetapi Diskra berbeda dari mereka.Saat ini, Diskra tampak seperti seorang penguasa yang mengendalikan hidup dan mati segala makhluk di dunia.Ewan sama sekali tidak sempat berpikir. Dia langsung menghindar secepat kilat. Namun, baru saja berhasil mengelak dari serangan itu, suara Diskra tiba-tiba terdengar di samping telinganya."Bisa menghindari satu seranganku? Lumayan juga."Ewan menoleh. Entah sejak kapan Diskra sudah muncul tepat di sampingnya. Tubuh Ewan langsung menegang.Swoosh! Ewan segera memelesat ke arah pintu keluar."Tua bangka, cepat pergi!" teriaknya dengan keras.Namun, sebelum mereka berhasil keluar dari ruangan, sosok Diskra sudah lebih dahulu mengadang di d

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2437

    Swoosh! Begitu kata-kata Diskra selesai terucap, tubuhnya langsung bergerak."Awas!" Ewan berteriak keras dan berniat menghalangi Diskra.Namun, kecepatan Diskra terlalu tinggi. Ewan hanya merasa pandangannya kabur sesaat, lalu terdengar suara tamparan yang nyaring.Plak! Ketika menoleh kembali, dia melihat Nazar sudah terlempar jauh ke belakang.Ewan sangat terkejut. Diskra jelas bukan ahli tingkat maharaja biasa. Harus diketahui, Nazar adalah ahli tingkat awal dewa. Namun, dia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk menghindar. Dari situ saja sudah terlihat betapa mengerikannya Diskra.Setelah menerima tamparan itu, Nazar memuntahkan seteguk darah. Separuh wajahnya langsung bengkak."Sialan! Beraninya kamu menampar aku! Aku akan bertarung habis-habisan denganmu!" Usai berkata demikian, Nazar segera berdiri. Saat akhirnya menyerang, dia langsung menggunakan Ajaran Lima Petir.Duar! Lima sambaran petir setebal tong air muncul dari udara kosong dan menghantam Diskra secara bersamaan."Tr

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2436

    "Kamu kenal aku?" Saat berbicara, Ewan diam-diam memberi isyarat dengan matanya kepada Nazar.Nazar langsung mengerti dan diam-diam bersiap untuk bertindak.Diskra tersenyum, lalu menyahut, "Ini memang pertama kalinya kita bertemu. Tapi aku sudah lihat fotomu berkali-kali.""Awalnya, setelah pulang dari tempat ini, aku berencana pergi ke Papandaya untuk mencarimu. Tak kusangka, kita justru bertemu di sini. Sepertinya ini memang sudah takdir."Ewan bertanya, "Untuk apa kamu mencariku?"Diskra bertanya balik, "Kamu pasti tahu Danta, 'kan?"Hati Ewan bergetar. Orang ini datang untuk membalaskan dendam kematian Danta?"Danta adalah Dokter Suci Negara Korilia," jawab Ewan."Dia bukan cuma Dokter Suci Negara Korilia." Diskra berkata, "Dia juga putraku."Apa?! Danta adalah putra Diskra? Ewan merasa heran. Jika Diskra benar-benar ayah Danta, kenapa dia tidak melindunginya? Ketika Ewan membunuh Danta dan Teja, kenapa Diskra tidak muncul?Diskra melanjutkan, "Tepatnya, Danta itu anak tiriku. Ibu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2435

    'Tapi ketika pergi, tetua keluarga wanita itu juga memutus urat tangan dan urat kaki Diskra, menghancurkan seluruh meridiannya, serta melumpuhkan kultivasinya hingga Diskra berubah menjadi seorang cacat yang tak berguna.''Sejak saat itu, Diskra mengurung diri di Kuil Dewa Emas dan berkultivasi dengan tekun.''Sepuluh tahun kemudian, Diskra keluar dari Kuil Dewa Emas. Saat itu, bukan saja seluruh cederanya sudah sembuh, tapi dia juga sudah jadi seorang ahli tingkat maharaja.'Ewan sangat terkejut. Dari orang yang cacat menjadi ahli tingkat maharaja hanya dalam waktu sepuluh tahun? Seberapa mengerikan bakatnya?'Setelah menjadi ahli tingkat maharaja, hal pertama yang dilakukan Diskra adalah membalas dendam.''Dia bukan hanya membunuh tetua keluarga wanita itu, tapi juga membantai seluruh keluarganya hingga tak menyisakan siapa pun. Baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan, nggak ada satu pun yang dibiarkan hidup.''Bukan hanya itu, wanita yang dulu sangat dicintainya pun mengala

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2434

    Begitu mendengar suara tawa itu, gendang telinga Ewan dan Nazar langsung pecah. Darah mengalir keluar dari telinga mereka.Meskipun tawa itu tidak keras, di dalamnya terkandung kekuatan yang sangat dahsyat, membuat kepala mereka berdengung tanpa henti.Tak diragukan lagi, orang itu adalah seorang ahli yang luar biasa!Ewan dan Nazar serempak menoleh ke arah pintu. Mereka melihat seorang pria berjalan masuk. Seorang pria paruh baya!Tubuhnya tinggi dan ramping, wajahnya tirus, serta memiliki paras yang sangat tampan. Sepasang alis tajamnya seolah diselimuti embun beku putih. Dari situ terlihat bahwa usia aslinya jelas jauh lebih tua daripada penampilannya. Matanya terang dan tajam.Dengan pakaian putih yang dikenakannya, dia tampak seperti paman tampan dalam drama televisi yang mampu membuat ribuan gadis jatuh hati.'Sial, muncul lagi orang yang lebih tampan dariku!' umpat Nazar dalam hati."Salam." Pria paruh baya itu tersenyum tipis. Deretan giginya yang putih dan rapi membuatnya terl

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2433

    "Sayangnya ....""Tua bangka, mending buang jauh-jauh pikiran itu," kata Ewan. "Ini daerah terlarang Gunung Shuza. Jangan sembarangan.""Lagian, kalau wanita ini dibaringkan di peti mati yang dibuat dari Sumsum Es Purba, itu berarti identitas dia pasti luar biasa.""Jangan cari masalah."Nazar sama sekali tidak peduli. Dia mencibir dan berkata, "Orang-orang Gunung Shuza sudah mati semua. Memangnya masalah apa yang bisa muncul?"Ewan kembali mengingatkan, "Lebih baik kamu jangan macam-macam.""Bocah, kenapa kamu serius sekali?" Nazar menatap Ewan, lalu bertanya, "Jangan-jangan kamu tertarik sama peti mati Sumsum Es Purba ini?"Ewan langsung menyangkal. "Nggak.""Kalau begitu, kamu tertarik sama wanita ini ya," tebak Nazar. "Dasar bocah nggak tahu malu. Kamu sudah punya begitu banyak wanita dan semuanya cantik-cantik. Apa kamu masih belum puas? Benar-benar nggak punya malu.""Ternyata aku salah menilaimu."Mata Ewan membelalak. "Tua bangka, kalau kamu masih berani bicara sembarangan, hat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status