Compartir

Bab 1934

Autor: Rexa Pariaman
"Pfft!"

Tulang tenggorokan Fizar dihancurkan oleh Ewan dalam satu genggaman. Darah pun menyembur keluar. Namun, Fizar tidak langsung mati.

Setelah Ewan melepaskan tangannya, tubuh Fizar jatuh ke lantai. Kedua tangannya memegangi leher, matanya melotot menatap Ewan. Dia meronta beberapa kali, barulah benar-benar mengembuskan napas terakhir. Sampai mati, Fizar tidak percaya bahwa dia akan mati di tangan Ewan.

Melihat pemandangan itu, Benson benar-benar tercengang. Dia juga tidak menyangka Ewan ben
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2414

    "Tua bangka, kamu sedang apa?"Ewan tidak menyangka bahwa pada saat yang begitu penting, Nazar malah menghentikannya. Padahal jika kakinya turun tadi, Pendeta Gagak pasti sudah mati."Bocah, serahkan bajingan ini padaku. Aku ingin membunuhnya dengan tanganku sendiri."Setelah berkata demikian, Nazar berjalan ke depan Pendeta Gagak dan menginjak dadanya tanpa belas kasihan.Puff!Pendeta Gagak memuntahkan darah dengan deras. Dia menatap Nazar dengan mata penuh kebencian.Sebagai pemimpin Sekte Selestial dan seorang ahli puncak tingkat dewa, dia belum pernah mengalami penghinaan sebesar ini. Jika dia masih mampu melawan sekarang, tidak perlu diragukan lagi. Dia pasti akan membunuh Nazar.Bukan sekadar membunuh, melainkan mencincangnya menjadi ribuan potongan."Kenapa menatapku begitu? Belum pernah lihat pria tampan?"Nazar kembali menginjaknya.Puff!Pendeta Gagak kembali memuntahkan darah."Kamu sombong.""Kamu angkuh.""Kamu bahkan ingin membunuhku.""Hmph, sekarang lihat dirimu.""Buk

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2413

    Penampilan Pendeta Gagak saat itu sangat menyedihkan. Namun, Ewan sama sekali tidak berniat berhenti. Dia terus menghujani Pendeta Gagak dengan pukulan demi pukulan."Pedang Enam Nadi!"Tiba-tiba, Ewan memperpendek jarak dan menunjuk dengan satu jari. Seketika itu juga, seberkas energi pedang menembus bahu Pendeta Gagak. Daya tembus yang mengerikan itu langsung menerbangkan seluruh tubuhnya."Uhuk ... uhuk ...."Pendeta Gagak terus memuntahkan darah. Namun, dia sama sekali tidak memedulikan luka-lukanya. Sepasang matanya menatap Ewan dengan tajam."Aku benar-benar nggak menyangka.""Kamu bahkan belum melewati petaka alam, tetapi sudah memiliki kekuatan tempur seperti ini. Sungguh mengejutkan. Aku harus mengakui, kamu adalah seorang genius.""Kalau sekarang kamu berlutut dan meminta maaf kepadaku, lalu bersedia bergabung dengan Sekte Selestial dan menjadi muridku, aku bisa mempertimbangkan untuk mengampuni nyawamu.""Kalau nggak ....""Kalau nggak apaan? Dasar sinting!" Ewan langsung me

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2412

    Apa? Puncak tingkat dewa terlalu lemah?Begitu mendengar kalimat itu, Nazar melotot ke arah Ewan dan menggerutu dalam hati, 'Bocah, keterlaluan! Kalau mau pamer ya pamer saja, kenapa harus bilang puncak tingkat dewa terlalu lemah? Kalau menurut logikamu, bukankah aku jadi sampah?'Di sisi lain.Setelah mendengar perkataan Ewan, Pendeta Gagak malah tertawa karena terlalu marah."Puncak tingkat dewa terlalu lemah? Kenapa? Jangan-jangan kamu seorang ahli tingkat maharaja? Aku bukan ahli tingkat maharaja, tetapi membunuh seorang puncak tingkat dewa sepertimu semudah membalikkan telapak tangan."Begitu selesai berbicara, Ewan mengayunkan tinjunya dan menghantam Pendeta Gagak.Pendeta Gagak juga melancarkan pukulan balasan.Dalam sepersekian detik, kedua tinju berbenturan dengan keras.Boom!Ledakan dahsyat mengguncang langit dan bumi. Tubuh Pendeta Gagak langsung terpental ke belakang sambil memuntahkan darah dalam jumlah besar. Saat bertukar pukulan dengan Ewan tadi, dia merasakan kekuatan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2411

    Sekitar sepuluh detik kemudian. Nazar memaksa mengeluarkan setetes darah dari jari tengahnya dan memantulkannya ke udara. Saat darah itu jatuh ke atas segel raksasa, seketika muncul garis-garis merah yang saling terhubung di permukaannya, memancarkan cahaya yang menyilaukan."Tekan dan bunuh!" teriak Nazar. Segel raksasa itu langsung jatuh dari langit dan menekan Pendeta Gagak."Aku kira kamu akan mengeluarkan teknik yang luar biasa. Ternyata hanya trik murahan."Pendeta Gagak tersenyum meremehkan. Dia mengepalkan tangan kanannya dan melancarkan pukulan yang menyimpan kekuatan mengerikan.Boom!Tinju Pendeta Gagak menghantam segel raksasa itu. Seketika segel tersebut bergetar hebat. "Kultivasimu terlalu lemah. Sekalipun menggunakan teknik rahasia, kamu tetap nggak bisa berbuat apa-apa terhadapku."Setelah berkata demikian, Pendeta Gagak kembali melayangkan pukulan.Boom! Boom! Boom!Tinju-tinjunya terus menghantam tanpa henti. Getaran pada segel raksasa semakin kuat.Setelah pukulan ke

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2410

    Saat merasakan ancaman kematian, Nazar segera mundur dengan kecepatan penuh. Pada saat yang sama, dia menggunakan kecepatan tertingginya untuk membentuk Ajaran Lima Petir.Boom!Lima sambaran petir muncul dari kehampaan dan menghantam Pendeta Gagak secara bersamaan."Hmph!" Pendeta Gagak mendengus dingin. Dia mengulurkan tangan kirinya. Di telapak tangannya terkumpul kekuatan mengerikan yang menyerupai jurang tanpa dasar. Dengan gerakan ringan, dia menyapu ke arah lima sambaran petir itu.Dalam sekejap, kelima petir tersebut lenyap begitu saja.Apa?Kelopak mata Nazar berkedut hebat. Kekuatan Pendeta Gagak jauh melampaui perkiraannya.Pada saat itu juga, tubuh Pendeta Gagak bergerak pelan dan langsung muncul di hadapan Nazar."Mati sana!" Sambil berbicara, Pendeta Gagak mengibaskan tangan kanannya. Seketika, cahaya hitam melesat keluar dari lengan bajunya.Swiing!Cahaya hitam itu memancarkan ketajaman yang mengerikan dan melesat secepat kilat menuju titik di antara kedua alis Nazar. D

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2409

    "Apa urusannya sama kamu?" balas Nazar dengan kesal.Pendeta Gagak berkata, "Teknik rahasia Akademi Nagendra nggak pernah diwariskan ke orang luar. Karena kamu bisa menggunakannya, berarti hubunganmu juga dekat dengan Akademi Nagendra.""Bagus sekali.""Setelah membunuhmu, aku bisa menggunakan kepalamu untuk mempersembahkan penghormatan kepada para leluhur Sekte Selestial.""Tunggu sebentar."Nazar berkata, "Apa maksudmu? Dari cara bicaramu, sepertinya kamu punya permusuhan sama Akademi Nagendra?"Pendeta Gagak menjawab, "Sekte Selestial kami lahir pada akhir tahun 220 Masehi. Pemimpin sekte pertama kami adalah seorang genius luar biasa.""Seandainya Tarsa nggak muncul saat itu, pemimpin sekte pertama kami pasti sudah terkenal di seluruh dunia dan menjadi legenda pada zamannya. Sayangnya, Tarsa menggunakan cara-cara licik. Pemimpin sekte pertama kami berkali-kali dijebak olehnya hingga akhirnya terpaksa melarikan diri ke wilayah barbar yang jauh.""Tak disangka, setelah itu Sekte Seles

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status