Share

Bab 2306

Author: Rexa Pariaman
Ewan merasakan aura membunuh itu, lalu tiba-tiba berbalik. Tak lama kemudian, dia melihat dua sosok berjalan keluar dari dalam hutan lebat menuju ke arahnya. Orang di sebelah kiri adalah seorang lelaki tua.

Usianya setidaknya sudah lebih dari 100 tahun. Rambutnya putih seluruhnya, mengenakan jubah panjang hitam, wajahnya merona, dan auranya kuat seperti naga. Jelas sekali dia adalah seorang ahli super.

Sementara orang di sebelah kanan adalah seorang pria yang kemungkinan usianya juga lebih dari
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2310

    Drrtt!Langit dan bumi bergetar.Satu demi satu cahaya merah berubah menjadi rantai-rantai merah, lalu akhirnya membentuk sebuah sangkar raksasa yang mengurung Ewan di dalamnya."Dengan darahku, kubentuk sangkar.""Kukekang tubuhmu dan kurantai jiwamu.""Adik manis, semoga kamu menikmati ini.""Nanti kalau mulai kesakitan, kamu boleh memohon ampun padaku. Aku bisa melakukannya dengan lebih lembut ...."Setelah berkata demikian, Aozora tiba-tiba merapatkan kedua tangannya ke tengah."Tutup!"Seketika, sangkar itu menyusut cepat dengan Ewan sebagai pusatnya. Ewan langsung merasakan sesak napas luar biasa, seolah dirinya terkurung di dalam penjara surgawi yang bisa merenggut nyawanya kapan saja.Bumm!!Ewan melawan dengan ganas. Tinju Pembantai Naga terus menghantam sangkar tersebut tanpa henti hingga menimbulkan suara ledakan keras. Setiap pukulannya memercikkan bunga api ke mana-mana.Namun, sangkar itu terlalu kokoh dan sama sekali tidak terguncang."Adik manis, ingat kata-kataku tadi.

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2309

    "Bunuh!" teriak Ewan sambil mengepalkan tinju dan langsung menyerang.Rambutnya bersinar terang bagaikan api yang membara. Kedua matanya tampak begitu tajam seperti pedang surgawi yang mampu mengguncang jiwa. Seluruh dirinya tampak seperti dewa iblis yang tak terkalahkan."Banci kaleng, jangan harap kamu bisa hidup hari ini."Ewan menghantamkan satu pukulan ke arah Aozora. Kekuatan pada tinjunya begitu dahsyat dan mengerikan."Adik manis, wajahmu memang tampan, tapi otakmu sepertinya nggak terlalu bagus. Mau adu kekuatan denganku? Kamu benar-benar cari susah sendiri saja. Baiklah, akan kutunjukkan betapa hebatnya diriku."Aozora mengangkat telapak tangan kanannya. Cahaya putih menyelimuti telapak tangannya sebelum bertabrakan langsung dengan tinju Ewan.Bum!!Tinju dan telapak tangan itu saling bertabrakan.Ewan langsung merasakan kekuatan dari telapak tangan Aozora seperti ombak besar yang mengamuk. Seluruh lengan kanannya terasa sakit luar biasa. Namun, dia tetap berdiri di tempat ta

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2308

    Krak!Pedang Cahaya Senja patah. Tubuh Ewan bergetar hebat seperti tersambar petir, lalu terlempar puluhan meter jauhnya. Darah dan energi di dalam dadanya langsung bergolak liar.Pada detik tadi, dia merasakan kekuatan yang luar biasa besar dari tangan Aozora.Kekuatan itu tampak lembut, tetapi sebenarnya sangat dahsyat. Bukan hanya itu, tangan kanan Aozora yang bentrok langsung dengan Pedang Cahaya Senja sama sekali tidak terluka sedikit pun."Kenapa bisa seperti ini?"Ewan marah sekaligus terkejut. Dia menunduk melihat Pedang Cahaya Senja yang patah menjadi dua bagian. Hatinya terasa berdarah.Pedang Cahaya Senja telah menemaninya menghadapi begitu banyak situasi hidup dan mati. Bagi Ewan, pedang itu bukan sekadar senjata, melainkan saudara seperjuangan. Dia tidak pernah menyangka Pedang Cahaya Senja akan patah hari ini, dan lebih parahnya lagi, dihancurkan oleh makhluk setengah pria setengah wanita seperti itu.Ini benar-benar tak bisa ditoleransi. Niat membunuh Ewan langsung melon

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2307

    "Sepertinya kalian sama saja seperti orang-orang yang mati di tanganku sebelumnya. Kalian ingin menangkapku, menjadikanku sandera, lalu memaksa ayahku datang ke sini agar kalian bisa mengambil kesempatan untuk membunuhnya, benar?""Sayangnya, aku nggak akan kasih kalian kesempatan itu.""Aku akan membantai kalian," kata Ewan dengan nada dingin.Sekarang dia sudah memiliki sembilan aliran energi murni alami, bahkan energi murni alami kesepuluh juga sudah mulai terbentuk. Menghadapi dua ahli super ini, dia sama sekali tidak takut.Aozora tertawa genit."Adik manis, kamu lucu sekali. Jangan bilang kamu bahkan belum menjadi kultivator abadi. Kalaupun iya, tetap saja kamu bukan lawan kami. Aku sarankan kamu menyerah dengan patuh.""Tenang saja, aku nggak akan membunuhmu. Dengan wajah setampan itu, mana tega aku membunuhmu ....""Diam kau, bangsat!" Ewan membentak keras lalu menunjuk Aozora sambil memaki, "Yang paling kubenci itu makhluk setengah pria setengah wanita sepertimu. Cepat maju si

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2306

    Ewan merasakan aura membunuh itu, lalu tiba-tiba berbalik. Tak lama kemudian, dia melihat dua sosok berjalan keluar dari dalam hutan lebat menuju ke arahnya. Orang di sebelah kiri adalah seorang lelaki tua.Usianya setidaknya sudah lebih dari 100 tahun. Rambutnya putih seluruhnya, mengenakan jubah panjang hitam, wajahnya merona, dan auranya kuat seperti naga. Jelas sekali dia adalah seorang ahli super.Sementara orang di sebelah kanan adalah seorang pria yang kemungkinan usianya juga lebih dari 100 tahun, tetapi penampilannya sangat aneh. Dia mengenakan kimono merah hitam dengan motif bambu bersulam benang emas. Wajahnya dipoles bedak sangat tebal hingga pucat menyerupai mayat.Bukan hanya itu, bibirnya dipenuhi lipstik merah menyala, bulu matanya panjang, alisnya tipis melengkung, rambut panjangnya disanggul ke atas, dan di samping telinganya terselip setangkai mawar merah.Saat berjalan, pinggangnya bergoyang seperti wanita yang tampak genit dan menyeramkan. Dia juga seorang ahli sup

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2305

    Terlihat di atas Pulau Kosong itu, petaka langit memenuhi angkasa. Sambaran petir yang tak terhitung jumlahnya tampak seperti naga raksasa yang menari liar di udara."Celaka. Walaupun Ewan sudah membunuh musuhnya, petaka langit ternyata masih belum berakhir," kata Dewa Perang dengan wajah penuh kekhawatiran. "Entah Ewan bisa menahan petaka langit ini atau nggak."Semua orang menatap layar video sambil diam-diam mengkhawatirkan Ewan.Tiba-tiba, layar menjadi gelap."Ada apa ini?""Kenapa tiba-tiba nggak terlihat apa-apa?""Jangan-jangan terjadi sesuatu?"Semua orang langsung panik dan cemas."Sanusi, apa yang terjadi?" tanya Travis.Suara Sanusi terdengar dari pengeras suara. "Pak Travis, tadi saya sudah bertanya pada teknisi. Semuanya normal. Saya menduga Ewan melepas brosnya."Travis segera memberi instruksi, "Apa pun yang terjadi, terus awasi situasi di Pulau Kosong itu. Begitu petir menghilang, segera hubungi Ewan.""Siap!"....Pulau Kosong.Ewan menatap petir yang turun dari langi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status