Share

Bab 2341

Author: Rexa Pariaman
Ewan mengayunkan Pedang Cahaya Senja dengan cepat. Dalam sekejap, dia sudah mengerahkan lebih dari sepuluh tebasan.

Energi pedang berkelebat ke segala arah, membuat area di sekitar hancur berantakan.

Semakin bertarung, Ewan semakin ganas. Setelah itu, dia bahkan mengubah Tinju Pembantai Naga menjadi jurus pedang dan menyerang Willy secara gila-gilaan.

Willy tidak mundur selangkah pun. Dia membalas dengan sengit. Keduanya saling bertukar serangan. Dalam waktu kurang dari tiga menit, mereka sudah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3059

    "Apa yang ingin dia lakukan?" tanya Nazar.Ewan balik bertanya, "Tua Bangka, apa kamu tahu kegunaan Bambu Spiritual Pelangi Darah?"Nazar menjawab, "Damar pernah mengatakan bahwa Bambu Spiritual Pelangi Darah bukan cuma bisa digunakan untuk meramu pil, tetapi juga untuk membuat senjata. Selain itu, bambu ini merupakan salah satu makanan kesukaan hewan spiritual ...."Sampai di sini, mata Nazar tiba-tiba membelalak. Dia berseru dengan terkejut, "Ada hewan spiritual di sini?"Ewan mengangguk."Mana mungkin? Apa benar ada hewan spiritual yang berkeliaran di tempat terpencil seperti ini?" Nazar sulit memercayainya.Ewan berkata, "Tadi di kediaman Penguasa Kota, Airani bilang ke Ibob bahwa kalau mereka berhasil menyelesaikan urusan ini, Ketua Aliran akan memberikan hadiah besar kepada mereka setelah kembali.""Coba perhatikan jebakan yang mereka siapkan. Jelas sekali mereka ingin menangkap sesuatu.""Menurutku, kemungkinan besar yang mereka incar adalah hewan spiritual."Joni berkata, "Hewa

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3058

    Ewan bersembunyi di luar jendela, mengamati Airani dan Ibob yang keluar dari kamar. Setelah itu, mereka mengeluarkan sebuah Perahu Angin dan membawa belasan pelayan terbang menembus angkasa."Mereka mau pergi ke mana?"Ewan merasa penasaran. Setelah itu, dia diam-diam meninggalkan kediaman Penguasa Kota.Sesampainya di luar, begitu Ewan menampakkan diri dari keadaan tak terlihat, Joni langsung berkata, "Tuan, tadi aku melihat sebuah Perahu Angin meninggalkan kediaman Penguasa Kota. Airani dan lelaki tua itu berdiri di atasnya. Apa mereka mau kembali ke markas Aliran Hitam Putih?""Bukan. Mereka mau pergi ke Hutan Angin Hitam." Ewan kemudian menceritakan semua yang didengarnya tadi.Setelah mendengarnya, Nazar mengelus dagu dan berkata, "Sepertinya ada sesuatu yang berharga di Hutan Angin Hitam sampai menarik perhatian Airani."Joni berkata, "Aku tahu Hutan Angin Hitam. Jaraknya sekitar 50 kilometer dari sini. Tempat itu merupakan kawasan pegunungan yang nggak berpenghuni."Pegunungan y

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3057

    Ewan mengamati sekeliling dan melihat lebih dari seratus penjaga berdiri di depan gerbang kediaman Penguasa Kota. Semuanya berada di puncak tingkat inti emas."Bahkan para penjaga gerbang saja sudah mencapai puncak tingkat inti emas. Sepertinya ada ahli yang sangat kuat di dalam kediaman Penguasa Kota," kata Ewan dengan suara berat.Nazar menasihatinya, "Bocah Tengik, gimana kalau kita jangan ambil risiko? Kalau ada ahli tingkat jiwa baru di dalam sana dan kita sampai ketahuan, habislah riwayat kita!"Ewan tidak rela pergi begitu saja. Setelah berpikir sejenak, dia berkata, "Tua Bangka, Joni, kalian tunggu di sini.""Aku mau masuk untuk selidiki keadaan dulu. Setelah itu, baru kita susun rencana."Joni menasihatinya, "Tuan, demi keselamatanmu, sebaiknya jangan ambil risiko. Penjagaan kediaman Penguasa Kota sangat ketat. Kalau sampai ketahuan, masalahnya bisa sangat besar. Aku nggak percaya Airani akan terus bersembunyi di dalam sana. Lebih baik kita cari tempat untuk mengawasi kediaman

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3056

    Para pelayan yang diutus Airani dibunuh tanpa ampun oleh Ewan. Bau darah yang menyengat memenuhi tempat itu."Ayo pergi!" kata Ewan.Nazar bertanya, "Bocah Tengik, kamu mau pindah ke tempat yang lebih aman?""Sepertinya pikiranmu sama denganku.""Orang-orang Aliran Hitam Putih ingin membunuh kita. Para pelayan itu gagal menjalankan tugasnya. Aku khawatir Airani akan datang sendiri ke sini. Jadi, sebaiknya kita segera pergi."Ewan berkata, "Tua Bangka, kamu salah paham. Maksudku, kita pergi bunuh Airani."Nazar terdiam.Joni berkata, "Aku juga ikut! Perempuan sialan itu mengancam mau mengebiriku. Aku harus membunuhnya. Oh, ya, Tuan, boleh aku minta satu hal?"Ewan bertanya, "Apa?"Joni berkata, "Bisa nggak kamu melumpuhkan Airani dulu, lalu serahkan dia padaku?""Kenapa? Kamu masih sayang sama dia?" Ewan menasihatinya, "Masih banyak wanita lain di dunia ini. Dia bahkan sudah berniat membunuhmu. Untuk apa kamu masih mengasihaninya?"Joni tersenyum mesum. "Aku bukannya mengasihaninya. Aku

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3055

    "Kamu mau membunuhku, 'kan? Akan kuberi kamu kesempatan. Ayo, maju!" kata Ewan kepada pelayan wanita itu.Tangan pelayan wanita yang menggenggam pedang gemetar hebat. Dia bukan hanya tidak berani menyerang, tetapi malah terus mundur."Kesempatan sudah kuberikan, tapi kamu nggak mau memanfaatkannya. Kamu benar-benar nggak tahu diri. Kalau begitu, akan kuantar kamu ke alam baka."Setelah Ewan selesai berbicara, dia melangkah maju. Pada detik berikutnya, sosoknya muncul secara misterius di samping pelayan wanita itu.Pelayan wanita itu menyadari bahaya yang mengancam dan hendak melakukan serangan balasan. Namun, Ewan sudah lebih dahulu mencengkeram lehernya dan mematahkannya.Krak!Ewan bergerak cepat dan tegas, tanpa sedikit pun rasa iba terhadap kecantikan wanita itu. Setelah mematahkan lehernya, dia mencengkeram tulang selangka pelayan wanita itu, lalu mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi dan membantingnya dengan keras ke tanah.Bum!Pelayan wanita itu dibanting ke tanah dengan keras sepe

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3054

    Joni menoleh dan melihat delapan wanita berjubah panjang yang membawa senjata sedang menyerbunya dengan niat membunuh yang meluap-luap."Mereka adalah pelayan-pelayan Airani."Setelah Joni selesai berbicara, salah seorang pelayan wanita berteriak keras, "Itu si gendut sialan tadi! Bunuh dia!"Nazar tertawa. "Aku sudah tahu semua orang di Aliran Hitam Putih berhati busuk. Ternyata Airani benar-benar mau membunuhmu.""Mulutmu itu memang bawa sial!" maki Joni sebelum berlari masuk ke penginapan.Ewan dan Nazar saling bertukar pandang, kemudian ikut masuk ke penginapan.Setelah kedelapan pelayan wanita menerobos masuk, dua orang berjaga di pintu untuk mencegah siapa pun melarikan diri, sedangkan enam orang lainnya mengawasi Ewan dan kedua temannya."Bocah, serahkan teknik pedang itu!" Salah seorang pelayan wanita membentak Ewan, "Serahkan teknik pedangnya, maka kami akan membiarkan mayatmu tetap utuh. Kalau nggak, tulang-belulangmu pun tidak akan tersisa!""Besar sekali omonganmu." Ewan me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status