Share

Bab 2509

Author: Rexa Pariaman
Bam!

Kaki raksasa pria tua itu menghantam tanah.

Seketika, sebuah kawah sedalam beberapa meter dan diameter kurang lebih tiga meter, muncul di permukaan tanah. Tak lama kemudian, retakan demi retakan mulai menjalar dari tepi kawah dan menyebar ke segala arah.

Dalam sekejap, tanah di sekitar mereka berubah menjadi porak-poranda.

"Pendeta busuk, kamu nggak akan bisa kabur."

Setelah berkata demikian, pria tua itu menghantamkan telapak tangannya dari kejauhan ke arah Nazar.

Saat telapak tangannya di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2891

    Ewan berdiri di dekat jendela, berkata sambil tersenyum, "Bodhisattva Naga, kami nggak berani menyinggung Aliran Hitam Putih. Kamu pikirkan saja nasibmu sendiri!"Nazar ikut berkata, "Kamu sudah melakukan begitu banyak perbuatan keji yang merugikan dunia. Semua orang berhak membunuhmu."Tubuh Bodhisattva Naga bergetar karena marah. "Bajingan, kalian mencelakaiku ...."Puh! Sebelum Bodhisattva Naga selesai berbicara, dia memuntahkan banyak darah dan langsung pingsan karena amarahnya.Nenek tua itu segera bertindak. Dia memasang beberapa segel pada tubuh Bodhisattva Naga, lalu melemparkan Bodhisattva Naga yang pingsan ke atas perahu kayu.Setelah itu, pandangannya beralih kepada Ewan dan Nazar. "Kalian berhasil menemukan Bodhisattva Naga. Katakan, hadiah apa yang kalian inginkan."Ewan menyahut, "Senior terlalu baik! Bodhisattva Naga berhasil ditangkap adalah berkat bantuan para senior. Aku nggak berani mengaku berjasa, jadi nggak perlu hadiah."Nenek tua itu terkekeh. "Bocah, mulutmu cu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2890

    Kebetulan sekali?Nazar sangat gembira. Dia tidak menyangka kedua bagian Rune Formasi Mahasuci itu benar-benar bisa bertemu.Bodhisattva Naga juga sangat senang dan berkata, "Kalian berdua bukan hanya berasal dari tempat yang sama denganku, tapi juga pembawa keberuntunganku. Dengan Rune Formasi Mahasuci yang utuh ini, jangan harap Aliran Hitam Putih bisa menangkapku.""Huh, Aliran Hitam Putih, tunggu saja. Kelak setelah aku menjadi ahli yang tak tertandingi, aku pasti akan membuat kalian membayar semuanya.""Kalian juga nggak aman kalau tetap di sini. Ikutlah denganku!"Setelah berkata demikian, Bodhisattva Naga hendak mengaktifkan Rune Formasi Mahasuci."Senior, biar aku saja yang mengurus hal sepele seperti ini!" kata Nazar sambil tersenyum."Kamu?" Bodhisattva Naga menatapnya dengan ragu, seolah bertanya apakah dia mampu melakukannya.Ewan buru-buru menjelaskan, "Senior mungkin belum tahu. Master mendapatkan sebuah kitab ajaib di dunia kultivasi. Di dalamnya tercatat semua koordinat

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2889

    "Para bajingan dari Aliran Hitam Putih itu mengejarku sampai jutaan kilometer. Aku hampir mati di tangan mereka."Mendengar itu, Nazar sebenarnya ingin tertawa, tetapi dia memasang wajah penuh perhatian. "Senior, kenapa Aliran Hitam Putih tiba-tiba mengejar dan ingin membunuhmu?"Bodhisattva Naga berkata, "Aku bertarung dengan Putra Suci mereka. Setelah Putra Suci mereka kalah, dia memanggil tiga ahli tingkat jiwa baru untuk membunuhku.""Sekarang aku sudah berada di puncak tingkat gua surgawi. Kalau hanya menghadapi satu ahli tingkat jiwa baru, aku nggak takut. Tapi mereka langsung mengirim tiga orang.""Nenek tua itu bahkan sudah berada di puncak tingkat jiwa baru, hanya setengah langkah lagi menuju tingkat kesatuan ilahi. Aku nggak punya pilihan selain melarikan diri."Ewan berkata dengan tegas, "Tak kusangka, Aliran Hitam Putih yang merupakan salah satu perguruan teratas di dunia kultivasi ternyata nggak masuk akal sekali. Mereka benar-benar keterlaluan.""Suatu hari nanti, aku pas

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2888

    Tangan Nazar tiba-tiba digenggam oleh pria itu, membuatnya merasa jijik.Sebab, kedua tangan pria itu seolah baru saja dikeluarkan dari tumpukan batu bara. Benar-benar ....Kotor sekali!Nazar ingin menarik tangannya, tetapi pria itu menggenggamnya terlalu erat. Hal itu membuatnya kesal dan dia pun bertanya, "Kamu siapa?""Kamu Bodhisattva Naga?" Ewan tiba-tiba bertanya.Nazar tertegun.Orang ini Bodhisattva Naga?Pria itu menatap Ewan. "Kamu mengenalku?"Ternyata benar Bodhisattva Naga!Ewan merasa geli. Dia tidak menyangka pelindung Kota Terlarang kini malah terlihat seperti pengemis.Sikap Ewan seketika menjadi lebih hormat. Dia berkata, "Meskipun aku nggak mengenal Senior secara pribadi, aku pernah mendengar nama Senior. Aku juga tahu Senior adalah ahli nomor satu Kota Terlarang dan pendekar tak terkalahkan di dunia sekuler.""Memang lebih baik melihat langsung daripada hanya sekadar mendengar cerita. Senior memang gagah dan berwibawa.""Aku yakin nggak lama lagi Senior akan menjad

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2887

    "Kamu juga istirahat lebih awal." Setelah berkata demikian, Ewan kembali ke kamarnya. Seusai makan sedikit bersama Nazar, mereka mulai membicarakan cara untuk meninggalkan Kota Ampat."Tua bangka, menurutmu apa aku bisa keluar dari kota dengan Teknik Melarikan Diri?" tanya Ewan."Nggak mungkin," jawab Nazar. "Tadi waktu kamu mengantar Dewi Kembang ke kamar, aku sempat mengobrol dengan pelayan penginapan. Dia bilang begitu formasi pelindung kota diaktifkan, seluruh wilayah akan terisolasi dari dunia luar. Kecuali tingkat kultivasi kita cukup tinggi untuk menghancurkan formasi itu, kita sama sekali nggak bisa keluar.""Sepertinya kita hanya bisa menunggu Aliran Hitam Putih menangkap Bodhisattva Naga, baru kita bisa keluar dari kota."Ewan mengernyit dan berkata, "Gimana kalau Aliran Hitam Putih nggak berhasil menangkap Bodhisattva Naga?""Waktu Dewi Kembang sudah nggak banyak. Kita nggak boleh membuang-buang waktu di sini.""Kita harus mencari cara untuk keluar dari kota."Nazar berkata,

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2886

    Ewan dan yang lainnya juga tiba di Kota Ampat. Saat memasuki kota, dia kembali melihat surat perintah penangkapan Ega yang terpampang di tembok kota.Seketika, sorot dingin melintas di matanya.Nazar berkata pelan, "Bocah, Kota Ampat adalah wilayah Aliran Hitam Putih. Gimana kalau kita bunuh saja penguasa kotanya?""Jangan," kata Midori. "Ada ratusan kota yang berada di bawah kekuasaan Aliran Hitam Putih, dan Kota Ampat berada di peringkat kesepuluh. Penguasa kota di sini adalah ahli tingkat jiwa baru dan di bawah komandonya juga ada cukup banyak ahli tingkat gua surgawi."Ewan berkata, "Yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan Dewi Kembang. Jangan cari masalah lain."Nazar berkata, "Kalau begitu, gimana kalau kita cari penginapan untuk beristirahat malam ini dan memulihkan tenaga, lalu melanjutkan perjalanan besok pagi?""Baik." Ewan mengangguk setuju.Baru saja mereka memasuki kota, terdengar suara gemuruh keras dari belakang. Gerbang kota yang tinggi perlahan menutup.Tak lama

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status