Share

Bab 414

Author: Rexa Pariaman
Nenek Aneh tiba-tiba berteriak pilu. Ewan tak menyia-nyiakan kesempatan. Dengan sekali langkah cepat, tendangannya menghantam tepat di dada Nenek Aneh. Tubuh keriput itu langsung terpental ke belakang.

Serang saat lawan sedang lemah ... itulah saat paling tepat untuk menghabisinya!

Ewan segera menyusul maju, berniat menuntaskan segalanya. Tepat ketika tubuh Nenek Aneh hampir membentur tanah, tinjunya sudah meluncur deras menuju pelipis lawan.

Namun di detik genting itu, Nenek Aneh menancapkan to
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1807

    Tinju dan mata pisau berbenturan tiga kali. Pada benturan terakhir, parang itu langsung patah oleh tinju Ewan."Hmph!"Maprana mendengus dingin. Dia menyadari bahwa kekuatan Ewan luar biasa besar, bahkan sedikit melampaui dirinya. Dia pun langsung mundur dengan cepat. Jarak antara keduanya langsung melebar hingga sepuluh meter.Mereka saling berhadapan dari kejauhan."Bukannya kamu mau bunuh aku? Kenapa berhenti? Aku nggak punya waktu untuk berbasa-basi denganmu," kata Ewan.Wajah Maprana tanpa ekspresi. Dia berkata, "Mengingat kamu baru saja menjadi ketua Organisasi Draken, aku nggak tega melihatmu mati tragis di sini. Lebih baik kamu bunuh diri saja.""Hahaha ...."Ewan tertawa keras, seolah baru saja mendengar lelucon paling lucu di dunia. Lalu dia menunjuk Maprana dan berkata, "Memangnya kamu siapa berani nyuruh aku bunuh diri?"Ekspresi Maprana menjadi muram. Ketegasan Ewan benar-benar di luar dugaannya.Ewan melanjutkan, "Hari ini adalah hari pemakaman Sida. Kamu berani membuat k

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1806

    Urat di dahi Maprana menonjol. Matanya memerah dan wajahnya dipenuhi niat membunuh yang dingin. Ewan telah membunuh Mariadi dan Magana berturut-turut, membuatnya benar-benar murka."Bukan manusia namanya kalau aku nggak bunuh kamu hari ini!"Terpancar tekanan yang besar dari tubuh Maprana, seolah-olah dia menyatu dengan langit dan bumi, tanpa celah sedikit pun.Seorang ahli tertinggi!Mata Ewan sedikit menyipit. Dia menyadari bahwa kemampuan Maprana jauh lebih kuat dibandingkan Mariadi dan Magana."Bunuh!" teriak Maprana dengan keras. Dia melangkah maju dan tiba di depan Ewan seketika, lalu melayangkan pukulan.Bruk!Ewan juga melayangkan pukulan. Tinju mereka bertabrakan dengan keras. Dalam sekejap, terdengar suara seperti benturan logam, bahkan percikan api muncul dari kedua tinju mereka.Semua orang yang hadir terkejut."Luar biasa!""Mereka seperti para ahli yang keluar langsung dari novel silat.""Pantas saja Sida menyerahkan posisi ketua kepada Ewan. Walaupun masih muda, kemampua

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1805

    Maprana mengangguk. Dia juga mengira bahwa Magana terbunuh oleh Ewan karena meremehkan lawan. Bagaimanapun juga, Ewan masih terlalu muda."Anak muda, ajalmu sudah tiba."Mariadi mengentakkan kaki kanannya ke tanah. Tubuhnya langsung melesat seperti peluru meriam dan seketika sudah tiba di depan Ewan.Plak!Mariadi melayangkan satu telapak tangan ke arah dada Ewan.Ewan tetap berdiri di tempat tanpa bergerak. Ketika telapak tangan Mariadi tinggal sekitar 20 sentimeter darinya, Ewan melayangkan satu pukulan.Bum!Tinju mereka bertabrakan, menimbulkan suara benturan yang berat.Namun, tinju dan telapak tangan itu dilapisi oleh energi dalam. Keduanya tetap mempertahankan posisi serangan dan berdiri di tempat tanpa bergerak. Ekspresi Mariadi seketika berubah drastis. Dia merasakan ada kekuatan dahsyat dari tinju Ewan yang menyerbu ke dalam meridiannya dan menghancurkan meridiannya satu demi satu."Kamu ... kamu ...."Mariadi menatap Ewan dengan mata penuh ketakutan.Dia tidak mengerti, baga

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1804

    Magana dibunuh oleh Ewan di tempat. Seluruh lokasi langsung gempar.Semua orang memandang Ewan dengan tatapan yang berbeda.Mereka tidak menyangka bahwa ketua muda Organisasi Draken ini bertindak begitu tegas. Tanpa sepatah kata pun, dia langsung membunuh Magana.Dewa Perang menatap Ewan dan di matanya muncul rasa kagum. Seorang pria memang tidak boleh ragu sedikit pun saat bertindak kejam. Itulah lelaki sejati!Maprana dan Mariadi juga sempat terpaku.Jelas, ketegasan Ewan benar-benar di luar dugaan mereka. Kalau tidak, apa pun yang terjadi, mereka tidak akan membiarkan Magana dibunuh di depan mereka."Adik ...."Mata Maprana memerah.Mariadi yang pertama tersadar kembali. Dia menunjuk Ewan dan berteriak dengan marah, "Mau dewa yang turun dari langit sekalipun, nggak ada yang bisa nolong kamu hari ini!"Ewan menunduk dan melirik jam tangannya. "Masih ada delapan menit."Apa maksudnya?Semua orang bingung.Ewan memandang Mariadi dan Maprana lalu berkata, "Upacara perpisahan Sida akan r

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1803

    "Sombongnya, nggak takut mati konyol apa?"Dewa Perang menatap Mariadi dengan wajah yang sangat muram. Dia juga tidak menyangka bahwa pada pertemuan kali ini, sikap Mariadi berubah total dan menjadi sangat arogan.Jelas sekali, kepercayaan diri Mariadi berasal dari Maprana.Maprana telah mengasingkan diri untuk berkultivasi selama bertahun-tahun. Sekarang setelah dia keluar, kekuatannya pasti telah meningkat pesat.'Entah sudah sampai tingkat apa kultivasinya sekarang?' Tatapan Dewa Perang beralih ke Maprana.Maprana memperhatikan tatapan itu lalu berkata dengan dingin, "Hari ini adalah urusan antara kami dan Ewan. Kusarankan sebaiknya kalian semua yang ada di sini jangan ikut campur. Kalau nggak, jangan salahkan aku kalau aku bertindak tanpa ampun."Swish!Begitu kata-katanya selesai, tubuh Maprana berubah menjadi bayangan. Semua orang hanya merasa pandangan mereka berkelebat, dan saat melihat dengan jelas kembali, Maprana sudah berada tepat di depan Dewa Perang.Apa yang ingin dilaku

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1802

    "Di mana Ewan? Keluar dan terima kematianmu!"Suara itu menggema di setiap sudut alun-alun, membuat gendang telinga para tamu dan murid Organisasi Draken yang hadir hampir pecah.Ada yang buat keributan?Tanpa dikomando, semua orang menoleh ke arah timur laut.Terlihat tiga sosok yang berjalan mendekat. Mereka mengenakan jubah naga berwarna ungu, dengan mahkota emas yang mengikat rambut mereka dan memancarkan aura luar biasa.Setiap langkah mereka berderap keras. Lalu di tanah langsung muncul jejak kaki sedalam lima sentimeter."Siapa mereka?""Aura mereka sangat kuat!""Sepertinya mereka datang dengan niat buruk!"Dewa Perang menoleh sekilas. Matanya tampak sedikit menyipit. Dia sudah mengenali tiga tamu tak diundang itu.Maprana, Mariadi, dan Magana dari Kota Terlarang!Tandi tiba-tiba berdiri dan berteriak, "Pengawal, hentikan mereka!"Swish swish swish!Belasan prajurit yang memegang senapan segera maju dan berdiri di depan Maprana dan dua orang lainnya."Enyahlah!" Magana mengibas

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 90

    Pintu besar aula pesta perlahan terbuka. Seorang pria muda berjalan masuk dari luar.Usianya sekitar 27 atau 28 tahun, bertubuh tinggi besar, rambut pendek rapi, dan wajah tampan dengan fitur tajam. Sorot matanya gelap dan dalam, seperti elang di malam hari. Auranya dingin, angkuh, tetapi penuh wiba

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 89

    "Aneh, biasanya orang yang pertama kali ikut acara seperti ini pasti gugup. Tapi, wajahmu sama sekali nggak kelihatan gugup.""Karena aku bukan orang biasa." Ewan tertawa kecil saat menjawab. Sebenarnya dia memang gugup. Ratusan pasang mata menatapnya. Bahkan seekor harimau pun bisa ciut nyalinya ka

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 17

    Henry langsung berkata, "Raja Naga, aku akan segera bawa orang ke padang gurun untuk mencari Buddha Hidup."Raja Naga malah menolak, "Nggak usah buang-buang tenaga. Belum tentu kita bisa menemukan Buddha Hidup. Sekalipun kita berhasil menemukannya, belum tentu dia sudah membuka mata batin. Apalagi,

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 43

    "Apa yang beda?" tanya Ewan."Aku juga nggak bisa menjelaskannya dengan pasti, pokoknya Ibu bisa merasakan kalau dia punya rasa sama kamu," kata Aruna sambil tersenyum ceria. "Kalau Bu Neva bisa jadi menantuku, pasti luar biasa sekali.""Bu, sebaiknya Ibu lupakan saja. Baik dari segi pendidikan, usi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status