Share

Bab 518

Author: Rexa Pariaman
"Sial, belum selesai juga." Ewan agak kesal.

Neva masih menunggunya di kamar tidur untuk dinikmati. Namun siapa sangka, baru saja menutup telepon dari Sida, tiba-tiba ada orang mengetuk pintu lagi.

Ewan memutuskan untuk tidak peduli. Sebesar apa pun urusan di luar sana, tidak ada yang lebih penting daripada urusannya sekarang. Semuanya sudah dipersiapkan, tinggal menunggu waktu untuk dinikmati saja.

Namun suara ketukan di luar tidak berhenti dan terus berulang-ulang.

Tok tok tok!

Ewan jadi semak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Saut Sirait
cara penulis memainkan emosi pembaca teramat konyol, kolot dan bodoh. jika pintar sedikit aja, seharusnya bikin peristiwa yang bisa bikin pembatalan permainan neva-ewan dengan tertawa. kasian ini penulis _under standar_
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2871

    "Seperti kamu, Bocah Sialan. Petaka langit yang kamu hadapi beberapa kali lebih kuat daripada milik orang lain. Tentu saja, hasil yang kamu dapatkan setelah berhasil melewati petaka langit juga lebih besar. Di tingkat kultivasi yang sama, kamu lebih kuat daripada orang lain.""Kalau api merah itu benar-benar sudah dimiliki Dewi Kembang sejak lahir, itu berarti fisiknya pasti sangat istimewa. Karena itu, petaka langit yang dihadapinya juga melampaui orang biasa."Saat mereka berbicara, api merah yang keluar dari antara kedua alis Dewi Kembang kembali menelan belasan sambaran petaka langit.Wajah Ewan tampak gembira. Jika terus seperti ini, sebentar lagi petaka langit akan ditelan habis oleh api itu.Namun, tepat pada saat ini, terdengar suara gemuruh dari langit. Petaka langit ketujuh tiba. Duar!Kali ini, ada sebanyak 108 sambaran petaka langit. Kilatan petir memenuhi seluruh langit, sementara cahaya listrik memenuhi setiap ruang. Dalam sekejap, Dewi Kembang kembali ditenggelamkan oleh

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2870

    "Gawat!" Melihat Dewi Kembang terpental akibat sambaran petir, Ewan langsung merasa ada yang tidak beres. Dia baru hendak menerjang ke depan, tetapi dia melihat Dewi Kembang sudah berhasil menegakkan tubuhnya.Meskipun terluka parah, aura Dewi Kembang masih tetap kuat.Nazar berkata dengan wajah penuh kekaguman, "Petaka langit seperti ini benar-benar mengerikan. Dewi Kembang memang hebat. Dia bisa bertahan di tengah begitu banyaknya sambaran petir yang dahsyat."Ewan mendongak. Dia melihat awan petir terus bergulung-gulung di atas langit. Namun, petaka langit tak kunjung turun. Jelas sekali, petaka langit yang lebih dahsyat sedang terbentuk.Karena mengkhawatirkan keselamatan Dewi Kembang, Ewan melangkahkan kakinya dan melintasi angkasa. Setelah tiba di hadapan Dewi Kembang, dia menyerahkan sehelai daun dari pohon emas kepada Dewi Kembang.Dewi Kembang menerima daun itu dan langsung memasukkannya ke mulut tanpa berkata apa-apa. Dia tersenyum manis kepada Ewan. Dalam sekejap, luka-luka

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2869

    "Kamu ngapain sih?" Ewan langsung mendorong Nazar menjauh.Nazar menatap Ewan dan berkata, "Tubuhmu benar-benar bau minuman soda. Bocah, jujur saja, apa kamu menyimpan sesuatu di Kantong Kosmik?"Buzz! Tekanan dahsyat tiba-tiba turun. Seketika, langit berubah menjadi gelap. Perubahan yang mendadak itu pun membuat mereka berdua terkejut.Ewan dan Nazar serentak mendongak. Mereka melihat awan petir terus bergulung-gulung di atas langit. Petaka langit akan segera tiba!"Tua Bangka, cepat cari tempat untuk menghadapi petaka langit," kata Ewan.Nazar berkata, "Ini bukan petaka langitku. Aku sudah menekan tingkat kultivasiku."Hm? Ewan sepertinya menyadari sesuatu dan buru-buru melihat ke arah loteng. Dia melihat Dewi Kembang bergegas memelesat dari loteng dan terbang ke angkasa. Aura yang sangat kuat terpancar dari tubuhnya, bahkan Ewan dan Nazar ikut merasakan tekanan itu.Jelas sekali, tingkat kultivasi Dewi Kembang sudah melampaui mereka."Setelah Dewi Kembang melewati petaka langit, seh

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2868

    Sementara Aliran Hitam Putih sedang memburu Bodhisattva Naga, kehidupan Ewan di Istana Kembang justru berjalan dengan sangat nyaman.Dewi Kembang dan Midori sedang menjalani pengasingan, sementara Nazar berada di loteng menghafal koordinat teleportasi. Ketiganya sudah sepuluh hari tidak keluar.Selain berkultivasi, Ewan lebih sering mempelajari resep pil dari warisan leluhur Keluarga Aditya. Sayangnya, karena tidak memiliki bahan spiritual, dia tidak bisa mulai mencoba meraciknya. Kalau sudah lelah, dia akan menangkap beberapa kelinci liar atau ayam hutan untuk dipanggang.Ketika meninggalkan dunia manusia, Ewan khawatir tidak terbiasa dengan makanan di dunia kultivasi. Karena itu, dia sengaja memasukkan puluhan jenis bumbu ke Kantong Kosmik, ratusan kilogram jintan, ribuan kaleng bir, dan puluhan ribu botol soda ....Sedangkan untuk arak putih, Ewan sama sekali tidak membawanya. Sebab, energi spiritual di dunia kultivasi sangat melimpah. Bahkan arak buah biasa pun rasanya jauh lebih e

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2867

    "Buku itu disimpan di lantai tiga. Nanti akan kuambilkan untuk kalian."Mendengar itu, Nazar sangat gembira dan berkata, "Aku akan menghafal semua koordinatnya. Mulai sekarang, kita bisa pergi ke mana pun yang kita mau.""Oh ya, Dewi, bagaimana cara menggunakan Rune Formasi Mahasuci ini?""Sangat mudah. Cukup alirkan energi murni ke dalamnya." Setelah berkata demikian, energi murni yang sangat besar muncul dari telapak tangan Dewi Kembang dan dialirkannya ke dalam lempengan batu.Buzz! Dalam sekejap, lempengan batu itu aktif dan memancarkan cahaya yang sangat terang, membentuk sebuah lingkaran cahaya misterius.Di atas lingkaran cahaya itu juga ada beberapa rune khusus yang bersinar terang, terlihat seperti angka.Dewi Kembang menunjuk rune-rune itu dan berkata, "Dengan mengatur rune-rune ini untuk menentukan koordinat, kita bisa melakukan teleportasi."Tiba-tiba, Dewi Kembang segera menarik kembali energi murninya. Keringat halus mulai muncul di keningnya. Wajahnya pucat dan tubuhnya

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2866

    Nazar mengeluarkan separuh lempengan batu itu dan menyerahkannya kepada Dewi Kembang.Dewi Kembang menerimanya dan melihat sekilas. Ekspresinya langsung berubah. Dia berseru kaget, "Rune Formasi Mahasuci!"Rune Formasi Mahasuci?Ewan dan Nazar berpandangan. Hati mereka sama-sama dipenuhi keterkejutan. Di dunia kultivasi, apa pun yang berkaitan dengan seorang mahasuci pasti merupakan harta yang luar biasa."Dewi, kamu nggak cuma salah lihat, 'kan? Ini benar-benar Rune Formasi Mahasuci?" tanya Nazar.Dewi Kembang berkata, "Aku nggak mungkin salah lihat. Ini memang Rune Formasi Mahasuci.""Dulu, guruku memiliki satu Rune Formasi Mahasuci yang utuh. Tapi entah bagaimana, ketika Istana Kembang menghadapi musuh besar, Rune Formasi Mahasuci itu tahu-tahu hancur berkeping-keping.""Sayangnya, Rune Formasi Mahasuci milik kalian ini hanya tersisa separuh dan nggak lagi utuh."Ewan terus bertanya, "Apa kegunaan rune formasi ini?"Dewi Kembang menjawab, "Ini adalah Formasi Teleportasi yang diukir

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status