Share

Bab 667

Author: Rexa Pariaman
Mereka tentu tahu, masalah yang dimaksud Ewan adalah soal dirinya menyinggung Darwin.

"Pak Ewan, aku percaya masalah itu akan segera berlalu."

"Ya, Pak Ewan, kamu yang paling hebat."

"Kami semua percaya padamu!"

Sekelompok perawat muda itu berusaha menghibur Ewan. Harus diakui, wanita memang makhluk yang luar biasa. Mendengar kata-kata mereka, suasana hati Ewan langsung membaik.

"Terima kasih, aku mau masuk kerja dulu," kata Ewan sambil melambaikan tangan, lalu berbalik menuju Departemen Pengoba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2931

    Detik berikutnya, tubuh makhluk kecil itu berubah menjadi genangan air hitam yang mengeluarkan bau busuk luar biasa.Dewi Kembang tersadar dan segera bertanya dengan cemas, "Ewan, kamu nggak apa-apa?""Nggak apa-apa." Ewan mengangkat tangan kanannya. Pembengkakan di tangannya menyusut dengan kecepatan yang bisa dilihat mata telanjang. Warna kulitnya pun ikut kembali normal."Nggak kusangka, gigi makhluk kecil ini bisa menembus kulitku. Benar-benar aneh." Ewan merasa agak heran.Dia bisa dibilang sudah berpengalaman dan berpengetahuan luas, tetapi baru kali ini dia melihat makhluk kecil yang setelah mati, tubuhnya berubah menjadi air."Aku ingat sekarang. Makhluk kecil tadi adalah Zamrud Salju!"Dewi Kembang berkata, "Dulu aku pernah melihatnya di sebuah buku kuno. Pantas saja tadi aku merasa nggak asing saat melihatnya."'Zamrud Salju? Namanya cukup bagus,' pikir Ewan.Dewi Kembang berkata, "Kalau orang yang nggak tahu apa-apa mendengar nama ini, mereka mungkin mengira makhluk itu sema

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2930

    Mata Ewan terus menatap makhluk kecil itu tanpa berkedip. Dia mengamatinya dengan saksama.Penampilan makhluk kecil itu agak mirip hamster, hanya saja ukurannya bahkan lebih kecil daripada hamster, dengan tubuh yang dipenuhi bulu-bulu putih halus.Setelah merangkak dari rongga mata tengkorak, makhluk kecil itu berguling-guling di tanah. Matanya terpejam, sementara kedua cakar kecilnya terus menggaruk-garuk perutnya yang bulat. Tingkahnya tampak polos dan menggemaskan.Kalau pemandangan ini dilihat oleh para pencinta hewan peliharaan di dunia fana, mungkin hati mereka akan langsung luluh. Makhluk ini terlalu menggemaskan.Benar saja, setelah melihat makhluk kecil itu, Dewi Kembang berseru dengan gembira, "Lucu sekali!"Namun, Ewan justru semakin waspada.Tempat ini sangat dingin dan dipenuhi mayat serta kerangka. Dia tidak mengerti bagaimana makhluk kecil ini bisa bertahan hidup di sini."Vira, makhluk kecil ini sebenarnya apa? Kamu tahu?" tanya Ewan.Dewi Kembang menatap makhluk kecil

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2929

    "Aku tadi sepertinya mendengar suara Master Nazar. Aku nggak salah dengar, 'kan?" tanya Dewi Kembang."Kamu nggak salah dengar. Itu memang suara si tua bangka itu." Ekspresi Ewan tampak serius.Awalnya dia ingin mengajak Dewi Kembang menghindari ngarai itu, tetapi Nazar justru berada di dalam sana. Terlebih lagi, dari jeritan yang baru saja terdengar, sepertinya Nazar sedang berada dalam bahaya."Sepertinya ngarai ini nggak bisa kita hindari. Kita harus masuk." Setelah berkata demikian, Ewan menarik Dewi Kembang dan melangkah masuk ke dalam ngarai.Seketika, energi kematian menerjang dari depan, bagaikan es yang sudah membeku selama ribuan tahun, membuat mereka berdua menggigil kedinginan.Bukan hanya itu, energi kematian di sini terlalu pekat sehingga mereka hanya bisa melihat dengan jelas sejauh tiga meter di sekitar mereka."Hati-hati." Ewan mengingatkan.Dewi Kembang mengangguk pelan dengan ekspresi serius. Tatapannya terus menyapu ke sekeliling untuk berjaga-jaga kalau mereka meng

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2928

    "Vira, tunggu sebentar." Setelah berkata demikian, Ewan melangkah menuju Tulang Roh Merah."Kamu ingin apa?" Dewi Kembang segera meraih tangan Ewan dan bertanya, "Kamu mau memetik Tulang Roh Merah?""Ya." Ewan mengangguk."Benda itu sangat beracun," kata Dewi Kembang."Aku tahu." Ewan kebal terhadap segala macam racun. Sekalipun Tulang Roh Merah mengandung racun yang sangat kuat, dia sama sekali tidak takut.Dia berpikir, bagaimana mungkin dia melewatkan Tulang Roh Merah yang bahkan mampu membunuh seorang kultivator tingkat jiwa baru tahap awal?"Hati-hati." Dewi Kembang masih sangat khawatir."Tenang saja, aku nggak bakal kenapa-napa." Setelah berkata demikian, Ewan berjalan ke depan Tulang Roh Merah, lalu langsung menggenggam batangnya.Detik berikutnya, Ewan mendapati tangan kanannya berubah menjadi ungu kehitaman. Itu adalah tanda bahwa dia sudah keracunan."Racunnya sekuat ini?" Ekspresi Ewan sedikit berubah. Namun, hanya dalam sekejap, tangan kanannya kembali normal.Ewan mengemb

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2927

    Saat berbicara, Dewi Kembang sengaja memainkan rambut panjangnya hingga menutupi bagian depan tubuhnya.Tanpa disadarinya, gerakan itu justru membuatnya terlihat semakin menggoda di mata Ewan."Belum puas," jawab Ewan tanpa tahu malu."Kalau begitu, lihat saja sampai kamu puas." Setelah berkata demikian, Dewi Kembang maju dan memeluk Ewan. Dia mengedipkan mata besarnya yang sayu sambil meneruskan, "Kita lanjut lagi, bagaimana?"Ewan memang berniat begitu. Maka, keduanya kembali melewati malam yang penuh gairah.....Pada akhirnya, Dewi Kembang seperti es yang meleleh dalam pelukan Ewan. Setelah selesai, keduanya segera memeriksa kondisi meridian masing-masing.Sayangnya, kali ini kultivasi mereka tidak mengalami peningkatan.Setelah mengenakan pakaian, Ewan bertanya, "Dewi Kembang, sebenarnya tanda api di antara kedua alismu itu apa?"Ewan sudah lama ingin menanyakan hal ini. Hanya saja, sebelumnya nyawa Dewi Kembang berada di ujung tanduk dan situasinya sangat genting, sehingga Ewan t

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2926

    Setelah Dewi Kembang berkata "gawat", dia segera berdiri dari tubuh Ewan."Ada apa?" tanya Ewan dengan wajah penuh kebingungan."Basis kultivasiku akan menembus tingkat berikutnya." Setelah berkata demikian, Dewi Kembang segera berjalan ke samping, duduk, memejamkan mata, dan mulai bermeditasi.Saat ini, dia tidak mengenakan sehelai pakaian pun. Ditambah cahaya yang dipancarkan oleh Tulang Roh Merah, seluruh area di sekitarnya menjadi sangat terang, sehingga Ewan bisa menikmati pemandangan tubuh Dewi Kembang.Harus diakui, Dewi Kembang memang sangat cantik. Kulitnya juga sangat putih, seolah merupakan bunga paling sempurna di dunia. Setelah melewati rangkaian kejadian tadi, kecantikannya bahkan semakin memukau.'Dia secantik ini, tapi di Daftar Dewi hanya menempati peringkat keenam. Lalu, secantik apa lima wanita yang berada di atasnya?'Ewan menatap Dewi Kembang. Matanya terus bergerak dari atas ke bawah. Semakin lama dia memandang, semakin membara hatinya. Bahkan pada akhirnya, dia h

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status