Share

Bab 724

Author: Rexa Pariaman
[ Cara apa? ]

Eko, Betandi, dan Mini bertanya bersamaan. Semuanya tampak penuh rasa ingin tahu. Beberapa detik kemudian mereka melihat Ewan mengirimkan sebuah teks panjang di grup.

[ Ewan, Direktur Bagian Pengobatan Tradisional Rumah Sakit Papandaya, dengan ini menulis surat kepada perwakilan medis Korilia, Dokter Teja. Orang dulu berkata, 'Bila langit ingin menghancurkan seseorang, dia akan membiarkannya menjadi sombong.' Kini Anda berani melontarkan kata-kata kasar untuk menghina pengobatan tr
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2993

    Midori segera menutup mulutnya.Ewan agak terkejut. Bella berada di peringkat ketiga dalam Daftar Dewi? Bukankah itu berarti dia lebih cantik daripada Elvira?Melihat Ewan menatap Bella tanpa berkedip, Dewi Kembang merasa cemburu. Dia mencubit pinggang Ewan dan memperingatkannya, "Kamu mikir apa? Jangan-jangan kamu memikirkan Bella?""Aku nggak memikirkan dia. Selain kamu, aku nggak tertarik pada siapa pun," sahut Ewan yang berbohong demi menyenangkannya.Mendengar itu, Dewi Kembang tersenyum puas. Namun, Midori yang berada di sampingnya malah mengerucutkan bibir. 'Apa maksud Tuan Ewan, dia nggak tertarik padaku?'Midori merasa begitu sedih hingga ingin menangis. Dia membatin, 'Meski aku nggak secantik Ketua dan Dewi Bella, aku juga nggak jelek.'Di medan pertempuran, Isla menggunakan payung hitam untuk menahan bayangan-bayangan pedang, lalu dengan cepat mendekati Bella. Setelah itu, dia berputar ke samping Bella dan menghantamkan telapak tangannya.Rajek juga muncul di belakang Bella.

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2992

    Syut, syut, syut. Di dalam kehampaan, bayangan pedang memenuhi segala penjuru. Setiap bayangan pedang sangat tajam, bagaikan hujan pedang, dipenuhi niat membunuh yang mengerikan.Tak jauh dari sana, wajah Rajek dan dua orang lainnya berubah."Teknik Bella benar-benar mengerikan," ujar Widodo dengan suara berat."Kurasa Krisna akan kesulitan menahan jurus Himpunan Pedang milik Bella," kata Rajek."Perempuan sialan ini nggak boleh dibiarkan hidup," ucap Isla dengan penuh kebencian.Di tempat tersembunyi, Ewan memandangi seratus ribu tekad pedang di udara dan merasa bulu kuduknya merinding. Dia tidak menyangka teknik serangan sekuat ini ternyata digunakan oleh seorang wanita.Nazar berkata, "Gadis ini hebat juga!"Dewi Kembang berkata, "Himpunan Pedang adalah salah satu jurus pembunuh terkuat Sekte Pedang Cakrawala. Kalau seorang ahli tingkat mahasuci menggunakannya, mungkin seluruh dataran es akan diratakan."Tepat saat seratus ribu energi pedang memelesat, energi-energi itu tiba-tiba be

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2991

    Bella menusukkan pedangnya. Tekad pedang itu bagaikan naga panjang. Dalam sekejap, serangan telapak tangan Isla hancur berkeping-keping.Sret! Dari tangan kiri Bella memancar seberkas tekad pedang yang membelah langit dan menembus telapak tangan Isla.Puh! Sebuah luka berbentuk lubang muncul di telapak tangan Isla. Dia langsung mundur, lalu menatap Bella dengan wajah muram, seolah ingin mencabik-cabik Bella sampai berkeping-keping.Pada saat ini, Krisna menyerang. Dia masih menggunakan Tinju Penguasa Langit dan Bumi, tetapi kali ini dia memunculkan sembilan gua surgawi.Sembilan gua surgawi itu bagaikan jurang, melayang di belakang Krisna dan membuatnya tampak seperti dewa iblis.Wuss! Tinju Krisna memelesat maju tanpa terbendung, dipenuhi kekuatan yang tak ada habisnya.Syut! Bella terus mengayunkan pedangnya dan menahan tinju Krisna dengan kuat, lalu menekan dengan tangan kirinya.Buzz! Kehampaan bergetar. Krisna mundur beberapa langkah."Kekuatannya lumayan." Mata Krisna setajam pis

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2990

    Di Hutan Persik ....Para murid Sekte Pedang Cakrawala satu per satu tumbang dalam genangan darah. Hanya Bella yang masih bertahan dengan susah payah.Saat menghadapi serangan gabungan Rajek, Krisna, Isla, dan Widodo, Bella beberapa kali berada dalam situasi yang hampir merenggut nyawanya.Bam! Tiba-tiba, keempat orang itu melancarkan serangan gabungan dan berhasil memukul mundur Bella.Saat Bella terpental ke belakang, darah berhamburan di udara. Jelas bahwa dia terluka.Tap, tap, tap .... Setelah mendarat, Bella terus mundur puluhan langkah sebelum akhirnya bisa menyeimbangkan tubuhnya.Tak lama kemudian, Krisna dan tiga orang lainnya berjalan mendekati Bella secara berdampingan.Rajek menyeringai dingin. "Kemampuan putri suci dari Sekte Pedang Cakrawala ternyata cuma begini."Isla terkikik manja. "Bella, melihatmu akan mati, aku benar-benar senang. Hihihi ...."Krisna dan Widodo tak mengatakan apa-apa, tetapi wajah keduanya dipenuhi niat membunuh yang pekat."Kalian nggak bisa membu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2989

    Setelah Dewa Pedang Mabuk membuang pedangnya, sebelum sempat melanjutkan pelarian, punggungnya dihantam telapak tangan Yanto."Ah!"Dewa Pedang Mabuk menjerit kesakitan. Tubuhnya menghantam Formasi Mahasuci, lalu jatuh ke tanah. Muncul sebuah retakan pada roh primordialnya. Cairan keemasan pun mengalir keluar. Dia mengalami luka berat."Sekarang kamu cuma roh primordial, untuk apa masih melawan? Bukannya itu sama saja dengan menyiksa diri sendiri?"Yanto, Santika, dan tetua dari Tanah Suci Arkais berdiri berdampingan di udara. Tubuh mereka memancarkan cahaya ilahi. Aura mereka sangat mengerikan."Bagaimana kalau salah satu dari kalian berdua yang mengantarnya ke alam baka?" tanya Yanto."Biar aku." Cahaya berkilat di tangan Santika, lalu muncul sebuah tombak perang.Santika memegang tombak perang dan menukik ke bawah. Dia menusukkannya langsung ke roh primordial Dewa Pedang Mabuk.Serangan ini sangat kuat. Tombak perang itu bagaikan kilat, membawa niat membunuh yang pekat dan ketajaman

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2988

    Dewa Pedang Mabuk sangat marah sekaligus terkejut. Dia tidak menyangka Santika dan tetua dari Tanah Suci Arkais akan menyerangnya."Kalian mau apa?!"Sambil berteriak, Dewa Pedang Mabuk memanggil kembali Pedang Surya Tujuh Warna.Pedang Surya Tujuh Warna memelesat dari udara dan menahan serangan tetua dari Tanah Suci Arkais, tetapi tidak berhasil menahan serangan Santika.Santika memukul roh primordial Dewa Pedang Mabuk dengan telapak tangannya. Seketika, Dewa Pedang Mabuk merasakan sakit yang luar biasa pada roh primordialnya dan terlempar mundur.Wuss! Yanto melemparkan Pagoda Hitam Putih yang berada di tangannya.Melihat hal itu, roh primordial Dewa Pedang Mabuk sontak menghindar. Pagoda Hitam Putih memelesat pergi dan menghancurkan lebih dari sepuluh gletser.Setelah itu, para ahli dari tiga tanah suci serentak mendekati Dewa Pedang Mabuk. Aura membunuh yang dingin menyelimuti langit."Dewa Pedang Mabuk, bahkan saat berada di kondisi puncak, kamu pun nggak mungkin mampu menghadapi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status