Share

Bab 769

Author: Rexa Pariaman
Irham mengeluarkan ponselnya dan membuka sebuah laman berita, lalu menyerahkannya pada Willy. Willy menerima ponsel itu dan melirik ke layar. Sebuah judul besar langsung menarik perhatiannya.

[ Dokter Sakti dari Papandaya Mengalahkan Dokter Terkenal Negara Korilia, Kembalikan Martabat Pengobatan Tradisional! ]

Berita itu hanya sepanjang beberapa ratus kata, tapi menyorot nama Ewan dan Teja, lengkap dengan beberapa foto dokumentasi.

Tatapan Willy berhenti pada foto terakhir. Di sana, Neva tampak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3019

    Hampir pada saat yang sama, Donar berubah menjadi bayangan samar dan mengejar Dewa Pedang Mabuk seolah sedang berteleportasi.Dia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk membunuh Dewa Pedang Mabuk.Dewa Pedang Mabuk jelas menyadari niat Donar. Dalam keadaan terdesak, dia memutar tubuhnya dengan cepat di udara, lalu mundur menjauh.Namun, Donar terus mengejarnya. Tinju emasnya menerobos segala rintangan dan menghantam lengan kiri Dewa Pedang Mabuk.Puh! Lengan kiri Dewa Pedang Mabuk hancur berkeping-keping. Darah memercik hingga setinggi beberapa meter, menciptakan pemandangan yang mengerikan.Melihat kejadian itu, hati Ewan dan yang lainnya langsung menegang.Kekuatan tempur Donar sungguh mengerikan. Tinju orang itu seolah mampu membuat seluruh penjuru langit dan bumi tunduk kepadanya.Argh! Dewa Pedang Mabuk meraung keras. Tanpa memedulikan luka-lukanya, dia menyatukan jari telunjuk dan jari tengahnya, lalu mengayunkannya ke udara dari kejauhan.Trang! Cahaya pedang berbentuk naga pan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3018

    Niat bertarung Dewa Pedang Mabuk semakin membara. Sambil menggenggam Pedang Surya Tujuh Warna, dia bersiap menebas Santika.Tiba-tiba, seberkas cahaya keemasan membelah angkasa dan muncul di belakang Dewa Pedang Mabuk dengan kecepatan yang luar biasa."Awas!" teriak Ewan dengan keras.Dewa Pedang Mabuk sudah menyadari kedatangan lawan. Dia langsung mengayunkan pedangnya ke belakang.Trang! Benturan dahsyat mengguncang langit dan bumi, menggelegar seperti sambaran petir.Dewa Pedang Mabuk berbalik dan mendapati bahwa orang yang menyerangnya adalah tetua dari Tanah Suci Arkais.Tetua itu beradu langsung dengan Pedang Surya Tujuh Warna menggunakan tinjunya. Namun, tubuhnya sama sekali tidak terluka. Hal ini menunjukkan betapa luar biasa kekuatan fisiknya."Donar, sepertinya Tanah Suci Arkais juga ingin bermusuhan sampai salah satu dari kita mati, benar begitu?" ujar Dewa Pedang Mabuk. Tatapannya berubah serius.Donar adalah tetua dari Tanah Suci Arkais. Dia sudah terkenal sejak lama, bahk

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3017

    Dewi Kembang mendengus. "Dasar tua bangka cabul!""Tua bangka, jangan asal bicara!" Ewan buru-buru meminta maaf kepada Bella, "Dia memang suka bercanda. Jangan dimasukkan ke hati.""Aku nggak keberatan." Bella menatap Ewan lekat-lekat, lalu bertanya, "Tapi, apa benar yang dikatakan Master tadi?""Eee ...." Ewan langsung pusing tujuh keliling. Dia menoleh dan melihat Dewi Kembang sedang menatapnya dengan dingin. Dia sampai tidak berani membuka mulut.Bella berkata, "Kalau Tuan memang menyukai wanita cantik, Sekte Pedang Cakrawala punya banyak murid perempuan yang cantik jelita."Midori tampak kesal. "Tuan Ewan adalah milik ketua istana kami!"Bella tersenyum dan membantah, "Ucapanmu itu keliru.""Sejak dulu, pria hebat nggak pernah menjadi milik seorang wanita. Di belakang mereka biasanya selalu ada banyak wanita. Semakin banyak pasangan yang dimiliki seorang pria, semakin membuktikan bahwa pria itu luar biasa.""Pria seperti Tuan Ewan nggak mungkin hanya menjadi milik satu wanita. Seka

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3016

    Setelah Dewa Pedang Mabuk pergi, Nazar langsung mengomeli Ewan. "Kamu malah memberikan pil suci semu ke orang lain?! Benar-benar bodoh!"Ewan tersenyum getir. "Mana kutahu pil itu begitu luar biasa?""Sekalipun kamu nggak tahu tingkatan pil itu, setidaknya kamu bisa berpikir. Mana mungkin sesuatu yang ditinggalkan oleh seorang mahasuci merupakan barang biasa?" kata Nazar."Lagi pula, kalau mau memberikannya ke orang lain, kenapa nggak memberikannya padaku? Kamu tahu nggak, barang bagus seharusnya tetap disimpan untuk orang sendiri!"Ewan menjawab, "Memangnya kamu terluka?""Huh!" Nazar mendengus dengan kesal.Bella mendengar percakapan mereka, lalu berkata, "Ewan, aku mewakili Dewa Pedang Mabuk untuk berterima kasih padamu.""Cuma bantuan kecil. Nggak perlu berterima kasih." Meski berkata demikian, hati Ewan sebenarnya terasa perih.Itu pil suci semu! Selain pil suci sejati, tidak ada yang mampu menandingi khasiatnya!Nazar kembali berkata, "Bocah, Dewa Pedang Mabuk sudah bilang dia ak

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3015

    Jika Sekte Pedang Cakrawala sampai dihancurkan, giliran mereka yang akan menghadapi bahaya."Senior, izinkan aku bertanya. Ke mana perginya Tetua Keenam Aliran Hitam Putih?" tanya Ewan."Enam sudah mati," jawab Dewa Pedang Mabuk. "Dia bertarung mati-matian denganku. Kami berdua sama-sama terluka parah. Kemudian, Yanto dari Tanah Suci Purba memanfaatkan kelengahan kami dan membunuhnya dengan Jarum Pemusnah Dewa."Bagus kalau dia mati. Akan lebih baik lagi jika semua orang dari Aliran Hitam Putih mati sampai tak tersisa seorang pun.Ewan menghela napas lega, lalu bertanya lagi, "Kenapa ahli dari Aliran Penguasa Langit nggak ada di sini?"Dewa Pedang Mabuk menjawab, "Setelah celah muncul pada Formasi Mahasuci, semua orang ingin masuk ke makam. Orang dari Aliran Penguasa Langit itu yang paling cepat bergerak. Tak disangka, saat memasuki celah, dia langsung tewas akibat batasan formasi dari Formasi Mahasuci."Mati?Ewan tertegun sejenak. Artinya, sekarang hanya tersisa tiga kelompok musuh.

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3014

    Ketika Jarum Pemusnah Dewa berada di dekat kening Dewa Pedang Kecapi, darah sudah mulai merembes dari titik di antara kedua alisnya.Jarum itu hampir menembus titik di antara kedua alis Dewa Pedang Kecapi. Namun, pada saat yang sangat genting itu ....Bam! Dewa Pedang Kecapi meraih kecapi kuno di hadapannya dan menghantam Jarum Pemusnah Dewa. Serangan itu berhasil memukul mundur Yanto.Pada saat yang sama, Dewa Pedang Kecapi mundur beberapa ratus langkah, dengan darah mengalir dari sudut bibirnya.Jarum Pemusnah Dewa adalah artefak suci yang sangat keji, mampu membinasakan jiwa seorang mahasuci. Meskipun jarum itu tidak sampai menembus titik di antara kedua alisnya, roh primordial Dewa Pedang Kecapi tetap mengalami cedera.Bagaimanapun juga, tingkat kultivasi Yanto tidak lebih rendah darinya.Dewa Pedang Mabuk yang sedang memulihkan luka akhirnya membuka mata pada saat itu."Kamu nggak apa-apa?" tanya Dewa Pedang Mabuk dengan khawatir."Nggak apa-apa. Dia nggak akan bisa membunuhku," j

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status