Share

Bab 796

Author: Rexa Pariaman
Tindakan Ewan membuat Millie dan Sekar terkejut bukan main. Keduanya sama sekali tidak menyangka kalau Ewan bisa bertindak sekeras itu, sampai berani menampar seorang guru.

Clara menutup pipinya yang perih. Butuh beberapa detik sampai dia bisa bereaksi, lalu berteriak marah, "Kamu berani menamparku? Aku nggak akan membiarkanmu begitu saja!"

Namun, setelah menyadari ancamannya tidak membuat Ewan gentar, dia menoleh ke Sekar dan membentak, "Kamu anak kurang ajar! Seumur hidup jangan harap bisa sek
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3043

    Pada saat ini, Damar mengatupkan kedua tangan di atas panggung untuk memberi hormat, lalu berkata, "Selamat datang kepada semuanya. Saya berterima kasih atas kehadiran dan dukungan kalian.""Saya rasa semua orang sudah mengetahui aturan Paviliun Harta. Setiap barang yang dilelang akan menjadi milik penawar dengan harga tertinggi.""Karena kalian semua datang demi mendapatkan harta berharga, saya nggak akan membuang waktu lagi. Pelelangan akan dimulai sekarang."Setelah selesai berbicara, Damar mengeluarkan sebuah botol porselen dan berkata, "Di dalam botol ini ada sebutir Pil Pengumpul Roh. Pil ini nggak memiliki tingkatan, tapi setelah meminumnya, kalian bisa menyerap energi spiritual langit dan bumi tiga kali lebih cepat selama satu jam.""Harga pembukaan 1.000 batu spiritual. Setiap kenaikan tawaran nggak boleh kurang dari 500 batu spiritual. Silakan ajukan tawaran!"Setelah Damar selesai berbicara, suara penawaran mulai terdengar dari ruang-ruang VIP."Seribu lima ratus!""Dua ribu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3042

    Setelah tiba di lantai tiga, Ewan dan yang lainnya melihat sekeliling. Ruang-ruang privat di sana sudah dipenuhi orang, hanya tersisa beberapa tempat duduk kosong.Mereka mencari tempat dan duduk di sana.Dibandingkan lantai dua, ruang privat di lantai tiga bukan hanya lebih kecil, tetapi juga tidak menyediakan kudapan. Hanya ada satu teko teh tawar. Fasilitasnya sangat sederhana."Aliran Hitam Putih sombong sekali. Menurutku, cepat atau lambat mereka pasti akan hancur!" kata Nazar dengan kesal."Ssst!" Joni mengangkat telunjuknya untuk memberi isyarat agar Nazar berhati-hati. "Master, jangan sekali-kali mengatakan hal seperti itu lagi. Kalau sampai terdengar oleh orang-orang Aliran Hitam Putih, habislah kita.""Mau gimana lagi? Aliran Hitam Putih adalah sekte papan atas di Hutan Belantara Timur dan tempat ini juga wilayah kekuasaan mereka. Sebaiknya kita hati-hati.""Tapi, Gadis Suci Airani memang cantik sekali!"Joni melirik ruang privat Aliran Hitam Putih di lantai dua, lalu berkata

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3041

    Saat Joni dan yang lainnya tiba di lantai dua, hanya tersisa satu ruang privat terbesar yang masih kosong.Ruang privat itu juga memiliki pemandangan yang sangat bagus. Letaknya lebih tinggi sehingga mereka bisa melihat dengan jelas segala sesuatu yang terjadi di panggung lantai satu.Tak hanya itu, meja teh besar di dalam ruang privat itu sudah dipenuhi teh dan berbagai macam kudapan."Kita duduk di sini saja."Baru saja Joni duduk, terdengar dengusan sinis seseorang. "Dasar nggak tahu diri! Cepat berdiri dan pergi dari sini!""Siapa bajingan yang sudah bosan hidup sampai berani memakiku?" Joni langsung murka. Dia pun menoleh dan melihat sekelompok orang berjalan ke arah mereka.Jumlahnya setidaknya 20 orang. Orang yang memimpin rombongan itu adalah seorang lelaki tua bertubuh kurus dengan wajah tirus. Dia mengenakan jubah abu-abu, dengan lambang bersulam benang emas di bagian dada.Di samping lelaki tua itu berjalan seorang wanita muda yang cantik. Wanita itu mengenakan pakaian putih

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3040

    Joni berkata, "Kudengar Paviliun Harta akan mengadakan sebuah pelelangan di Gedung Indara besok malam. Bahkan Gadis Suci dari Aliran Hitam Putih sudah datang."Ewan bertanya, "Paviliun Harta itu organisasi apa?""Astaga, masa kamu bahkan nggak tahu Paviliun Harta?" Joni sangat terkejut.Melihat Ewan dan Nazar sama-sama kebingungan, dia pun menjelaskan, "Paviliun Harta adalah organisasi pelelangan.""Balai pelelangan mereka tersebar di seluruh dunia kultivasi. Baik di Hutan Belantara Timur, Pegunungan Selatan, Gurun Barat, Wilayah Utara, maupun Benua Tengah, semuanya memiliki cabang Paviliun Harta.""Gimana? Apa kalian berdua tertarik untuk melihatnya? Kalau kalian tertarik, aku bisa mengajak kalian ke sana untuk menambah wawasan."Ewan dan Nazar saling berpandangan.Setelah itu, Ewan berkata, "Baiklah, besok kita pergi lihat-lihat.""Kalau begitu, kalian beristirahatlah lebih awal. Aku juga mau kembali ke kamar untuk tidur."Setelah mengatakan itu, Joni berbalik dan hendak pergi.Namun

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3039

    Nazar merebahkan diri di atas tempat tidur dan berkata, "Kalau bukan karena kamu hari ini, si gendut itu pasti sudah mati. Bukannya menjalani profesi dokter hewan dengan baik, dia malah ngotot mau mengobati manusia. Benar-benar nggak waras.""Sialan, kasur ini terlalu keras, selimutnya juga nggak lembut. Aku benar-benar merindukan dunia fana.""Kalau kita berada di dunia fana, kita masih bisa panggil wanita cantik untuk pijatin kaki kita.""Sudahlah, cepat tidur!" kata Ewan, lalu merebahkan diri di tempat tidur lainnya.Namun, sebelum mereka berdua sempat tertidur ...."Tok! Tok!"Tiba-tiba, terdengar suara ketukan dari luar pintu."Siapa?" tanya Nazar."Ini aku, Joni." Suara Joni terdengar dari luar. "Apa kalian sudah tidur?""Belum. Ada urusan apa kamu cari kami?" tanya Nazar. "Masuk saja!"Kriet!Joni mendorong pintu dan masuk dengan senyum lebar."Tuan-Tuan, aku datang membawa kejutan untuk kalian."Kejutan?Ewan dan Nazar saling berpandangan.Apa lagi yang sedang direncanakan si g

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3038

    Ingin sekali rasanya Ewan menampar wajah Nazar. Bagaimana bisa dia mengucapkan perkataan menjijikkan seperti itu?Yang lebih membuatnya kehabisan kata-kata, setelah mendengar perkataan Nazar, Joni malah terkekeh dan berkata, "Master, gimana kalau kita bandingkan milik kita?"Nazar mencibir dengan nada meremehkan, "Nggak ada yang perlu dibandingkan. Milikmu pasti cuma sebesar tusuk gigi."Joni langsung tidak terima. "Master, kamu meremehkanku, ya? Nggak usah banyak bicara lagi. Ayo, kita buka celana dan buktikan siapa yang lebih hebat!""Aku hanya bercanda. Nggak perlu sampai begitu."Nazar segera mengalihkan pembicaraan dan bertanya, "Joni, kenapa ayahmu ngasih kamu nama seperti itu?""Jangan dibahas lagi," jawab Joni. "Katanya, saat ibuku melahirkanku, ayahku sedang mengebiri seekor hewan spiritual. Kebetulan, alat kelamin hewan itu cukup besar. Karena ayahku juga nggak terlalu berpendidikan, dia asal ngasih nama saja."Sepertinya bukan hanya pemuda ini yang aneh, ayahnya pun sama ane

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status