Share

Bab 797

Author: Rexa Pariaman
"Bu Clara, apa-apaan ini? Setiap tahun aku kasih dua tas bermerek, harganya ratusan juta. Aku cuma minta kamu jaga anakku saja, kok sekarang anakku dipukul di sekolah? Jelaskan padaku, kenapa bisa begini?" Wanita paruh baya itu mendesak dengan nada garang.

Clara yang tadi masih sibuk mencari cara membalas dendam, langsung tersenyum licik mendengar itu. Dia menunjuk ke arah Sekar dan berkata, "Dia yang memukul anak Ibu. Bukan hanya itu, dia juga memanggil orang tuanya buat pukul aku. Menurut Ibu, ini masih masuk akal nggak?"

Wanita paruh baya itu melirik ke arah Ewan dan lainnya, lalu menatap Clara. Begitu melihat bekas tamparan di pipi Clara, dia langsung bertanya dengan dingin kepada Sekar, "Kamu yang pukul Wilson, benar?"

"Wilson yang melecehkanku. Dia mau memasukkan tangannya ke bajuku, jadi ...." Belum selesai Sekar berbicara, wanita itu sudah mengejek.

"Anakku nggak mungkin melakukan itu. Kalaupun dia melecehkanmu, itu justru suatu kehormatan buatmu! Dasar murahan! Apa hakmu jadi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1354

    Ewan tiba-tiba menyadari bahwa setiap gua itu sangat dalam. Dengan tingkat kultivasinya saat ini, mata batin sama sekali tidak mampu menembus hingga sejauh itu.Selain itu, dari tampilan luarnya, semua gua tersebut hampir persis sama, nyaris tidak ada perbedaan sedikit pun.Ewan tak bisa menahan diri untuk menggerutu dalam hati tentang Master Hampa dan Dharmadaya, 'Dua orang ini benar-benar super membosankan. Menggali begitu banyak gua di sini, lebih baik keluar saja angkat batu bata.''Angkat batu bata setidaknya masih bisa dapat upah dan memberi kontribusi bagi negara. Jauh lebih berguna daripada buang waktu di sini!'Ewan menghela napas pelan. Sepertinya, dia hanya bisa menggunakan cara paling bodoh. Mencoba satu per satu!Ada 720 gua. Selama dia mencoba 720 puluh kali, pasti bisa menemukan gua yang bisa bertemu dengan Master Hampa. Kelemahannya jelas, cara ini akan menghabiskan waktu yang sangat lama.Namun untuk saat ini, Ewan tidak menemukan cara lain.Saat dia hendak melakukanny

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1353

    "Master terlalu merendah." Ewan bertanya, "Aku ingin tahu, ujian berikutnya apa?""Silakan ikut denganku."Setelah berkata demikian, Dharmadaya berjalan ke tepi puncak gunung. Terlihat sebuah rantai besi tergantung di sisi tebing, dan ujung lainnya terhubung dengan sebuah puncak gunung lain yang berjarak sekitar seratus meter.Gunung itu menjulang sekitar 3000 meter. Puncaknya menembus langit, awan putih melingkari lereng-lerengnya, tampak bak negeri para dewa.Ewan seketika mengerti dan bertanya, "Master, apakah cukup dengan berjalan di atas rantai besi menuju gunung di seberang, maka ujian ini dianggap selesai?""Bukan begitu, bukan begitu!" ujar Master Dharmadaya. "Ujian ketiga yang disiapkan Guru berada di puncak gunung seberang.""Oh?"Ewan sedikit terkejut, tak menyangka tebakannya keliru."Silakan ikut denganku."Kali ini Dharmadaya tidak berbasa-basi lagi. Dia langsung melangkah ke atas rantai besi dan berjalan perlahan menuju puncak gunung di seberang. Ewan baru saja bersiap u

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1352

    "Hah?"Dharmadaya tampak agak terkejut.Saat pertama kali dia menginjak pisau batu dulu, sol sepatunya langsung tergores hingga robek, bahkan telapak kakinya pun terluka dan mengeluarkan darah. Untungnya, saat itu Master Hampa berada di sisinya dan segera menariknya turun dari pisau batu. Kalau tidak, dia pasti sudah mengalami cedera berat.Namun tak disangka, ketika Ewan pertama kali menginjak pisau batu, dia malah tampak berdiri dengan sangat stabil.Sret ....Pada saat itu, dari telapak sepatu Ewan terdengar suara robekan. Pisau batu itu telah merobek sol sepatunya.Dharmadaya tersenyum dan berkata, "Ewan, ini baru langkah pertama. Di depan masih ada setidaknya seribu langkah lagi sebelum mencapai puncak gunung. Kamu yakin sanggup? Kalau kamu merasa nggak yakin, aku bisa membantumu. Asalkan kamu mau bergabung dengan Kuil Naga Langit."Wajah Ewan menunjukkan sedikit keraguan. Dia lalu berkata, "Master, aku ingin mencoba sendiri."Dharmadaya berkata, "Ewan, kusarankan kamu jangan mema

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1351

    Pukulan Ewan tadi menggunakan 50 persen dari kekuatannya, barulah pintu gunung itu terbuka.Dengan begitu, bisa dipahami mengapa setelah Dharmadaya menemukan pintu gunung ini dulu, dia membutuhkan waktu 10 tahun penuh untuk membukanya. Itu karena kekuatan Dharmadaya saat itu belum cukup. Dengan kata lain, tingkat kultivasinya belum memadai, sehingga pintu gunung tersebut tidak bisa dibuka.Ujian pertama tampak sederhana, tetapi sebenarnya menyimpan makna yang mendalam."Pedang Enam Nadi adalah teknik pedang yang digerakkan oleh energi, membutuhkan tenaga dalam yang sangat kuat sebagai penopang. Tampaknya tujuan Master Hampa menetapkan ujian ini adalah untuk menguji tingkat kultivasi. Orang yang kultivasinya terlalu rendah tidak memiliki kualifikasi untuk membaca kitab pedang."Gua itu tidak terlalu dalam, hanya sekitar 100 meter.Ewan mengikuti Dharmadaya keluar dari dalam gua, dan di hadapannya kembali muncul sebuah puncak gunung. Gunung itu tidak terlalu tinggi, tingginya bahkan belu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1350

    Ewan selesai membaca isi pesan itu. Tak lama kemudian, ponselnya kembali berdering. Panggilan dari Venus.Ewan menekan tombol jawab. Suara Venus yang lembut langsung terdengar di telinganya. "Baru saja dapat kabar. Marsudi sudah meninggalkan ibu kota.""Kamu tahu tujuannya?" tanya Ewan.Venus menjawab, "Marsudi beli tiket pesawat ke Dadaru."Mata Ewan menyipit. Marsudi benar-benar sudah tidak bisa diam. Dia meninggalkan ibu kota dan datang ke Dadaru untuk membunuhnya."Baik, aku sudah tahu." Selesai berbicara, Ewan bersiap menutup telepon. Namun, suara Venus kembali terdengar."Aku sudah memberimu informasi sepenting ini, masa kamu nggak mau berterima kasih padaku?" Nada suara Venus terdengar manja."Kamu mau ucapan terima kasih seperti apa?" tanya Ewan sambil tersenyum."Gimana kalau saat kamu ke ibu kota nanti, kamu traktir aku makan?" usul Venus."Aku memang berutang beberapa kali traktiran padamu. Gimana kalau aku kirim ciuman jarak jauh sebagai tanda terima kasih?" Setelah berkata

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1349

    Ewan diam-diam menghela napas, lalu berkata, "Aku ingin menghadap Master Hampa. Mohon Master Dharmadaya berkenan menyampaikannya.""Guru nggak berada di sini," ujar Dharmadaya.Ewan tertegun. "Kalau begitu, di mana Master berada?""Guru ada di gunung belakang."Dharmadaya berkata, "Guru awalnya memang berkultivasi di tempat ini. Tapi kemarin pagi saat bangun, burung murai terus berkicau di luar jendela. Guru pun memperkirakan dalam beberapa hari ke depan Tuan Ewan kemungkinan besar akan datang ke Kuil Naga Langit, jadi Guru pergi ke gunung belakang untuk menunggu kedatangan Tuan Ewan."Dharmadaya menambahkan, "Begitu bertemu Guru, kitab pedang juga bisa ditemui!"Ewan berkata dengan terus terang, "Master, terus terang saja, waktuku sangat terbatas. Setelah kembali dari Dadaru, aku masih harus pergi ke Surajaya untuk bertanding ilmu medis dengan dokter Negara Korilia, jadi aku harap Master bisa membawaku menemui Master Hampa secepat mungkin.""Nggak perlu khawatir. Saat Guru pergi ke gu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status