Войти1 minggu kemudian...Andrew mendatangi Direktur rumah sakit di ruangannya setelah melihat keadaan cucunya.Melihat seseorang yang dinantikan datang, Direktur rumah sakit langsung mempersilakan Andrew untuk duduk.Andrew duduk bersandar menatap Direktur rumah sakit yang menyusul duduk di sofa di hadapannya."Ada apa?" tanya Andrew.Direktur rumah sakit mengambil sebuah amplop cokelat yang tergeletak di atas meja di hadapannya, lalu memberikan pada Andrew."Tuan, silakan. Ini adalah hasil tes DNA antara Tuan Ethan dan Tuan Muda," kata Direktur rumah sakit memberitahu.Andrew menerima amplop yang diberikan Direktur rumah sakit, dia langsung membuka dan mengeluarkan isi di dalamnya.Andrew melihat lekat hasil tes yang dibacanya, "dia sudah kamu beri tahu?" tanyanya. Memalingkan pandangan ke arah Direktur rumah sakit."Belum," jawab Direktur rumah sakit."Berikan saja ini padanya. Supaya dia tidak penasaran lagi," kata Andrew. Andrew memberikan kembali kepada Direktur rumah sakit amplop b
Direktur rumah sakit dalam perjalanan meninggalkan restoran. Dia diam melamun memikirkan apa dia dan Ethan bicarakan saat sedang makan."Bagaimana ini? Nggak mungkin aku diam-diam langsung melakukan tes DNA. Aku lebih takut dihabisi Tuan Andrew," batin Direktur rumah sakit.Karena terus kepikiran, Direktur rumah sakit segera menghubungi Andrew. Dia bertanya di mana Andrew berada. Menyampaikan jika dia ingin bertemu karena ada urusan mendesak yang ingin disampaikan."Ada apa?" tanya Andrew di ujung panggilan."Ada hal penting yang ingin saya sampaikan, Tuan. Apakah anda ada di rumah?" tanya Direktur rumah sakit."Datanglah ke rumah," jawab Andrew."Saya mengerti," jawab Direktur rumah sakit.Andrew mengakhiri panggilan, Direktur rumah sakit meminta sopir berpindah tujuan. "Pergi ke kediaman Montgomery," perintah Direktur rumah sakit."Baik, Tuan."*Di kediaman Montgonery ...Direktur rumah sakit bertemu Andrew. Keduanya mengobrol di ruang tamu kediamana Montgonery."Katakan, ada apa?
Direktur rumah sakit sedang dalam perjalaman menuju sebuah restoran untuk memenuhi undangan dari Ethan. Sebelumnya, Asisten Ethan menghubungi, memberitahu jika Bosnya ingin bertemu Direktur rumah sakit.Mendengar nama besar yang berkuasa di luar negeri, Direktur tak berani menolak dan langsung menjadwalkan pertemuan."Kenapa tokoh besar sepertinya mau ketemu aku?" tanya Direktur rumah sakit bertanya dalam hati.Sepanjang perjalanan Direktur rumah sakit hanya bisa menebak-nebak tanpa kepastian. Sampai saat mobil yang ditumpanginya sampai di lobi restoran tempat janji temu."Pak Direktur, kita sudah sampai."Direktur rumah sakit tak merespon. Karena fokus dia jadi tidak sadar kalau mobil yang dia tumpangi sudah sampai tujuan.Sopir pribadi Direktur rumah sakit menoleh, menatap Bosnya."Pak," panggilnya.Direktur rumah sakit masih diam."Pak, Direktur ... Pak," panggil sopir lagi.Direktur rumah sakit terkejut, "oh, apa sudah sampai?" tanyanya."Sudah, Pak. Sudah dari tadi," jawab sopir.
Andrew berada di ruang Direktur rumah sakit. Dia duduk dan Direktur rumah sakit sedang berlutut di hadapannya.Direktur rumah sakit menundukkan kepala meminta maaf dan mengakui kesalahannya."Maafkan saya, Tuan. Saya akan lebih memperhatikan sistem keamanan rumah sakit," kata Direktur."Aku nggak menyuruhmu berlutut, kenapa kamu seperti ini?" tanya Andrew."Saya tahu kesalahan saya, makanya saya berlutut. Anda tidak perlu memedulikan saya," kata Direktur rumah sakit."Berdiri!" perintah Andrew."Tidak, Tuan. Biarkan saya berlutut," jawab Direktur rumah sakit."Berdiri atau kamu aku lempar ke luar jendela," kata Andrew dengan suara dingin.Deg!"Sa-saya berdiri. Saya berdiri," kata Direktur rumah sakit.Direktur rumah sakit segera berdiri. Dia tidak mau membuat Andrew semakin marah dan kesal. Dia berdiri di samping Andrew yang sedang duduk."Aku datang hanya untuk tahu bagaimana bisa penyusup itu masuk ke ruangan cucuku. Tunjukkan rekaman kamera pengawasnya. Dan cari tahu semuanya dala
Angelica masuk ke dalam ruang keamanan. Dia meminta semua orang yang menjaga pelaku percobaan pembunuhan Nathan keluar dari dalam ruangan."Kalian semua keluar dulu. Ada yang mau aku bicarakan dengannya," kata Angelica.Semua orang segera keluar dari ruangan, meninggalkan Angelica dan Felix.Ditatapnya lekat wajah pelaku oleh Angelica, lalu dia mendekatinya."Kamu ... Apa tujuanmu sebenarnya?" tanya Angelica.Pelaku itu tak menjawab pertanyaan Angelica, dia tertawa lebar seperti orang gila."Hahahaha ..."Angelica mengamati dengan seksama. Dia merasa ada yang aneh dengan seseorang dia hadapannya."Kenapa dia tertawa seperti itu? Apa dia gila?" bisik Felix bertanya."Ada yang aneh dengannya," guman Angelica."Apanya yang aneh?" tanya Felix penasaran.Angelica mendongakkan wajah pelaku dan mengamati wajahnya beberapa saat. Pelaku dan Angelica saling bertatapan. "Ada apa? Kamu juga mau tahu siapa yang nenyuruhku seperti laki-laki tadi?" tanyanya.Angelica tersenyum miring, "Tadi sih iya
Angelica menerima panggilan Ervan. Begitu panggilannya diterima, Ervan langsung memberitahu kalau ada penyusup yang hendak mencelakai Nathan."Nona, ada masalah. Anda cepat datang ke rumah sakit," kata Ervan."Masalah apa?" tanya Angelica."Ada seseorang yang ingin mencelakai Tuan Muda. Seseorang itu menyamar sebagai perawat," jawab Ervan menjelaskan."Apa?" teriak Angelica kaget.Angelica berlari keluar ruangan, "bagaimana keadaan Nathan? Apa dia terluka?" tanyanya khawatir."Tidak sampai terluka. Saat saya masuk dalam ruangan, saya melihat seseorang berpakaian perawat hendak menusuk Tuan Muda dengan pisau bedah. Saya langsung mencegahnya dan mengamankannya," jelas Ervan."Siapa dia? Beraninya berniat buruk pada putraku," tanya Angelica marah."Saya belum sempat menginterogasinya. Anda tidak perlu khawatir, saya sudah meminta penjaga untuk menjaganya dengan baik. Saat ini saya sedang menemani Tuan Muda," jawab Ervan."Ok. Aku langsung ke rumah sakit sekarang," kata Angelica.Angelica







