Home / Rumah Tangga / A Mother's Justice / 66. Bicara Berdua

Share

66. Bicara Berdua

Author: Dea Anggie
last update publish date: 2026-05-03 06:08:03

Andrew dan Ethan mulai mengobrol. Mereka membicarakan hal-hal ringan, sampai saat Ethan meminta izin pada Andrew untuk bisa menemui Angelica dan Nathan.

"Boleh saya menemui Nona Angelica dan Nathan?" tanya Ethan ragu-ragu.

"Kenapa bertanya? Kalau mau ketemu mereka ya ketemu aja," jawab Andrew.

"Anda mengizinkan?" tanya Ethan.

"Kamu sedang butuh izinku?" tanya Andrew.

"Tentu saja. Saya harus izin. Bagaiamanapun yang akan saya temui adalah putri anda," kata Ethan.

"Aku izinkan. Temui saja mereka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • A Mother's Justice   67. Hasil Pencarian

    Ethan dan Andrew kembali menghabiskan banyak waktu. Pembicaraan mereka cocok dan nyambung. Sampai saat Ethan menerima panggilan dari Asistennya terkait perkerjaan mendesak. Akhirnya pembicaraan keduanya disudahi."Maafkan saya. Lain waktu kita bicara lagi, Pak. Ada pekerjaan mendesak yang perlu saya selesaikan," kata Ethan."Karena kamu anak temanmu. Kamu nggak perlu terlalu formal. Panggil saja "Om" dengan nyaman. Apa aku boleh menambah kontakmu dan kontak Papamu? Karena aku memang sudah lama tak berhubungan dengan Papamu," tanya Andrew meminta Izin."Tentu saja. Boleh saya pinjam ponsel anda? Saya akan salin dan simpankan nomor Papa juga saya," kata Ethan meminta izin.Andrew memberikan ponselnya, dan Ethan segera memasukkan nomornya dan nomor Papanya untuk disimpan."Sudah saya simpan dan namai," kata Ethan. Memberikan kembali ponsel milik Andrew."Oh, ok. Kamu lanjutlah kesibukanmu. Lain waktu kita makan bersama," kata Andrew."Iya, Om. Saya menantikannya," jawab Ethan.Ethan ber

  • A Mother's Justice   66. Bicara Berdua

    Andrew dan Ethan mulai mengobrol. Mereka membicarakan hal-hal ringan, sampai saat Ethan meminta izin pada Andrew untuk bisa menemui Angelica dan Nathan."Boleh saya menemui Nona Angelica dan Nathan?" tanya Ethan ragu-ragu."Kenapa bertanya? Kalau mau ketemu mereka ya ketemu aja," jawab Andrew."Anda mengizinkan?" tanya Ethan."Kamu sedang butuh izinku?" tanya Andrew."Tentu saja. Saya harus izin. Bagaiamanapun yang akan saya temui adalah putri anda," kata Ethan."Aku izinkan. Temui saja mereka sesukamu. Tapi, ingat satu hal. Jika putriku memintamu pergi, kamu harus langsung pergi tanpa bertanya. Jangan sampai membuat putriku mengulang ucapan. Kamu mengerti?" kata Andrew memperingatkan.Ethan menganggukkan kepala, "saya mengerti. Saya akan ingat perkataan anda," jawabnya.Tiba-tiba suasana hening. Andrew dan Ethan saling diam. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing."Karena kita sudah panjang lebar mengobrol. Bisakah kamu menceritakan tentangmu?" tanya Andrew."Tentang saya? Apa ad

  • A Mother's Justice   65. Hasil Tes DNA

    1 minggu kemudian...Andrew mendatangi Direktur rumah sakit di ruangannya setelah melihat keadaan cucunya.Melihat seseorang yang dinantikan datang, Direktur rumah sakit langsung mempersilakan Andrew untuk duduk.Andrew duduk bersandar menatap Direktur rumah sakit yang menyusul duduk di sofa di hadapannya."Ada apa?" tanya Andrew.Direktur rumah sakit mengambil sebuah amplop cokelat yang tergeletak di atas meja di hadapannya, lalu memberikan pada Andrew."Tuan, silakan. Ini adalah hasil tes DNA antara Tuan Ethan dan Tuan Muda," kata Direktur rumah sakit memberitahu.Andrew menerima amplop yang diberikan Direktur rumah sakit, dia langsung membuka dan mengeluarkan isi di dalamnya.Andrew melihat lekat hasil tes yang dibacanya, "dia sudah kamu beri tahu?" tanyanya. Memalingkan pandangan ke arah Direktur rumah sakit."Belum," jawab Direktur rumah sakit."Berikan saja ini padanya. Supaya dia tidak penasaran lagi," kata Andrew. Andrew memberikan kembali kepada Direktur rumah sakit amplop b

  • A Mother's Justice   64. Melapor

    Direktur rumah sakit dalam perjalanan meninggalkan restoran. Dia diam melamun memikirkan apa dia dan Ethan bicarakan saat sedang makan. "Bagaimana ini? Nggak mungkin aku diam-diam langsung melakukan tes DNA. Aku lebih takut dihabisi Tuan Andrew," batin Direktur rumah sakit. Karena terus kepikiran, Direktur rumah sakit segera menghubungi Andrew. Dia bertanya di mana Andrew berada. Menyampaikan jika dia ingin bertemu karena ada urusan mendesak yang ingin disampaikan. "Ada apa?" tanya Andrew di ujung panggilan. "Ada hal penting yang ingin saya sampaikan, Tuan. Apakah anda ada di rumah?" tanya Direktur rumah sakit. "Datanglah ke rumah," jawab Andrew. "Saya mengerti," jawab Direktur rumah sakit. Andrew mengakhiri panggilan, Direktur rumah sakit meminta sopir berpindah tujuan. "Pergi ke kediaman Montgomery," perintah Direktur rumah sakit. "Baik, Tuan." * Di kediaman Montgonery ... Direktur rumah sakit bertemu Andrew. Keduanya mengobrol di ruang tamu kediamana Montgonery. "Katak

  • A Mother's Justice   63. Bertemu Direktur Rumah Sakit

    Direktur rumah sakit sedang dalam perjalaman menuju sebuah restoran untuk memenuhi undangan dari Ethan. Sebelumnya, Asisten Ethan menghubungi, memberitahu jika Bosnya ingin bertemu Direktur rumah sakit.Mendengar nama besar yang berkuasa di luar negeri, Direktur tak berani menolak dan langsung menjadwalkan pertemuan."Kenapa tokoh besar sepertinya mau ketemu aku?" tanya Direktur rumah sakit bertanya dalam hati.Sepanjang perjalanan Direktur rumah sakit hanya bisa menebak-nebak tanpa kepastian. Sampai saat mobil yang ditumpanginya sampai di lobi restoran tempat janji temu."Pak Direktur, kita sudah sampai."Direktur rumah sakit tak merespon. Karena fokus dia jadi tidak sadar kalau mobil yang dia tumpangi sudah sampai tujuan.Sopir pribadi Direktur rumah sakit menoleh, menatap Bosnya."Pak," panggilnya.Direktur rumah sakit masih diam."Pak, Direktur ... Pak," panggil sopir lagi.Direktur rumah sakit terkejut, "oh, apa sudah sampai?" tanyanya."Sudah, Pak. Sudah dari tadi," jawab sopir.

  • A Mother's Justice   62. Seseorang yang Dikenal

    Andrew berada di ruang Direktur rumah sakit. Dia duduk dan Direktur rumah sakit sedang berlutut di hadapannya.Direktur rumah sakit menundukkan kepala meminta maaf dan mengakui kesalahannya."Maafkan saya, Tuan. Saya akan lebih memperhatikan sistem keamanan rumah sakit," kata Direktur."Aku nggak menyuruhmu berlutut, kenapa kamu seperti ini?" tanya Andrew."Saya tahu kesalahan saya, makanya saya berlutut. Anda tidak perlu memedulikan saya," kata Direktur rumah sakit."Berdiri!" perintah Andrew."Tidak, Tuan. Biarkan saya berlutut," jawab Direktur rumah sakit."Berdiri atau kamu aku lempar ke luar jendela," kata Andrew dengan suara dingin.Deg!"Sa-saya berdiri. Saya berdiri," kata Direktur rumah sakit.Direktur rumah sakit segera berdiri. Dia tidak mau membuat Andrew semakin marah dan kesal. Dia berdiri di samping Andrew yang sedang duduk."Aku datang hanya untuk tahu bagaimana bisa penyusup itu masuk ke ruangan cucuku. Tunjukkan rekaman kamera pengawasnya. Dan cari tahu semuanya dala

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status