Share

Bab 19. Oh Sial!

Author: The Red Lotus
last update publish date: 2026-04-24 08:55:00

Ash meliriknya sekali, lalu kembali ke kalengnya.

Shiva mengangkat kedua tangannya sedikit, telapaknya menghadap ke area gelap di balik bebatuan besar di kiri mereka. Tidak ada gerakan besar, tidak ada mantra yang diucapkan keras. Hanya konsentrasi kecil yang terlihat dari cara jari-jarinya sedikit melengkung.

Seekor tikus hutan muncul dari balik batu, tubuhnya sebesar kucing dewasa dengan ekor yang panjang dan telinga yang lebar. Tubuhnya terangkat dari tanah ta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Abysswalker: Darah Membara   Bab 37. Sarang yang Lembab

    Banshee itu tidak memberi peringatan.Cakarnya melesat dari atas dalam satu gerakan, langsung ke arah bahu Ash, dan Ash menangkapnya dengan kedua tangan sebelum ujung-ujungnya sempat menembus. Tekanan dari cengkeraman itu langsung terasa di telapak tangannya, tulang-tulang di jari-jarinya berbunyi pelan saat ia menahan beban makhluk itu dari atas.Banshee itu mengepak sekali dan mengangkat Ash dari lantai.Udara bergerak kencang di sekitar telinganya saat tubuhnya terangkat, batu-batu di bawah menjauh, dan sebelum ia sempat melihat ke mana mereka bergerak, sisi kanan tubuhnya menghantam dinding batu dengan keras. BRUAKK!!"Argghh!"Suaranya bergema panjang di seluruh lorong gua, dan Ash merasakan tulang rusuknya berbicara dari dalam.Cengkeraman itu tidak mengendur.Ash menggerakkan tangannya dari menahan ke mencengkeram, memindahkan pegangan ke pergelangan kaki makhluk itu tepat di atas cakarnya, dan menekan. "Makan ini!" Tulang di bawah tangannya berderit, lalu patah dengan bunyi

  • Abysswalker: Darah Membara   Bab 36. Wanita Aneh

    Beberapa pria di kurungan-kurungan sekitarnya mulai berteriak, ada yang mundur ke sudut kurungannya, ada yang mencengkeram bilah kayu di depannya sampai otot-otot tangannya mengencang. Ash tidak bergerak, matanya mengikuti sosok-sosok Banshee yang turun satu per satu melalui lubang itu, cakar-cakar mereka mendarat di tepian batu dengan suara keras yang bergema di seluruh gua.Tapi Banshee-banshee itu tidak mendekati kurungan yang berisi manusia hidup.Mereka bergerak langsung ke kurungan-kurungan yang isinya sudah tidak bergerak, cakar-cakar panjang mereka membuka pintu kurungan dengan gerakan yang terbiasa dan terlihat mudah. Satu per satu mereka masuk dan suara yang keluar dari dalam kurungan-kurungan itu membuat beberapa pria berhenti berteriak dan memilih diam."Ugh, membuatku mual saja," gumam Ash memalingkan wajah saat makhluk-makhluk itu menyantap bangkai dengan cara yang menjijikan.Seorang pria di kurungan yang berhadapan dengan Ash mengamati cara Banshee membuka pintu kuru

  • Abysswalker: Darah Membara   Bab 35. Sarang

    Rynn tidak bergerak dari posisinya.Ia berdiri di antara akar-akar pohon besar, satu tangannya masih di gagang busur, kepalanya mendongak ke langit di antara celah-celah pepohonan. Suara kepakan sayap yang tadi memenuhi udara mulai mengecil, semakin jauh ke timur, sampai yang tersisa hanya angin malam yang bergerak di antara daun-daun.Para prajurit di sekitarnya menunggu dengan cara yang sama, tidak ada yang berbicara, tidak ada yang bergerak tanpa perintah."Kyra." Rynn tidak menoleh, matanya masih di langit. "Berhasil?"Seorang perempuan muncul dari balik batang pohon di sebelah kiri, rambutnya hitam tebal dipotong pendek rata di bawah telinga, tepat seperti garis yang diukir dengan penggaris. Kyra mengangguk satu kali, singkat dan pasti.Shiva melihat percakapan itu dari tempatnya berdiri. "Apa yang berhasil?" tanyanya. "Apa yang kalian tunggu tadi?"Rynn baru menoleh ke arahnya sekarang. "Kami sedang berburu." Ia berbicara dengan nada yang sama seperti saat memberi perintah, dat

  • Abysswalker: Darah Membara   Bab 34. Berburu Banshee

    Cakar itu sudah setengah jalan ke arahnya saat tali di tubuh Shiva terputus.Bukan terlepas, bukan terbuka simpulnya, tapi benar-benar terpotong oleh sesuatu yang bergerak cepat dari samping. Tubuh Shiva jatuh ke depan dari batang pohon dan ia menangkap dahan di bawahnya dengan kedua tangan. Ayunan tubuhnya itu membawa kakinya melewati ruang kosong tepat saat cakar itu menyambar tempat ia berdiri tadi dan hanya mendapatkan serpihan kulit kayu.Rynn ada di cabang sebelahnya, pisau pendek di tangannya masih mengarah ke bawah dari gerakan memotong tadi. "Kau berada di waktu dan tempat yang tidak tepat, elf.""Aku tahu itu." Shiva menarik dirinya ke atas dahan dan langsung berdiri. "Sekarang beri aku sesuatu untuk melawan."Rynn menatapnya satu detik, lalu melempar pisau cadangan dari ikat pinggangnya. Shiva menangkapnya tanpa melihat, matanya sudah kembali ke makhluk yang tadi menukik ke arahnya. Banshee itu membalikkan tubuhnya d

  • Abysswalker: Darah Membara   Bab 33. Penculik Malam

    Pakaiannya adalah campuran warna tanah dan hijau tua, potongannya tidak beraturan dengan anyaman rumput dan daun kering yang dijahit di permukaannya sehingga mudah tersamarkan di dalam hutan. Di wajahnya ada goresan-goresan hitam tebal, bukan luka, melainkan coretan yang disengaja, membentuk pola yang memecah bentuk wajah sehingga sulit dibaca dari jarak jauh. Matanya cokelat gelap dan tidak berkedip.Shiva melihat ke kanan dan kiri. Di cabang-cabang pohon sekitar mereka, minimal empat sosok lain berdiri dengan postur yang sama, masing-masing dengan busur terangkat."Apa yang dilakukan seorang elf di hutanku." Wanita itu bukan bertanya dengan nada ingin tahu, lebih seperti seseorang yang sudah tahu jawabannya dan ingin memastikannya sendiri. "Tidakkah kau terlalu jauh bermain?""Bukan urusanmu." Shiva tidak menggerakkan kepalanya, hanya matanya yang bergerak ke arah area terbuka di bawah. "Lepaskan temanku."Perempuan itu menoleh ke bawa

  • Abysswalker: Darah Membara   Bab 32. Ada Apa di Hutan Ini?

    Shiva berdiri di jendela selama dua detik penuh. Orang yang sedang berjalan dalam tidur tidak mendarat seperti itu. Mereka terhuyung, mereka tidak mengkalkulasi ketinggian dan sudut jatuh dengan cara yang benar. Sesuatu yang lain sedang mengendalikan tubuh itu, dan Shiva tidak bisa lagi merasa semuanya normal.Ia berlari ke kamar Maren.Pintunya ia ketuk dua kali, keras. "Maren. Maren, bangun, ada sesuatu yang terjadi pada Ash."Tidak ada jawaban.Shiva mengetuk lagi, lebih keras, tiga kali. "Maren."Keheningan dari balik pintu itu berbeda dari keheningan tidur. Tidak ada suara napas yang terganggu, tidak ada suara orang yang bergerak kaget, tidak ada suara kaki yang turun dari ranjang. Shiva meletakkan telinganya ke pintu dan mendengar sesuatu yang sangat pelan, napas yang terlalu terkendali untuk seseorang yang sedang tidur, dan di bawahnya, suara yang lebih rendah lagi, seperti seseorang yang sedang menahan sesuatu.Di balik pintu itu, Maren sedang terjaga. Ia tahu itu.Shiva ber

  • Abysswalker: Darah Membara   Bab 25. Jangan Ikuti Aku

    Dia membuka tutup liontin itu dengan ibu jarinya, menengadahkan kepalanya, dan meneteskan tepat dua tetes ke lidahnya. Rasanya tidak seperti apapun yang pernah dia minum. Dingin saat menyentuh lidah tapi hangat saat masuk ke tenggorokan, dan dalam tiga detik dia merasakan sesuatu di dad

  • Abysswalker: Darah Membara   Bab 23. Kepanikan Hutan

    Papan-papan terbang bergerak senyap, berpencar lalu menutup dari dua arah berbeda, cahaya lampu mereka tertuju pada satu titik di batang pohon besar yang lebarnya hampir tiga kali lebar orang dewasa. Shiva duduk di cabang tebal itu dengan kedua kakinya terjuntai ke bawah, punggungn

  • Abysswalker: Darah Membara   Bab 22. Kabur

    Balton melangkah setengah ke kiri, membiarkan momentum serangan Ash lewat di samping tubuhnya, lalu pemukul besinya berayun dari bawah ke atas dan menghantam bawah dagu Ash. Tubuh Ash terlontar ke atas, kepalanya tersentak, dan dia jatuh ke tanah berbatu. Bangkit lagi.

  • Abysswalker: Darah Membara   Bab 21. Rage Mode

    Di antara pepohonan gelap di tepi bebatuan, Shiva yang sudah setengah masuk ke dalam hutan berhenti melangkah. Matanya terbuka lebar, napasnya tertahan. Ash bergerak. Bukan berlari, lebih seperti tubuhnya berpindah tempat, satu langkah dan dia sudah melesat ke tengah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status