Home / Romansa / Adik Ipar Yang Jadi Suamiku / Bab 251 Pak Rodi dan Safira

Share

Bab 251 Pak Rodi dan Safira

Author: Dhisa Efendi
last update publish date: 2026-06-28 20:35:05

Adamis mencuci tangannya lalu mendekati Evara.

"Sayang, itulah. Kamu selalu mencemaskan sesuatu padahal itu belum terjadi. Relax, hadapi semuanya dengan hati yang tenang. Aku minta bulan madu untuk Kamu agar Kamu bisa lebih santai. Nggak selalu memikirkan kewajibanmu sebagai istri, sebagai ibu. Jalani aja seperti air yang mengalir."

Evara terdiam. Ia sampai tidak sadar saat Adamis melumat bibirnya yang masih belepotan kecap dari semur ayam yang ia makan.

"Adam!" Teriaknya saat pagutan mereka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 251 Pak Rodi dan Safira

    Adamis mencuci tangannya lalu mendekati Evara. "Sayang, itulah. Kamu selalu mencemaskan sesuatu padahal itu belum terjadi. Relax, hadapi semuanya dengan hati yang tenang. Aku minta bulan madu untuk Kamu agar Kamu bisa lebih santai. Nggak selalu memikirkan kewajibanmu sebagai istri, sebagai ibu. Jalani aja seperti air yang mengalir."Evara terdiam. Ia sampai tidak sadar saat Adamis melumat bibirnya yang masih belepotan kecap dari semur ayam yang ia makan. "Adam!" Teriaknya saat pagutan mereka terlepas. "Tapi Kamu membalas ciumanku." Balas Adamis menggoda. Wajah Evara spontan memerah karena malu. Ia bahkan tadi mengalungkan tangannya di leher Adamis. Evara meneruskan makan siangnya tanpa menoleh pada Adamis yang terus menatapnya penuh arti. Adamis bukannya mengusap bibirnya yang terkena kecap dari bibir Evara, dia justru menjilat bekasnya tanpa malu - malu."Ih!" Kata Evara melihat itu. Adamis tertawa seraya meraih cangkir tehnya. Evara mengikuti gerakannya karena tenggorokannya y

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 250 Keinginan Safira

    Safira sangat bersemangat mengamati renovasi rumahnya yang hampir selesai. Ia naik ke atas untuk melihat dengan bimbingan Ardi yang diamanati oleh Athena untuk menjaga ibunya. "Kalau saja Aku masih muda, Aku ingin tinggal di atas." Decak Safira kagum. "Kenapa nggak bisa? Ibu belum terlalu tua." Sahutan Ardi yang membuat Safira merasa tersanjung. Tapi Safira menggeleng. "Aku ini nggak bisa terus diam di kamar. Aku ini senangnya jalan sana jalan sini. Tulang tuaku ini nggak cukup kuat untuk terus naik turun." Katanya sambil mengibaskan tangannya. Ardi tertawa kecil tanpa maksud menghina. Ternyata Safira cukup sadar diri dengan tidak memaksakan keinginannya untuk tinggal di atas. "Semua fasilitas diadakan di atas sini, Bu. Ibu nggak perlu naik turun." Kata Ardi. "Bagaimana kalau Aku ingin ngerumpi di rumah tetangga?" Sahut Safira seraya mengerucutkan bibirnya. Ardi kembali tertawa. Ia merasakan sikap Safira yang sedikit berubah akhir - akhir ini. "Itu di luar prediksi." Sahut Ar

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 249 Kerinduan Lukman Hakim

    Lukman Hakim melirik bungkusan pastel di tangan Sabrina. Ia membuka pintu setelah memutar kunci. "Masuk dulu. Kamu ini!" Omelnya. Tangannya merebut bungkusan pastel itu dan membawanya ke dalam. Sabrina tercengang. Kakaknya ini memang luar biasa menyebalkan! Sabrina terpaksa ikut masuk dengan rentetan omelan yang keluar dari mulutnya, "Kakak ini gimana, sih? Kenapa nggak mau ngelanjutin omongan yang tadi? Mau ingkar janji? Jangan bikin pe ha pe, ya! Atau kakak sengaja ingin membuatku marah? Nanti Aku.. Mmf!"Omelan Sabrina terputus karena Lukman Hakim menjejalkan sepotong pastel ke mulutnya. Rasa asin dan gurih langsung terasa di lidahnya tapi ia segera mencabut pastel itu dari mulutnya. "Kak!! Apaan, siihh?!" Gelegarnya setinggi langit. Ia nyaris membuang pastel itu tapi bayangan wajah Alea menahannya. Pastel ini pemberian Alea yang baru saja memaafkannya. Lukman Hakim duduk di depan meja barnya. Ia mengunyah pastel itu dengan cibiran di mulutnya. "Makan! Yang rugi Kamu kalau

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 248 Keromantisan Kakak beradik

    Tanpa bicara Lukman Hakim langsung mengambil sepotong pastel dan memasukkannya ke dalam mulut. Gigitan pertama ia menemukan sensasi nikmat yang tidak biasa. "Enak. Beneran enak." Katanya memuji. Alea tersenyum manis mendengar pujian itu. Pujian yang ditujukan untuk sang mama tapi serasa hatinya yang berbunga - bunga. Lukman Hakim sudah dapat menguasai dirinya setelah ia menghabiskan dua potong pastel sekaligus. "Kalau Kakak suka, Kakak boleh bawa pulang. Aku bungkusin, ya?" Tawar Alea dengan nada hangat. Lukman Hakim langsung menganggukkan kepalanya membuat Sabrina membelalakkan matanya. Yang benar saja! "Suka sih suka, tapi apa harus serakus itu?" Dengusnya sebal. Lukman Hakim langsung memelototinya dengan tatapan mengancam. Sabrina tahu itu akan berakibat pada hubungannya dengan Edo. Hatinya mencelos. "Nggak papa, Brin. Kak Lukman suka. Ia juga bisa membaginya buatmu." Kata Alea menengahi. Sabrina menghela nafas sebelum menganggukkan kepalanya. "Kita pulang sekarang, Kak?"

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 247 Pastel buatan Artika

    Sabrina dan Lukman Hakim kompak berdiri dan menganggukkan kepalanya. "Iya, Tante." Sahut Sabrina sopan."Saya pulang dulu, Bu Artika." Kata perempuan berhijab panjang dan lebar itu."Oh, iya bu Ustadzah. Silahkan." Sahut Artika seraya merentangkan tangan kanannya. Ia lalu menunggu ustadzah itu menaiki mobil yang akan mengantarnya pulang baru ia kembali menoleh pada Sabrina dan Lukman Hakim. "Sebentar, Tante panggilin Alea dulu." Kata Artika ramah seraya bergegas masuk tapi langkahnya terhenti karena Alea sudah keluar lebih dulu. "Nah, ini Aleanya udah keluar." Kata Artika sambil tertawa. Sabrina dan Lukman Hakim terpaku di tempatnya. Alea masih mengalungkan kerudung di lehernya. Meski tak sempurna menutupi rambutnya tapi Ia tampak sangat berbeda. "A - lea?" Tanya Sabrina sambil menelan salivanya. Alea merasa pipinya panas karena tatapan Lukman Hakim yang begitu menghunjam. Tapi ia berusaha menenangkan deburan ombak di hatinya. "Iya, ini Aku. Memang Kamu pikir siapa?" Tanyanya

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 246 Belajar mengaji

    Semula Alea merasa kesal setiap kali sang papa menegurnya. Andara tidak hanya menegurnya, ia bahkan memberi ancaman jika Alea tidak mau mengubah sikap kasarnya. "Papa akan memecatmu, Al. Papa juga akan melarang Mama memberikan uang saku buatmu. Biar Kamu tahu perasaan orang yang hanya punya uang pas - pasan atau nggak punya uang sama sekali seperti mereka!""Papa!" Jerit Alea tertahan. "Kamu beruntung terlahir di keluarga yang sudah mapan, Al. Tapi tidak dengan Papa. Papa berjuang dari nol. Papa merasakan sakitnya direndahkan oleh orang - orang seperti dirimu." Tegas Andara. Alea terpana. Sang Mama memang seringkali menegurnya tapi ia terlalu malas untuk mengindahkannya. Baginya para pelayan itu tidak ada artinya buatnya. Selalu banyak pengganti untuk posisi rendahan seperti itu. Itu yang selalu ia pikirkan selama ini. "Ingat, Al. Papa serius. Sekali saja Papa lihat Kamu membentak orang seperti tadi lagi.."Alea diam. "Bayangkan jika Kamu berada dalam posisinya. Apa Kamu sanggup

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 96 Perawat untuk Brian

    Alea melihat semua kehebohan itu dengan senyum kecil. 'Ternyata mudah sekali membuatmu drop, Eva!' kata hatinya puas. Ia berjalan dengan langkah tenang di bawah tatapan para pelayan yang baru melepas kepergian Evara dan Safira ke rumah sakit. "Itu penjahatnya!" Teriak Sisil gemas. Penjahat? "

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 94 Kedatangan Alea

    "Bubur kacang hijau? Itu bagus." Jawab Ariana atas saran Mariska. Makanan tambahan untuk Evara. "Tapi Aku sudah makan, Ma." Protes Evara. "Kamu tadi hanya sarapan roti, Eva. Nggak cukup untukmu dan Brian." Evara memang hanya sarapan setangkup roti dan segelas susu. Evara dan Athena saling berp

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 89 Proyek rahasia

    Athena pulang dan langsung menemui Safira. Tapi sebelum ia mengatakan sesuatu Ibunya itu sudah mengatakan, "Aku sedang nggak ingin berdebat denganmu, Atha. Aku lelah."Athena menelan semua kalimat yang ingin keluar dari mulutnya. Ia mendengus pelan sebelum membalikkan langkahnya dan keluar dari ka

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 73 Alea di kantor Adamis

    Anthony membelalakkan matanya. Tebakan Adamis benar. Secara naluriah ia takut akan kepintaran Adamis. Ia tidak bisa memecatnya kalau sudah begini. Dan itu akan membuat posisinya terancam. Secara Adamis adalah kerabat Vicky. Bagaimana kalau ia mengalihkan jabatannya pada Adamis kalau ia menganggapny

    last updateLast Updated : 2026-03-25
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status