Home / Romansa / Adik Ipar Yang Jadi Suamiku / Bab 48 Rencana Ariana

Share

Bab 48 Rencana Ariana

Author: Dhisa Efendi
last update publish date: 2025-11-28 16:45:37

Merasa malu karena terpergok, Evara berusaha melepaskan tangan Adamis. Adamis juga langsung melepaskan tangannya.

Evara mendekati Ariana.

"Tadi Aku mau jatuh jadi Adamis memegangku, Ma."

Evara berusaha menjelaskan. Ia takut Ariana salah paham.

"Aku mau mandi dulu." Kata Adamis sambil membalikkan tubuhnya dan kembali naik ke atas.

"Nggak papa, Sayang. Apa Kamu udah enakan? Mama ingin mengatakan sesuatu padamu dan Dami." Kata Ariana lembut.

Evara mulai cemas. Apa yang ingin Ariana katakan? A
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 193 Poksi harus bicara

    Poksi yang duduk di samping sang Mama juga terkejut melihat kedatangan Lukman Hakim dan Sandro di rumahnya. 'Pasti karena Aku nggak datang ke kantor polisi tadi pagi.' keluh hatinya menyesal. Ia hanya ingin beristirahat sejenak tapi ia justru tertidur karena rasa kantuk yang hebat. Sudah tiga malam ia begadang menunggu Randy dan paginya ia harus bekerja. Meskipun mengantuk ia harus menahannya sampai ia pulang. Ia ingin tidur saat ia pulang tapi ia justru tidak dapat memejamkan matanya sama sekali apalagi sang mama selalu mengajaknya berbincang hal - hal seputar keadaan mereka. "Mama ingin Kamu kuliah lagi, Pok. Uang tabungan dan pensiun Papa lebih dari cukup untuk membiayai kuliahmu dan Sintia. Kamu jangan menganggap Mama nggak mampu."Mama Poksi juga menunjukkan simpanan perhiasannya yang tidak sedikit untuk meyakinkan Poksi kalau hidup mereka akan terjaga meski Poksi tidak bekerja. Poksi tidak langsung turun. Ia menunggu Sintia yang duduk di jok belakang turun dan membuka pintu

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 192 Kegelisahan Viona

    "Kita ke rumah Poksi sekarang!" Ini bukan lagi permintaan dari Sandro tapi lebih kepada perintah. Lukman Hakim tidak membantahnya. Tapi, "Bapak janji harus jaga emosi. Poksi bukan pelakunya. Ok?" Suara Lukman Hakim terdengar memberi peringatan. Sandro terpaksa menganggukkan kepalanya."Kita pergi habis maghrib aja." Kata Lukman Hakim lagi lebih lunak. Sandro menghela nafas. Memang sudah menjelang maghrib saat ini. Tiba - tiba ia teringat Kirana. Tentu ia sudah menunggunya di rumah sakit. "Aku memberi kabar pada istriku dulu." Katanya sambil mengambil ponsel dari saku celananya. "Bagaimana?" Tanya Kirana begitu ia mengangkat telpon dari suaminya. Ternyata ia lebih tidak sabar lagi dari suaminya. "Belum ada berita bagus." Sahut Sandro sambil melirik pada Lukman Hakim. "Kok bisa?" Suara Kirana sarat dengan kekecewaan. "Tapi Aku akan menjemputmu setelah sholat maghrib nanti. Kamu siap, ya?""Jemput? Aku nggak mau pulang, Sayang!" Protes Kirana yang mengira Sandro menjemputnya u

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 191 Poksi depresi

    Poksi merasa perutnya sakit. Ia juga mual parah karena perasaan bersalah. Ia ambruk di pintu rumahnya. Ia pingsan! Sintia terkejut saat membuka pintu rumah dan menemukan Poksi berbaring menelungkup di depan pintu. "Kak? Kak Poksi!" Sintia melempar tas sekolahnya dan jongkok untuk melihat keadaan Poksi. "Kak Poksi! Kak! Mama..!" Teriaknya memanggil sang mama. "Kak, bangun! Jangan membuatku takut!" Teriak Sintia. Ia meletakkan telunjuknya di depan hidung Poksi. Hawa hangat yang berhembus keluar membuatnya sedikit lega. Sang Mama keluar dan ikut berteriak, "Poksi kenapa? Poksi! Poksi!"Sintia berlari ke dalam dan keluar lagi dengan minyak kayu putih di tangan. Dioleskannya minyak itu di bawah hidung Poksi. Berhasil, Poksi menggerakkan kepalanya. "Poksi, Kamu kenapa, Sayang?" Isak sang mama. Poksi memegang perut dan kepalanya tanpa mengatakan apa - apa. Sintia dan sang mama membantunya bangun dan memapahnya ke kamarnya. "Lambungmu sakit, ya?" Tanya sang mama sambil membaringkan

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 190 Randy tertangkap

    Lukman Hakim memberi isyarat dengan matanya agar Poksi menjawab dengan benar. "Bro, Aku butuh bantuanmu sekarang. Bisa Kamu datang ke sini?" Pinta Poksi dengan perasaan hancur lebur. Randy yang tidak merasa curiga sama sekali merasa Poksi memang benar - benar dalam masalah. "Ada apa? Apa nggak bisa ditunda besok lagi?""Nggak bisa!" Teriak Poksi tanpa sadar. Ia nyaris menangis mendengar jawaban Randy, "Tenang, Bro. Aku akan datang sekarang!"Poksi memasukkan ponselnya lagi ke dalam saku celananya. "Apa Aku boleh pulang, sekarang?" Pintanya dengan suara basah. Ia tidak sanggup melihat Randy dibekuk oleh polisi. Belum lagi Sandro yang pasti akan melampiaskan kemarahannya. Lukman Hakim menggeleng. "Duduk di tempatmu!" Titahnya tanpa ampun. Poksi harus menyelesaikan apa yang sudah ia mulai. Ia memberi peringatan pada Tiffany tapi Tiffany tidak membaca pesannya. Jika membaca pun belum tentu Tiffany mempercayai pesan dari nomor tak dikenal itu. Lukman Hakim mengakui kalau chat da

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 189 Poksi memancing Randy untuk datang

    Safira ternyata hanya bertanya. Ia tidak mengharapkan jawaban. Ia puas melihat kekacauan di wajah Viona. "Lihat diriku, Vion. Kami hidup lebih baik setelah Atha menceraikanmu. Kamu terlihat kacau." Kata Safira tanpa dosa.Ia melihat perasaan tersinggung di wajah Adelia yang menatapnya dengan gusar. Tapi tak dapat dipungkiri kalau ucapan Safira memang benar. Safira mengenakan setelan bermerek yang dibelikan Evara. Ia tampak elegan dengan tas tangannya yang bukan kaleng - kaleng. "Baguslah kalau begitu!" Sentak Viona marah. "Aku hanya kasihan pada suami Eva yang harus menampung Kalian bertiga! Dasar pengemis!" Katanya lagi dengan maksud membalas penghinaan Safira. Safira mendecih, "Setidaknya, Atha nggak harus terus berhubungan dengan penipu seperti Kamu, Vion. Kamu sudah menjebaknya!" Balas Safira. Tentu saja Viona tidak ingin mengalah. "Siapa bilang Aku menjebaknya, bu Safira? Atha yang tergila - gila padaku! Lagipula, buat apa Aku menjebak laki - laki miskin dan cacat seperti

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 188 Poksi menyerah

    Malam ke tiga tanpa kehadiran Randy. 'Apa ia sudah taubat dan berhenti datang ke bar ini?' gumam hati Poksi. "Echm!"Poksi terkejut mendengar deheman dari Lukman Hakim yang seperti sengaja ditujukan padanya. "Kami nggak bisa menunggu temanmu itu lebih lama, Poksi. Sebaiknya Kamu beritahu saja dimana rumahnya!"Poksi kembali terkejut. Ucapan Lukman Hakim itu bukan hanya meminta tapi memerintah. Lukman Hakim memang yakin kalau Poksi mengenal pelakunya meski Poksi tidak mengakuinya. "Aku.. Aku..""Aku sudah memberimu tenggang waktu cukup lama. Sekarang beritahu siapa nama temanmu itu dan dimana rumahnya!" Potong Lukman Hakim tegas. Poksi masih berusaha mengelak. "Tapi.. Tapi.. Aku nggak tahu..""Cukup main - mainnya, Poksi!" Bentak Lukman Hakim. Mata Sandro ikut nyalang menatap Poksi. Jadi Lukman Hakim menahan dirinya selama ini. Ia berpura - pura mempercayai Poksi dan mereka menghabiskan waktu mereka selama 3 malam di bar ini. Mata Poksi mulai tergenang airmata. Ia tidak dapat m

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 111 Hari yang menyebalkan

    Perdebatan mereka terhenti karena Caesar menangis. Caesar adalah nama yang diberikan Viona untuk anaknya. Caesar pasti bingung dan kaget mendengar teriakan - teriakan diantara mereka. Adelia memeluk Caesar lebih dekat ke dadanya. "Sayang, nggak papa. Nggak papa."Viona mendengus seraya menyalaka

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 112 Sunny tidak jadi pulang

    Entah apa yang dikatakan Adamis pada Sunny hingga ia mau membatalkan rencana kepulangannya. "Kita jadi ke Guci." Beritahu Adamis pada istrinya. Safira tidak kalah senangnya. Ia mendapat kabar itu dari Evara. Ia berniat akan lebih menempel pada Sunny. 'Kalau dia nggak mau, Aku yang mau!' cibirnya

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 108 Kenangan masa lalu

    "Bos nggak bilang apa - apa." Kata Vinny heran. Jika mereka ingin pulang besok tentu Sunny akan memintanya membeli tiket. Tapi Sunny tidak melakukan itu. Atau belum? "Tapi Paman mengatakan itu pada Mama tadi pagi." Kata Adamis. "Oh, ya? Tadi pagi? Kenapa Aku nggak tahu?" Kata Vinny sambil meliha

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 109 Cerita Ariana

    Ariana terlihat resah. Bagaimana dengan perasaan cintanya pada Sunny? Tapi Sunny pasti akan mengajaknya untuk menetap di sini. Tapi Bramantyo juga memulai bisnisnya di sini. "Kamu membuka usaha di sini, Bram. Aku ingin pulang dan menetap di negaraku." Kata Ariana. "Itu nggak masalah." Kata Braman

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status