Teilen

Bab 48 Rencana Ariana

last update Veröffentlichungsdatum: 28.11.2025 16:45:37

Merasa malu karena terpergok, Evara berusaha melepaskan tangan Adamis. Adamis juga langsung melepaskan tangannya.

Evara mendekati Ariana.

"Tadi Aku mau jatuh jadi Adamis memegangku, Ma."

Evara berusaha menjelaskan. Ia takut Ariana salah paham.

"Aku mau mandi dulu." Kata Adamis sambil membalikkan tubuhnya dan kembali naik ke atas.

"Nggak papa, Sayang. Apa Kamu udah enakan? Mama ingin mengatakan sesuatu padamu dan Dami." Kata Ariana lembut.

Evara mulai cemas. Apa yang ingin Ariana katakan? A
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 249 Kerinduan Lukman Hakim

    Lukman Hakim melirik bungkusan pastel di tangan Sabrina. Ia membuka pintu setelah memutar kunci. "Masuk dulu. Kamu ini!" Omelnya. Tangannya merebut bungkusan pastel itu dan membawanya ke dalam. Sabrina tercengang. Kakaknya ini memang luar biasa menyebalkan! Sabrina terpaksa ikut masuk dengan rentetan omelan yang keluar dari mulutnya, "Kakak ini gimana, sih? Kenapa nggak mau ngelanjutin omongan yang tadi? Mau ingkar janji? Jangan bikin pe ha pe, ya! Atau kakak sengaja ingin membuatku marah? Nanti Aku.. Mmf!"Omelan Sabrina terputus karena Lukman Hakim menjejalkan sepotong pastel ke mulutnya. Rasa asin dan gurih langsung terasa di lidahnya tapi ia segera mencabut pastel itu dari mulutnya. "Kak!! Apaan, siihh?!" Gelegarnya setinggi langit. Ia nyaris membuang pastel itu tapi bayangan wajah Alea menahannya. Pastel ini pemberian Alea yang baru saja memaafkannya. Lukman Hakim duduk di depan meja barnya. Ia mengunyah pastel itu dengan cibiran di mulutnya. "Makan! Yang rugi Kamu kalau

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 248 Keromantisan Kakak beradik

    Tanpa bicara Lukman Hakim langsung mengambil sepotong pastel dan memasukkannya ke dalam mulut. Gigitan pertama ia menemukan sensasi nikmat yang tidak biasa. "Enak. Beneran enak." Katanya memuji. Alea tersenyum manis mendengar pujian itu. Pujian yang ditujukan untuk sang mama tapi serasa hatinya yang berbunga - bunga. Lukman Hakim sudah dapat menguasai dirinya setelah ia menghabiskan dua potong pastel sekaligus. "Kalau Kakak suka, Kakak boleh bawa pulang. Aku bungkusin, ya?" Tawar Alea dengan nada hangat. Lukman Hakim langsung menganggukkan kepalanya membuat Sabrina membelalakkan matanya. Yang benar saja! "Suka sih suka, tapi apa harus serakus itu?" Dengusnya sebal. Lukman Hakim langsung memelototinya dengan tatapan mengancam. Sabrina tahu itu akan berakibat pada hubungannya dengan Edo. Hatinya mencelos. "Nggak papa, Brin. Kak Lukman suka. Ia juga bisa membaginya buatmu." Kata Alea menengahi. Sabrina menghela nafas sebelum menganggukkan kepalanya. "Kita pulang sekarang, Kak?"

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 247 Pastel buatan Artika

    Sabrina dan Lukman Hakim kompak berdiri dan menganggukkan kepalanya. "Iya, Tante." Sahut Sabrina sopan."Saya pulang dulu, Bu Artika." Kata perempuan berhijab panjang dan lebar itu."Oh, iya bu Ustadzah. Silahkan." Sahut Artika seraya merentangkan tangan kanannya. Ia lalu menunggu ustadzah itu menaiki mobil yang akan mengantarnya pulang baru ia kembali menoleh pada Sabrina dan Lukman Hakim. "Sebentar, Tante panggilin Alea dulu." Kata Artika ramah seraya bergegas masuk tapi langkahnya terhenti karena Alea sudah keluar lebih dulu. "Nah, ini Aleanya udah keluar." Kata Artika sambil tertawa. Sabrina dan Lukman Hakim terpaku di tempatnya. Alea masih mengalungkan kerudung di lehernya. Meski tak sempurna menutupi rambutnya tapi Ia tampak sangat berbeda. "A - lea?" Tanya Sabrina sambil menelan salivanya. Alea merasa pipinya panas karena tatapan Lukman Hakim yang begitu menghunjam. Tapi ia berusaha menenangkan deburan ombak di hatinya. "Iya, ini Aku. Memang Kamu pikir siapa?" Tanyanya

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 246 Belajar mengaji

    Semula Alea merasa kesal setiap kali sang papa menegurnya. Andara tidak hanya menegurnya, ia bahkan memberi ancaman jika Alea tidak mau mengubah sikap kasarnya. "Papa akan memecatmu, Al. Papa juga akan melarang Mama memberikan uang saku buatmu. Biar Kamu tahu perasaan orang yang hanya punya uang pas - pasan atau nggak punya uang sama sekali seperti mereka!""Papa!" Jerit Alea tertahan. "Kamu beruntung terlahir di keluarga yang sudah mapan, Al. Tapi tidak dengan Papa. Papa berjuang dari nol. Papa merasakan sakitnya direndahkan oleh orang - orang seperti dirimu." Tegas Andara. Alea terpana. Sang Mama memang seringkali menegurnya tapi ia terlalu malas untuk mengindahkannya. Baginya para pelayan itu tidak ada artinya buatnya. Selalu banyak pengganti untuk posisi rendahan seperti itu. Itu yang selalu ia pikirkan selama ini. "Ingat, Al. Papa serius. Sekali saja Papa lihat Kamu membentak orang seperti tadi lagi.."Alea diam. "Bayangkan jika Kamu berada dalam posisinya. Apa Kamu sanggup

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 245 Alea berubah?

    "Apa Aku benar menyukainya? Atau cuma pelampiasan karena dia mengingatkanku pada Adamis?" Bisik Alea pada diri sendiri. Lukman Hakim sendiri juga sudah tiba di rumahnya. Di pikirannya terekam jelas sikap canggung Alea dan pipinya yang merona. Juga saat Sabrina mendorongnya ke arahnya. "Anak itu sebenarnya lucu." Gumamnya pelan. Bibir Alea yang digigit karena salting membuatnya gemas. Lukman Hakim mengusap kepalanya sedikit kasar. "Apaan, sih? Apa Aku mulai suka sama anak centil itu? Enggak! Enggak akan!"Mulutnya menolak tapi hatinya mulai mendamba. Pikirannya terus terpusat pada sikap canggung Alea. Tangannya yang gemetar saat ia menjejalkan uang itu, matanya yang mengerjap karena nervous.. Lukman Hakim paling suka pada bibirnya yang merah karena gigitan itu. Lipstiknya sudah terhapus sejak Alea memakan bakso dan menghirup kuah panasnya. "Kakak akan menyesal kalau Alea di sambar orang!" Teriakan Sabrina waktu itu kembali terngiang di telinganya. "Nggak bisa. Nggak boleh!" Raca

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 244 Perubahan yang menyenangkan

    Ibu Dewi memeluk Siska erat. Siska akan ikut pulang lagi karena ia tidak ingin meninggalkan pekerjaannya. "Istirahatlah barang dua sampai tiga hari." Semalam ibu Dewi sudah membujuk putri mereka satu - satunya itu. Siska menolak, "Aku masih ingin bekerja, Bu. Aku juga sudah terbiasa dengan suasana kerja di sana. Om Dahlan juga sangat baik. Aku nggak mau membuatnya kecewa." Kata Siska panjang lebar. "Saat menikah nanti Aku akan meminta izin lebih lama." Katanya menjanjikan. "Kamu ini." Kata sang Ayah seraya menjitak kepala Siska dengan gemas. Tentu saja itu tidak cukup kuat untuk membuat Siska kesakitan. "Saat menikah nanti, Kamu akan libur untuk Kalian berdua. Nggak ada ruang buat Kami." Sahut Ibu Dewi. "Kamu juga janji akan kuliah, Sis. Bagaimana kalau Kamu sudah menikah nanti?" Tanya sang ayah pasrah. Siska mengangguk. "Tentu saja Aku akan kuliah, Yah. Tapi nanti." Katanya. "Kapan?" Tanya sang ayah penasaran. "Aku harus kuliah. Aku nggak mau suamiku nanti meremehkanku k

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 96 Perawat untuk Brian

    Alea melihat semua kehebohan itu dengan senyum kecil. 'Ternyata mudah sekali membuatmu drop, Eva!' kata hatinya puas. Ia berjalan dengan langkah tenang di bawah tatapan para pelayan yang baru melepas kepergian Evara dan Safira ke rumah sakit. "Itu penjahatnya!" Teriak Sisil gemas. Penjahat? "

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-28
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 94 Kedatangan Alea

    "Bubur kacang hijau? Itu bagus." Jawab Ariana atas saran Mariska. Makanan tambahan untuk Evara. "Tapi Aku sudah makan, Ma." Protes Evara. "Kamu tadi hanya sarapan roti, Eva. Nggak cukup untukmu dan Brian." Evara memang hanya sarapan setangkup roti dan segelas susu. Evara dan Athena saling berp

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-28
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 89 Proyek rahasia

    Athena pulang dan langsung menemui Safira. Tapi sebelum ia mengatakan sesuatu Ibunya itu sudah mengatakan, "Aku sedang nggak ingin berdebat denganmu, Atha. Aku lelah."Athena menelan semua kalimat yang ingin keluar dari mulutnya. Ia mendengus pelan sebelum membalikkan langkahnya dan keluar dari ka

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-27
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 74 Safira yang arogan

    "Baik, Nyonya." Jawab Robby. Robby menatap sosok Athena yang berdiri kaku karena tidak tahu harus melakukan apa. Robby sendiri sudah mendapat pemberitahuan langsung dari Adamis. "Bimbing Dia ke arah yang benar." Canda Adamis tadi melalui ponselnya"Maksud Tuan Muda?" Tanya Robby tidak mengerti.

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-25
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status