Adira Armani (Confused Runaway bride)

Adira Armani (Confused Runaway bride)

last updateHuling Na-update : 2023-10-28
By:  y. EKumpleto
Language: Filipino
goodnovel18goodnovel
10
7 Mga Ratings. 7 Rebyu
46Mga Kabanata
10.5Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Adira Armani 'Adie' The eldest daughter of Levi and Alijah Armani, she was her father's pride because of her talents, intelligence and achievement and she never does things that disappoint her parents. Everyone saw her as the experienced, and knowledgeable in the aspect of business but behind her perfect job ay nagtatago ang isang babae na walang kaalam alam sa labas, she didn't even experience a joyful life na nararanasan ng iba, she knows nothing about life. As a good daughter she was arranged to be married to the man that she didn't even know, Lucas Raccini she's not even interested in him pero wala siyang choice. So before the wedding she asked for a vacation from her father at pumayag naman ito. She decides to drink her heart out, and talk to the hot stranger she met nang ipagtanggol siya nito, but she didn't expect to wake up beside him kinaumagahan sa loob ng yate nito. Marco offered himself to be her companion, and promised her to experience the first things in her life na hindi niya pa nararanasan in just a month, and she agreed without even thinking. Adie tried to escape from Marco the day before her wedding but, she didn't know that Marco's already obsessed with her, and he will do everything para di lang siya maka attend sa sarili niyang kasal because Marco wanted her for him. Will she still choose Marco,even if Adira is already married to Lucas. How can she escape from her fate, she already fall for Marco but Lucas is her responsibility.

view more

Kabanata 1

Chapter 1

Selama tujuh tahun pernikahannya, Gladys diam-diam melahirkan seorang anak. Tahun ini, anak itu sudah berusia lima tahun. Namun, suaminya tidak tahu apa-apa.

Dia tidak pernah memberi kesempatan kepada Marshel untuk menjadi seorang ayah.

Di sela waktu istirahat sif malam, Gladys mendengarkan pesan suara yang lembut dan polos, yang dikirim putrinya. Putri yang diam-diam dia besarkan di provinsi tetangga.

"Mama, kenapa aku belum pernah bertemu Papa? Dia sudah meninggal ya?"

Gladys memikirkan pertanyaan anaknya dengan serius. Belum mati, tetapi bisa dianggap begitu.

Belakangan ini, Keisha mulai punya pikiran sendiri. Di kepala mungilnya perlahan muncul satu kegelisahan. Misalnya, dia belum pernah melihat ayah kandungnya.

Rasa penasaran itu semakin tumbuh hari demi hari. Sampai-sampai Gladys mempertimbangkan dengan matang, haruskah dia mencoba jujur kepada Marshel bahwa sebenarnya mereka punya seorang anak berusia lima tahun?

Toh pria itu juga mendapat keuntungan, bisa langsung melewati masa sulit mengurus bayi dan menjadi ayah tanpa perjuangan.

Setelah keluar dari ruang obrolannya dengan Keisha, Gladys menghitung waktu. Hubungannya dengan Marshel ... sepertinya hanya tersisa tiga bulan lagi ....

Setelah menimbang kata-katanya, Gladys mengetik sebuah pesan di ruang obrolannya dengan suaminya, Marshel, yang hampir tidak memiliki riwayat percakapan.

[ Kalau ... kita punya anak, kamu .... ]

Belum sempat terkirim, pintu tiba-tiba didorong hingga terbuka dengan tergesa-gesa.

Seorang perawat buru-buru berkata, "Kak Gladys, ada pasien di IGD. Diduga hamil muda, tapi berhubungan intim terlalu kasar, kemungkinan menyebabkan korpus luteum pecah!"

Gladys langsung mematikan layar ponselnya. Dia segera berdiri dan berjalan cepat mengikuti perawat itu sambil mengernyit. "Mereka kira ini main-main? Hamil muda nggak boleh berhubungan intim! Masa nggak bisa menahan diri sedikit ...."

Namun, saat tirai ranjang pasien dibuka dan dia melihat wanita yang terbaring di atasnya, komentarnya langsung terhenti.

Setelah terdiam dua detik, dia memanggil dengan nada terkejut, "Ingrid?"

Ternyata itu adalah ... calon adik ipar suaminya?

Saat melihat Gladys, Ingrid juga tampak terpaku sesaat, tetapi tidak menjawab.

Gladys refleks mengamati kondisi wanita itu. Ingrid adalah tunangan adik sepupu suaminya. Namun, lima bulan lalu pria itu dipenjara karena masalah pembukuan perusahaan dan dijatuhi hukuman 1,5 tahun.

Perut Ingrid masih rata dan belum tampak hamil. Kalaupun benar hamil, usia kandungannya pasti masih sangat muda. Lantas, anak yang usia kandungannya tidak cocok itu berasal dari mana ....

Namun, Gladys bukan tipe orang yang suka mencampuri privasi orang lain. Dengan cekatan, dia mengambil sarung tangan medis. "Berbaring dulu. Aku periksa kondisi dasarmu dulu."

Tiba-tiba, Ingrid duduk tegak. Dia tampak tidak senang dengan kemunculan Gladys. "Nggak perlu. Aku mau pindah rumah sakit."

Perawat muda itu langsung menatap Gladys dengan serbasalah.

Gladys berkata dengan nada tidak setuju, "Kalau nggak mau tubuhmu bermasalah, berbaringlah dulu. Aku bisa bantu pemeriksaan awal."

Ingrid mengerutkan kening. Dia tidak suka sikap Gladys yang tampak angkuh dan menjaga jarak itu.

Gladys tidak membuang waktu. Sebagai dokter, dia tidak bisa menunda kondisi pasien. Dia membungkuk dan hendak mengangkat ujung pakaian Ingrid.

Namun, Ingrid malah menyunggingkan senyuman sinis dan menepis tangannya. Plak! Suara pukulan itu terdengar nyaring. Tenaganya tidak ringan, jadi lumayan sakit.

Gladys menunduk melihat punggung tangannya yang sudah memerah. Sebelum dia sempat bereaksi, dia mendengar suara Ingrid tiba-tiba melunak dan memanggil ke arah belakangnya. "Shel ...."

Nama yang begitu familier membuat Gladys bahkan lupa pada rasa sakit di tangannya. Dia menoleh.

Langkah pria itu mantap dan tegas. Mantel panjangnya tersampir di lengan, sosoknya yang tinggi dan berkarisma sulit diabaikan. Saat dia melangkah mendekat, pandangannya sedikit bergeser dan bertemu dengan mata Gladys.

Namun, hanya sesaat. Langkahnya tak berhenti, tatapannya pun berpaling dengan dingin. Seolah-olah mereka adalah orang asing, dia melewati Gladys dan berjalan ke sisi lain ranjang pasien.

Suaranya rendah dan berat, terselip sedikit kekhawatiran. "Kamu nggak apa-apa?"

Gladys benar-benar tidak menyangka. Anggota keluarga yang datang mendampingi Ingrid ternyata adalah suaminya sendiri yang sudah tujuh tahun menikah dengannya secara diam-diam!

Saat melihat perhatian Marshel tertuju pada Ingrid, Gladys bahkan sempat berpikir, 'Apa Marshel melihat pukulan keras Ingrid tadi?'

Saat Marshel menunjukkan perhatian kepadanya, Ingrid melirik Gladys yang berdiri kaku. Dia mendongak pada pria yang mengkhawatirkannya itu, suaranya menjadi manja dan lembut seperti ditunjukkan pada seorang kekasih. "Kamu juga tahu, aku ke rumah sakit karena perutku sakit."

Kalimat itu langsung membuat para staf di sekitar memahami situasinya. Bukankah itu sama saja dengan menjelaskan bahwa pemeran pria dari hubungan panas itu adalah pria di depan mereka?

Marshel tidak menyangkal ataupun memberi penjelasan kepada orang lain.

Gladys menatap pemandangan itu hingga hampir lupa bereaksi. Dia hanya bisa menyaksikan suaminya menunjukkan perhatian dan toleransi sebesar itu kepada ... calon adik iparnya sendiri.

Meskipun Marshel selalu bersikap misterius dan emosinya sulit dibaca, naluri seorang wanita tetap bisa merasakan keanehan situasi ini. Terlebih lagi, alasan Ingrid masuk IGD yang begitu memalukan dan suaminya ternyata tahu semuanya!

Baru pada saat inilah tubuh Gladys terasa dingin. Dulu dia selalu berpikir sikap dingin Marshel hanyalah sifat bawaan, bukan karena dia tidak bisa mencintai. Sekarang dia mengerti, ternyata di hatinya sudah ada orang lain.

Namun, situasi dan hubungan mereka saat ini terasa begitu konyol sampai membuatnya ingin tertawa.

Orang bodoh pun tahu, dengan siapa sebenarnya hubungan panas malam ini terjadi.

Melihat Gladys terdiam lama, pandangan Marshel perlahan tertuju padanya. Tatapan itu seperti duri beracun yang membuat Gladys seketika tersadar.

Tangannya yang mengenakan sarung tangan medis dan semula hendak memeriksa pasien, kini samar-samar gemetar. Seolah-olah pukulan Ingrid tadi baru menunjukkan efeknya, membuat otaknya kekurangan oksigen sesaat.

Bukti perselingkuhannya sudah sejelas ini, apa dia masih perlu mempermalukan diri sendiri dengan memastikannya lagi?

Ingrid menyadari sikap Marshel yang memperlakukan Gladys seperti orang asing, lalu samar-samar tersenyum. Dia berkata lebih dulu, "Shel, aku mau pindah rumah sakit. Antar aku ke rumah sakit yang lebih besar ya."

"Oke." Marshel tidak ragu sedikit pun, seolah-olah permintaan apa pun dari Ingrid pasti akan dia penuhi.

Di antara mereka berdua, jelas ada keintiman yang tidak bisa diganggu orang lain. Sebagai seorang istri yang pernah sangat mencintai pria di depannya ini, bagaimana mungkin Gladys tidak merasakannya? Sakitnya begitu menusuk hingga dadanya terasa tercabik-cabik.

Soal ucapan Ingrid tentang "rumah sakit yang lebih besar", tak lain adalah sindiran yang terang-terangan bahwa Gladys tidak cukup pantas menangani dirinya.

Marshel pun mengatur semuanya dengan tenang dan rapi. Dari awal sampai akhir, dia tidak mengatakan sepatah kata pun lagi kepada Gladys, bahkan tanpa sedikit pun ... rasa malu!

Sampai keduanya meninggalkan ruang pemeriksaan, Gladys masih tidak bisa keluar dari situasi konyol itu.

Sementara rekan-rekan kerja yang menyaksikan semuanya langsung ramai bergosip, "Ya ampun! Anak muda zaman sekarang benar-benar liar!"

Perawat muda itu tampak iri. "Tapi cowok tadi memang ganteng banget sampai bikin kaki lemas. Kelihatannya urusan begituan juga benar-benar hebat!"

Gladys menunduk, pikirannya melayang. Dia melepas sarung tangan medisnya perlahan. "Oh ya?"

Perawat muda itu tidak menyadari keanehannya, malah teringat sesuatu dan mendekat sambil berbisik, "Ngomong-ngomong, Kak Gladys juga sudah nikah bertahun-tahun, 'kan? Kok nggak pernah dengar soal anak?"

Gladys membuang sarung tangan itu ke tempat sampah. "Suamiku mengalami disfungsi ereksi, masih dalam pengobatan."

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang  manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.


RebyuMore

Madelene Caspillo Nuada
Madelene Caspillo Nuada
more stories pa po please ...
2025-08-14 20:31:03
0
0
Matothena
Matothena
Love it! As usual highly recommended po lahat ng stories mo. Kakakilig lahat. Sulat kana ulit Ms A ...️ Super busy ka sa Europe? More power po and God bless
2025-06-07 15:06:58
0
0
Leny Alindogan Meneses
Leny Alindogan Meneses
Author wala na po kayong susunod na story?
2024-10-09 16:08:13
0
0
Dale
Dale
highly recommended:)
2023-12-16 06:34:15
0
0
Mayfe de Ocampo
Mayfe de Ocampo
Love all ur stories author,esp. sa Armani sisters and Lexus itong kay Adira Armani at Desirable CEO ang patuloy kung sinusubaybayan,more update po sa story nila...higly recommended
2023-10-16 09:55:10
0
0
46 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status