بيت / Romansa / Ah! Enak Mas Dokter / Bab 472: Teka-teki

مشاركة

Bab 472: Teka-teki

مؤلف: Dita SY
last update تاريخ النشر: 2026-01-11 08:00:28
"Silakan duduk Nak Adrian, dan .... " Fandi menggantung ucapan, menatap Intan sambil menggaruk kerutan kening, berusaha mengingat nama wanita muda di depannya.

Melihat itu, Adrian langsung memahami. "Namanya Intan, Pak Fandi," ucapnya mengenalkan. "Dia wanita yang berhasil melenyapkan Prams. Berkat dia masalah kita semua selesai."

Fandi membuka mulut sedikit dengan tatapan kagum. Dengan cepat ia melangkah mendekati Intan lalu mengulurkan tangan.

"Jadi kamu yang namanya Intan?" senyumnya.
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (2)
goodnovel comment avatar
Fahria Luciana
in another storyy please author bikinin cerita kisah cinta detektif Adrian dan intan yg lebih panjang authorrrr ...
goodnovel comment avatar
Irvi Puspita Sari Sari Puspita
cuma 1 Bab aj, gk spt biasanya bikin greget saat bacanya, nah ini flat aj, ya ampun, makin lama makin ngebosanin kk, baca dikit digantung pulak
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 641: Roti Coklat

    Pagi yang cerah di kediaman Dirga. Saat ini Febby sedang memasukan makan siang ke dalam tas anak-anaknya."Mom, Biru suka banget sama roti coklat itu, katanya enak. Roti buatan Mommy memang nggak pernah gagal," ucap Farah.Febby tersenyum bahagia. "Kalau begitu hari ini kamu bawa banyak roti untuk Biru dan ibunya ya. Untuk adik atau kakaknya juga, siapa tahu mereka mau.""Okay Mom. Makasih ya Mommy," ucap Farah, senang."Sama-sama, Sayang."Setelah selesai menyiapkan bekal, kedua anak-anak itu dijemput supir pribadi mereka yang membawa mereka ke mobil.Suasana ruang makan kembali hening. Di meja makan, hanya ada Dirga yang duduk terdiam menatap cangkir kopi yang sudah mulai mendingin.Di hadapannya, Febby sedang sibuk merapikan piring tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.Keheningan ini terasa begitu menyiksa bag

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 640: Kecewa

    "Kamu terlalu memanjakan Dylan Mas!" omel Febby saat suaminya baru saja pulang bekerja.Biasanya dia selalu disambut hangat oleh sang istri, tetapi sekarang ... Febby justru marah-marah.Tak ingin memperpanjang masalah sepele, Dirga melangkah ke kamar untuk membersihkan tubuh, lalu ke kamar Jagoan Kecil-nya.Suasana rumah megah itu terasa sangat dingin malam ini.Setelah Dylan ditenangkan oleh ayahnya dan tidur di dalam kamar, Dirga dan Febby akhirnya memiliki waktu berdua di kamar utama.Namun, bukannya kemesraan yang biasanya mereka bagi, ketegangan hebat justru menyelimuti ruangan itu.​Dirga berdiri di dekat jendela kaca besar, sementara Febby duduk di tepi ranjang dengan menyilangkan kedua tangannya.Matanya menatap Dirga dengan penuh kekecewaan.​"Kenapa kamu malah mendukung pemikiran Dylan yang seperti itu. Dyl

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 639: Ngambek

    Sore itu, suasana di dalam rumah mewah Dirga terasa sangat tegang.Begitu mobil jemputan sampai di rumah, Farah langsung berlari masuk ke dalam pelukan Febby yang sedang menunggu di ruang tengah.Tangisnya yang sempat mereda selama perjalanan pulang kini pecah kembali.​"Mommy! Kak Dylan jahat! Tadi Farah dimarahin di sekolah sampai nangis!" adu Farah sambil sesenggukan, menyembunyikan wajahnya di balik daster yang dikenakan Febby.​Febby yang terkejut langsung mengusap punggung putrinya dengan lembut. Tak lama kemudian, Dylan melangkah masuk dengan wajah ditekuk dan tas ransel yang masih tersampir di pundak.​"Dylan, coba sini. Mommy mau bicara," panggil Febby dengan nada suara yang serius."Ya Mom .... ""Kenapa kamu membentak adikmu di sekolah sampai dia menangis begitu? Kakak kelas tiga harusnya mengayomi adiknya, bukan malah bi

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 638: Kemarahan Dylan

    "Makasih, kamu baik sekali," ucap Biru. "Kamu juga cantik," pujinya kemudian.Farah hanya tersenyum lembut. Sementara Biru terus menatap anak perempuan itu."Aku sering bertemu dengan anak orang kaya yang sombong dan jahat, ternyata kamu nggak," tambah Biru."Apa kamu mau berteman sama aku, Biru?" tanya Farah.Biru langsung mengangguk. "Tentu, Farah."Makasih ya, Bi .... ""Farah!"​Sebuah teriakan lantang yang sangat familier tiba-tiba memecah keheningan di sudut halaman belakang itu.Dylan berjalan cepat dengan langkah lebar, wajahnya tampak sangat tegang dan keningnya berkerut dalam.Ia baru saja ke luar dari gedung kelas tiga dan sengaja mencari adiknya ke area taman bermain kelas satu.​Mendengar suara langkah kaki yang mendekat dengan cepat, Biru yang berada di bal

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 637: Biru

    Senin pagi yang cerah di sekolah internasional itu terasa begitu menyenangkan.Di jam istirahat Farah terlihat sedang asyik bermain sendirian di halaman belakang sekolah setelah jam istirahat pertama.Ia membawa sebuah boneka kelinci kecil dan sekotak bekal makanan yang disiapkan oleh Mommy Febby.​Halaman belakang taman sekolah itu memang berbatasan langsung dengan pagar kawat besi yang menjulang tinggi, pembatas antara area sekolah yang megah dan perkampungan di baliknya.Saat sedang asyik mendudukkan bonekanya di atas rumput, Farah merasa seperti ada yang memperhatikan sejak tadi. Ia mendongak, lalu menoleh ke arah pagar kawat."Hay!"​Di balik sela-sela besi yang rapat, berdiri seorang anak laki-laki. Anak itu tampak sebaya dengan kakaknya, Dylan.Tubuhnya kurus, rambutnya agak berantakan, dan kaos yang berwarna abu-abu terlihat kusam

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 636: Sentuhan +

    "Kalau memang tidak ada apa-apa, setelah makan malam, kamu istirahat ya," ucap Dirga sambil mengusap kepala anak laki-lakinya."Iya Daddy.""Jangan macam-macam lagi ya Dylan. Ingat pesan Daddy dan Mommy! Yang kami lakukan hanya untuk kebaikan kamu!" pesan Febby dengan suara lembut, tetapi tegas."Iya Mommy," sahut Dylan sambil tersenyum, menenangkan.Makan malam itu berakhir dengan tenang. Dylan yang sudah menyelesaikan makannya segera pamit untuk masuk ke dalam kamar, sementara Farah sudah lebih dulu tertidur lelap di kamarnya setelah kelelahan bermain seharian.Setelah memastikan kedua anak mereka aman di tempat tidur masing-masing, Dirga dan Febby merapikan sisa meja makan bersama sebelum melangkah menuju kamar tidur utama."Kamu mencurigai sesuatu nggak Mas?" tanya Febby pada Dirga.Sang Dokter menggeleng, "Kita harus percaya sama Dyl

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status