Home / Romansa / Ah! Enak Mas Dokter / Cucu Kesayangan

Share

Cucu Kesayangan

Author: Dita SY
last update Last Updated: 2025-12-25 17:38:16

Dari ketinggian 35000 kaki, Dirga menatap awan putih dari jendela pesawat. Bibirnya menyunggingkan senyuman lega, penuh harapan baru.

Lalu, pandang matanya beralih pada Istri dan anak tampannya yang tertidur lelap di ruangan khusus VVIP dalam Jet Pribadi milik Fandi.

Ya, ayah satu anak itu mengeluarkan seluruh uang tabungan selama puluhan tahun hanya untuk membeli Jet Pribadi demi sang Cucu ... Dylan.

Saat mengetahui Dylan dibawa ke Hong Kong, diam-diam Fandi mengatur rencana seorang diri.

Ia membeli Jet Pribadi dengan tabungan seumur hidup, lalu menyusul Dirga dan Febby ke Hong Kong.

Bukan hanya itu, ia juga menyewa pilot dan pramugara yang memiliki tubuh proporsional seperti seorang bodyguard.

Dirga kembali menyunggingkan senyum, kali ini senyum bangga pada kecepatan berpikir ayah mertua.

Andai saja tidak ada Jet pribadi, kemungkinan mereka bertiga masih berada di Hong Kong, dan terus menjadi incaran Prams.

Rasanya masih belum percaya kalau semua berakhir ... mereka akan kemba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (16)
goodnovel comment avatar
Ayu Mas
iklan nnya bikin kesel aj lama banget
goodnovel comment avatar
Enggeline Ian
selamat Natal yaaa kak.. kado natal nya jangan sampai prams bahagia yaaa
goodnovel comment avatar
Khayatin
pernh baca yg 20th kemudian KK dilan kembali lgi SM prams🥹
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ah! Enak Mas Dokter   Jawaban Elina

    Prams menatap Elina lekat. Mencoba menyelami perasaan wanita itu saat ini. Apa mungkin masih ada cinta untuknya di hati Elina? Atau sudah berganti laki-laki lain? Namun, saat mengingat kecupan tadi. Ia yakin cinta Elina padanya belum padam. Masih membara seperti dulu. "Katakan! Apa kau sudah menikah?" Prams mengulang kembali pertanyaannya. Ada harapan yang ia gantungkan setinggi langit.'Katakan Honey!' bisik Prams dalam hati sambil terus menatap Elina.Wanita di depannya menarik napas panjang. Membuka mulut perlahan lalu menjawab, "Saya belum pernah menikah Tuan."Deg! Senyuman merekah di wajah Prams setelah mendengar jawaban Elina tentang statusnya itu. "Kau tidak sedang berbohong?" Tatapan Prams semakin lekat.Elina mengerutkan kening. "Kalau saya menjawab saya sudah menikah, apa Tuan akan pergi dan menyerah? Apa Tuan akan berubah pikiran dan tidak mau menjadi Ayah yang baik untuk Edgar?"Prams tersenyum kecil, melepas genggaman tangannya lalu melangkah mendekati Elina. "Kau t

  • Ah! Enak Mas Dokter   Ungkapan Hati Elina

    Elina merapatkan bibir. Kedua mata membulat sempurna, terkejut dengan ucapan yang keluar dari mulutnya sendiri.Mendengar pengakuan Elina, Prams mendongak. Senyuman sinis terukir di wajah yang basah terkena air liur. "Jadi benar .... " Ia berdiri dan menatap Elina dengan sorot mata tajam. Melihat ibunya ditatap seperti itu, Edgar semakin emosi. Bocah empat tahun itu melangkah mendekati Prams. Namun, dengan cepat Wylan menggendongnya. "Lepas! Lepaskan aku!" Edgar memberontak, tetapi tenaganya tak cukup kuat untuk melepaskan diri dari pelukan Wylan. "Jangan nakal Tuan Muda. Kamu harus tahu, yang kamu ludahi itu Ayah kandungmu. Dia Daddymu."Mata Edgar melotot. Suara napasnya memburu dengan dada kembang kempis tak karuan. "Aku mau tulun! Lepaskan aku!" Ia masih berusaha memberontak dari dekapan Wylan."Paman tidak akan menyakitimu, Nak. Paman dan Daddy datang ke sini untuk membawamu dan Ibumu pergi dari rumah kecil ini. Kamu akan tinggal di Istana. Paham?" "Aku tidak mau! Lepaskan

  • Ah! Enak Mas Dokter   Pertemuan dengan Cinta Lama

    Wylan melirik Prams sambil mengulum senyum. Terlihat jelas wajah pucat sang Mafia saat mendengar suara wanita dari balik pintu pagar.Seumur hidup bekerja dengan keluarga Marco, baru pertama kali ia melihat Prams jatuh cinta pada wanita sewaan. Seandainya saja Elina tidak pernah pergi dari hidup Bos-nya, mungkin saja mantan wanita sewaan itu sudah menjadi Nyonya Besar. Namun, Elina justru memilih pergi dari kehidupan sang Mafia tanpa alasan yang jelas.Wylan melirik Prams. "Sepertinya Elina sudah pulang dari Rumah Sakit," ucapnya sangat pelan, mirip seperti gumaman. Yang dilirik sejak tadi masih diam seperti manekin dengan wajah pucat pasinya. Wylan pun bersiap menekan bel yang ada di dinding pinggir pintu pagar. "Tuan siap bertemu lagi dengan Elina?" Wylan menahan senyuman yang nyaris mengembang di bibirnya.Mendengar itu, Prams melirik sinis. "Tekan bel itu! Jangan main-main denganku!" desisnya mengancam. "Baik Tuan." Wylan menelan ludah, menundukkan kepala lalu menekan bel ter

  • Ah! Enak Mas Dokter   Memastikan

    "Kau yakin anak itu anak Elina?" Prams menatap Wylan yang masih tercengang setelah mendengar jawabannya tadi."Saya yakin Tuan. Mari saya antar Anda ke sana." Wylan membungkukkan tubuh lalu melangkah cepat menuju mobil.Di belakang, Prams mengikuti sambil menyelipkan senjata ke balik pinggang.Setelah keduanya masuk, mobil itu pun melaju menuju rumah Elina di kawasan terpencil tengah Kota.Kemungkinan jam sekarang ini Elina belum pulang dari Rumah Sakit tempatnya bekerja. Waktu yang tepat untuk melihat anak laki-laki itu.Sepanjang perjalanan, Prams hanya diam menatap ke depan. Sementara Wylan fokus mengendarai mobil sambil sesekali melirik ke arah Bos-nya.Dari raut wajah Prams yang murung, ada kerinduan terpancar di tatapan mata itu. Rasa cinta Prams terlihat begitu besar untuk Elina.Hubungan yang kandas beberapa tahun kemungkinan akan kembali bersemi seperti dulu saat mereka bertemu nanti. Apalagi ada anak dari hubungan terlarang mereka dulu.Wylan kembali menoleh ke samping saat

  • Ah! Enak Mas Dokter   Rahasia Besar

    "Hanya tinggal satu kali operasi lagi, Dylan sudah bisa kita bawa keluar dari Rumah Sakit ini," ujar Dirga. Mendengar penjelasan suaminya, Febby menghela napas lega. "Syukurlah." Ia mengusap dada yang sempat berdebar tak karuan. "Jadi kapan kita kembali ke Indonesia, Nak Dirga?" tanya Fandi. "Untuk sementara waktu, kita akan tinggal di sini Yah. Keadaan di Indonesia belum aman. Prams masih terus mencari Dylan," jawab Dirga. Fandi mengerutkan kening, "Untuk apa Prams mencari Dylan terus-menerus? Apa yang sebenarnya dia inginkan?" "Entahlah, Yah. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya dia inginkan dari Dylan. Tapi yang jelas, Dylan harus kita sembunyikan sampai tiba saatnya nanti. Rencananya aku akan memalsukan kematian Dylan, agar Prams tidak mencari anakku lagi." Fandi mengangguk setuju. Namun, saat ia mengingat sesuatu, ia kembali bertanya, "Bagaimana caranya kita memberitahu kematian Dylan pada Prams? Bukannya sampai detik ini Prams nggak tahu kita ada di mana." "Rencananya

  • Ah! Enak Mas Dokter   Makasih Mas ++

    Ugh! Suara desahan Sisca terdengar memenuhi ruang kamar bernuansa biru putih dengan pencahayaan terang dari lampu kristal gantung.Ia mengigit bibir kuat-kuat, menahan suara yang lolos dari mulutnya. Kedua mata terpejam, menikmati sentuhan nakal sang suami."Mas .... " Tubuhnya yang polos, menggeliat di dalam dekapan Barta. Permainan panas malam ini membuat Sisca tak dapat mengendalikan diri.Barta tersenyum simpul, menatap wajah merah wanita Kesayangan. Tubuh mereka basah, keringat bercucuran, menyatu dalam dekapan hangat itu.Sisca mendongak. Gigitan pada bibirnya semakin kuat hingga menimbulkan bercak merah, nyaris berdarah. "Mas. Ahhh!" Tangannya menggenggam seprai kuat-kuat, membuat kuku-kuku lentiknya memucat. "Nikmati By ... aku akan memberikan kenikmatan yang belum pernah kamu rasakan selama menikah denganku."Sisca menarik napas panjang, berusaha berpikir waras. Namun, setiap sentuhan panas suaminya menimbulkan imajinasi liar. Suara desahan, dan lenguhan panjang terdengar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status