Share

Terjebak

Author: Dita SY
last update Last Updated: 2025-10-19 08:00:00
Saat tangannya digenggam oleh wanita di depannya, Dirga buru-buru melepas dengan kasar.

Wajahnya yang semula ramah, kini menjadi dingin, dengan tatapan tidak suka.

"Tolong bantu saya Dok." Tania membeo ucapannya tadi.

"Apa yang bisa saya lakukan? Kalau masih ada hubungannya dengan pekerjaan saya sebagai Dokter, saya pasti akan melakukan yang terbaik, karena saya tidak ingin mengecewakan pasien saya," ujar Dirga dengan tegas.

Tania menunduk sambil menghela napas panjang. Ia menelan ludah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (10)
goodnovel comment avatar
Ang Coo Calerra
aku keluar lah Dari baca novel kaka Ini capek baca nya masalah nya Terus menerus tiada Habis nya
goodnovel comment avatar
Resti
bosan bacanya.
goodnovel comment avatar
Metamorphosys
terlalu muter muter ceritanya kepanjangan sampe bosan bacanya ,gak kelar kelar ,to the poin kek sampai ending
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 561: Masih Ragu

    Andi melangkah gontai masuk ke rumah. Wajahnya yang kusut dan mata yang memerah menunjukkan bahwa pria itu pun tidak sedang baik-baik saja setelah badai tadi siang.Juan mengekor di belakang dengan raut wajah serba salah, sementara Sasa langsung berdiri tegak, memasang badan di depan Nila yang masih duduk di sofa dengan sisa-sisa air mata.​"Oh, udah pulang Mas?" Sasa menyapa dengan nada sarkasme yang kental. "Kiraian udah lupa jalan pulang karena sibuk menuduh istri sendiri yang nggak-nggak."Di sampingnya, Nila menyenggol kaki Sasa, meminta sahabatnya untuk diam dan duduk.​Andi menghentikan langkah. Ia menatap Sasa dengan tajam, lalu beralih pada Nila yang tertunduk lesu."Sa, ini urusan rumah tangga kami. Aku nggak mau berdebat sama orang luar."​"Orang luar?" Sasa berkacak pinggang. "Nila ini sahabat aku Mas. Kalau dia disakiti, apalagi dituduh selingkuh padahal dia menjaga kehormatannya mati-matian, itu jadi urusanku juga!"​Jua

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 560: Sedikit Lega

    Deru mesin mobil Juan yang berhenti di depan rumah Nila terdengar seperti malaikat penolong.Tak lama, Sasa menghambur masuk dan langsung memeluk sahabatnya itu dengan erat.​"Nila .... ""Sa, makasih udah datang," isak Nila sambil menyeka air matanya.Sasa melepas pelukan, mengusap pipi sang sahabat. "Udah dong jangan dikuras terus air matanya. Kamu itu lagi bawa nyawa di dalam sini," ucapnya lembut sembari mengusap perut Nila yang masih rata.​Nila kembali menyeka sisa air matanya, "Aku cuma takut, Sa. Mas Andi kayaknya udah nutup pintu maaf, padahal aku nggak salah apa-apa. Dia bawa-bawa masa lalu kita ... dia bilang wanita seperti aku mana mungkin setia."​Sasa mendengus kesal, "Itu cuma ego laki-laki yang merasa kurang percaya diri aja. Dia merasa nggak mampu memberikan keturunan, lalu saat kamu hamil, pertahanannya runtuh dan dia menyerangmu supaya dia nggak terlihat lemah."​"Tapi dia punya surat keterangan Dokter tentang kondisi dia yang mandul dari pernikahannya yang dulu, Sa.

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 559: Tangisan Nila

    Setelah Andi keluar dari rumah, Nila menangis pilu meratapi masalah yang kini datang menerpa rumah tangganya.Bukan bahagia yang ia lihat dari wajah Andi setelah mengetahui kehamilannya. Namun, wajah kesal, penuh amarah yang menakutkan.Nila terduduk lemas di atas lantai ruang tamu, masih menggenggam erat benda plastik kecil yang seharusnya menjadi kabar paling bahagia dalam hidup mereka.​Duniaya terasa runtuh. Tuduhan Andi bukan sekadar keraguan, tapi serangan telak pada kesetiaan yang selama ini ia jaga dengan seluruh jiwa.Dengan tangan gemetar, Nila merogoh ponsel dan mencari satu nama yang selalu ada untuknya 'Sasa' sahabat sejati.Saat telepon terhubung, Nila langsung mengatakan, "Sa, aku sedih banget." Nila sesenggukan begitu mendengar suara napas Sasa di ujung telepon.​"Sedih? Kamu kenapa Nila? Cerita sama aku. Kok nangisnya sampai kayak gitu?

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 558: Khawatir Pada Nila

    Febby baru saja datang mengantarkan kopi ke ruang tengah rumah mewah ayahnya. Ia seketika terdiam melihat raut wajah sah suami yang terlihat gelisah.Sadar ada sesuatu yang terjadi, buru-buru Febby meletakkan nampan ke atas meja dan duduk di sebelah Dirga."Ada apa Mas? Kenapa kamu keliatan gelisah? Apa ada yang terjadi sama Laila dan Edric? Atau Intan?" tanya Febby, mengingat, Dirga memang sedang membantu mempersiapkan pernikahan kedua pasangan itu.Kalau bukan tentang Laila, pastinya tentang Intan, pikir Febby. Akan tetapi, kedua tebakan itu salah, Dirga menggelengkan kepalanya berkali-kali.Kening Febby berkerut, "Bukan?" tanyanya memastikan. "Iya bukan," jawab Dirga, menatap istrinya lekat. "Kamu pasti kaget kalau dengar siapa yang nelepon aku tadi."Febby semakin bingung mendengar jawaban sang suami. "Memang siapa Mas? Apa ada masalah yang terjadi di klinik? Bukannya klinik kamu belum buka sampai sekarang? Atau rumah sakit?"Dirga menghela napas panjang, kemudian mengatakan, "In

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 557: Aku Mandul!

    Cangkir kopi di tangan Andi bergetar hebat. Cairan hitam di dalamnya berguncang, seirama dengan detak jantungnya yang mendadak tak karuan. Matanya terpaku pada benda plastik kecil di tangan Nila.​"Ka-kamu ... kamu main-main, kan?" suara Andi tercekat, serak dan penuh kecurigaan.​Nila menggeleng cepat, matanya berkaca-kaca karena bahagia. "Nggak, Mas. Aku udah tes tiga kali sejak pagi tadi. Semuanya sama. Garis dua. Kita akan punya anak, Mas!"​Alih-alih memeluk Nila, Andi justru bangkit berdiri dengan kasar. Kursi kayu di belakangnya terseret hingga menimbulkan bunyi nyaring yang memecah keheningan ruang tamu.​"Jangan bercanda! Kamu tahu sendiri, aku udah pernah tes kualitas sperma beberapa tahun lalu. Dokter bilang nol! Azoospermia! Aku mandul, Nila! Nggak mungkin ada keajaiban yang bisa menembus dinding kemandulan itu!" teriak Andi, suaranya meninggi, dipenuhi rasa frustrasi yang bercampur dengan rasa tidak aman.​Senyum di wajah Nila perlahan luntur, digantikan oleh gurat ketakut

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 556: Memohon

    ​Adrian mematung di koridor rumah sakit yang sepi. Suara di seberang telepon itu seperti hantaman dari masa lalu yang ingin ia lupakan.Clara_wanita yang dahulu menertawakan lencananya, menghina penghasilannya sebagai detektif, demi kemewahan semu yang ditawarkan Kevin, kini menghubungi lagi.​"Mau apa Anda menghubungi saya lagi? Urusan kita sudah selesai!" tanya Adrian dengan nada dingin.​"Detektif Adrian, tolong dengarkan aku dulu." Suara Clara terdengar parau. "Aku tahu aku salah. Aku buta karena silau harta Kevin. Tapi sekarang semuanya hancur. Kevin dipenjara, dan aku baru sadar kalau hanya kamu pria yang benar-benar tulus yang akan menjadi pasanganku."​Adrian terkekeh hambar. "Tulus? Kamu bilang aku hanya detektif rendahan saat itu, Clara. Sekarang, setelah pengusaha kaya-mu itu mendekam di sel, kamu baru ingat ketulusan?"​"Aku minta maaf, Mas Adrian! Aku mohon .... " Clara terisak di seberang sana. "Papa masuk rumah sakit. Jantungnya melemah setelah mendengar berita Kevin dan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status