مشاركة

Terlihat Aman

مؤلف: Dita SY
last update تاريخ النشر: 2025-10-03 08:00:50

Tiba di gedung pengadilan yang dijaga ketat oleh kepolisian. Dirga, Dewanto, Sisca, dan kedua orang tuanya turun dari mobil.

Suasana gedung terlihat dipenuhi orang-orang yang didominasi aparat kepolisian dan juga TNI yang menjaga keamanan sidang.

Dirga mengedarkan pandangan ke seluruh halaman gedung, memastikan persidangan kali ini tidak disabotase oleh para penjahat suruhan Anggun dan Yuliana.

"Seperti persidangan sebelumnya ... semua terlihat aman. Tidak seperti y
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (5)
goodnovel comment avatar
Mitha Jannah
ceritanya ngapa jadi kyk sinetron berbelit-belit yg jahat di buat berhasil dlm melakukan tindakannya
goodnovel comment avatar
Fitri Ani
gak bisa dapatkan bonus dati nonton iklan krn jklan gak bisa di buka
goodnovel comment avatar
Haryani Make Up
ceritanya bergeser dari Febby ke Siska ... berbelit-belit
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 630: Marah!

    Akhirnya sampai!Pintu unit apartemen itu terbuka dengan suara klik yang pelan. Adrian melangkah masuk dengan sisa-sisa lumpur yang sudah mengering di ujung celana taktisnya dan wajah yang terlihat sangat kuyu.Di ruang tengah, Mbak Lastri yang sedang merapikan mainan Maura langsung berdiri dan memberikan tatapan penuh kelegaan sekaligus teguran halus kepada majikannya."Mana Intan?" tanya Adrian.​"Bu Intan ada di kamar, Pak. Sedang istirahat," jawab Mbak Lastri pelan sebelum pamit untuk ke dapur.​Adrian mengangguk lemah. Ia melepaskan jaketnya, mencuci tangan dan wajahnya sebersih mungkin di wastafel, lalu berjalan perlahan menuju kamar tidur utama.Begitu pintu kamar terbuka, pemandangan di hadapannya langsung menusuk ulu hatinya.Intan sedang berbaring miring di atas ranjang, memeluk guling erat-erat dengan mata sembab yang menatap k

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 629: Penyesalan

    "Argggghhhh! Nyaris saja!" teriak Adrian.Mobil off-road hitam itu melaju kencang, melibas jalanan setapak yang dipenuhi akar pohon dan batu-batu tajam.Darko mengambil alih kemudi karena napasnya sudah mulai teratur, sementara Adrian duduk di kursi penumpang sambil mencoba menenangkan detak jantungnya yang masih berdegup kencang setelah aksi kejar-kejaran dengan paramiliter Vultures.​Saat mobil mulai memasuki jalan aspal yang menandai batas luar area Danau Hitam, Adrian merogoh saku jaket taktisnya.Ia mengeluarkan ponsel satelit yang sempat dinonaktifkan sistem enkripsinya oleh Darko agar tidak terlacak selama misi penyusupan.Begitu ponsel itu kembali terhubung dengan jaringan publik, rentetan notifikasi langsung masuk secara bertubi-tubi.​Panggilan tak terjawab dari Intan sebanyak dua puluh kali.Pesan singkat dari Mbak Lastri.

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 628: Lari!

    "Kita pulang sekarang!" kata Adrian mulai cemas.Namun langkah Adrian dan Darko terhenti mendadak tepat di ujung lorong sebelum mereka sempat menginjakkan kaki ke dalam lumpur parit pembuangan.Dari balik rimbunnya semak belukar yang menutupi pintu keluar, terdengar suara gesekan ranting kering yang patah, disusul oleh suara derap langkah kaki sepatu bot militer yang berat.​Krak!Srak!​Adrian langsung menarik kerah jaket Darko, mengisyaratkannya untuk mundur ke balik bayangan pilar beton yang retak.Darko yang kelelahan menahan napasnya hingga dadanya terasa sesak.​"Dua orang. Jaraknya kurang dari sepuluh meter," bisik Adrian sangat pelan, tepat di dekat telinga Darko.Matanya menyipit, memantau dari celah dinding beton yang pecah.​Melalui celah itu, terlihat dua orang anggota paramiliter Vult

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 627: Keputusannya?

    Adrian menatap layar ponsel yang masih menampilkan wajah Dylan."Bagaimana Om?"Adrian menarik napas panjang sambil sesekali melihat ke arah Darko, yang sama-sama menunggu keputusan Adrian."Om .... "Bocah itu masih menunggu instruksi selanjutnya dengan mata yang memancarkan tekad kuat, siap melakukan apa saja untuk membantu.Namun, Adrian kembali menarik napas panjang dan menggelengkan kepala perlahan.Logika seorang Detektif akhirnya mengalahkan ambisinya.​"Tidak, Dylan," ucap Adrian dengan suara yang mendadak melunak namun penuh ketegasan.Darko menatap Adrian tanpa berkedip, memastikan apa yang dia dengar barusan."Gimana Om?" tanya Dylan."Tidak ... Om tidak akan membiarkanmu kemari. Tempat ini terlalu berbahaya untuk anak seusiamu. Kembalilah tidur, lupakan apa y

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 626: Tidak Ada Cara Lain

    "Dylan, Om Adrian mau bicara.""Hah? Om Adrian?" tanya Dylan dengan suara parau.Setelah menjelaskan semua, Dylan mengambil ponsel dari tangan ayahnya.Adrian memegang ponselnya dengan tangan yang sedikit gemetar saat wajah Dylan akhirnya muncul di layar dalam panggilan video.Bocah itu tampak mengucek matanya yang masih mengantuk, namun ketika melihat wajah Adrian yang tegang dan penuh peluh, sorot matanya langsung berubah tajam dan waspada.​"Dylan, dengarkan Om baik-baik," bisik Adrian cepat sambil mengarahkan kamera belakang ponselnya ke arah panel digital dan lensa kamera mikro yang tersembunyi di pintu baja."Iya Om Adrian.""Om sedang berada di tempat yang kamu gambar kemarin. Om butuh bantuanmu sekarang. Kunci pintu ini adalah matamu. Om butuh kamu menatap lurus ke arah kamera Om, dan Om akan mendekatkannya ke sensor pintu ini."​Dylan langsung mengangguk paham tanpa banyak bertanya. Kecerdasan luar biasanya membuat ia

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 625: Tolong

    "Seharusnya bisa!" gumam Darko sambil merapatkan giginya.Adrian mengedarkan pandangan, mengawasi sekitar tempat mereka saat ini. Sepi, dan udara lembab semakin membuat suasana terasa mencekam."Ayo Darko, kamu pasti bisa!"Darko segera menekan tombol di keyboard-nya dengan gerakan panik. Keringat dingin bercucuran dari pelipisnya saat ia memotong kembali arus data satelit pemantau Vultures."Berhasil!" senyum Darko."Bagaimana?" tanya Adrian dengan wajah cemas."Aku sudah mengalihkan sensor mereka untuk sepuluh menit terakhir, Adrian! Setelah ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Hubungi Dirga sekarang!""Baik!"​Adrian langsung merogoh saku jaket taktisnya, mengeluarkan ponsel satelit terenkripsi, dan menekan nomor Dirga. Jantungnya berdegup kencang seiring nada sambung yang terus berdering.

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status