LOGINSaat itu juga, Rocky yang diberitahu oleh Bara bahwa mamanya sekarang sudah berada di Surabaya mengunjungi papanya di penjara langsung menuju penjara.Dia melihat Mbak Maya dan yang lainnya sedang berbincang di sana dengan Roni."Hai, kau juga datang, Rocky. Wah makin ramai nih penjara gara-gara aku. Siapa lagi yang bakal datang nih," ujar Roni dengan santainya. Lama-lama Mbak Maya jadi kesal dibuatnya, dia pun melangkah mendekati Roni, mencubit pinggangnya sambil melotot."Cukup bercandanya! Kami sedang serius ini! Kamu kira kami tidak sedih kamu seperti ini? Bukan saatnya buat bercanda, Roni," kata Mbak Maya."Aw... sayang, oke-oke aku minta maaf. Aku hanya tidak mau suasana jadi kaku itu saja, sayang," ucap Roni sambil menahan tangan istrinya yang mencubitnya."Roni, aku datang kemari buat menebusmu. Aku tadi sempat membicarakan soal kasusmu. Kamu bisa bebas dengan uang tebusan," ujar Rocky langsung."Nah, ide bagus itu. Aku juga sanggup membantu menebus seberapa banyak pun uang ya
Di keesokan harinya, pernikahan Ali dengan Sasa tetap dilangsungkan walaupun tanpa kehadiran Roni. Di sini, Ali begitu sedih sekali, padahal dia berharap sekali papanya bisa hadir. Sayangnya harapannya itu harus tertahan, seperti layaknya apa yang sedang dihadapi oleh papanya yang ditahan di penjara.Banyak sekali tamu undangan yang datang menghadiri pesta pernikahan itu. Mereka semua tak lain dan tak bukan adalah orang-orang yang mengenal Roni. Bukan hanya itu saja, teman dekat Bobi dan juga keluarga Maria di Amerika juga turut hadir di sana.Hanya Roni lah yang tidak berada di sana. Banyak di antara tamu undangan menanyakan keberadaan Roni sebab mereka dari tadi tak melihatnya. Bahkan yang mewakili untuk memulai acara itu Bara sendiri, membuat mereka bertanya-tanya ke mana Roni, kenapa dia tak ada di sana di dalam pernikahan putranya. Sampai akhirnya Bara pun berpidato menjawab pertanyaan demi pertanyaan soal ayahnya yang dilontarkan oleh para tamu undangan."Maaf semuanya, jika kal
Sementara itu, Bara tak langsung pulang ke Jakarta untuk memberitahu mamanya apa yang sedang terjadi. Iya, Bara memutuskan menemui Rocky untuk meminta bantuannya.Setibanya Bara di kediaman Ricky dengan wajah berlinang air mata, dia langsung masuk ke rumah itu mencari Rocky.Rocky tentu saja kaget dengan kedatangan Bara dalam keadaan kacau. Apalagi saat ini dia melihat Bara juga sedang terluka, seketika membuatnya khawatir dan panik.“Bara, ada apa denganmu? Lenganmu... kamu habis dilukai siapa? Cepat beritahu paman siapa yang berani melakukan ini padamu?” tanya Rocky langsung, wajahnya begitu serius.Begitulah Rocky, dia begitu sayang kepada Bara. Dia menganggap Bara sebagai anaknya juga, sebab Bara dari masih di dalam kandungan Mbak Maya, Rocky-lah yang mengasuhnya hingga tumbuh menjadi anak-anak sebelum Roni datang menjemput Mbak Maya waktu itu.“Paman... sesuatu terjadi, paman... tolong aku... aku... hikhik...” Bara tidak dapat melanjutkan omongannya, dia terus menangis karena ras
Singkat cerita Roni pun akhirnya pergi ke Surabaya setelah mendapatkan informasi jelas bahwa memang Tuan Kusuma lah otak dari semua ini. Salah Roni di sini, dia malah memberitahu Bara soal ini. Harusnya dia tak memberitahunya agar Bara tak ikut. Iya, setelah mendengar soal itu, Bara yang awalnya dilarang ikut pergi bersamanya malah pergi juga tanpa sepengetahuan Roni, di mana Bara juga ingin memberi pelajaran kepada Tuan Kusuma yang telah melukai istrinya.Setibanya di Surabaya, Roni tidak membuang waktu. Langsung menuju lokasi di mana kediaman Tuan Kusuma berada. Di sana tanpa banyak bicara dia menyerang tempat itu sendirian, dari satpam hingga anak buah Tuan Kusuma yang berjaga di depan gedung miliknya.Mereka benar-benar tak menyangka akan ada orang yang berani menyerang sendirian, dan itu benar-benar mendadak membuat mereka tidak siap. Satu per satu ditumbangkan oleh Roni. Aura Roni begitu dingin di sini, persis seperti dirinya waktu masih muda di mana dia mengikuti pertarungan ja
Sementara di tempat lain terdengar suara benturan keras yang berasal dari sebuah meja yang ditendang hingga terbalik, iya itu suara meja yang ditendang oleh sosok pria paruh baya yaitu Tuan Kusuma, rekan bisnis gelap Tuan Kim.Dia terlihat kesal setelah mendengar kabar kedua orang suruhannya telah tertangkap, yang membuatnya semakin kesal dan marah adalah di mana kedua anak buahnya gagal menjalankan tugas mereka.Jadi sudah jelas bahwa yang mencelakai Lola adalah suruhan Tuan Kusuma. Dia memberi perintah kepada kedua anak buahnya untuk menghabisi salah satu anggota keluarga Roni sebagai bentuk pengancaman darinya karena telah berani menggagalkan rencananya.Rencana Tuan Kusuma tidak lain dan tidak bukan adalah ingin menguasai bisnis milik Tuan Kim. Orangnya sangat licik bahkan tak kalah liciknya dari Tuan Kim di saat dia masih bugar. Bahkan yang membuat Tuan Kim sakit parah sekarang adalah ulahnya. Dia ingin Tuan Kim mati dan dia yang akan menjadi penerus bisnis itu dengan menikahi cu
Tim pencari terus menelusuri sungai itu untuk mencari keberadaan Lola, di mana Bara juga ikut di dalamnya. Mereka terus mencari hingga ketemu, sampai sekitar satu jam lamanya mencari, dari kejauhan terdengar suara tangis bayi yang didengar oleh salah satu tim pencari yang paling depan.Merasa dirinya tak salah dengar, langsung segera berenang ke sana sampai akhirnya di saat dia menyorot nyala senternya ke arah sumber suara, sampai dia pun melihat sosok wanita terbaring di sana dengan bayi di dalam pelukannya.Melihat itu, dia langsung berteriak memberitahu tim pencari lainnya kalau orang yang mereka cari sudah ditemukan.Bara yang juga mendapat kabar itu seketika langsung menyeburkan diri ke sungai dan berenang secepat mungkin ke sana, karena memang satu-satunya jalan ya harus berenang dari sungai itu.Dan benar, dia melihat istrinya tergeletak tak sadarkan diri di sana dengan sebelah lengannya berlumuran darah.“Sayang....” teriak Bara naik dari sungai itu lalu memangku kepala istrin
Beberapa hari pun berlalu, keadaan Roni mulai membaik, membuat istri-istrinya ikut bahagia. Sedangkan untuk Bara, saat ini dia dan Lola sedang dalam perjalanan bulan madu ke Jepang. Awalnya mereka berencana ke Prancis dan Jerman, namun diubah atas kemauan Lola.Hanya mereka berdua yang pergi. Sera
"Papa... Sera belum ngantuk, Pa. Masa dipaksa tidur..." protes Sera, sebab baru saja hari menjelang malam, Bara sudah memaksanya tidur."Ee, Sera sayang, kamu pasti capek, kan? Apalagi besok kan sekolah, jadi harus tidur lebih awal," ujar Bara, terus memaksa Sera untuk tidur agar dia bisa berduaan
Hari-hari berlalu, di sebuah kota Jakarta yang ramai dan berisiknya kendaraan lalu lalang di sana. Semua orang di sana sibuk dengan aktivitas masing-masing, sedangkan di sebuah rumah mewah dan besar, tepatnya di kediaman keluarga Roni, terlihat di sana sedang diadakan sebuah pesta mewah. Ya, itu ad
Mendengar Anna yang meminta untuk melanjutkannya dan memulainya lagi, Xyro yang sudah merasa lelah dan sudah sempat kembali mendapatkan tenaga, tapi sebelum itu dia bertanya kepada Anna."Anna, aku tanya sekali lagi, sebenarnya kamu dan Thomas apakah pernah seperti ini?" tanya Xyro."Xyro, bisa tid







