Share

Bab 151

Author: Renita April
last update publish date: 2026-08-30 20:06:18

Wakil dari rumah produksi Crownlight Entertainment memberi sambutan sebelum acara dimulai. Memberi salam pada tamu terhormat yang datang ke acara ini. Dewa mengangguk ketika namanya disebut, sedangkan Karin malu-malu karena perhatian tamu juga turut menyertainya.

Eden menoleh pada wanita yang ia anggap sebagai penggoda, ia tersenyum sinis. Di pesta amal, wanita ini mengaku sebagai pacar Leonard, dan sekarang berstatus kekasih Dewa Sastrawijaya. Benar-benar hebat, dan Eden sangat kagum usaha ra
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Siti Homairah
iklanya kenapa mengganggu ak lgi membaca seru serunya iklanya dtng trs tlng apus iklanya sangat mengganggu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Aduh, Pelan-Pelan, Bos   Bab 318

    “Aku tidak punya hubungan apa-apa dengan Tuan Dewa. Aku sungguh tidak berani.” Wanita ini terintimidasi oleh ketiga orang wanita di depannya. “Oh, ya? Kamu pasti mendengar kabar pertunangan mengenai Nona Olivia Hart dan Tuan Dewa, tapi kamu masih saja mendekat. Dasar jalang. Hajar dia! Rusak wajahnya biar dia tidak berani muncul di depan Tuan Dewa.” “Kenapa kalian melakukan ini semua, hah? Aku sungguh tidak tahu soal pertunangan itu. Tuan Dewa hanya mengajakku makan malam, bukan berarti aku ini kekasihnya.” “Dia memberimu hadiah, dan kamu memamerkannya melalui media sosial. Itu namanya cari penyakit.” “Aku minta maaf, kumohon lepaskan aku.” Wanita ini menangkupkan kedua tangan memohon agar dilepaskan. “Kami juga tidak mau melakukan ini, tetapi Nona Olivia sangat marah.” Ketiga wanita itu tersenyum penuh arti, dan membuat korbannya semakin takut. “Tunggu apa lagi? Cepat rusak wajahnya.” Salah satu dari mereka memerintah kedua temannya. Salah satu pintu toilet terbuka, membuat s

  • Aduh, Pelan-Pelan, Bos   Bab 317

    Dulunya Karin tidak berani datang ke club, meski dibawa oleh kekasihnya. Karena menurutnya tempat ini tidaklah baik. Ya, setengah benar dan setengahnya lagi tidak. Club atas rata-rata dikunjungi oleh orang-orang kaya yang dipakai untuk melepas penat, bisnis, dan banyak hal lainnya juga. Sebab itulah, Karin datang ke club ini demi hubungan sosial. Sebagai ketua klan yang baru, ia harus banyak menjalin hubungan dengan orang-orang tertentu melalui jaringan yang namanya koneksi.“Saya sudah memesan ruangan khusus, Nona,” ucap Alexa.“Aku ingin di sini dulu.” Karin memilih untuk duduk di meja yang paling sudut. Ia melihat pengunjung bergoyang di lantai dansa. “Pesankan aku minuman.”Alexa mengangguk, lalu memanggil pelayan. Ia memesan minuman untuk Karin dan untuknya juga. Bekerja bersama Karin tidaklah terlalu harus menurut pada aturan. Karin memperlakukan bawahannya seperti seorang teman. Alexa boleh duduk di sampingnya.“Saya pesankan minuman yang sedikit mengandung alkohol.”“Apa aku h

  • Aduh, Pelan-Pelan, Bos   Bab 316

    Semua menunduk hormat kepada Karin yang merupakan kepala klan Evernight. Karena sudah tidak ada lagi yang menantang, maka Karin menetapkan aturan yang ia buat sendiri sebagai kepala keluarga yang baru. Termasuk menguasai perusahaan-perusahaan Evernight.“Seminggu lagi, kita kembali ke negara Creston. Kumpulkan semua perwakilan, kita akan membahas rapat di sana,” ucap Karin.“Baik, Nona.”Acara pengakuan ini berjalan lancar, meski ada sedikit kehebohan. Karin bisa mengendalikan semua, ia juga tidak lagi malu-malu. Ia telah menjadi Karin yang sangat berbeda. Bahkan namanya sekarang adalah Guzela Zeline Evernight. Nama itu memang terasa berat karena memikul beban nama klan Evernight.“Nona, kita akan kembali ke negara Creston,” ucap Alexa.“Aku tahu. Tidak perlu melakukan apa pun.” Tidak ada alasan harus menghubungi Dewa, Damian maupun Leonard. Hubungan itu harusnya telah berakhir. Masing-masing telah menjalani kehidupan baru, dan Karin juga ingin memulai kehidupan sebagai ketua klan. “

  • Aduh, Pelan-Pelan, Bos   Bab 315

    Anggota klan Evernoght berada di luar, tepatnya di sebuah halaman yang telah disiapkan untuk melakukan taruhan panahan. Siapa pun yang menang, maka dia akan menjadi kepala klan selanjutnya. Memegang tampuk kekuasaan serta aset-aset keluarga Evernight.Taruhan yang sangat menggiurkan. Jika dengan pertandingan ini saja bisa menjadikan mereka sebagai kepala pelayan, maka tidak perlu adanya persaingan, bahkan saling menjatuhkan.Tentu saja hal ini membuat Alaric was-was. Ia baru saja selesai melatih Karin, tetapi pengalaman Josh tentu tidak bisa diremehkan. Dia pastinya sangat ahli dalam panahan. Bagaimana bisa Karin akan mengalahkannya?“Kemarilah, Edmund.”“Ya, Tuan.” Edmund mendekatkan diri, lalu Alaric berbisik. Ia mengangguk mengerti, lalu melangkah pergi.Alaric menghela napas panjang. Ia tidak akan membiarkan kepala klan dikuasai oleh yang bukan keturunan Ivana langsung. Ini hak Karin, bukan mereka.Masing-masing disuruh ke depan. Dua buah busur panah sudah tergeletak di meja, beri

  • Aduh, Pelan-Pelan, Bos   Bab 314

    Pesta pengakuan keturunan langsung.Sejak semalam, kerabat Evernight dari belahan negara telah datang ke pulau Serenova. Kastil di pulau ini juga telah dihias. Kerabat yang datang jauh dari berbagai negara bertanya-tanya mengenai acara yang dibuat oleh kepala klan.Mereka sempat mendengar desas-desus mengenai keturunan langsung. Ada yang tidak percaya karena keturunan tersebut telah tiada 25 tahun yang lalu. Ada yang mengira jika Alaric memilih satu di antara anak asuhnya untuk dijadikan kepala klan. Tentu saja pihak dari keluarga utama atau keturunan langsung tidak mau menerimanya.Mereka penasaran dengan situasi sekarang, terlebih lagi soal kerabat langsung yang turut hadir di acara ini. Beberapa anak asuh Alaric pun juga telah tiba. Mereka memasuki aula pesta, dan berkesempatan untuk saling sapa.Sebuah klan yang terdiri dari ratusan anggota, mungkin juga hampir seribuan bila dijumlahkan dengan pekerja Evernight. Mereka juga bagian penting dari klan karena mengurus segala harta, ke

  • Aduh, Pelan-Pelan, Bos   Bab 313

    Saat ini, Karin tengah berada di suatu pulau pribadi. Sehari-hari ia hanya melihat lautan, pasir putih, cahaya matahari yang bersinar terang, kegelapan malam, hingga suara ombak yang menderu damai. Karin tidak sendiri di pulau ini, ia ditemani oleh mentor serta penjaga. Setiap hari selalu ada pengajaran. Ia tersiksa, tetapi ini kewajiban sebagai seorang pewaris. Tidak ada lagi Karin yang dulu. Sekarang yang ada hanya Guzela Zeline Evernight. Latihan demi latihan, sesekali Karin mengingat Dewa, Damian dan Leonard. Sudah berbulan-bulan masih saja belum melupakan ketiganya. Entah ketiga pria yang di sana. Mungkin ia sudah digantikan. Karin tidak bertanya pada bawahannya, padahal mudah saja mencari tahu. Namun, ia tidak melakukannya, dan tidak ada yang akan mengatakan mengenai kabar Dewa, Damian dan Leonard tanpa diminta. Karin juga percaya seiring waktu ia bakal melupakan kenangan dari tiga kekasih serta kehidupannya selama menjadi seorang istri dan anak dari orang tua angkat. Sekaran

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status