MasukSetelah perang berakhir, aku berikan tiga puluh tahun hidupku ke Jordan Handoko. Aku bangun kerajaan bisnisnya dari nol, besarkan anak-anak kita, dan jadi sosok yang diam-diam jaga keutuhan keluarga dari balik layar. Namun ketika dia meninggal, namaku nggak tercantum sedikit pun di dalam surat wasiatnya. Separuh dari seluruh hartanya diwariskan ke anak-anak kita. Sementara separuh lainnya diserahkan kepada Lisa Celindo, putri dari pria yang konon telah selamatkan nyawanya di Notama. Lisa yang sama. Perempuan yang telah curi identitasku. Perempuan yang bangun seluruh kehidupannya di atas puing-puing kehidupanku sendiri. Yang Jordan tinggalkan untuk aku hanyalah selembar catatan singkat, ditulis dengan tulisan tangannya yang begitu aku kenal. [Aku cinta kamu. Kita telah jalani tiga puluh tahun yang indah bersama. Tapi aku utang ke Lisa dan cuma ini yang bisa aku lakukan untuk balas budinya.] Saat itu juga, di ruang kerjanya, aku roboh karena serangan jantung. Jemari tanganku masih genggam erat secarik kertas menyedihkan itu. Ketika buka mataku kembali, aku terlahir lagi di tahun 1945, saat perang baru saja usai. Kali ini, aku nggak akan lagi telan semua kemarahan dan penderitaanku dalam diam. Aku akan lawan dan aku akan rebut kembali setiap hal yang memang sejak awal jadi milikku.
Lihat lebih banyakAku jalan perlahan mengitari danau, berusaha tenangkan jantungku yang masih berdegup kencang. Semua yang ingin aku katakan ke Jordan sudah aku ucapkan. Namun, rasa sakit itu tetap ada.Cinta yang telah aku pendam selama puluhan tahun nggak mungkin lenyap hanya dalam semalam. Ketika aku berbelok di tikungan menuju sisi lain taman, aku dengar dua suara yang saling meninggi. Itu suara William dan Jordan."Jauhi dia," ujar William dengan nada dingin. "Kesempatanmu sudah hilang. Kamu sendiri yang sia-siakan itu. Kamu nggak pantas untuk dia."Jordan mendengus marah."Ini bukan urusanmu.""Justru ini urusanku," balas William tegas. "Aku cinta dia. Aku selalu ada di sisinya waktu kamu nggak pernah ada. Aku dukung dia. Aku lindungi dia. Aku nggak akan pernah sakitin dia seperti yang kamu lakukan. Orang yang pantas untuk dia adalah aku, bukan kamu."Jordan hanya menatapnya tanpa mampu berkata apa-apa. Beberapa saat kemudian, akhirnya dia buka mulut."Aku nggak akan nyerah. Aku akan dapatkan dia
Pesta ulang tahun Samuel diselenggarakan dengan megah di Hotel Plaza.Aula yang luas itu dipenuhi para tokoh terpandang Nerwana, para pengusaha, pejabat, dan orang-orang berpengaruh datang untuk kasih penghormatan ke sang jenderal.Aku baru saja kasih hadiah ulang tahun ke Samuel ketika sebuah suara dari belakang buat darahku seolah membeku."Elena?"Aku putar tubuh perlahan, dan di sanalah dia berdiri.Jordan Handoko.Waktu telah tinggalkan jejak yang jelas di wajahnya. Garis-garis halus mengitari kedua matanya. Rambut di pelipisnya mulai diselipi uban. Namun yang paling mencolok adalah tatapannya. Matanya membelalak penuh rasa terkejut, seolah-olah dia baru saja lihat hantu."Elena?" Dia datang mendekat. "Beneran ini kamu?"Aku nggak jawab. Tanpa sepatah kata pun, aku berbalik dan jalan menuju pintu-pintu kaca besar yang mengarah ke taman belakang hotel.Di belakangku, terdengar langkah kaki Jordan yang terus ikuti aku. Kita jalan hingga tiba di tepi danau kecil di ujung taman. Aku b
Tujuh tahun berlalu begitu saja. Aku ikuti saran Samuel dan daftarkan diri di Sekolah Bisnis Colombo. Aku belajar tanpa kenal lelah hingga akhirnya lulus sebagai mahasiswa terbaik di angkatanku.Dengan bantuan Samuel, ditambah pengetahuan yang aku bawa dari kehidupan sebelumnya, aku dirikan perusahaan ekspor-impor milikku sendiri. Aku kerja dari pagi hingga larut malam. Aku ambil keputusan-keputusan sulit. Sedikit demi sedikit, batu demi batu, aku bangun kerajaan bisnisku dengan tanganku sendiri.Pada tahun 1952, perusahaanku telah berkembang jadi salah satu perusahaan paling sukses di Nerwana. Di kehidupanku yang lalu, aku selalu mimpi bisa punya usaha sendiri. Namun Jordan dan ayahku hanya tertawakan impian itu. Mereka bilang, tempat seorang perempuan adalah di dalam rumah, jadi istri dan ibu.Dan saat itu aku percaya dengan mereka. Aku kubur semua mimpiku demi jalani hidup sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga.Aku saksikan Lisa pulang dengan bawa gelar dari Universitas Valero,
Seminggu kemudian, sebuah surat dari Universitas Valero tiba di tangan Lisa. Status penerimaannya dibatalkan, tanpa alasan yang jelas. Lisa segera lari temui Jordan. Jordan hubungi setiap kenalan yang dia miliki dan manfaatkan semua koneksi yang bisa dia jangkau. Namun nggak seorang pun bersedia bantu dia.Dalam keputusasaan, dia pergi ke markas militer di Maroka untuk temui Samuel. Akan tetapi, para penjaga hentikan Jordan di gerbang dan bilang kalau sang jenderal nggak ingin temui dia.Jordan pulang dengan hati bingung dan marah. Selama ini, Samuel telah seperti ayah baginya. Lalu mengapa sekarang pria itu tolak untuk tolong dia?Tiga hari kemudian, sepucuk surat dari Samuel akhirnya tiba. Dengan tangan yang sedikit gemetar, Jordan buka amplop itu dan dalam sekejap dunianya runtuh....[Tuan Jordan Handoko yang terhormat,Aku telah temukan prajurit yang ada bersamamu dan Tuan Lukas Celindo waktu di Notama. Dia telah kasih kesaksian resmi di bawah sumpah. Tuan Lukas nggak selamatkan n






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.