Short
Saat Perang Berakhir, Hidup Baruku Dimulai

Saat Perang Berakhir, Hidup Baruku Dimulai

作者:  Myosotis已完成
語言: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10章節
2.4K閱讀量
閱讀
加入書架

分享:  

檢舉
作品概覽
目錄
掃碼在 APP 閱讀

故事簡介

Pernikahan

Reinkarnasi

Pilih Kasih/Egois

Cinta Toxic

Cerita Enak

Penyesalan

Hubungan Keluarga

Setelah perang berakhir, aku berikan tiga puluh tahun hidupku ke Jordan Handoko. Aku bangun kerajaan bisnisnya dari nol, besarkan anak-anak kita, dan jadi sosok yang diam-diam jaga keutuhan keluarga dari balik layar. Namun ketika dia meninggal, namaku nggak tercantum sedikit pun di dalam surat wasiatnya. Separuh dari seluruh hartanya diwariskan ke anak-anak kita. Sementara separuh lainnya diserahkan kepada Lisa Celindo, putri dari pria yang konon telah selamatkan nyawanya di Notama. Lisa yang sama. Perempuan yang telah curi identitasku. Perempuan yang bangun seluruh kehidupannya di atas puing-puing kehidupanku sendiri. Yang Jordan tinggalkan untuk aku hanyalah selembar catatan singkat, ditulis dengan tulisan tangannya yang begitu aku kenal. [Aku cinta kamu. Kita telah jalani tiga puluh tahun yang indah bersama. Tapi aku utang ke Lisa dan cuma ini yang bisa aku lakukan untuk balas budinya.] Saat itu juga, di ruang kerjanya, aku roboh karena serangan jantung. Jemari tanganku masih genggam erat secarik kertas menyedihkan itu. Ketika buka mataku kembali, aku terlahir lagi di tahun 1945, saat perang baru saja usai. Kali ini, aku nggak akan lagi telan semua kemarahan dan penderitaanku dalam diam. Aku akan lawan dan aku akan rebut kembali setiap hal yang memang sejak awal jadi milikku.

查看更多

第 1 章

Bab 1

Aku mendongak, dan dia berdiri di sana, Jordan Handoko muda berdiri di beranda rumahku dengan seragam militernya, deretan medali di dadanya berkilau diterpa cahaya matahari.

"Elena," sapanya. "Lisa lagi nggak enak badan. Bisa nggak kamu gantikan dia kerja di pabrik hari ini?"

Pada kehidupan sebelumnya, aku pasti akan mengangguk. Aku akan tersenyum lalu bilang, "Nggak masalah, Jordan," dan habiskan dua belas jam berdiri tanpa ngeluh sementara Lisa istirahat.

Tapi kali ini, nggak

"Kesehatannya bukan urusanku," jawabku dengan tenang, tanpa sedikit pun emosi dalam suaraku.

Aku pun berbalik dan melangkah masuk ke dalam rumah, tinggalkan dia terpaku menatap punggungku. Bahkan dari balik pintu, aku bisa rasakan kebingungannya. Namun, kali ini aku sama sekali nggak peduli. Aku langsung jalan menyusuri jalan menuju kantor pos.

Joni lagi berdiri di balik loket, pilah surat-surat dengan sebatang rokok yang menggantung santai di bibirnya. Aku letakkan kedua telapak tanganku di atas meja dan tanya,

"Ada surat buat aku nggak?"

"Belum ada, Elena."

Aku geser sekotak biskuit almond yang aku panggang tadi pagi ke arahnya.

"Kalau suratku sudah datang, jangan kasih ke siapa pun selain aku. Oke?"

Joni berkedip, jelas terkejut lihat kesungguhanku. Perlahan dia mengangguk. "Oke, nggak usah khawatir, Elena. Rahasiamu aman dengan aku."

Aku melangkah keluar, dan ternyata dia sudah tunggu. Jordan bersandar pada tiang lampu di seberang jalan, menatapku tanpa berkedip. Rupanya dia ikuti aku.

"Kamu ngapain di kantor pos?" tanyanya sambil dorong tubuhnya menjauh dari tiang, sebelum jalan hampiri aku.

Aku lewati dia begitu saja.

"Aku mau ngapain bukan urusanmu. Mana Lisa yang kasihan itu? Aku kira kamu akan temani dia. Kalau kamu punya banyak waktu luang, lebih baik habiskan waktumu sama dia daripada terus ikuti aku."

Wajah Jordan langsung jadi muram. Dia melangkah ke depanku, halangi jalanku.

"Elena, sudah berapa kali aku bilang? Ayahnya Lisa meninggal demi selamatkan nyawaku. Aku utang segalanya ke keluarganya. Kita nggak ada hubungan apa-apa. Orang yang aku cintai itu kamu. Kamu tahu itu."

Kalimat seperti itu sudah nggak terhitung berapa kali aku dengar.

Di kehidupan sebelumnya, kita tumbuh bersama sejak kecil. Aku begitu yakin ikatan yang kita bangun selama bertahun-tahun nggak mungkin tergoyahkan.

Bahkan ketika Lisa perlahan menyusup ke antara kita, aku pilih tutup mata dan bersabar, tunggu Jordan lunasi utangnya ke ayah Lisa. Namun utang itu butuh tiga puluh tahun untuk benar-benar lunas. Dan pada akhirnya, penantian itu membunuhku, bukan dengan pisau, melainkan oleh amarah yang gerogoti seluruh hidupku.

Aku noleh menatapnya, benar-benar menatap wajah pria itu. Pria yang aku cintai sejak umur dua belas tahun, sekaligus pria yang hancurkan hidupku.

"Apa aku juga utang nyawa ke Pak Lukas Celindo?" tanyaku lirih. "Apa karena itu aku juga harus korbankan seluruh hidupku demi putrinya? Sudahlah, Jordan. Aku sudah nggak peduli lagi dengan siapa pun yang akhirnya kamu pilih."

Aku pergi tanpa noleh sedikit pun. Di belakangku terdengar gesekan sepatu bot militernya di atas trotoar ketika dia membeku di tempat. Di kota kecil seperti ini, gosip menyebar lebih cepat daripada api yang melahap ilalang kering.

Hanya dalam dua hari, seluruh kota sudah dengar kabar kalau aku permalukan Jordan di depan umum.

Sebelum Lisa muncul, Jordan dan aku dikenal sebagai pasangan paling serasi. Kita hampir nggak pernah bertengkar. Namun sejak Lisa masuk ke dalam kehidupan kita, semuanya berubah. Meski dia selalu bersikeras kalau dirinya dan Lisa cuma teman biasa, nggak ada seorang pun yang percaya dengan itu. Akibatnya, Lisa dijauhi banyak orang, sementara seluruh kota justru simpati ke aku. Aku abaikan semua itu. Yang aku lakukan hanyalah hitung hari, tunggu suratku tiba.

Seharusnya aku sudah tahu Lisa nggak akan nyerah begitu saja. Dia temukan aku di halaman belakang rumah ketika aku sedang jemur pakaian.

"Elena, kita perlu bicara."

Aku sandarkan tubuh pada pagar sambil lihat dia main sandiwara yang sudah sangat aku kenal, gigit bibirnya, tundukkan kepala, pura-pura gugup. Rasanya lucu sekali.

"Kenapa kamu nggak suruh Jordan saja yang datang?" tanyaku. "Bukannya dia selalu pintar bereskan semua masalahmu?"

Wajah Lisa memerah, tetapi dia segera kuasai dirinya kembali.

"Jordan dan aku cuma berteman. Bisa nggak kamu jelaskan itu ke semua orang? Katakan saja kalau kamu kemarin cuma bersikap kayak anak kecil karena cemburu."

Saat aku tetap diam, dia melangkah semakin dekat. Suaranya berubah jadi bisikan penuh racun.

"Kamu beneran kira dia cinta kamu, Elena? Astaga, kamu benar-benar naif! Orang yang selalu dia cintai itu aku. Apa kamu nggak bisa lihat? Cepat atau lambat, dia pasti akan tinggalkan kamu!"

Aku menatap lurus ke matanya.

"Kalau itu berarti Jordan akhirnya menjauh dari hidupku, justru itu yang aku mau."

Ada sesuatu yang berubah di wajahnya. Senyum dingin dan penuh perhitungan perlahan terangkat di sudut bibirnya.

"Oh, gitu ya?"

Sebelum sempat bereaksi, dia tiba-tiba terjang ke arahku. Secara naluriah aku geser tubuh ke samping. Lisa hilang keseimbangan. Kakinya tersangkut batu, lalu tubuhnya terguling turuni anak tangga batu hingga jatuh ke taman.

展開
下一章
下載

最新章節

更多章節

致讀者

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

暫無評論。
10 章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status