Short
Jalinan Cinta Ini Hanya Alat Pemuas Gairahnya

Jalinan Cinta Ini Hanya Alat Pemuas Gairahnya

By:  MinnieCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
22Chapters
2.1Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Lima tahun menjalin cinta diam-diam dengan adik sahabatku, ternyata baginya aku hanya alat untuk belajar mencintai ....

View More

Chapter 1

Bab 1

Sudah lima tahun Cherish menjalani hubungan rahasia dengan adik laki-laki sahabatnya. Dengan bermodalkan stamina dan pesona yang melimpah, pria itu selalu menyeretnya untuk bermesraan di berbagai tempat.

Baru saja Cherish masuk ke toilet, Aldrich sudah menarik pinggang rampingnya dan menekannya di atas wastafel.

Dengan tatapan linglung, Cherish berbisik, "Aldrich, pelan sedikit ...."

Aldrich tersenyum tipis, menunduk ke dekat telinganya dan berkata dengan nada menggoda, "Kakak sudah nggak tahan? Ini baru mulai lho."

Gelombang kenikmatan menyerbu, membuat Cherish tak mampu lagi berkata apa-apa dan hanya menikmati semuanya dalam diam.

Selama bertahun-tahun ini, dia telah menemani Aldrich menciptakan kenangan di banyak tempat. Namun, dia tidak mampu mengimbangi energi pria yang seolah tak ada habisnya itu.

Baru sekarang dia paham. Lelaki yang lebih muda memang memiliki stamina luar biasa dan selalu punya banyak cara untuk membuat suasana makin panas.

Aldrich menyipitkan mata. Tangannya terus membelai pinggang Cherish, enggan melepaskan.

"Kenapa pinggang Kakak selembut ini? Setiap kali kusentuh rasanya selalu bikin aku gila, kayak kena sihir. Aku nggak bisa berhenti. Mulai sekarang Kakak nggak boleh disentuh pria lain ya, cuma boleh buat aku."

Cherish tahu, sejak dahulu Aldrich memang posesif. Dia tersenyum, lalu mengecup bibir pria itu. "Kamu tahu sendiri, aku cuma milikmu."

Setelah beberapa kali bermesraan, Aldrich akhirnya benar-benar puas. Dia merapikan ikat pinggangnya yang berantakan dan kembali menunjukkan sikap bebas dan liarnya.

Melihat pria itu hendak pergi, Cherish segera meraih tangannya. "Tahun depan aku sudah 30 tahun. Keluarga terus mendesak aku untuk menikah. Aku tahu kamu belum mau mengumumkan hubungan kita, jadi aku nggak pernah bilang ke mereka kalau aku punya pacar."

"Mereka bahkan sudah kenalin aku dengan beberapa pria buat dijodohkan. Menurutmu gimana?"

Langkah Aldrich terhenti. Dia berbalik, mengecup sudut bibir Cherish dengan lembut, lalu menenangkannya. "Tunggu sebentar lagi ya. Aku sudah mulai mempersiapkan lamaran."

Hati Cherish yang gelisah pun akhirnya tenang. Melihat sosoknya menghilang di ujung lorong, dia mengenakan kembali pakaian yang berserakan di lantai, mengambil tasnya, lalu berjalan perlahan menuju ruang VIP untuk melanjutkan pesta yang belum selesai.

Namun, baru sampai di depan pintu, dia mendengar gelak tawa dari dalam.

"Aldrich, hebat juga kamu. Suaranya sampai kedengaran dari luar. Kakak itu memang bikin mabuk. Suaranya tadi ... ck, ck, dengarnya saja bikin lemas!"

"Lihat saja tubuh Cherish, terutama pinggangnya. Mana mungkin nggak ketagihan? Di kalangan kita banyak yang incar dia, tapi dia nggak pernah tertarik sama pria mana pun."

"Cuma Aldrich yang punya pesona sebesar itu sampai bisa menaklukkan bidadari seperti dia. Tapi kalian sudah pacaran bertahun-tahun, pengalamanmu pasti sudah cukup, 'kan?"

Pengalaman? Pengalaman apa? Tubuh Cherish langsung terasa dingin. Dia sama sekali tidak mengerti maksud pembicaraan mereka.

Tampaknya masih ada orang di dalam yang juga tidak tahu cerita sebenarnya, sehingga bertanya terus terang.

"Pengalaman apa lagi? Aldrich suka sama adik kelasnya sejak SMA. Kami semua nyuruh dia kejar gadis itu. Dengan wajah gantengnya, siapa yang nggak bakal jatuh cinta? Tapi dia nggak berani macam-macam."

"Katanya dia nggak punya pengalaman ngejar perempuan, belum pernah pacaran, apalagi pengalaman di ranjang. Dia ingin kasih yang terbaik untuk adik kelasnya, jadi selama beberapa tahun ini dia mencari seseorang untuk dijadikan latihan."

"Sekarang adik kelasnya juga mau pulang ke tanah air. Aldrich, setelah latihan bertahun-tahun dengan Cherish, kalian harusnya sudah putus, 'kan? Kenapa tadi malah main sama dia lagi? Jangan-jangan kamu betulan jatuh cinta?"

Di tengah tatapan penasaran semua orang, Aldrich meletakkan gelas anggurnya dengan santai. "Jatuh cinta? Apa kalian bakal jatuh cinta sama mainan yang dipakai buat latihan?"

Nada bicaranya yang begitu acuh tak acuh terasa seperti pisau yang menusuk tepat ke jantung Cherish. Dalam sekejap, darah di seluruh tubuhnya seolah mengalir ke kepala.

Rasa sakit yang menghancurkan menjalar di dadanya hingga hampir membuatnya tak mampu berdiri. Namun, sebelum sempat tenggelam dalam kesedihan, dia mendengar orang-orang di dalam bercanda sambil bersiap ke luar.

Karena takut ketahuan, dia buru-buru berbalik sambil berpegangan pada dinding dan pergi dengan langkah sempoyongan.

Usianya hampir 30 tahun, tetapi dia masih menangis seperti ini. Memikirkannya saja terasa memalukan.

Saat ini, Cherish berjalan sendirian di tengah hujan deras tanpa tujuan. Pikirannya kacau balau.

Pertama kali Cherish bertemu Aldrich adalah saat tahun pertama kuliah. Dia diterima di universitas di Kota Utara dan bertemu sahabat terbaiknya selama masa kuliah, Adeline.

Karena sering bermain ke rumah sahabatnya itu, lama-kelamaan dia pun mengenal adik laki-laki Adeline, yaitu Aldrich.

Kesan pertamanya hanya satu, tampan. Sangat tampan. Selain itu, tidak ada pikiran lain.

Bagaimanapun juga, dia empat tahun lebih tua dari Aldrich. Selain itu, Aldrich adalah adik Adeline, jadi selama ini dia selalu menganggapnya seperti adik sendiri.

Setelah lulus kuliah, Cherish tidak pulang ke kampung halaman. Dia ingin lepas dari bantuan keluarga dan mencoba hidup mandiri dengan mencari pekerjaan di Kota Utara.

Karena parasnya yang cantik, dia sering menjadi sasaran perhatian pria. Suatu kali saat menghadiri acara bisnis, dia diberi obat. Dia bersembunyi di hotel dan awalnya ingin menelepon Adeline agar menjemputnya.

Karena salah menekan nomor, yang datang justru Aldrich. Saat Aldrich tiba, Cherish ingin memintanya memanggil dokter. Namun, pria itu hanya menatapnya dengan mata indahnya sebelum melepas kausnya.

Malam itu, pemuda yang baru saja beranjak dewasa itu menjadi penyelamatnya.

Keesokan harinya, wajah Cherish merah merona. Bukan karena malu, melainkan karena merasa bersalah. Dengan panik, dia bersiap pergi. Dia berharap semua itu bisa dianggap tidak pernah terjadi.

Namun, Aldrich memeluknya dari belakang dan mengecupnya pelan. "Kak, habis tidur sama aku, mau kabur begitu saja? Nggak mau tanggung jawab?"

Sejak saat itu, Cherish berusaha menghindar dengan segala cara. Namun, Aldrich terus mengejarnya.

Pada akhirnya, Aldrich berhasil mendapatkan hatinya. Mereka menjalin hubungan diam-diam tanpa diketahui siapa pun. Selama lima tahun, mereka begitu cocok baik secara emosional maupun batin. Kasih sayang mereka pun seolah tak pernah berubah.

Cherish selalu berpikir bahwa pada akhirnya mereka akan menikah dan hidup bahagia. Dia terus menantikan lamaran Aldrich. Namun, Aldrich tidak pernah menunjukkan tanda-tanda apa pun.

Karena terus didesak keluarganya, dia akhirnya memberanikan diri menanyakan hal itu secara halus. Tak disangka, ternyata sejak awal Aldrich tidak pernah berniat memiliki masa depan bersamanya. Pria itu sudah memiliki seseorang yang dicintainya.

Sedangkan dirinya, dari awal sampai akhir, hanyalah alat latihan!

Dengan pikiran kosong, Cherish pulang ke rumah. Dia meringkuk di sudut ruangan, memeluk tubuhnya yang dingin sambil termenung.

Entah sudah berapa lama berlalu, tiba-tiba dering ponsel memecah keheningan. Dia mengeluarkan ponselnya dan menekan tombol jawab.

Suara kedua orang tuanya yang serius terdengar dari seberang sana. "Cherish, sekarang sudah setengah bulan. Kamu sudah pertimbangkan baik-baik soal perjodohan itu belum?"

Menatap foto peringatan lima tahun hubungannya dengan Aldrich yang terpajang di meja, Cherish menarik napas dalam-dalam. "Sudah. Aku bersedia dijodohkan."

Mulai saat ini, dia akan memulai hidup yang baru, sedangkan Aldrich akan mengejar cinta pertamanya. Kehidupan mereka tidak akan pernah saling bersinggungan lagi.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

M--G
M--G
jgn pacaran dg : yg lbh muda, lebih kaya, dan maniak
2026-07-07 21:46:26
0
0
22 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status