/ Romansa / Aku Bukan Pelakor / Melamar Kerja

공유

Aku Bukan Pelakor
Aku Bukan Pelakor
작가: Thata

Melamar Kerja

작가: Thata
last update 게시일: 2022-01-13 19:05:52

Bella Ghafira Indriani seorang wanita single yang sedang sibuk mencari pekerjaan di media elektronik dan koran harian. Setumpuk lembaran koran menghiasi meja didalam kamarnya. Setelah satu minggu berhenti dari perusahaan tempat dia bekerja dahulu. Kini dia sibuk mencari kerjaan yang baru karena tidak ingin lama-lama menganggur. Dia membutuhkan banyak uang untuk biaya berobat ibunya. Semenjak dua tahun yang lalu ibundanya di vonis mengidap penyakit kanker serviks stadium tiga. Meskipun sudah hampir tidak mungkin untuk diobati, setidaknya bisa memperlambat menjalarnya penyakit tersebut di tubuh bundanya.

Bella terpaksa berhenti bekerja karena mendapat pelecehan dari manajer keuangan di perusahaan terdahulu. Dia dituduh sengaja merayu si manajer dan meminta sejumlah uang untuk dirinya. Padahal itu semua fitnah yang dilakukan oleh pria botak yang memang mata keranjang. Padahal dia yang sering melakukan korupsi dan uangnya dipakai untuk merayu para karyawan wanita agar bisa ditiduri olehnya. Naasnya malah dia yang dituduh telah merayu manajer ganjen tersebut. Tidak ingin dipecat secara tidak hormat dia memilih mengundurkan diri.

Sebuah pesan masuk dari Renata yang memberitahukan dia, kalau perusahaan dia lagi mencari seorang sekretaris baru untuk pimpinannya. Seperti mendapat anugerah yang luar biasa Bella sangat gembira sekali tentang kabar yang diberikan oleh Renata. Dia langsung menyiapkan semua berkas untuk melamar di perusahaan tempat Renata bekerja.

Keesokan harinya Bella pun datang untuk melamar kerja disana. Sesuai dengan instruksi yang Renata katakan kalau Bella harus berpakaian longgar atau lebih baiknya jikalau Bella berpenampilan memakai hijab. Untuk menduduki jabatan sekretaris bosnya harus benar-benar jauh dari kata seksi, karena istri bosnya sangat pencemburu. Bella benar-benar ingin mendapatkan pekerjaan ini maka dia merubah gaya berpenampilan dirinya menjadi seorang muslimah. Memakai baju long dress panjang ditambah kerudung yang menutupi dada seperti itu membuat penampilannya jauh lebih cantik dan terlihat lebih anggun.

Banyak mata yang mengagumi kecantikannya yang terlihat begitu alami. Tanpa riasan make up yang tebal. Hanya memakai bedak tipis dan sedikit pelembab bibir hingga memperlihatkan bibirnya berwarna pink yang terlihat lembut. Dia langsung memberikan surat lamarannya dan disuruh menunggu untuk di interview. Bella mencoba menghubungi Renata, namun Renata tidak bisa datang menemuinya karena sedang sibuk. Dia hanya memberikan ucapan semangat dan yakin dia akan diterima bekerja di perusahaan tempatnya bekerja. Selain itu Renata juga memberi tahukan kalau kedatangannya menjadi buah bibir karyawan karena penampilannya yang begitu anggun. Renata pun tak henti-hentinya memuji Bella yang memang sangat cocok berpakaian muslimah seperti itu. Dia juga mendoakan semoga ini jalan yang tak terduga untuk Bella hijrah menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan jauh dari segala fitnah yang selalu menerpanya.

Renata adalah teman Bella sejak SMP hingga sekarang jadi dia tau sekali tentang kehidupan Bella. Kadang dia sangat merasa prihatin terhadap Bella, hanya karena memiliki wajah yang cantik selalu membuat dirinya di bully dan dituduh sebagai perebut pacar orang bahkan sering kali dituduh sebagai perebut laki orang. Padahal sama sekali tidak pernah dia merebut milik siapapun. Hanya kecemburuan sosial lah yang selalu membuat hidupnya sedikit sulit dan susah. Semua tuduhan dan tudingan itu hanya ditanggapinya dengan senyuman.

Panggilan untuknya diinterview tiba, untuk wawancara pemilihan sekretaris CEO perusahaan ini langsung dilakukan oleh istrinya sendiri. Sifat posesifnya terlalu berlebihan hingga membuat sang suami kadang merasa tidak nyaman dengan para karyawan dikantor. Dari cerita Renata kalau bosnya itu pria yang sangat tampan dan juga baik. Banyak yang menyukai sang bos namun tidak dengan sang istri. Dia perempuan yang sangat sombong dan juga kasar. Sekretaris yang sudah lama bekerja sebagai sekretaris suaminya dia pecat dengan alasan dia mencoba untuk menggoda suaminya. Untuk tidak terjaid keributan akhirnya sang sekretaris dipindah kerja di perusahaan cabang sebagai kepala manajer.

Ada sedikit rasa gugup yang menyelimuti hati Bella takut jikalau dia tidak akan lolos dalam seleksi hari ini. Dia gemetar begitu hebat tak seperti interview di perusahaan sebelumnya yang pernah dia rasakan. Mungkin karena cerita Renata perihal istri si bos perusahaan ini yang membuat dirinya sedikit merasa takut.

"Assalamu'alaikum"ucap Bella saat membuka pintu. Tampak seorang wanita yang berpakaian elegan dengan riasan wajah yang full make up, serta lipstik merah merona di bibir tebalnya. Cantik,memang cantik. Hanya kata itu yang tergambar dibenak Bella.

"Silahkan duduk"pintanya dengan nada memerintah.

"Bella Ghafira Indriani, dari berkas lamaran yang kamu lampirkan saya cukup terkesan. Meihat penampilanmu juga lumayan".

"Bisa kamu berikan saya satu alasan kenapa saya harus menerima bekerja disini?" tanyanya sedikit mengintimidasi.

Bella merasa seluruh tubuhnya kini tengah bermandikan keringat walau keadaan ruangan ini tidak panas. Ruangan yang ber AC ini tidak mampu membuat rasa gugup yang tengah menyelimutinya sirna.

"Saya tidak memiliki alasan khusus untuk bekerja disini. Saya hanya mencoba mencari tempat kerja yang bisa menghargai kemampuan saya dalam bekerja bukan karena tertarik dengan wajah saya"jawab Bella asal tanpa dia sadari menyulut emosi wanita yang tengah menginterogasi dirinya.

"Apakah kamu merasa dirimu begitu cantik? " tanyanya dengan nada sedikit mengejek.

"Saya tidak merasa diri saya cantik, mungkin jauh dari kata sempurna. Namun saya memiliki trauma dengan sebuah pelecehan"ungkap Bella sedikit sedih mengingat dimana dia hampir diperkosa oleh bos tempat perusahaan dia bekerja dahulu.

Hal itu sontak membuat sang pemilik pertanyaan terkejut dengan hal ini. Seperti membuka lama seseorang sehingga membuat dia merasa tidak nyaman. Wanita ini adalah orang yang tepat untuk menjadi sekretaris suaminya.

"Saya minta maaf untuk pertanyaan saya sebelumnya. Menurut saya tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Mulai besok kamu bisa langsung bekerja. Saya menerima kamu untuk menjadi sekretaris suami saya. Hal ini bukan sebagai permintaan maaf saya karena membuat anda bersedih. Hanya saja anda memang pantas untuk mendapatkan posisi ini"katanya dengan tegas namun terkesan sedikit angkuh.

"Baik bu, terimakasih banyak" penuh syukur yang dirasakan Bella saat ini. Akhirnya dia mendapatkan pekerjaan lagi dan bisa membiayai pengobatan ibunya lagi.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Felicia Aileen
ceritanya menarik padahal baru awal2.. pengen aku share ke sosmed trs tag akun author tp akunnya ga ketemu :( boleh kasih tau gaa?
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Aku Bukan Pelakor   Hasrat Tamara

    Tamara sudah pulih, kini dia bersiap untuk memulai aksi balas dendamnya kepada Andi dan Bella. Setelah semua barang milik Gery dijual oleh Baron, kini dia memiliki sedikit modal untuk melakukan aksinya. Belum lagi uang yang tersimpan di rekening Gery yang lumayan banyak. Membuat Tamara tidak merasa miskin lagi. Kini dia tengah berencana untuk mengambil semua hartanya yang telah diberikan Gery kepada istrinya. Apalagi keberadaan istri Gery telah diketahui, Baron dan anak buahnya memang bisa diandalkan untuk masalah mencari tahu keberadaan istri Gery. Kehidupan Bella dan Andi pun juga selalu mereka awasi, apalagi sekarang gugatan cerai yang diajukan oleh Andi telah diputuskan. Secara resmi kini mereka telah bercerai. Membuat Tamara begitu membenci Andi dan Bella. "Kita lanjutkan rencana kita, sesuai rencana yang telah kita susun" ucap Tamara kepada Baron dan Ruby serta anak buah Baron. Sedangkan Tessa hanya duduk mengamati mereka sambil memakan buah apel yang sudah terpotong dalam piri

  • Aku Bukan Pelakor   Kembali Lagi

    Ruby menggeledah isi kamar Gery, mungkin ada barang yang bisa menghasilkan uang. Sebab dia tahu sekarang Tamara tidak punya apa-apa lagi. "Memangnya apa yang kamu cari sih dari tadi" Tessa menggerutu melihat tingkah Ruby. "Aku lagi mencari barang yang berguna biar bisa dijual. Coba tante bantu aku nyari-nyari" ucap Ruby kesal karena tersinggung dengan ucapan Tessa bernada marah kepadanya. "Memang jenius kamu Ruby" wajah Tessa terlihat kegirangan dengan pemikiran Ruby yang tidak terpikir olehnya sebelum ini. Setelah bekerjasama, akhirnya lumayan banyak barang yang terkumpul oleh mereka berdua. Terdapat lima jam tangan mahal yang harganya tentu saja puluhan hingga ratusan juta. Ada tiga cincin berlian, satu sertifikat rumah atas nama Gery. Serta mereka menemukan kunci rumah dan juga kunci mobil. Mungkin kedua barang itu milik Gery tanpa sepengetahuan Tamara. "Sayang, bisa kamu cek alamat rumah ini. Cari tau siapa pemiliknya, apa rumah itu ditempati atau tidak?" Ruby meminta bantuan

  • Aku Bukan Pelakor   Bala Bantuan

    Ruby memeriksa kondisi Gery yang sudah tidak bergerak lagi setelah mendapatkan pukulan dari Tamara yang tepat mengenai kepalanya. Sudah bisa dipastikan kalau Gery kini sudah meninggal apalagi genangan darah yang menghiasi lantai keramik putih apartemen kini terlihat begitu sangat kontras merah dan putih. Tamara masih terus saja berteriak dan menangis tidak karuan. Ruangan itu pun kini dipenuhi dengan darah, entah itu darah dari Gery ataupun darah Tamara. Ya , Tamara mengalami pendarahan yang hebat setelah mendapat tendangan dari Gery sebelumnya."Bagaimana sekarang Ruby" Tessa begitu panik dengan keadaan saat ini. Apalagi kondisi Tamara yang terlihat seperti orang gila. Namun tidak berapa lama kemudian Tamara jatuh pingsan karena tidak kuat lagi menahan rasa sakit akibat pendarahan dan rasa kekecewaan dihatinya. Semua kepedihan, semua kehancuran yang Tamara alami berputar-putar dalam kepalanya hingga membuatnya jatuh pingsan karena dia tidak bisa menerima kekalahannya."Tamara" teriak

  • Aku Bukan Pelakor   Bertemu Keluarga Kembali

    "Pa, aku sudah menemukannya" ucap Listy pada sambungan telponnya. "Kini Nilam tengah terbaring lemah di rumah sakit pa. Semuanya sungguh diluar dugaan pa, seolah takdir telah bermain-main"."Aku tidak bisa menjelaskan semuanya pa, jika papa ingin tau keadaannya papa bisa datang kesini dan melihat kondisinya"."Dia sedang menderita kangker pa" Listy terisak berbicara dengan papanya di telpon. Dia sangat bersedih melihat kondisi sepupunya itu dengan kondisi yang begitu menyedihkan. Seandainya saja, dia menemukan Nilam lebih awal mungkin dia tidak akan menderita dan penyakitnya tidak akan separah ini. Listy merasa sangat begitu berterimakasih kepada Nilam yang kabur dari perjodohannya dengan Rudi di waktu lampau. Meski dia tau semua itu ulah suaminya sendiri yang membantu pelarian Nilam dengan kekasihnya. Sebab, jika dia tidak menggantikan posisi Nilam untuk melakukan perjodohan dengan Rudi. Dia tidak akan pernah tau betapa beruntung dirinya dicintai oleh Rudi. Listy bahkan tidak akan

  • Aku Bukan Pelakor   Membantu Pelarian

    Nilam bertemu dengan Rafly ditaman tempat mereka biasanya ketemuan. Pertemuan mereka dibantu oleh pengasuh Nilam sejak kecil. Bi Fatimah lah orang yang selalu membantu Nilam untuk bisa keluar dari rumahnya."Mas, aku mau mohon sama kamu bawa aku pergi dari sini. Kita kabur saja mas, aku tidak mau dijodohkan sama papa mas" Nilam menangis dalam pelukan Rafly. "Tapi sayang, aku tidak ingin dianggap lelaki pengecut sama papamu karena membawamu pergi dan kabur dari sini" Rafly mencoba untuk menenangkan Nilam dan memberikan pengertian kepadanya bahwa yang dia katakan itu salah. "Tapi aku tidak mau dijodohkan dengan Rudi mas, aku menganggap dia seperti kakakku. Dia pun juga begitu, dia hanya menganggap aku seperti adiknya. Rasanya sulit bagi kami untuk menerima perjodohan ini mas" Nilam menjelaskan. Sebab, dia tau Rafly kadang merasa cemburu dengan Rudi. Dia pun yakin jika Rudi juga tidak menginginkan perjodohan ini. Apalagi dia tahu Rudi sedang mencari perempuan yang sudah membuat dirinya

  • Aku Bukan Pelakor   Demi Cinta

    "Nilam, besok malam kamu dan Rudi akan melangsungkan pertunangan" ucap Bima tiba-tiba saat mereka sedang makan malam. Anjas dan Marina hanya terdiam mendengar ayah dan ayah mertuanya memberitahukan berita baik tersebut. Namun itu justru merupakan berita petaka bagi Nilam."Maksud papa apa?" jawab Nilam lembut. Dia tidak berani menatap mata Bima, karena dia tahu betapa kerasnya watak sang papa. "Apa telingamu sudah tuli Nilam?" kalimat yang terdengar begitu singkat diucapkan oleh Bima tapi terasa bergidik bagi siapapun setelah mendengarnya."Tapi pa aku sama Rudi cuma..." belum sempat Nilam menyelesaikan kalimatnya. Bima meletakkan garpu dan sendoknya ke meja dengan begitu nyaringnya. Seperti dia tengah menggebrak meja makan pada saat itu. Suasana pun seketika menjadi hening, tak ada aktivitas tengah makan lagi diantara semuanya. Baik Nilam, Anjas maupun Marina."Tidak ada kata penolakan atau alasan apapun. Pokoknya besok malam kamu dan Rudi akan melangsungkan pertunangan" Bima menata

  • Aku Bukan Pelakor   Dilabrak

    Hari ini akan ada meeting bersama dengan bosnya di sebuah hotel berbintang lima yang terkenal dikota ini. Bella mematut dirinya didepan cermin, pashmina herwarna peach yang dipakainya sebagai penutup kepala nya. Dipadukan dengan blazer coklat dengan dalaman kemeja senada dengan kerudungnya. Serta tr

  • Aku Bukan Pelakor   Bola Mata

    Bella akan memulai kerja hari ini, setelah berpikir keras semalam. Akhirnya dia memutuskan untuk benar-benar memakai hijab, tidak hanya saat di kantor melainkan di waktu lainnya juga. Sebenarnya ada perasaan sedikit sedih dalam hati Bela meninggalkan ibunya seorang diri di rumah. Untuk sementata wak

  • Aku Bukan Pelakor   Ancaman Mertua

    Memang Andi selalu bersikap dingin dan acuh kepada dirinya. Namun kali ini berbeda, dirinya benar-benar marah pada Tamara. Sudah bisa dipastikan dia juga akan menjaga jarak dengan Tamara. Padahal hubungan mereka sedikit membaik sebelumnya, Andi sudah bersikap mulai mencoba untuk menerima kehadiran T

  • Aku Bukan Pelakor   Memalukan

    Tamara yang terkejut oleh teriakan suaminya itu, langsung gugup ketika melihat tatapan mengerikan yang diarahkan oleh suaminya itu. Tak pernah dia melihat sorot mata seperti itu dari Andi, meskipun dia begitu marah dengan sifat cemburu Tamara. Tapi tatapan tajam seperti itu tidak pernah Andi perliha

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status