공유

116. Belati

작가: cyllachan
last update 게시일: 2025-12-29 21:00:33

Stepan harus ke luar negeri bersama dengan Vera. Ada urusan diplomatik katanya. Sedangkan Vera menitipkan anak-anak mereka yang berumur empat tahun setengah di kastilku. Tentu karena Ibu mendesak ingin menghabiskan waktu dengan cucunya.

Aku mengiyakan saja. Mungkin beberapa minggu lagi Stepan dan Vera akan pulang. Barulah kami bisa mengantar si kembar untuk pulang ke rumah mereka. Jujur ...

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (3)
goodnovel comment avatar
Yani Suryani
harusnya disaat begini melayangkan cerai ,ini sudah terlalu gila ada bukti nyata
goodnovel comment avatar
leny mudjiono
sesekali double up donk Thor ......
goodnovel comment avatar
Mukramah
up yg banyak thor
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Aku Dan Tuan Duke   155. Epilog

    Akan ada kunjungan dari Prins Mikhail Durnovko dan Prinsessa Maria Durnovko. Kakakku bilang, mereka berdua sangat menyenangkan. Si kembar jenius. Aku memandangi diriku di depan cermin. Rambut hitam yang tersanggul rapi, mata hijau mirip punya ibu. Orang bilang aku gadis yang cantik dari kecil. Menurutku, Ibu lebih cantik. Elena si pelayan begitu sibuk menata bagian bawah gaunku. "Elena, sudah belum?" keluhku. Bibirku sudah merengut. "Sebentar lagi, Your Highness. Nah! Sudah selesai." Elena yang wajahnya berbintik dan berambut merah ikal sudah bangkit dari bawah rokku. Oh, apakah kalian bertanya siapa aku? Namaku Marisa Korzakov. Umurku enam tahun. Dan hari ini kami kedatangan tamu dari luar negeri. Ayah bilang mereka adalah sepupu kami. Kakak juga bilang mereka sangat asyik diajak main. Aku tidak sabar. Aku langsung meloncat dari panggung kayu kecil. Lalu berlari keluar dari kamar. Tak kuhiraukan teriakan Elena yang cemas dan melarangku untuk berlari-lari di dalam kasti

  • Aku Dan Tuan Duke   154. Tsar dan Tsarina

    Esok pagi telah tiba. Pasukan Alexey ternyata membuat kemah di sekitar pondok Madam Olga. Begitu mendadak. Yang paling terlihat kesal adalah Vadim. Sudah lama aku tak melihatnya, wajah yang kecut itu malah membuatku tertawa. Elena dan Sergei membantu mengepak semua barang-barang. Aku dan Alexey, juga Leon. Kami sudah siap untuk berangkat ke pelabuhan. Pulang ke Balazmir. Namun seseorang merasa terganjal di sini. Yuri. Kami semua sudah ada di depan pondok Madam Olga. Cuma Yuri yang terlihat tak bersemangat untuk pulang. “Yuri,” panggil Alexey. “Your Grace,” ia membungkuk hormat. “Kau sudah mengemas semua barangmu?” Ia mengangkat sebuah tas kumal yang isinya beberapa helai baju. Tas yang kulihat sewaktu kami bertemu dengannya di kapal feri pertama kali. “Kalau begitu ayo.” Namun kaki Yuri tak kunjung beranjak. Ia belum melangkah dari pagar depan rumah Madam Olga. Sedangkan wanita itu pun memandangi kami dengan sebuah rajutan menutupi bahunya. Pagi ini dingin. Ia ingin mengantar

  • Aku Dan Tuan Duke   153. Leon Korzakov

    "Nyonya! Dorong! Dorong!""Ngggghhhh!! Aaaakkkhh! Nghhh!"Elena terus berkomando. Sedangkan aku betul-betul susah payah untuk mengambil napas. Keringat bercucuran di sekujur tubuh. Kamar tidurku berubah menjadi kamar bersalin. Aku sudah merebahkan diriku di ranjang. Kedua kakiku mengangkang. Madam Olga dan Elena begitu berusaha keras membantuku. Rasa nyeri begitu luar biasa di bawah sana. "Apa seember ini cukup?" Sergei memotong teriakanku dengan muka bodohnya di bingkai pintu. Kami bertiga menoleh padanya. Kompak mendelik. Dia bikin aku kesal. "Taruh saja di situ! Sana pergi!" hardik Elena galak. "Ayo Nyonya! Dorong lagi!""Nghhhhh! Akkkkhhh!"Tiga puluh detik kemudian setelah aku mengejan, suara teriakan itu terdengar. Ia melengking memenuhi ruangan ini. Aku bisa mendengarnya. Rasa sakit ini, seluruh penantian ini ... terbayarkan. Ujung ekor mataku sudah dialiri air mata penuh haru."Nyonya! Bayinya laki-laki!" Elena

  • Aku Dan Tuan Duke   152. Puding Coklat

    Aku mengamati benda itu, lama sekali. Gergaji kecil yang tak akan punya harapan untuk meloloskan siapapun dari jeruji besi tebal ini. Sofia yang tak sabaran kembali menegurku."Ada apa? Cepat potong besinya! Apa yang kau-.""Sofia, bolehkah aku bertanya sesuatu?""Apa?""Mengapa kau dulu menyiksaku? Mengapa kau dulu menyiksa ibuku?"Kami berdua bertatapan. Seakan gambaran masa lalu tengah bermunculan di antara kami. Kenangan-kenangan manis bersama. Aku masih tidak memahami mengapa aku dan dia berubah menjadi tragedi."Apa kau memang tidak pernah mencintaiku, Sofia?"Ia memegangi jeruji itu dan memandangiku nanar. Mungkin segala ingatan masa lalu berkelebat di kepalanya. Ia menggeleng."Aku mencintaimu, Alexey .... Aku pernah mencintaimu. Saat di perpustakaan itu, aku mencintaimu. Tapi ... sebelum kita menikah, aku mengetahui sesuatu yang lain.""Apa itu?""Apa kau tahu  siapa yang membunuh ayah

  • Aku Dan Tuan Duke   151. Gergaji

    Aku tak tahu apa yang hendak Lenin berikan kepadaku. Namun aku diminta untuk menunggu. Aku bilang padanya, lusa atau tiga hari lagi aku akan langsung pulang ke Balazmir untuk mengatur segalanya. Jadi apapun itu, dia bisa mengirimkan kepadaku. Namun dia meyakinkanku bahwa aku akan mendapatkan benda itu sebelum pergi meninggalkan markas ini.Malam-malam saat aku baru saja terlelap, seseorang mengetuk pintu kamarku."My lord, Your Grace! Buka pintunya," seseorang mendesis dari balik pintu.Aku terpaksa bangun. Segera kupakai jubah tidur untuk membalut piyamaku. Kubuka pintu itu, kulihat Vadim berdiri di depan. "Ada apa?""Saya rasa ... mereka melakukan sesuatu.""Apa maksudmu?"Belum sempat Vadim menjawab, samar-samar kami dengar suara teriakan dari kejauhan. Aku dan Vadim saling memandang. "Ayo. Sebaiknya kita cari tahu."Kami menyusuri lorong-lorong wastu yang masih gelap. Mungkin ini tengah malam.

  • Aku Dan Tuan Duke   150. Lenin

    Sehat, bugar, bahkan terlihat lebih baik dari sebelumnya.Aku memandang dingin Sofia Romanov. Entah mimpi buruk apa yang menyertaiku akhir-akhir ini. Sudah tiga hari aku berada di tempat ini, di markas Yekatrinov bersama Lenin, anak buahnya, dan Sofia Romanov.Berbeda dari bayanganku, kukira dia akan bernasib sama dengan Tsar Nikolai dan keluarganya. Jadi tahanan rumah berbulan-bulan, makan makanan yang menyedihkan dan cuma pakai garam. Tidak. Sofia Romanov begitu hidup. Bahkan sepertinya lebih bahagia dari saat ia masih di istana Musim Dingin Santo Peterkov. Di sini, dia seperti burung yang dibiarkan begitu bebas. Bebas pergi kemana pun yang ia mau. Bebas melakukan segala hal yang ia inginkan. Bahkan ia juga dikawal oleh pengawal-pengawal amatiran milik Lenin. Kudengar juga segala yang ia inginkan dikabulkan oleh Lenin. Minta gaun-gaun cantik, perhiasan dan lainnya. Segalanya dituruti. Entah pria botak itu menjarah, merampok rumah bangsawan mana hingga i

  • Aku Dan Tuan Duke   138. Tahta

    Setelah keluar dari ibukota Santo Peterkov, matahari mulai terlihat. Kereta kuda ini berjalan tak terlalu cepat agar tidak dicurigai. Aku melihat beberapa gerombolan orang memang masuk ke ibukota. Mereka membawa senapan. Beberapa menunggangi mobil besar yang mengangkut barang-barang. Menderu-deru

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
  • Aku Dan Tuan Duke   132. Nyanyian Rakyat

    Ini meja makan besar yang biasa dipakai oleh para pelayan untuk makan bersama. Saat ini aku berada di lantai bawah tanah. Aku tak lagi melihat Alexey setelahnya. Mereka menggiringku langsung ke ruang bawah tanah wastu kami.

    last update최신 업데이트 : 2026-04-02
  • Aku Dan Tuan Duke   131. Kabur

    Aku dan Alexey memandangi langit-langit kelam. Ia menggenggam tanganku. Begitu hangat ranjang kami malam ini. Di tengah udara kota yang mulai dingin, aku merasa begitu tenang dan nyaman."Anya

    last update최신 업데이트 : 2026-04-02
  • Aku Dan Tuan Duke   134. Tamat

    Sayup-sayup sebuah nyanyian terdengar dari ruang bawah tanah. Suara Rasputin mendendangkan sebuah lagu yang merana.Felix menyimpan kantong kertas di saku dada. Ia melangkah lagi dan pergi menu

    last update최신 업데이트 : 2026-04-02
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status