แชร์

57

ผู้เขียน: KolongLangit_15
last update วันที่เผยแพร่: 2025-12-22 21:49:55

Snowman restoran, tempat itu sudah sangat familiar bagi Aleya. Hampir setiap hari selama lebih 5 tahun ini, dia ada disana. Bekerja sebagai pelayan untuk menghidupi dia dan Keyla. Tapi hari ini, masuk kesana terasa sedikit canggung. Apalagi dia masuk tidak hanya bersama Keyla, melainkan dengan Harun juga.

Harun memaksa ikut saat Aleya hendak datang untuk berpamitan pada rekan kerja dan atasannya. Alasannya karena mau langsung ke privat beach untuk menikmati sunset, agar mereka tidak perlu bolak
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   seasons 2

    Tepukan tangan menggema di ruang meeting. Hari ini, secara resmi, Harun menyerahkan tampu kepemimpinan tertinggi pada Aqilah. Dia sudah merasa tak mampu lagi menjalankan tugas setelah penglihatannya terganggu. Tak ada satupun yang protes, karena semua tahu seperti apa kinerja seorang Aqilah Sasena.Diusianya yang baru menginjak 28 tahun, Aqilah sudah berada di puncak karier. Air matanya menetes, teringat kerja kerasnya selama ini. Jangankan senang-senang, hang out bareng teman, buka sosial media saja, dia jarang, bisa dibilang tak ada waktu. Seluruh waktunya untuk kerja dan kerja, tak pernah sekalipun pacaran yang menurutnya hanya buang-buang waktu."Selamat, Bu Aqilah." Harun mengulurkan tangan kearah Aqilah, tapi karena terbawa perasaan, Aqilah tak menjabat tangan itu, melainkan memeluk papanya. Sejenak mengabaikan etika di tempat kerja, dimana Harun selalu meminta pada anak-anaknya untuk bersikap profesional ketika ada orang lain.Bahkan Aqilah dan Rangga harus memanggilnya Pak Har

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Mulut Aqilah menganga lebar, demikian pun dengan Bian. Keduanya saling bertatapan dengan rasa yang sama, tak percaya. Apa tidak salah yang dikatakan dokter, Aqilah hamil anak kembar. Dan yang lebih mengejutkan, ada 3 kantung janin, yang artinya, kembar tiga alias triplet."Dok, tapi bulan kemarin...""Bulan kemarin masih belum kelihatan kantung janinnya. Dan sekarang sudah jelas. Bu Aqilah, hamil kembar tiga." Dokter tersebut memotong kalimat Bian. Ini memang sudah kedua kalinya mereka periksa kandungan. Dan sekarang, usia kehamilan Aqilah sudah masuk 12w."Mas, tiga." Aqilah menatap Bian sambil mengangkat 3 jarinya.Bian jadi teringat celetuknya dulu pada Dave. Dia akan punya anak kembar 3. Dan ternyata benar, kata-kata adalah doa. Sekarang, Tuhan mengijabah doanya, dia akan segera memiliki 3 anak."Dijaga baik-baik ya kandungan. Orang hamil kembar itu, lebih berat daripada hamil yang hanya ada satu janin. Apalagi ini kembar tiga. Nutrisinya butuh lebih banyak, dan pastinya, saat ham

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Keyla penempuh penerbangan menuju Kupang dengan perasaan tak karuan. Perkataan Aqilah sukses meracuni otaknya. Tahu Keyla sedang tidak baik-baik saja, Aisyah yang duduk di sebelahnya jadi khawatir. Dia menggenggam tangan Keyla yang terasa dingin."Overthinking itu gak boleh," ujarnya untuk menenangkan hati Keyla. "Kamu tahu sendiri, seperti apa Aqilah. Kakak kamu itu sejak dulu selalu negatif thinking kalau untuk urusan laki-laki, urusan percintaan. Kamu gonta ganti pacar berkali-kali, gak ada kan, satupun yang bisa sreg dihati kakak kamu? Karena dia memang setidak percaya itu dengan laki-laki, dengan cinta. Tapi kamu, kamu kenal Dave sudah lama, kamu pasti tahu seperti apa dia. Jangan terlalu difikirkan perkataan aqilah."Keyla mengangguk meski hatinya masih belum seratus persen tenang. Dia menyandarkan kepala di sandaran kursi."Tante itu bersyukur banget, Aqilah bisa dapat suami kayak Brian, bisa jatuh cinta sama Bian. Dulu tante sempat kepikiran kalau Aqilah gak bakalan mau nikah

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Aqilah dan Bian duduk bersebelahan di sofa panjang, sementara Bu Diah duduk sendiri, menatap keduanya sambil menunggu penjelasan. Tadinya Aqilah fikir, setelah menyampaikan kabar tentang kehamilannya, dia akan langsung diangkat oleh Bian seperti di film-film. Dibawa berputar-putar sambil tertawa bahagia. Atau kalau tidakpun, akan dihadiahi pelukan dan ciuman.Tapi yang terjadi, sungguh di luar ekspektasi, dia dan Bian malah disidang. Kabar kehamilannya, tak langsung membuat mertuanya bahagia, melainkan bingung.Sementara Rangga, cowok itu malah gak peduli, asyik mengedarkan pandangan mencari sosok gadis cantik bernama Ayu. Tadi dia sudah ke dapur, tapi tak ada Ayu disana. Kemungkinan hanya satu, dia di dalam kamar, tapi tak mungkinkan, mau mengecek. Cuma bisa berharap, gadis cantik itu segera keluar."Kalian gak berbuat dosakan?" Bu Diah masih kepikiran kesana."Astaghfirullah, Bu. Ya enggaklah," sahut Bian. Mungkin benar jika nafsuu laki-laki itu besar, tapi tak mungkin dia menjamah

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    "Makasih buat bunganya." Ucap Aqilah setelah dia dan Bian selesai menunaikan ibadah suami istri. Dia yang sedang berada dalam dekapan Bian, makin meringsek, membenamkan kepala di dada bidang suaminya."Kamu suka?" Bian mengecup puncak kepala Aqilah sambil mengusap punggung polosnya."Banget.""Kayaknya mas harus menanam bunga mawar di depan bengkel.""Kenapa gitu?""Biar bisa sering-sering ngasih kamu bunga. Sayang kalau beli terus, mahal banget."Aqilah tak bisa menahan tawa mendengar kejujuran suaminya."Pelit.""Bukan pelit, tapi ngirit.""Beda kata doang, intinya sama," Aqilah terkekeh pelan. Mendongakkan wajah, menatap Bian. Menyebalkan, kenapa dia bisa jatuh cinta sejatuh jatuhnya pada pemuda ngirit alias pelit ini. Yang sebentar saja tak melihat, rasanya rindu berat. Bahkan tak bisa tidur tanpa pelukannya. Dan yang setiap sentuhannya terasa memabukkan."Tapi beneran loh, Qill. Mas kaget saat tahu harganya buket bunga mawar. Sumpah, mahal, diluar ekspektasi. Seumur hidup, ini pe

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Tak tega ibunya pulang naik angkot, Bian mengantarkannya sampai rumah. Sepanjang jalan, banyak sekali petuah yang diberikan, salah satunya, harus bisa menekan ego, karena menyatukan dua pemikiran menjadi satu itu tidak mudah. Rumah tangga itu saling melengkapi, bukan saling menunjukkan siapa yang lebih hebat. Jangan hanya menginginkan dimengerti, tapi juga mencoba untuk belajar mengerti.Bian mampir sebentar karena sudah mau masuk waktu maghrib. Menunaikan kewajiban dulu disana agar tak terburu-buru dalam perjalanan pulang."Ini, bawa pulang." Bu Diah menyerahkan kantong keresek berisi bandeng presto dan sambal yang dia masak siang tadi. Awalnya mau minta Ayu mengantar, tapi ternyata, putrinya itu sibuk dengan praktikum. "Itu mobil, sekalian kamu bawa juga, biar kemana-mana gak pakai motor.""Bian lebih seneng pakai motor, Bu.""Terus Aqilah, dia mau kamu ajak naik motor?" tanyanya sambil duduk di sebelah Bian."Mau kok, Bu. Kalau butuh mobilpun, pakai mobilnya Aqilah.""Syukur deh ka

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Bian berdecak pelan mendengar Putra berteriak memanggilnya dari luar. Ada customer yang ingin mengambil mobil yang sudah selesai diperbaik katanya. Padahal masih ingin berduaan dengan Aqilah, tapi mau gimana lagi, dia harus bekerja. Sekarang, karna tidak hanya ibu dan Ayu yang jadi tanggungan nya.

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Bian baru bisa bernafas lega saat motornya sampai di bengkel. Bengkel sudah buka, dua orang pegawainya tampak sudah sibuk. Mungkin ini yang katanya rezeki pernikahan. Setelah menikah, bengkelnya makin ramai. Entah karena alat yang sekarang makin langkap, atau apa, yang pasti penghasilannya bertamba

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Aqilah mengerutkan kening saat berada di basement apartemen. Bukan di area mobil yang selalu menjadi tujuannya, namun di area motor, yang selama ini, belum pernah dia datangi."Pakai motor?" tanyanya saat Bian mengangsurkan sebuah helm warna putih padanya."Iya, kenapa emang? Oh, kamu gak pakai jak

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    "Maaf." Akhirnya kata keramat itu keluar dari bibir Aqilah."Maaf untuk hari itu. Itu hanya respon reflekku saja. Saat seseorang menyentuh..." Aqilah menggigit bibirnya sambil menunduk. Rasanya dia tak perlu menyebutkan secara gamblang agar Bian mengerti."Bagus."Aqilah langsung mengangkat wajah m

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status