ログイン83. Suami Penggantiku Kakak Iparku Sang Penolong Larasati.Penulis : Lusia Sudarti Part 83Pintu di dobrak dengan paksa, lelaki bertopeng memasuki kamar. Disaat Sergio hendak melakukan niat jahatnya terhadap Larasati. Sergio tersentak, ia melompat turun karena terkejut.======="Siapa kamu? Berani mencampuri urusanku?" hardiknya kepada lelaki bertopeng itu.Larasati masih mempunyai sedikit kesadaran, ia menyipitkan kedua matanya, dan mencoba menerka siapa yang tengah menolongnya saat ini."Tidak penting siapa aku!" jawabnya. Kemudian dengan sekali sentakan, tubuh Larasati telah berada di bahunya. Dengan gerakan cepat ia melesat membawa pergi Larasati.Sergio yang tidak memperhitungkan semua itu, berdiri mematung dan seperti orang hilang ingatan."Kurang ajar! Siapa yang berani mengusik kesenanganku itu!" umpatnya dengan keras, ia menyugar rambutnya dengan frustasi.*Lelaki bertopeng meletakkan tubuh Larasati yang tak berdaya, akibat pengaruh alkohol."Siapa kamu? Mengapa kamu menol
82. Suami Penggantiku Kakak IparkuLarasati Hampir Menjadi Mangsa Sang Mantan.Penulis : Lusia SudartiPart 82Beberapa menit berlalu, alam pikirannya berkelana dan berfantasi tentang Rangga.=============Seperti biasa, Rangga bekerja dan Layla mengurus bisnisnya, Erika kuliah dan Anjasmara telah menginjak kelas satu Sekolah Dasar. Ibu Indri yang selalu merasa kesepian, beliau sering berkunjung ke kediaman Layla. Begitupun dengan Layla dan keluarganya, mereka saling mengunjungi. Sementara itu, di Rumah Sakit tempat Dokter Larasati bekerja, ia nampak disibukkan dengan pasien yang kritis. Pasien militer. Anggota tim dari Rangga yang bertugas di Provinsi M.Rangga melangkah tergesa menuju ruang IGD dimana Sersan Joko sedang mendapatkan pertolongan intensif dari tim Dokter yang dikepalai Dokter Larasati. Sersan Joko terluka parah, karena tiga buah timah panas dari pemberontak bersarang di da-da kirinya, yang menyebabkan ia kehabisan banyak darah. "Bagaimana keadaan Sersan Jono, Mayor?"
81. Suami Penggantiku Kakak IparkuSemua Berbahagia Dengan Kehamilan Layla.Penulis : Lusia SudartiPart 81"Mayor ... Dokter Larasati!"========="Dokter, Andi ... saya duluan! Istri sedang hamil muda jadi minta ini dan itu!" seru Rangga sambil mengangkat plastik makanan yang baru saja dibeli, dengan senyum bahagia. Mayor Andi dan Dokter Larasati saling pandang, mereka mencoba tersenyum. "Silahkan Let ...""Andi ...! Lihat, kita dimana?" potong Rangga. "Siap! Rangga ... hehehe!" Mayor Andi tergelak, begitupun dengan Rangga. Sedangkan Dokter Larasati hanya mengulum senyum dan menundukkan kepala."Kalian yang akur ya? Saya duluan!" Tanpa menunggu jawaban, Rangga bergegas menuju ke mobil, sambil menerima panggilan telpon. "Iya, Sayang! Ini sudah dapat semua. Tunggu Mas ya?"Dokter Larasati dan Mayor Andi menatap kepergian Rangga, hatinya bahagia melihat sahabatnya nampak sangat bahagia saat ini. Berbeda dengan Larasati, Dokter cantik itu sangat terluka, melihat Rangga yang tampak berb
80. Suami Penggantiku Kakak IparkuMayor Andi dan Dokter Larasati Penulis : Lusia Sudarti Part 80"Holeee, Ate dan Om Dika bobo sini!" seru Anjasmara sambil melompat kegirangan.Semua yang melihatnya tersenyum bahagia.🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀"Laras ... sudah saatnya kamu mencari pendamping hidup, Nak! Lihatlah Mama dan Papa semakin menua," tegas wanita paruh baya yang masih nampak garis kecantikannya.Dokter Larasati mendongak, ia menatap wanita yang melahirkannya dengan tatapan sendu.Ia mencoba tersenyum. "Laras masih belum berfikir kearah sana, Ma!" jawabnya dengan tatapan jauh menerawang.Ibu Freya menghela nafas perlahan, beliau menghampiri Dokter Larasati yang masih berkutat dengan laptopnya.Usapan lembut terasa di pucuk kepalanya."Cobalah untuk membuka hatimu. Renungkan semua kata-kata Mayor Andi. Mama melihat ketulusan dimatanya."Dokter Larasati menutup laptopnya dan mengarahkan tatapannya kearah ibunya. Ia menarik nafas sesaat, sambil melangkah kearah jendela kamarnya yang mas
79. Suami Penggantiku Kakak IparkuRangga Bahagia Menjadi Seorang Ayah.Penulis : Lusia SudartiPart 79"Sudah, jangan terlalu banyak pikiran! Nanti calon cucu kedua Mama, ikut sedih!" seru ibu Indri dengan wajah bahagia."Apa, Ma! Cucu ...?"=============Suasana bahagia terlihat di wajah mertua dan ibu Layla, ketika mendengar kabar kehamilan Layla yang kedua. Rangga yang sedang menjalankan tugas, ditelpon oleh ibu Indri, bahwa Layla sedang hamil. Tanpa sepengetahuan Layla.(Rangga, istrimu kini dirumah sakit! Dalam perjalanan pulang dari Bandara, istrimu jatuh pingsan. Saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit.)Tentu saja Rangga sangat cemas mendengar kabar tentang istrinya. (Apa, Ma ...! Apa yang terjadi dengan istri Rangga?)Ibu Indri tersenyum mendengar kata-kata Rangga yang cemas akan istrinya. (Kamu tidak perlu khawatir, Nak! Istrimu tidak apa-apa, istrimu sedang hamil muda saat ini!)Untuk kedua kalinya, Rangga terkejut dengan kabar yang baru saja di dengar dari ibunya. (Aa--aap
78. Suami Penggantiku Kakak IparkuLayla Tak Sadarkan DiriPenulis : Lusia SudartiPart 78Tak berselang lama, mereka berdua terlelap dalam buaian mimpi indah. Harapan dan keinginan mereka berdua.=============Layla menyiapkan semua keperluan Rangga selama bertugas di Papua. Nanti malam jadwal keberangkatannya, menuju Pulau burung tersebut."Bagaimana Sayang? Sudah siap semua?" tanya Rangga. Layla menoleh kebelakang, ia mengangguk pelan, wajahnya nampak murung, dan Rangga menyadari semua itu."Kenapa manyun aja, Sayang?" tanya Rangga sembari memeluk istrinya dari belakang dan mengendus lehernya.Layla terkejut, ia sedikit mengelak karena Rangga sengaja membuatnya gelagapan. "Iihh, geli Mas!""Biarin, siapa suruh cemberut aja!" jawabnya. Layla yang telah selesai membereskan pakaian dan keperluan Rangga, segera beranjak dan menghindari suaminya yang terus menggodanya. Rangga tak tinggal diam, ia segera menarik tubuh Layla kedalam pelukannya. Layla yang tak sempat mengelak, terjatuh t