MasukDi hari pernikahan putraku, suamiku mengusirku dari kursi utama dan duduk di kursi undangan paling belakang. "Liana nggak menikah seumur hidup dan nggak punya anak karena aku." "Liana cuma mau mewujudkan mimpinya menjadi seorang ibu, hari ini saja. Apa kamu nggak bisa membiarkannya? Kenapa hari ini mesti ribut-ribut?" Aku menoleh ke arah putraku, berharap dia akan menghentikan kekonyolan ini. Akan tetapi, putraku malah berkata, "Itu benar, Bu. Aku sudah memanggilmu Ibu selama 20 tahun. Cuma hari ini saja aku akan memanggil Bibi Liana." "Aku cuma nggak akan ngasih teh ke Ibu. Jadi, bisakah Ibu nggak terlalu mempermasalahkan hal ini?" Menghadapi ayah dan putranya yang kompak ini …. Pada titik ini, tiba-tiba saja aku merasa jika 25 tahun terakhir ini hanyalah sebuah lelucon.
Lihat lebih banyakRyan menundukkan kepalanya dan tidak berani menatapku. Rasa bersalah terpancar di matanya."Bu, bisakah Ibu membantuku?""Membantu merawat istrimu? Ryan, bagaimanapun kamu itu anakku. Hal yang seharusnya kubantu, tentu akan kubantu.""Istrimu bisa pindah ke rumahku dan aku akan merawatnya untuk sementara waktu."Setelah aku berkata seperti itu, Ryan makin menundukkan kepalanya."Bukan merawat istriku, tapi merawat .... Bibi Liana."Aku mengerutkan kening, lalu tersenyum tipis. Jadi, inilah tujuannya yang sebenarnya.Aku benar-benar kagum pada anakku ini. Meski mengetahui apa yang terjadi ….Dia masih saja punya keberanian untuk datang dan memohon kepadaku untuk merawat Liana.Atau, apa mereka sudah yakin jika aku akan luluh dan bersedia melakukannya?Wajahku menjadi dingin. "Ryan, sebelumnya kupikir kamu itu nggak punya otak. Memandang hubungan kita sebagai ibu dan anak, aku nggak akan berdebat denganmu.""Tapi, sekarang aku sadar. Kamu sama sekali nggak punya hati. Daripada membesarka
Setelah berkata seperti itu, tanpa menatapnya sedikit pun, aku langsung berbalik dan pergi.Jimmy menatap punggungku. Untuk pertama kalinya, Jimmy merasa sedikit aneh. Ini bukan Sandra yang dia kenal.Sandra yang dikenalnya selalu diam dan tidak banyak bicara. Apa pun yang dilakukan Sandra, keberadaannya nyaris tidak terasa. Saat Jimmy menikahi Sandra ….Sebagian alasannya adalah karena Liana meninggalkannya. Sebagian lagi adalah karena kesan yang diberikan Sandra kepadanya, lembut dan tenang, sehingga membuat Jimmy tersentuh.Setelah bercerai, aku mendaftar grup tur dan keliling dunia.Beberapa kenalan mendatangiku dan menanyakan apa yang terjadi, tetapi aku hanya diam saja.Aku hanya mengatakan jika kami berdua tidak cocok. Sekalipun bercerai, aku tidak mau mengatakan hal-hal buruk tentang Jimmy di belakangnya.Tidak peduli apa yang dilakukan Jimmy, bagaimanapun, dia pernah memberiku kebahagiaan dan aku sangat mencintainya.Kami berdua sudah tidak lagi tinggal bersama. Tidak perlu be
Aku membuka tutup air mineralku dan meneguknya sambil menyeka keringat di dahiku."Hmm.""Apa semua ini karena aku? Sandra, sebenarnya kamu nggak perlu terlalu memedulikan keberadaanku. Hubungan kami cuma sebatas kasih sayang dan sopan santun. Sejak awal, kami nggak berniat menyakitimu."Sambil tersenyum, Sandra pun berkata, "Maafkan aku. Aku nggak pernah punya keinginan untuk merusak pernikahanmu dan Jimmy.""Kehadiranku cuma untuk menebus penyesalan di masa mudaku dulu. Aku juga nggak menyalahkanmu waktu kamu merebut Jimmy dariku.""Kamu nggak perlu merasa bersalah mengenai hal ini. Aku cuma mau pergi setelah pertemuan kali ini. Tapi, aku benar-benar mengkhawatirkan Jimmy.""Sekarang, kamu juga mau meninggalkannya. Sandra, sebagai seorang wanita, suami dan anak adalah prioritas utamamu. Jangan terlalu idealis, juga jangan tertipu cerita motivasi yang cuma mau cari untung di internet.Aku bali tersenyum kepadanya. "Penyesalanmu di masa muda nggak ada hubungannya denganku. Tapi, kalau
"Sandra, aku nggak tahu sejak kapan kamu jadi orang yang nggak masuk akal dan merepotkan seperti ini?"Mendengar kata-kata Jimmy yang balik menyalahkanku itu, tiba-tiba saja aku menyadari jika diriku tidak pernah benar-benar bisa memahami Jimmy.Jimmy memang pandai memutarbalikkan kesalahannya, lalu menimpakannya padaku.Sebelumnya, demi Ryan dan demi keluarga ini, aku bisa menanggungnya.Namun, sekarang aku tidak mau lagi menanggungnya.Aku pun langsung memotong kata-kata Jimmy."Jimmy, ayo kita bercerai saja. Surat perjanjian cerainya sudah kuletakkan di meja kopi. Kalau nggak ada masalah, kamu bisa menandatanganinya.""Nanti, kita akan cari waktu mendapatkan akta cerainya."Setelah berkata seperti itu, aku langsung menutup teleponnya.Aku memang bodoh. Aku tidak bisa bicara dengannya. Aku tidak ingin mendapat masalah lagi.Asalkan perceraian ini bisa berjalan lancar, yang lainnya biarlah berjalan sesuka mereka.Mendengar aku ingin bercerai dan pindah rumah, Ryan pun datang menemuiku












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.