Short
Pengkhianatan di Arena Es Hoki

Pengkhianatan di Arena Es Hoki

By:  Miss SunnyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
30Chapters
49views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Akta pernikahanmu ini hanyalah suvenir seharga delapan ratus ribu, Bu Irene. Suamimu sudah menikah dengan orang lain." Dalam sekejap di kantor imigrasi, hidupku sebagai istri superstar tim permainan hoki, Leon Suta, lenyap. Pernikahan rahasia kami ternyata adalah penipuan, dan Leon sudah menikah secara resmi dengan manajernya, Sofia! Tapi kekejaman itu tidak berhenti di situ. Leon juga mengharapkan aku untuk setuju mengadopsi "anak yatim piatu korban perang", padahal anak itu sebenarnya adalah putra rahasia antara Leon dan Sofia. Dia tidak menginginkan seorang istri. Yang dia inginkan adalah seorang dokter kelas dunia untuk memperbaiki karirnya dan seorang pengasuh gratis untuk membesarkan anak dari istrinya yang asli. Tapi Leon membuat satu kesalahan fatal. Dia lupa bahwa akulah satu-satunya yang bisa membuatnya tetap bermain di atas es. Aku pun menandatangani kontrak yang memecahkan rekor dengan Tim Sonar, rival terberatnya. Sekarang, saat lutut Leon hancur selama babak pasca musiman, aku berada di bangku tim lawan, menyembuhkan satu-satunya orang yang bisa menghancurkannya. Dia menginginkan pengasuh? Aku yakin dia malah akan mengalami mimpi terburuknya.

View More

Chapter 1

Bab 1

Sudut Pandang Irene.

"Akta pernikahan Anda itu hanya suvenir seharga delapan ratus ribu, Bu Irene."

Kata-kata itu menghantamku lebih keras daripada lemparan hoki nyasar yang pernah kuhindari di atas es. Aku hanya bisa menatap Pak Martin yang duduk di seberang meja, wajahnya terllihat tenang dan dingin seperti kantor pemerintahan yang aku datangi ini.

"Hah?" Akhirnya aku berhasil bicara, suaraku terdengar seolah berasal dari bawah air. "Tapi itu akta nikah yang sah. Aku bahkan sudah memasangnya dalam bingkai di meja samping tempat tidurku selama setahun."

"Nomor registrasinya nggak valid. Capnya juga palsu." Pak Martin mengoreksi, nadanya merendah, tanpa sedikit pun empati.

Dia mengetuk kertas berhias embos emas itu dengan jarinya dengan keras. "Ini jenis barang yang bisa Anda beli di toko suvenir agar orang bisa berpura-pura menikah selama akhir pekan. Di mata pemerintah Amarilas, Anda masih lajang."

Ruangan itu terasa mulai berputar. Dengungan rendah dan menjengkelkan dari lampu neon di atas tiba-tiba terasa seperti bor yang menembus tengkorakku. Tanganku refleks menyentuh cincin berlian di jariku yang tampak sederhana dan elegan, namun kini tiba-tiba terasa seperti cap panas yang membakar dan memalukan.

"Ini pertandingan pasca musiman, Irene." Suara Leon bergema di kepalaku, terdengar selembut beludru, suara yang sama yang telah memikat jutaan penggemar dan meyakinkanku untuk menikah dengannya dalam upacara rahasia tengah malam. "Pelatih bisa membunuhku kalau aku sampai absen latihan. Kau urus saja dokumennya. Kau kan yang paling pintar."

Aku memang yang paling pintar.

Aku adalah kepala dokter untuk tim Hoki Toreto Arpaz.

Sepanjang karirku, aku telah menjahit luka robek yang menganga dan mengembalikan posisi bahu yang terkilir ataupun terlepas dari sendinya. Sementara, dua puluh ribu penggemar berteriak meminta kemenangan. Aku dilatih untuk menangani situasi bertekanan tinggi, situasi hidup dan mati dengan ketepatan seperti operasi bedah.

Namun, ternyata aku telah hidup dalam kebohongan selama tiga ratus enam puluh lima hari terakhir.

"Pasti ada kesalahan." Aku tergagap, jantungku berdebar kencang seperti burung yang terperangkap. "Suamiku, Leon Suta ... dia penyerang terkenal untuk Tim Toreto. Tim manajemen yang mengurus pendaftarannya. Pengacaranya ...."

"Pengacara Pak Leon nggak pernah mengajukan apa pun untuk Anda, Bu Irene." Pak Martin menyela, bersandar dan melepas kacamatanya. "Dan walaupun mereka mencoba, itu nggak akan ada bedanya. Leon Suta nggak mungkin secara hukum menikahi Anda bulan Juni lalu. Atau kapan pun."

"Mengapa?" bisikku. Kata itu terasa seperti pecahan kaca yang tersangkut di tenggorokanku.

"Suami Anda, maksud saya Pak Leon, dia sudah menikah dengan orang lain." Pak Martin memutar layar monitor komputernya ke arahku.

Cahaya biru layar membutakanku sesaat. Ketika penglihatanku kembali jernih, aku melihat catatan basis data. Itu nama Leon. Dan tepat di sebelah namanya ... di bawah kolom pasangan, bukan namaku yang tertulis.

Itu nama yang bahkan sangat kukenal.

Sofia Kristanto, manajernya.

"Secara hukum ...." kata Pak Martin. Kata-katanya terdengar seperti pisau tajam. "Pak Leon sudah menikah selama tiga tahun."

Sofia.

Nama itu seperti pukulan telak ke ulu hatiku, membuatku sesak napas hingga hampir jatuh dari kursi plastik.

Wanita yang mengatur jadwal Leon, kontrak sponsor, dan citra publiknya.

Wanita yang duduk di seberangku saat makan malam tim, memanggilku dengan sebutan "sayang" sambil menyesap anggur mahal.

Wanita yang bahkan sudah membantuku memilih gaun pengantin untuk upacara pernikahan kami yang sangat rahasia.

"Oh, Irene, kau terlihat seperti malaikat. Leon pasti akan pingsan saat melihatmu."

Dia bukan membantuku memilih gaun pengantin. Dia sedang memilih kostum untuk orang bodoh yang berperan sebagai istri rahasia.

"Mereka memiliki kredit bersama untuk properti di Hamiton," lanjut Pak Martin. Sorot matanya akhirnya menunjukkan sesuatu, mungkin rasa iba.

"Mereka mengajukan laporan pajak gabungan tahun lalu. Mereka adalah suami istri yang diakui hukum. Anda, Bu Irene, hanyalah tamu di negara ini yang waktunya hampir habis."

"Komitmen profesional ...." ucapku terbata-bata, tawa histeris muncul di dadaku. "Dia bilang dia nggak bisa datang ke sini karena komitmen profesional."

"Yah, dia memang berkomitmen," kata Pak Martin sambil mendorong kembali akta nikah suvenirku ke seberang meja.

"Saya sarankan Anda segera menyelesaikan masalah ini dengan Pak Leon. Visa kerja Anda terkait dengan status Anda sebagai pasangannya, status yang sebenarnya nggak Anda miliki. Anda punya waktu tiga puluh hari untuk memperbaikinya, kalau tidak Anda akan dideportasi."

Tiga puluh hari.

Aku berdiri, kakiku terasa seperti jeli. Aku bahkan tidak ingat kapan aku mengambil mapku. Aku juga tidak ingat kapan berjalan keluar dari kantor. Aku hanya ingat udara sore hari yang dingin dan menusuk di Arpaz menerpa wajahku, membuatku kembali ke kenyataan.

Aku bukan seorang istri. Aku hanyalah kedok. Sebuah alat peraga yang digunakan untuk melindungi "sang Master Hoki", sementara dia menjalani kehidupan ganda dengan istri aslinya.

Aku masuk ke mobil dan mulai mengemudi, tanganku gemetar hebat hingga hampir tak bisa menggenggam setir. Aku tidak pulang. Aku pergi ke satu tempat di mana aku tahu akan menemukannya. Arena.

Sebagai dokter tim, aku memiliki kartu akses untuk pintu masuk staf pribadi. Aku berjalan melalui lorong beton stadion seperti hantu, tumitku berderak seperti lagu kematian di atas alas karet. Aku pun sampai di ruang ganti, pikiranku dipenuhi badai amarah dan pengkhianatan. Namun saat tanganku hendak membuka pintu ruang medis, aku mendengar suara yang membuatku membeku.

Suara tawa kecil.

"Leon berhenti ... yang lain sudah mau kembali dari lapangan es sebentar lagi."

Itu Sofia. Suaranya terengah-engah, tinggi, dan intim.

"Biarkan saja mereka lihat." Suara Leon menyusul, serak dan dalam. "Aku sudah lelah menyembunyikanmu, Sofia. Begitu kita berhasil membuat Irene menandatangani surat adopsi untuk bayi itu, kita akhirnya bisa menjadi keluarga sungguhan di depan umum."

"Apa dia akan percaya cerita anak yatim piatu korban perang itu?"

"Dia itu sangat menginginkan sebuah keluarga, Sofia. Lagian dia si yang paling pintar itu, ingat? Dia terlalu sibuk mengobati orang lain, sampai nggak pernah memperhatikan apa yang ada tepat di depannya. Dia akan membesarkan anak kita dan berterima kasih padaku atas kesempatan itu."

Mereka pun tertawa bersama, tawa yang kejam dan harmonis, suara yang menghancurkan sisa-sisa terakhir hatiku.

Aku berdiri di lorong, menatap pintu logam yang berat itu.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
30 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status