공유

Bab 7

작가: Hes
Alvaro tidak langsung meninggalkan Kota Narken. Dia menetap di dekat kantorku.

Pada hari pertama, dia mengirimkan susu kedelai tanpa gula untukku. Aku meminta resepsionis untuk mengembalikannya.

Pada hari kedua, dia mengirim obat maag yang biasa aku minum. Aku tidak menerimanya.

Pada hari ketiga, dia mengirim sekotak kue mille-crepe rasa mangga. Saat melihatnya, aku tertegun beberapa detik. Kemudian, aku mengirim pesan pertama kepadanya sejak kami putus.

[ Aku alergi mangga. ]

Tidak sampai seme
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Aku Telah Belajar Menikmati Kesepian   Bab 10

    Pada musim semi tahun kedua, aku mengunjungi Fairyland lagi. Seorang rekanku bertanya, "Kamu pernah datang ke sini sebelumnya?"Aku menjawab, "Sekali."Dia menarikku ke arah komidi putar. "Kalau begitu, kamu pasti pernah naik ini, 'kan?"Aku tertegun sejenak, lalu menggeleng. "Nggak."Antrean hari itu sangat panjang. Kami menunggu lebih dari 40 menit. Saat giliranku tiba, aku memilih seekor kuda putih. Musik mulai mengalun, kuda-kuda kayu itu bergerak naik turun. Seorang anak yang duduk di dekat sana tertawa riang.Tiba-tiba, aku teringat kejadian tahun itu. Aku berdiri di samping Alvaro dan berkata ingin menaikinya. Namun, dia berkata, "Bukankah kamu selalu bilang kamu nggak muda lagi? Kenapa kamu perlu dihibur lagi sekarang?"Saat itu, aku benar-benar percaya bahwa menyukai hal-hal semacam itu adalah sikap kekanak-kanakan. Setelahnya, aku sadar bahwa keinginan untuk menaiki komidi putar bukanlah hal yang kekanak-kanakan. Ingin ditemani oleh orang yang kucintai juga bukan hal yang mem

  • Aku Telah Belajar Menikmati Kesepian   Bab 9

    Setengah tahun kemudian, aku kembali ke kota tempatku tinggal dulu untuk menghadiri pernikahan seorang teman.Saat undangan itu tiba di Kota Narken, aku menatapnya cukup lama. Pada akhirnya, aku memutuskan untuk pergi.Usai acara pernikahan, aku melangkah keluar dari hotel. Melihat Alvaro berdiri di ambang pintu, langkahku terhenti sejenak. Setelah tidak berjumpa selama setengah tahun, dia terlihat jauh lebih kurus.Dulu, Alvaro paling suka mengenakan pakaian hitam. Sekarang, dia hanya memakai mantel abu-abu yang sangat biasa. Dia tidak melangkah mendekat, hanya berdiri di sana dan bertanya, "Boleh bicara sebentar?"Aku tidak menolak.Kami pergi ke sebuah minimarket di sudut jalan. Dulu, saat kami bertengkar, dia selalu membeli sebotol susu hangat di minimarket untuk menghiburku. Kali ini, dia tidak membeli apa pun.Setelah duduk, dia menyodorkan sebuah kantong kertas usang ke arahku. Di dalamnya, terdapat kemeja putih yang dulu kutinggalkan di rumah. Itu adalah kemeja yang kukenakan p

  • Aku Telah Belajar Menikmati Kesepian   Bab 8

    Setelahnya, Anita sempat mengunjungi Kota Narken sekali. Dia tidak mencariku. Alvaro yang memberitahuku. Hari itu, dia menungguku di lantai bawah. Untuk pertama kalinya, dia tidak melangkah mendekat."Besok, aku akan pulang."Aku mengangguk. "Emm."Dia berdiri di sana cukup lama. "Hari ini, Anita datang menemuiku."Aku sebenarnya berniat pergi. Namun, dia tiba-tiba bertanya, "Kira, apa dulu aku selalu merasa kamu sanggup menanggung beban yang lebih berat daripada dia?"Langkahku pun terhenti.Alvaro menunduk dan tersenyum. Senyumannya terlihat menyedihkan."Waktu dia nangis, aku merasa seolah-olah sesuatu yang buruk sudah menimpanya. Kamu nggak nangis, jadi aku anggap kamu baik-baik saja. Waktu dia bilang dia takut, aku akan langsung mencarinya. Waktu kamu bilang kamu sedih, aku justru minta kamu untuk lebih pengertian."Dia menatapku dan melanjutkan, "Dulu, aku kira itu karena kamu lebih dewasa darinya. Sekarang, aku sadar bukan itu alasannya. Aku memang sudah menindasmu."Mataku tiba

  • Aku Telah Belajar Menikmati Kesepian   Bab 7

    Alvaro tidak langsung meninggalkan Kota Narken. Dia menetap di dekat kantorku.Pada hari pertama, dia mengirimkan susu kedelai tanpa gula untukku. Aku meminta resepsionis untuk mengembalikannya. Pada hari kedua, dia mengirim obat maag yang biasa aku minum. Aku tidak menerimanya.Pada hari ketiga, dia mengirim sekotak kue mille-crepe rasa mangga. Saat melihatnya, aku tertegun beberapa detik. Kemudian, aku mengirim pesan pertama kepadanya sejak kami putus.[ Aku alergi mangga. ]Tidak sampai semenit, Alvaro menelepon. Aku tidak mengangkatnya. Jadi, dia mengirim pesan.[ Bukannya dulu kamu sering makan? ]Aku membaca pesan itu cukup lama tanpa membalasnya.Dulu, Anita sangat menyukai kue mille-crepe rasa mangga. Setiap kali, Alvaro selalu membeli dua porsi. Satu untuk Anita dan satu lagi sekalian untukku.Aku tidak ingin merusak suasana hatinya. Jadi, aku selalu memakannya sedikit. Setelah lambungku mulai terasa tidak nyaman, aku baru diam-diam membuangnya.Ternyata, Alvaro ingat aku per

  • Aku Telah Belajar Menikmati Kesepian   Bab 6

    Perusahaan cabang di Kota Narken menyediakan tempat tinggal sementara untukku. Tempat itu sangat kecil, hanya ada ruang tamu dan sebuah kamar. Dari jendela, terlihat jalan layang.Aku tidak bisa tidur nyenyak pada malam pertama. Saat terbangun pukul dua dini hari, aku secara refleks meraba sisi tempat tidur di sebelahku, tetapi terasa kosong.Aku tertegun sejenak, lalu perlahan-lahan menarik kembali tanganku. Kebiasaan yang terbentuk selama empat tahun tidak mungkin hilang dalam semalam.Dalam perjalanan ke kantor pagi itu, aku melewati kedai yang menjual sarapan dan secara refleks berkata, "Dua gelas susu kedelai, yang satu tanpa gula."Setelah pemilik kedai mengisi gelas kedua, aku baru tersadar. "Maaf, segelas saja cukup."Ternyata, meninggalkan seseorang bukan hanya soal berbalik dan pergi. Setelahnya, ada begitu banyak momen ketika aku harus belajar lagi bagaimana cara menjalani hidup seorang diri.Pada hari keempat, Alvaro muncul. Saat pulang kerja, aku melihatnya berdiri di tepi

  • Aku Telah Belajar Menikmati Kesepian   Bab 5

    Setelah pesawat lepas landas, aku menghubungkan ponselku ke Wi-Fi pesawat. Alvaro masih belum menghubungiku. Percakapan itu masih terhenti pada pesan yang dikirimnya semalam.[ Sudah minum obat? ]Sebelumnya, kupikir dia hanya tidak tahu cara menentukan prioritas. Belakangan, aku baru sadar. Saat seseorang selalu menempatkanku di urutan terakhir, itu bukan karena dia tidak tahu cara menentukan prioritas, melainkan semata-mata karena aku tidak terlalu penting baginya.Aku menghapus percakapan itu dan mematikan ponselku.Tiga bulan lalu, atasanku sempat bertanya apakah aku bersedia dipindahtugaskan ke Kota Narken. Saat itu, aku menolaknya. Sebab, Alvaro mengatakan bahwa begitu mendaftarkan pernikahan, kami akan mulai merencanakan resepsi pernikahan. Alvaro memintaku untuk tidak bekerja terlalu keras. Katanya, dia bisa menafkahiku dan aku benar-benar percaya.Setelah pesawat mendarat, aku membalas e-mail itu.[ Saya menerima penawaran pindah tugas tersebut. ]Setelah mengirim e-mail itu,

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status