Short
Aku Telah Belajar Menikmati Kesepian

Aku Telah Belajar Menikmati Kesepian

作家:  Hes完了
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10チャプター
3ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Cinta Toxic

Plot Twist

Pilih Kasih/Egois

Mandiri

Girl Glow Up

Karma

Pernikahan

Di hari jadi keempat kami berpacaran, Alvaro mengatakan akan membawaku ke Fairyland untuk merayakannya. Sahabatnya, Anita, sedang demam. Akan tetapi, Alvaro tetap bersikeras membawanya ikut bersama kami. "Dia sudah lama nantikan hari ini. Jangan kecewakan dia." Aku melihat kue hari jadi yang terlambat dua bulan, lalu mengangguk. Namun, saat memasuki taman bermain, petugas tiket memandang Alvaro dan Anita, lalu tersenyum dan menyerahkan dua stiker kepada mereka. "Pak Alvaro, Bu Anita, malam ini masih mau ambil rute Kastel Hari Jadi Ketiga? Menurut sistem, tinggal sesi foto di area kembang api yang belum kalian ambil untuk melengkapi foto bersama." Aku pun membeku di tempat. Alvaro mengambil stiker itu tanpa mengubah ekspresinya, lalu menempelkannya di gaun Anita sambil berkata kepadaku, "Ini cuma bagian dari acara yang mereka adakan. Jangan terlalu diambil hati." Anita mengenakan gaun putri yang disiapkan Alvaro secara khusus, lalu merangkul lengan Alvaro. Anita membawaku ke ujung barisan, seolah ini bukan pertama kalinya dia datang ke tempat ini. Selama parade kereta hias berlangsung, Alvaro memegang kamera untuk Anita. Ketika roller coaster meluncur, Anita menjerit dan melemparkan dirinya ke dalam pelukan Alvaro. Meskipun aku hanya ingin naik komidi putar sekali, Alvaro malah mengerutkan kening dan berujar, "Bukankah kamu selalu bilang kamu nggak muda lagi? Kenapa kamu perlu dihibur lagi sekarang?" Saat malam tiba, acara kembang api kastil akan segera dimulai. Baru saja aku tiba di tempat menonton yang sudah kupesan terlebih dahulu, aku melihat Alvaro berdiri di sana sambil menggenggam tangan Anita. Seorang staf menyerahkan buket besar mawar kepada Anita. "Bu Anita, kejutan kembang api hari jadi ketiga yang disediakan Pak Alvaro untuk Anda sudah siap." Aku menatap cupcake di tanganku, yang kubeli dengan harga 20 ribu setelah mengantre. Di sisi lain, mawar di pelukan Anita memenuhi seluruh dek observasi. Saat kembang api menyala, sederet kata muncul di layar lebar. [ Semoga Nita selalu memiliki hari ini, dan Varo selalu ada setiap tahun. ] Tanggalnya bergulir dari tiga tahun lalu. Pada tahun pertama, Anita bersandar di bahu Alvaro. Pada tahun kedua, Alvaro memasangkan pita berbentuk Mickey di rambut Anita. Pada tahun ketiga, Alvaro menunduk dan mencium kening Anita di bawah kembang api. Ternyata, kekecewaanku setiap tahun selalu bertepatan dengan kemeriahan yang Anita miliki. Kembang apinya masih indah, tetapi aku tidak memiliki keinginan untuk membuat permintaan lagi. Sebab, keinginan yang diucapkan tidak akan terwujud. Sekarang, satu-satunya keinginanku yang tersisa adalah meninggalkan Alvaro.

もっと見る

第1話

Bab 1

Setelah acara kembang api berakhir, semua orang berkerumun menuju pintu keluar.

Anita masih memegang buket bunga mawar itu. Wajahnya sudah memerah karena demam, tetapi dia tetap enggan memberikan bunga itu kepada orang lain.

Alvaro menggunakan selendang untuk menyelimutinya. "Ayo kita ke ruang medis dulu buat ukur suhu badanmu."

Anita berbisik, "Tapi, Kira belum ambil fotonya. Bukannya dia juga mau ambil foto di depan kastel?"

Kemudian, Alvaro baru menatapku. Dia sepertinya akhirnya ingat hari jadi siapa malam ini. "Kamu mau ambil foto?"

Aku memandang pria itu. Dia masih memegang ponsel Anita. Layarnya berhenti pada foto kembang api tadi.

Rute hari jadi ketiga, foto terakhir. Ternyata hari yang dinantikan Anita sejak lama bukan baru dimulai hari ini.

Aku menggeleng dan menjawab, "Nggak."

Alvaro mengerutkan keningnya. "Kenapa lagi kamu?"

Anita terbatuk dua kali, lalu menarik lengan baju Alvaro dengan erat.

"Varo, apa Kira marah? Gimana kalau aku kembali saja dulu? Aku nggak seharusnya datang," ucap Anita sambil hendak memberiku mawar itu.

Alvaro segera menahan tangan Anita. "Kamu sudah demam setinggi ini. Ngapain repot-repot lagi?"

Kemudian, pria itu menoleh ke arahku dan berkata, "Kirana, jangan cemberut begitu. Dia lagi nggak enak badan. Hari ini, anggap saja kamu temani dia wujudkan mimpinya."

"Gimana dengan mimpiku?"

Saat kata-kata itu keluar, aku sendiri juga tertegun sejenak.

Alvaro pun terdiam. Namun, dia segera tertawa. "Bukannya kamu paling nggak percaya sama cerita dongeng semacam ini? Kenapa hari ini kamu malah permasalahkan mimpinya jadi seorang putri?"

Aku ingin memalingkan muka. Namun, saat menunduk, tatapanku kebetulan menyapu ujung gaun Anita.

[ Pak Alvaro dan Bu Anita ]

Tiba-tiba, aku merasa tenggorokanku tersumbat.

Melihat aku tidak berbicara, Alvaro mengulurkan tangannya dan menarikku ke sisinya. "Sudah, jangan ngambek lagi. Setelah dia ukur suhu tubuhnya, aku akan temani kamu beli popcorn yang kamu bilang tadi."

Aku tertegun sejenak. Tadi, aku hanya melirik popcorn di kios sedikit lebih lama. Saat itu, Alvaro sedang menundukkan kepalanya untuk membalas pesan Anita. Aku pikir, dia sama sekali tidak memperhatikanku. Tak disangka, dia masih mengingatnya.

Baru saja hatiku akan melunak, Anita tiba-tiba terhuyung. Alvaro secara refleks melepaskanku, lalu menopang pinggangnya.

"Nita?"

"Aku baik-baik saja, cuma sedikit kedinginan."

Alvaro melepas jaketnya, lalu menyampirkannya di tubuh Anita. Setelah itu, dia mengambil minuman cokelat di tanganku, memasukkan sedotan ke dalam cangkir, dan menyodorkannya ke bibir Anita.

"Minum beberapa teguk dulu."

Aku menatap tanganku yang kosong. Alvaro yang mengantre selama 15 menit untuk membeli minuman cokelat dengan catatan gulanya dikurangi dan dibuat hangat 60%.

Saat menyerahkannya kepadaku, Alvaro berkata, "Lambungmu lemah, jangan minum yang dingin."

Sekarang, Anita menggigit sedotan dan berkata dengan suara lembut, "Manisnya pas."

Alvaro mengelus kepalanya dan bertanya, "Bukankah kamu selalu minum yang manisnya begini?"

Tanganku mendingin sedikit demi sedikit. Ternyata, kehangatan yang kuterima selama empat tahun juga dimiliki orang lain.

Di ruang medis, perawat mengatakan Anita mengalami demam ringan dan sebaiknya tidak tertiup angin lagi. Alvaro segera meminta sopirnya untuk melaju ke pintu keluar terdekat.

Aku mengikuti mereka. Cupcake seharga 20 ribu di tanganku sudah hancur.

Saat naik mobil, Anita membuka pintu penumpang depan dengan wajar. Alvaro melindungi kepalanya dengan gerakan telaten, seolah bukan pertama kalinya melakukan hal itu.

Aku berdiri di samping mobil.

Alvaro menoleh ke arahku, lalu berkata dengan nada yang lebih acuh, "Duduklah di belakang. Nita mabuk perjalanan."

Bunga mawar, ikat kepala, syal, dan kotak kado hari jadi ketiga itu bertumpuk di baris belakang mobil. Sambil memegang kue, aku naik ke mobil dan lututku tertusuk tangkai mawar.

Alvaro melihatnya melalui kaca spion, lalu mengulurkan tangan untuk mengambil bunga itu. Namun, Anita malah menahan buket itu dengan pelan.

"Jangan sampai rusak. Varo sudah siapkan ini untukku sejak lama."

Tangan Alvaro membeku di udara sebelum akhirnya ditarik kembali. "Kira, geser dikit ke samping."

Di luar jendela mobil, kembang api di kastel masih menyala.

Aku menunduk dan membuka ponselku. Tiga menit lalu, Anita memosting sesuatu di akun media sosialnya.

[ Di tahun ketiga, foto terakhir akhirnya lengkap. ]

Dalam gambar itu, Alvaro memegang buket mawar untuk Anita, sementara kembang api bermekaran di atas kepala mereka.

Seseorang bertanya di kolom komentar.

[ Ini mirip banget sama lamaran! ]

Anita membalas dengan emotikon malu, sedangkan Alvaro tidak memberi penjelasan.

Aku membuka aplikasi untuk membeli tiket pesawat dan menelusurinya cukup lama. Akhirnya, aku membeli tiket penerbangan sekali jalan ke Kota Narken yang akan berangkat tiga hari lagi.

Di sana, tidak ada kastel, juga tidak ada Alvaro.

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

コメントはありません
10 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status