Share

Bab 4

Author: Dolly
Cheryl bersandar di pelukanku dan terlihat sangat bahagia. Akhirnya, Jason membeli tiga tali merah dan mengikatnya di pergelangan tangan kami.

"Dengan begini, kita sekeluarga nggak akan pernah terpisah."

Aku tidak bicara, tapi Jason meraih tanganku dan meletakkannya di dadanya. "Aurel, kamu bisa merasakannya? Hatiku dipenuhi cinta untukmu. Hatiku juga akan selalu jadi milikmu."

Putriku menimpali dengan gembira, "Yang namanya keluarga seharusnya bersama selamanya. Cheryl senang banget."

Melihat ekspresi penuh harapan mereka, aku merasa amarahku nyaris meledak.

'Kalian bilang kalian mencintaiku, tapi malah berkomplot bersama untuk mengkhianatiku. Kamu jelas-jelas sudah punya anak dengan wanita lain, kenapa masih berani menjanjikan keabadian cinta padaku? Apa yang sudah kulakukan sampai harus menanggung hukuman dari kalian yang seperti ini?' rontaku dalam hati.

Melihat aku duduk diam di samping dan memasang ekspresi yang sangat suram, senyum Jason seketika menghilang. Dia menggunakan bahasa isyarat untuk menyampaikan ucapannya tadi.

Aku hampir lupa dia belum tahu bahwa aku sudah tidak tuli lagi. Aku menatapnya tanpa ekspresi dan menjawab dengan suara sedingin es, "Kamu yakin yang ada di hatimu cuma aku?"

Mendengar ucapanku, sekilas kepanikan melintas di wajah Jason. Kemudian, dia memaksakan seulas senyum.

"Tentu saja ada putri kita juga. Hatiku cuma milik kalian!"

Cheryl juga menimpali, "Mama, kamu nggak cemburu sama aku, 'kan?"

Namun, sebelum selesai berbicara, isyarat tangannya terhenti akibat dering ponsel.

Jason berjalan ke samping untuk menerima telepon. Sesaat kemudian, dia kembali dengan wajah dipenuhi rasa bersalah. "Aurel, maaf. Ada urusan di perusahaan yang harus kutangani."

Seusai berbicara, dia menatap Cheryl. Cheryl buru-buru berujar, "Papa, aku mau ikut."

Kemudian, Jason menggenggam tangan Cheryl dan bergegas pergi. Tepat saat dia berbalik, aku melihat ID penelepon di layar ponselnya. Davina.

Aku berdiri tanpa ekspresi, lalu melepaskan tali merah dari pergelangan tanganku dan membuangnya ke tong sampah. Setelah itu, aku berjalan keluar.

'Berhubung kalian begitu peduli pada Davina, aku akan berikan posisiku padanya. Mulai sekarang, kalian berempat, hiduplah dengan baik,' ucapku dalam hati.

Selama beberapa hari berikutnya, Jason dan Cheryl tidak pernah muncul lagi. Mereka hanya pulang sesekali dengan penampilan yang terlihat lelah.

Mereka bertingkah mencurigakan, seolah-olah tidak ingin aku menyadarinya. Melihat ini, aku juga tidak berniat untuk bertanya dan bersikap layaknya orang yang benar-benar tuli.

Sebaliknya, justru pesan dari Davina yang tidak pernah berhenti. Terkadang, Cheryl menemaninya jalan-jalan dengan mobil barunya. Terkadang, Jason memasak sendiri untuknya. Semua yang mereka lakukan menunjukkan kasih sayang mendalam mereka terhadap Davina. Kolom komentar postingannya juga dipenuhi dengan godaan dan doa restu.

Sementara itu, aku hanya tinggal di rumah dan sibuk menyingkirkan segala sesuatu yang berhubungan denganku.

Pada hari pertama, Davina memosting foto yang menunjukkan Jason membawanya dan Cheryl pergi menonton kembang api di taman hiburan. Sementara itu, aku mengeluarkan semua foto diriku bersama Jason dan Cheryl, lalu merobeknya dan membakarnya.

Pada hari kedua, Davina memosting foto yang menunjukkan Jason dan Cheryl merangkai lautan bunga untuknya. Sementara itu, aku menyewa pekerja untuk membongkar rumah kaca yang mereka bangun untukku di belakang vila.

Pada hari terakhir, Davina memosting foto yang menunjukkan Jason menggendong Cheryl dan menempelkan telinga di perutnya. Sementara itu, aku sudah mengemas semua barang bawaanku dan hendak pergi.

Namun, aku malah melihat Jason yang sudah lama tidak pulang berdiri bergandengan tangan dengan Cheryl di depan pintu. Matanya terlihat merah dan ada sebuah dokumen di tangannya. Dia terlihat agak gugup.

"Aurel, menurut dokumen ini, kamu akan pergi ke Thaken untuk mengajar secara sukarela. Apa itu benar?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Aku yang Tuli Dikhianati Suami dan Putri   Bab 11

    Cheryl juga memeluk kakiku dan berkata sambil menangis, "Mama, jangan pergi. Mama, jangan pergi." Untuk sesaat, aku tidak tahu harus berbuat apa dan hanya bisa menghela napas. Tiba-tiba, Adhikara melangkah maju."Berhubung dia nggak menyukai kalian, kenapa kalian masih bersikeras mengusiknya? Lagian, dia sudah punya pacar baru. Nggak ada gunanya kalian lanjut mengganggunya." Mendengar ini, Jason dan Cheryl menatap Adhikara. Mata mereka dipenuhi permusuhan.Adhikara awalnya terkejut, lalu menelan ludah dan menegakkan tubuh sambil bertanya, "Apa yang kalian lihat? Pacarnya aku. Apa itu salah?"Jason menatap Adhikara dan tertawa. Matanya dipenuhi ejekan. "Kamu tahu dia itu siapa? Dia istriku ...." Sebelum Jason selesai bicara, suara jernih Adhikara menggema di seluruh kelas."Dia Aurelia. Ejaannya A-u-r-e-l-i-a." Melihat ketegangan dan kekeraskepalaan di mata Adhikara, aku tak kuasa menahan tawa.Ekspresi Jason pun berubah. Seolah hendak mendapatkan konfirmasi dariku, dia memaksakan s

  • Aku yang Tuli Dikhianati Suami dan Putri   Bab 10

    "Tempat di mana kamu berselingkuh di kamar samping? Rumah itu bukan milikku! Kamu nggak berhenti bilang kamu mencintaiku. Tapi waktu selingkuh, apa kamu pernah memikirkanku atau janji kita?" ucapku pada Jason."Kamu juga. Waktu kamu bantu papamu berselingkuh, apa kamu pernah mikir aku ini mamamu?" tanyaku pada Cheryl.Di bawah tatapan tajamku, Jason dan Cheryl tidak bisa berkata-kata. Jason terus menggeleng dengan mata berkaca-kaca, sedangkan Cheryl sudah menangis.Namun, aku sama sekali tidak merasa kasihan pada mereka. Sebaliknya, aku merasa makin ironis.Mereka melakukan semua hal yang tidak seharusnya mereka lakukan. Sekarang, mereka malah berpura-pura kasihan dan memintaku memaafkan mereka? Apa aku juga boleh berkhianat secara terang-terangan, lalu hanya dengan sepatah kata maaf, aku menganggap semuanya tidak pernah terjadi?"Bukan, bukan begitu. Mama, Papa benar-benar mencintaimu. Aku juga mencintaimu. Tolong maafkan Papa sekali ini, ya?" Aku menepis tangan putriku dan menjawab

  • Aku yang Tuli Dikhianati Suami dan Putri   Bab 9

    Namun, sebelum aku sempat berpikir terlalu jauh, suara Adhikara kembali terdengar di samping telingaku."Jangan khawatir, Bu Guru. Nggak peduli masalah apa yang kamu hadapi, aku akan melindungimu." Melihatku menatapnya, tatapan Adhikara menjadi makin tegas. Aku hanya bisa tersenyum dan mengelus kepalanya. Mungkin, tinggal di sini adalah keputusan yang baik. Setidaknya, orang-orang di sini tulus. Mereka tidak akan berbohong padaku.Namun, suatu hari ketika aku sedang mengajar, dua sosok tak terduga muncul di hadapan kami."Mama!""Aurel, ternyata kamu memang ada di sini."Aku sudah lama tidak melihat Jason dan Cheryl. Aku juga tidak pernah melihat penampilan mereka yang begitu berantakan.Dulu, Jason terlihat sangat berkelas, bak seorang pangeran. Dia selalu tenang dalam menghadapi segala hal. Sekarang, rambutnya terurai dengan asal di bahunya, sedangkan matanya juga terlihat merah. Lingkaran hitam di sekitar matanya juga terlihat cukup jelas.Sementara itu, putriku yang selalu terliha

  • Aku yang Tuli Dikhianati Suami dan Putri   Bab 8 

    Seiring dengan matahari terbit dan terbenam, kami menjelajahi setiap sudut tempat ini.Sesekali, aku menerima surat dari teman-teman lama. Menurut mereka, sejak aku pergi, Jason dan Cheryl bertingkah seperti orang gila. Setiap hari, mereka akan mencari tahu di mana aku berada. Mereka bahkan beberapa kali melapor ke pihak berwenang, tetapi semua usaha mereka sia-sia.Jason bahkan mencampakkan Davina dan anak dalam kandungan Davina juga digugurkan. Dia juga meminta maaf kepadaku secara terbuka. Dia mengatakan bahwa dia tidak seharusnya berselingkuh, juga memanfaatkan cintaku untuk berbuat semena-mena.Cheryl menangis setiap hari. Dia mengatakan dia tidak akan pernah makan permen lagi, juga seharusnya tidak membantah nasihatku.Hampir dalam seketika, kesan semua orang di kota terhadap mereka pun berubah. Jason berubah dari seorang presdir dingin menjadi pria bajingan dan tidak tahu malu, sedangkan Cheryl dianggap sebagai anak durhaka yang tidak tahu berterima kasih.Bahkan perusahaan Jaso

  • Aku yang Tuli Dikhianati Suami dan Putri   Bab 7

    Seiring waktu, tempat ini telah menjadi seperti penjara. Menurut kepala sekolah, aku adalah satu-satunya orang dalam tujuh tahun terakhir yang berinisiatif untuk memilih datang ke tempat ini.Mendengar ini, aku tiba-tiba merasa bersalah. Sebab, aku datang ke tempat ini bukan murni untuk mengajar. Aku hanya ingin mencari tempat yang cukup jauh dari Jason dan putriku.Aku mengikuti kepala sekolah ke sekolah. Tak disangka, situasi di sini jauh lebih sulit daripada yang aku bayangkan. Papan tulisnya berupa batu besar yang dipasang dengan tiang kayu. Di sampingnya terdapat beberapa arang yang digunakan untuk menulis di atas batu tersebut.Ruang kelasnya lebih sederhana lagi, hanya berupa gubuk kayu kecil yang dapat ditembus angin. Beberapa anak berpakaian lusuh duduk di lantai. Di meja guru, seorang lelaki tua bergerak terhuyung-huyung. Meskipun sudah berusaha sebaik mungkin, dia hanya mampu meninggalkan beberapa tulisan samar di papan tulis."Orang tua anak-anak sibuk setiap hari. Mereka

  • Aku yang Tuli Dikhianati Suami dan Putri   Bab 6

    Seusai berbicara, Davina berjinjit dan mencium Jason. Jason mencoba mendorongnya menjauh. Namun, setelah meronta sesaat, dia akhirnya menyerah.Melihat gerakan mereka, Cheryl segera masuk ke rumah. Melihat Cheryl hendak masuk, aku berhenti menonton performa mereka. Aku memotong sepotong kue, lalu duduk di ruang tamu, seolah-olah tidak ada yang terjadi.Cheryl dengan santainya membuka bungkus sebutir permen dan hendak memasukkannya ke mulut. Namun, dia seperti teringat sesuatu dan berbisik padaku, "Mama, aku boleh makan sebutir?" Putriku suka makan permen, tetapi rentan punya masalah gigi. Makan terlalu banyak permen akan membuatnya sakit gigi. Jadi, aku sering mengawasinya. Mungkin ini salah satu alasan dia tidak menyukaiku.Aku mengangguk. "Jangan khawatir, nggak akan ada yang melarangmu makan permen lagi kelak." Cheryl menatapku dengan terkejut. Namun, tanpa banyak berpikir, dia mulai makan dengan gembira. Beberapa saat kemudian, Jason masuk. Dia menatap putrinya yang sedang makan

  • Aku yang Tuli Dikhianati Suami dan Putri   Bab 3

    Jika hal ini terjadi beberapa minggu yang lalu, aku pasti sudah menanggapinya. Sekarang, aku hanya merasa mual dan jijik.Seminggu yang lalu, telingaku akhirnya sembuh. Begitu tiba di rumah, aku pun hendak berbagi kabar itu dengan Jason dan putriku. Namun, aku malah mendengar suara penuh hasrat Jaso

  • Aku yang Tuli Dikhianati Suami dan Putri   Bab 2

    Mendengar namaku, senyum Jason pun membeku dan wajahnya langsung berubah dingin. "Jangan sampai Aurel tahu tentang ini."Namun, tidak ada orang yang peduli. Mereka hanya tertawa terbahak-bahak.Cheryl berujar dengan lantang, "Papa, jangan khawatir. Mama nggak akan tahu. Dia tuli kok."Tawa di dalam

  • Aku yang Tuli Dikhianati Suami dan Putri   Bab 1

    Aku menyingkirkan steik di depanku. Aku tak ingin lagi menemani mereka melanjutkan sandiwara ini. Melihatku berdiri, Jason Kencana buru-buru mengikutiku dan menggunakan isyarat tangan untuk bertanya ada apa.Aku menggeleng dan menjawab pelan, "Sudah larut, aku mau pulang dan istirahat." Jason henda

  • Aku yang Tuli Dikhianati Suami dan Putri   Bab 5

    Mendengar kata-kata Jason, jantungku berdebar kencang. Dokumen di tangannya adalah bukti aku akan pergi ke Thaken untuk mengajar secara sukarela.Wajah Jason sangat suram, tetapi aku berkata dengan tenang dan pelan, "Itu punya Ruby. Keluarganya mengawasinya dengan sangat ketat dan melarangnya pergi.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status