LOGINCarol memeluk putranya yang kehilangan lengan akibat kecelakaan sambil menunggu bantuan di bandara. Tiba-tiba, dia menerima kabar bahwa pesawat itu telah disewa secara mendadak oleh seseorang. "Nggak bisa! Tolong bantu beri kelonggaran ...." Carol menggenggam tangan petugas sambil memohon. "Lengan anakku putus. Aku harus membawanya pulang ke negara kami untuk menjalani operasi dalam waktu tiga jam!" Kantong es yang berisi lengan putus itu dipeluk erat di dadanya. Meski tubuhnya menggigil kedinginan, dia sama sekali tidak mau melepaskannya. Petugas itu memasang ekspresi serba salah. "Maaf, Bu. Pak Brad membayar tiga kali lipat untuk menyewa seluruh pesawat ini demi mengadakan pesta perayaan untuk muridnya. Dia sudah berpesan agar jangan ada siapa pun yang mengganggu." Pak Brad? "Brad yang mana?" tanya Carol. Petugas itu menjelaskan, "Pianis terkenal, Pak Brad." Brad, suaminya.
View MoreLevi tidak pergi. Dia menemukan rumah keluarga Carol dan berjaga di depan rumah semalaman.Malam itu, London yang biasanya jarang turun salju justru diguyur salju.Pagi-pagi sekali, saat Alden sudah berpakaian rapi dan bersiap bermain salju, dia melihat Brad meringkuk di depan pintu dalam keadaan tertidur lelap."Papa?" panggil Alden pelan.Brad berusaha membuka matanya. Dia mengernyit. "Alden?""Papa kenapa datang ke sini?"Brad baru hendak menjawab, tetapi kemudian melihat lengan Alden yang kini kosong. Alden membawa semua mainannya dengan satu tangan, tampak sedikit kesulitan. Dia meletakkan mainan-mainannya di lantai, lalu kembali menatap Brad.Brad mengulurkan tangan hendak menggandengnya, tetapi Alden mundur dua langkah dan menghindarinya."Alden, lenganmu .... Papa minta maaf padamu ...."Betapa inginnya Brad menampar dirinya yang dulu. Kalau saja saat itu dia memberikan pesawatnya kepada Alden, lengan Alden pasti masih bisa disambung kembali.Alden tahu apa yang membuatnya mera
Setelah menempuh perjalanan selama belasan jam dengan transit, Brad akhirnya tiba di London.Sejak melihat berita kemarin hingga sekarang, dia tidak memejamkan mata sedikit pun. Begitu mengetahui teater tempat Carol bekerja, dia langsung menuju ke sana setelah mendarat.Saat ini, London sedang memasuki musim dingin yang menusuk. Karena datang terburu-buru, dia bahkan tidak sempat membawa pakaian untuk musim dingin. Di tubuhnya hanya ada setelan jas hitam yang dikenakannya saat pertunjukan.Dia menunggu tepat lima jam di depan teater hingga tubuhnya kaku karena kedinginan dan ujung hidungnya memerah. Satpam di pintu menyarankannya masuk untuk menunggu, tetapi Brad menggeleng dan menolak.Dia tidak ingin masuk tanpa izin Carol. Dia takut Carol marah.Setelah menunggu dua jam lagi, hari mulai gelap. Akhirnya, dia melihat sosok yang begitu dikenalnya. Hanya saja, di belakang sosok itu kini ada seorang pria yang tubuhnya lebih tinggi dan besar darinya.Pria itu menggenggam tangan kecil Caro
Setelah mengetahui bahwa dirinya telah diceraikan sepihak, Brad mengurung diri di rumah dan menghabiskan hari-harinya dengan minum untuk melupakan kesedihan.Dia sering menatap layar ponselnya sambil termenung.Ibu Brad, Isti, beberapa kali datang. Melihat putranya yang dulu penuh semangat kini terpuruk seperti ini, tentu saja hatinya terasa sangat sakit."Brad, kapan kamu akan melupakan Carol? Pertunjukanmu untuk pensiun dari dunia seni sudah ditunda dua kali. Para penggemarmu menunggu penjelasan darimu.""Pada hari lengan Alden putus, aku pergi ke rumah sakit untuk melihatnya. Aku kira Carol sengaja membiarkan lengan Alden putus agar kamu lebih memusatkan perhatian pada keluarga. Aku bahkan memarahinya, mengatakan dia adalah ibu yang kejam ...."Nada suara Isti dipenuhi penyesalan. "Baru setelah itu aku tahu, ternyata kamu yang menahan pesawatnya dan mengadakan pesta perayaan untuk murid kesayanganmu.""Waktu dia bilang ingin menceraikanmu, aku nggak nyangka Carol benar-benar tega. D
Setelah keluar dari rumah sakit, Carol tanpa sengaja menerima pesan dari pengacaranya.[ Bu Carol, Pak Brad sudah mengambil akta cerainya. Kondisinya terlihat sangat terpuruk. ]Bagaimana mungkin Brad merasa terpuruk? Dia memiliki Prilly yang bisa memberinya gairah dan pengalaman baru, juga karier yang sangat dicintainya.Carol merasa, ada atau tidak adanya dirinya tidak pernah benar-benar penting bagi Brad. Toh dulu saat menikah dengannya, Brad memang dipaksa.Usia mereka sama-sama sudah cukup untuk menikah dan perjodohan itu hanya membuat hubungan mereka terikat lebih erat.Carol menatap layar ponselnya yang dipenuhi panggilan tak terjawab dan pesan. Dia hanya merasa cinta yang datang terlambat itu tak ubahnya kotoran. Dia menarik napas panjang, lalu memblokir semua nomor dan kontak Brad.Belakangan, Brad berkali-kali menelepon Arya dan Zara, tetapi mereka sama sekali tidak mengangkatnya."Untuk apa baru menyesal sekarang?" Zara menggenggam tangan Carol sambil menghiburnya. "Carol, t












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.