Short
12 Jam untuknya, 0 Detik untukku

12 Jam untuknya, 0 Detik untukku

Par:  ViraComplété
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapitres
2Vues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Tunanganku, Reno Wibowo, mempunyai kebiasaan yang aneh. Setelah pukul 9 malam, dia tidak akan pernah mengangkat telepon dari siapa pun. Bahkan saat kami sedang dimabuk asmara sekalipun. Begitu jarum jam menunjukkan pukul 9 malam, Reno akan langsung menutup telepon tanpa ragu. Pernah suatu malam aku pulang terlalu larut. Aku merasa bahwa ada seseorang yang mengikutiku dari belakang. Dalam kepanikan, aku segera menelepon Reno. Namun, apa yang kudengar hanyalah suara Reno yang terdengar sangat tidak sabar. "Kamu ini nggak bisa menghargai jam istirahat orang lain ya? Kututup dulu." Malam itu, aku pergi sendirian ke kantor polisi untuk memberikan keterangan, tanpa mempunyai alasan untuk menyalahkan Reno. Namun sekarang, ketika sedang menggunakan komputer Reno .... Aku tidak sengaja melihat riwayat panggilan yang tersinkronisasi dengan ponselnya. Di sana, tercatat sebuah panggilan yang berlangsung dari pukul 9 malam hingga pukul 9 pagi keesokan harinya. Total 12 jam penuh, setiap malam dan itu telah berlangsung selama lima tahun. Nomor itu tidak asing bagiku. Pemiliknya adalah murid dari calon mertuaku, sekaligus asisten Reno di tempat kerjanya. Di momen itu juga, seolah-olah seluruh kekuatan di tubuhku lenyap. Aku duduk terpaku sangat lama. Baru setelah kedua kakiku mati rasa, aku terdiam sambil mematikan komputer Reno. Kemudian, aku langsung membatalkan janji pendaftaran pernikahan kami. Panggilan telepon Reno tidak pernah ditujukan kepadaku. Kalau begitu, aku pun ... tidak menginginkannya lagi.

Voir plus

Chapitre 1

Bab 1

Saat sistem menampilkan pemberitahuan bahwa pembatalan telah berhasil, Reno kebetulan keluar dari kamar mandi.

Melihatku masih duduk diam di tempat ....

Dia melirik jam lalu mengernyit.

"Apa ada yang mau kamu bicarakan hari ini? Sebentar lagi jam 9 malam. Aku mau istirahat."

Aku terdiam sejenak, lalu menggeleng.

"Nggak ada."

Reno pun mengangguk. "Oke. Kalau begitu, selamat malam."

Dia sama sekali tidak menyadari perubahan suasana hatiku. Tanpa ragu, dia langsung berbalik dan masuk ke kamar.

Aku melamun sejenak.

Ketika hendak berdiri, komputer yang tadinya sudah mati tiba-tiba menyala kembali. Bersamaan dengan itu, muncul notifikasi panggilan dari Elpira Susanto yang tersinkronisasi dengan ponsel Reno.

Sementara itu ....

Reno yang setelah pukul 9 malam tidak pernah mengangkat telepon, berbicara, maupun membalas pesanku itu, hanya membutuhkan waktu satu detik baginya untuk menerima panggilan tersebut.

Seolah-olah dia takut orang di seberang menunggu lebih lama.

Aku terkekeh sinis. Rupanya Reno cukup perhatian. Sayangnya, pengecualian itu bukan untukku yang merupakan tunangannya.

Saat aku kembali ke kamar tidur ....

Reno sudah memejamkan mata dan kelihatan seperti telah tertidur.

Namun kali ini, aku menyadari sesuatu yang selama ini tak pernah kusadari.

Misalnya, ponsel Reno yang selalu diletakkan dalam posisi tertelungkup.

Juga earphone hitam kecil yang terpasang di telinga kanannya.

Setelah mematikan lampu, dalam kegelapan, aku membalas pesan atas pemberitahuan mutasi kerja yang minggu lalu disampaikan oleh atasanku.

Waktu itu, aku menolaknya karena tidak ingin menjalani hubungan jarak jauh dengan Reno setelah kami menikah.

Namun, semuanya sudah berakhir sekarang.

Atasanku segera membalas.

[Sudah yakin? Penempatan di kedutaan besar yang ada di Negara Paresa berlangsung minimal lima tahun. Kalau kamu sudah yakin, segera urus visa. Tiga hari lagi berangkat.]

Aku membalas singkat. [Baik.]

Orang yang berbaring di sampingku bernapas dengan tenang dan teratur. Kurasa pada saat yang sama, Elpira juga pasti merasa sangat tenang.

Setelah berbaring ....

Di antara kami terasa seolah-olah ada batas yang tak dapat diseberangi. Aku sempat tertegun, lalu memejamkan mata dan perlahan tertidur.

Keesokan paginya saat terbangun, Reno sedang berdiri di ruang ganti pakaian.

Aku bangkit dan menyentuh ponselnya.

Masih terasa sangat panas.

Setelah membereskan semua dokumen yang diperlukan untuk mengurus visa, aku melirik Reno sekilas lalu bersiap keluar.

Hanya saja, ketika kami berpapasan ....

Reno memanggilku dengan ekspresi heran, lalu bertanya, "Kamu nggak memasangkan dasiku?"

Aku tersenyum tipis.

"Nggak lagi. Ingat untuk belajar memasangnya sendiri." Aku berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Kalau nggak, minta saja asistenmu yang memasangkannya."

Reno meletakkan barang di tangannya, lalu menghampiriku dengan raut wajah kebingungan.

"Maksudmu Elpira?"

Begitu menyebut nama wanita itu, raut wajah Reno yang biasanya serius dan dingin langsung melunak.

Bahkan, matanya memancarkan kilatan senyum.

"Dia memang bisa memasang dasi. Dia juga seorang wanita yang sangat teliti. Tapi, apa hubungannya dengan kamu yang memasangkan dasiku?"

Untuk sesaat, aku kehabisan kata-kata.

Aku bahkan tidak tahu harus mulai menjelaskan dari mana. Jadi, kupilih untuk tidak menjelaskan apa pun.

"Nggak ada hubungannya. Aku cuma nggak mau melakukannya lagi."

Reno mengerucutkan bibir dengan ekspresi tidak senang.

"Terserah kamu. Oh ya, siang ini kamu nggak usah mengantarkan makan siang untukku. Elpira baru saja mengirim pesan. Katanya, dia akan membawakannya untukku."

Tanganku yang sudah menggenggam gagang pintu terhenti sesaat.

"Oke."

Gara-gara pekerjaannya, Reno menderita penyakit lambung yang cukup parah. Selama ini, tidak peduli sesibuk apa pun pekerjaanku, aku selalu memasak sendiri untuknya.

Justru bagus.

Dengan begitu, aku bisa bebas dari semua ini.

Kemudian, aku tidak ingin lagi menjaga perasaan Reno. Usai berkata demikian, aku langsung berbalik dan menutup pintu.

Aku pergi ke kedutaan besar untuk mengurus visa kerja selama lima tahun.

Setelah itu, aku menuju tempat kerjaku untuk mengambil surat penugasan.

Kumasukkan semua dokumen itu ke dalam tas.

Aku memandang bunga-bunga persik yang perlahan bermekaran di depan gerbang Kementerian Luar Negeri.

Untuk pertama kalinya, aku merasakan perasaan ringan dan bebas yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

Tiba-tiba aku teringat sesuatu.

Aku membuka aplikasi pendaftaran pernikahan, lalu menghapus seluruh data identitas Reno dari formulir tersebut.

Ke depannya ....

Aku tidak akan membutuhkannya lagi.

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Pas de commentaire
8
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status