Se connecterTunanganku, Reno Wibowo, mempunyai kebiasaan yang aneh. Setelah pukul 9 malam, dia tidak akan pernah mengangkat telepon dari siapa pun. Bahkan saat kami sedang dimabuk asmara sekalipun. Begitu jarum jam menunjukkan pukul 9 malam, Reno akan langsung menutup telepon tanpa ragu. Pernah suatu malam aku pulang terlalu larut. Aku merasa bahwa ada seseorang yang mengikutiku dari belakang. Dalam kepanikan, aku segera menelepon Reno. Namun, apa yang kudengar hanyalah suara Reno yang terdengar sangat tidak sabar. "Kamu ini nggak bisa menghargai jam istirahat orang lain ya? Kututup dulu." Malam itu, aku pergi sendirian ke kantor polisi untuk memberikan keterangan, tanpa mempunyai alasan untuk menyalahkan Reno. Namun sekarang, ketika sedang menggunakan komputer Reno .... Aku tidak sengaja melihat riwayat panggilan yang tersinkronisasi dengan ponselnya. Di sana, tercatat sebuah panggilan yang berlangsung dari pukul 9 malam hingga pukul 9 pagi keesokan harinya. Total 12 jam penuh, setiap malam dan itu telah berlangsung selama lima tahun. Nomor itu tidak asing bagiku. Pemiliknya adalah murid dari calon mertuaku, sekaligus asisten Reno di tempat kerjanya. Di momen itu juga, seolah-olah seluruh kekuatan di tubuhku lenyap. Aku duduk terpaku sangat lama. Baru setelah kedua kakiku mati rasa, aku terdiam sambil mematikan komputer Reno. Kemudian, aku langsung membatalkan janji pendaftaran pernikahan kami. Panggilan telepon Reno tidak pernah ditujukan kepadaku. Kalau begitu, aku pun ... tidak menginginkannya lagi.
Voir plusKetika aku tiba di rumah sakit, Reno masih terbaring di ranjang dengan sepasang mata terpejam.Wajahnya sangat pucat.Selama lima tahun bersama, aku belum pernah melihat Reno dalam keadaan seperti ini.Namun, aku hanya meliriknya sekilas. Yang penting dia jangan mati saja. Kalau tidak, itu akan membawa sial bagiku.Saat aku hendak pergi ....Pria di belakangku perlahan membuka matanya yang masih dipenuhi kebingungan. Suaranya terdengar sangat serak."Olivia ...."Langkahku terhenti. Aku berbalik, lalu tatapan kami bertemu. Sorot mataku tenang, sementara sorot mata Reno dipenuhi kepedihan."Kamu begitu membenciku ya?"Mata Reno mulai memerah.Dia teringat masa lalu. Setiap kali sakit lambungnya kambuh atau demam, aku selalu berada di sisinya untuk merawatnya.Selama bertahun-tahun, aku selalu memasak sendiri untuk Reno.Perlahan-lahan, sakit lambungnya pun makin jarang kambuh.Sering kali ketika terbangun, Reno mendapati aku tertidur di tepi ranjang, sementara tanganku masih menggenggam
Musim semi berganti musim gugur, lalu empat musim kembali berlalu.Bagiku, waktu hanyalah pergantian siang dan malam, serta pasang dan surutnya air laut.Tanpa terasa, satu tahun telah berlalu.Pekerjaan dan kehidupanku di Negara Paresa sudah lama berjalan dengan baik dan stabil.Aku sama sekali tidak mengetahui apa pun yang terjadi di tanah air.Semua orang yang berhubungan dengan Keluarga Wibowo sudah kuhapus dari hidupku.Aku tidak pernah berpikir akan bertemu lagi dengan Reno. Setidaknya jauh di dalam hatiku, aku sama sekali tidak ingin bertemu dengannya.Sayangnya, takdir memang gemar mempermainkan manusia.Sore itu sepulang kerja, dari kejauhan aku melihat sebuah sosok berdiri sendirian di bawah lampu jalan yang redup kekuningan.Langkahku langsung terhenti. Begitu melihatku, mata Reno dipenuhi gejolak emosi yang begitu rumit hingga aku tidak mampu mengartikannya.Aku hendak berbalik pergi.Hanya saja, tiba-tiba Reno berlari ke arahku. Dalam sekejap, tubuhku sudah terperangkap di
Begitu membaca pesan tersebut, Reno langsung terpaku.Membatalkan pernikahan?Olivia?Mana mungkin?Semalam saja mereka masih membicarakan model gaun pengantin bersama.Namun tanpa sadar, ujung jari Reno mulai bergetar pelan. Dengan hati yang dipenuhi kepanikan dan kegelisahan, dia segera membuka akun media sosial Olivia.Sangat sepi.Hanya ada satu unggahan yang disematkan di paling atas.[Kepada seluruh keluarga, kerabat, dan teman-teman yang telah menerima undangan pernikahanku dan Reno, aku mau menyampaikan permohonan maaf.][Pernikahan kami resmi dibatalkan.][Semoga masing-masing dari kami bisa menemukan kebahagiaan di masa depan.]Hanya itu.Pupil mata Reno bergetar hebat. Tiga kalimat yang begitu singkat itu dia tatap selama lima menit penuh, seolah-olah ingin menembus layar dengan pandangannya.Para mahasiswa di bawah melihat reaksinya dan saling berpandangan dengan bingung."Ada apa dengan Pak Reno? Kenapa ekspresinya begitu terkejut? Seperti baru menerima pukulan yang sangat
Pada saat yang sama, Reno yang sedang menemani Elpira di asrama dosen Universitas Husero tiba-tiba merasakan nyeri yang menusuk di dadanya.Elpira segera mendongak."Reno, ada apa? Kamu merasa nggak enak badan? Wajahmu kelihatan agak pucat."Reno menarik napas panjang.Setelah beberapa saat, rasa nyeri di dadanya akhirnya sedikit mereda. Dia lalu melarutkan obat ke dalam segelas air dan memberikannya kepada Elpira."Aku nggak apa-apa."Reno berpikir sejenak, tetapi tetap tidak menemukan penyebabnya, jadi akhirnya memilih untuk tidak memikirkannya lagi."Mungkin karena tadi aku terlalu cemas saat mendengar kamu hampir celaka. Sekarang setelah semuanya berlalu, jantungku masih terasa sedikit berdebar."Ujung telinga Elpira tanpa sadar memerah.Mengingat kejadian malam ini, dia masih diliputi rasa takut."Makasih.""Kalau bukan karena kamu, mungkin malam ini aku sudah ...."Elpira teringat sesuatu, lalu berkata, "Tolong jangan beri tahu Bu Gisel ya. Kalau dia tahu, pasti nggak bisa tidur
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.