Share

Bab 62. Sentuhan Indah

Davira menerobos masuk ke dalam. Menyalakan saklar dan meletakkan bungkusan makanan ke atas meja di hadapan Alvaro. “Makanlah,” lirihnya.

Alvaro menggeleng. “Matikan lampunya,” pintanya.

“Hah?”

“Matikan lampunya!”

Davira mematikan saklar kembali dan duduk di sisi Alvaro dalam gelap. “Apa gelap membuatmu nyaman?”

“Mungkin.”

“Apa yang kau pikirkan?”

“Tak ada.” Alvaro menyandarkan punggungnya di sofa. Tatapannya kosong.

Davira tidak melihat air muka Alvaro, tapi ia bisa merasakan kemarahanya. “Kau marah karena ini pertama kalinya menembak orang hingga mati. Kau marah karena dikhianati orang-orang yang kau percaya. Kau marah karena orang-orang yang mulai kau sayangi pergi,” bisik Davira lirih.

Alvaro menoleh, meraba wajah Davira dan dorongan itu begitu kuat. Untuk pertama kali, diciumnya istrinya itu dengan lembut dan sungguh-sungguh. Davira menahan nafas, terkejut, tapi membiarkannya. Waj
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status