Share

Ampun Tuan, Aku Lemas!
Ampun Tuan, Aku Lemas!
Penulis: Tristar

Bab 1 Negara Chine

Penulis: Tristar
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-30 21:25:04

Bandara Kota Moon Negara Chine.

Seorang pemuda tampan, berpenampilan keren, turun dari pesawat jet pribadi dengan langkah santai, satu tangannya berada di saku celananya, tangannya yang lain memegang ponsel.

"Akhirnya sampai juga! katanya di negara ini banyak wanita cantik dengan sosok menggoda, hehe," ucap pemuda itu, seringai nakal tersungging di bibirnya.

"Sial, ternyata benar! wanita di sini banyak yang cantik. Aku tidak sia-sia datang kemari, sesuai kemauan pria tua sialan itu!" ucap pria muda itu dengan penuh semangat, sambil menatap para wanita cantik, yang berlalu lalang di area bandara.

Pemuda tampan tersebut bernama Ares. Dia seorang pejuang dari negara barat, dan tujuannya datang ke Negara Chine, karena ada misi dari gurunya, untuk menemukan para wanita yang memiliki tubuh spesial.

Ares berjalan sampai ke tempat taksi parkir. Dia naik ke taksi tersebut, lalu meminta sopir taksi mengantarnya ke hotel terbaik yang tidak jauh dari tempat tersebut.

Sopir taksi itu tidak banyak bertanya, dia langsung melajukan mobilnya.

"Aku lupa tidak bertanya, apakah ada anggota organisasi star moon di negara ini," ucap Ares di dalam hati, lalu dia mengirim pesan kepada seseorang untuk menanyakan hal tersebut.

Tidak lama ada sebuah pesan masuk, yang memberi tahu Ares jika di negara chine memang ada cabang dari organisasi star moon.

"Sial, jika aku tahu lebih awal, aku tidak perlu ribet mencari tempat tinggal! tapi gak papa, sekalian mencari wanita, siapa tau sapat wanita cantik di jalan," ucap Ares dalam hati, seringai nakal tersungging di bibirnya.

Organisasi Star Moon adalah organisasi yang didirikan di negara barat oleh Ares dan kakak seperguruan nya. Organisasi tersebut memiliki pengaruh besar di dunia bawah tanah global, kekuatan organisasi tersebut sangat misterius, kekuatan besar lainnya pun selalu mewaspadai organisasi tersebut.

Beberapa menit perjalanan, Ares sampai di sebuah hotel bintang 5. Dia turun dari taksi, lalu masuk ke lobi hotel dengan santai.

Sampai di resepsionis hotel, Ares langsung memesan kamar yang dia inginkan.

"Permisi nona, saya ingin memesan kamar terbaik selama 3 hari!" ucap Ares, sambil menyodorkan sebuah kartu Bank.

Resepsionis wanita itu menatap kosong kartu Bank milik Ares, dengan tatapan terkejut, karena kartu Bank tersebut adalah kartu Bank VIP milik Bank Dunia. Di dunia ini, yang memiliki kartu Bank tersebut pastilah orang berpengaruh, dengan harta kekayaan puluhan sampai ratusan triliun.

Ares yang melihat Resepsionis wanita itu diam terpaku, dia pun bertanya,

"Hey, nona apa ada yang salah?" tanya Ares, keningnya sedikit berkerut.

Resepsionis wanita itu sadar kembali.

"Tidak tuan muda, tidak ada yang salah! maaf saya hanya terkejut. Jadi total biaya kamar VIP selama 3 hari sebesar 1,2 miliar," ucap Resepsionis wanita itu buru-buru.

Ares mengangguk santai,

"Silakan, langsung saja selesai pembayaran!" balas Ares.

Resepsionis wanita tersebut langsung menyelesaikan transaksi pembayaran, kemudian menyerahkan kembali kartu Bank Ares dan Kunci kamar dengan hormat.

Ares berterima kasih, lalu pergi menuju kamar yang telah dia pesan.

Melihat kepergian Ares, Resepsionis tersebut langsung menginformasikan tentang Ares, kepada manajer hotel tersebut, bagaimanapun Ares bukanlah orang sembarangan, jika memiliki kesan baik, mungkin hotel tersebut bisa mendapatkan beberapa keuntungan.

Sampai di kamar, Ares langsung mandi, karena dia sudah bau matahari. Setelah selesai, Ares mengambil satu botol anggur yang telah di sediakan di dalam kamar, lalu menikmatinya.

"Huh, harus ke mana aku mencari wanita, yang disebutkan pria tua itu," ucap Ares, pikirnya mulai berputar memikirkan tujuan inti datang ke negara ini.

"Oke oke, jangan terlalu di pikirkan! jika sudah takdirnya pasti ketemu juga!" ucap Ares kembali.

Saat Ares sedang bersantai sambil meminum anggurnya. Dia mendengar sebuah ketukan pintu, Di pintu kamarnya. Ares pergi membuka pintu, melihat siapa yang datang.

Tok Tok Tok

KLEK..

Saat pintu terbuka, Ares melihat seorang wanita cantik, yang memiliki kecantikan dewasa yang matang, dengan lekuk tubuh yang menggoda.

Mata Ares, menatap wanita itu dari atas sampai bawah, dengan tatapan panas.

Wanita itu yang menyadari tatapan Ares tidak marah sama sekali.

"Maaf tuan muda, Saya adalah manajer hotel ini, saya hanya ingin menjumpai tamu terhormat, yang datang ke hotel kami!" ucap wanita itu, senyuman menggoda terlukis di bibir merahnya.

"Oh begitu, kalo gitu silakan masuk!" balas Ares, sambil mengundangnya masuk ke dalam kamar.

Manajer wanita itu tidak menolak, dia langsung setuju begitu saja.

Mereka masuk ke dalam kamar, lalu duduk di sofa di kamar tersebut.

"Perkenalkan nama saya Sinta," ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya.

Ares buru-buru menyambut uluran tangan wanita itu, sambil memperkenalkan dirinya.

"Perkenalkan nama saya Ares Sword," ucap Ares, sambil tersenyum.

Cukup lama mereka bersalaman, lalu Ares melepaskan tangan wanita itu dengan sedikit enggan, karena tangan wanita itu sangatlah halus, dan nyaman untuk di pegang.

Wanita itu menyeringai penuh arti, melihat tingkah Ares kepadanya.

"Jika tuan muda butuh sesuatu, hubungi saya langsung! saya siap membantu kapanpun dan apapun!" ucap Sinta, sambil mengeluarkan kartu namanya.

"Jika butuh sesuatu di tengah malam, bagaimana?" Ares melemparkan pertanya ambigu.

"Aku akan mempertimbangkannya," jawab Sinta, sambil mengedipkan matanya dengan genit.

Ares tersenyum nakal, wanita ini terlalu peka dan gampang tergoda.

Ares mengambil anggur dan gelas baru, lalu menuangkan anggur ke dalam gelas, untuk Sinta.

"Silakan di minum nona!" ucap Ares, sambil menyodorkan gelas berisi anggur itu.

Sinta tidak menolak, dia langsung meminum anggur itu.

"Nona aku boleh meminta bantuan?" tanya Ares.

"Bantuan seperti apa? mungkin anda ingin bantuan itu sekarang?" tanya balik Sinta.

Ares yang tau maksud Sinta, buru-buru menggelengkan kepalanya.

"Bukan itu nona! itu nanti saja! aku ingin membeli mobil, apa ada fasilitas hotel yang bisa mengantar saya?" tanya Erfan.

"Jika tuan muda mau, saya sendiri yang akan mengantar tuan muda," jawab Sinta, sambil tersenyum.

Ares langsung mengangguk tanpa ragu,

"Kalo gitu bagus, mari kita berangkat sekarang!" ajak Ares.

"Mari tuan muda," balas Sinta.

Mereka pergi ke parkiran bawah tanah hotel tersebut, lalu Sinta mengajak Ares masuk ke dalam mobil BMW M2.

"Silakan masuk tuan muda!" ucap Sinta.

Ares masuk ke dalam mobil, lalu Sinta melajukan mobilnya ke luar dari hotel tersebut.

Kurang lebih 20 menit, mereka sampai di sebuah dealer mobil mewah, karena Ares menyuruh Sinta agar membawanya ke dealer mobil mewah.

Ares dan Sinta turun dari mobil, kemudian masuk ke dalam dealer. Di dalam dealer para sales menyambut dengan sopan.

"Selamat datang Tuan dan Nona, ada yang bisa kami bantu?" ucap salah satu sales wanita.

"Nona saya ingin mobil sport dari merek Pagani atau Konigsegg!" ucapan Ares membuat para sales tersebut terkejut.

Karena mobil yang di katakan Ares merupakan mobil sport mewah langka, dan memiliki harga fantastis.

Para sales itu sadar dari keterkejutannya, mereka memandang Ares dari atas sampai bawah. Saat mereka melihat dengan jelas, penampilan Ares mereka pun tidak berani meremehkannya. Karena pakaian yang di pakai Ares merupakan pakaian dari merek kelas atas.

"Kebetulan sekali tuan muda, dealer kami memiliki satu mobil Pagani Zonda edisi terbatas, dan mobil tersebut pun sudah di modifikasi. Apakah tuan muda ingin melihatnya dulu?" salah satu sales wanita itu berkata, dengan sopan.

"Tidak perlu melihat! aku akan langsung membelinya!" balas Ares dengan nada santai.

Tapi perkataan Ares itu, membuat semua orang terkejut, termasuk Sinta.

"Tuan muda, saya akan memanggil manajer dealer terlebih dahulu," ucap salah satu sales, lalu buru-buru pergi.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 114 Desi Sudah Sangat Pandai++

    Ares menarik wajahnya dari area apem wanita itu. Dia pun duduk sambil menonton Desi yang sedang menikmati puncaknya itu.Setelah rasa nikmat itu berlalu, Desi membuka matanya, bangkit, lalu duduk.Ares menyandarkan tubuhnya, lalu memberi kode kepada wanita itu, dengan cara menunjuk batangnya.Desi berpikir sejenak untuk memahami kode itu, akhirnya dia mengerti apa maksud dari kode tersebut.Desi menyunggingkan senyuman tipis. Dia bergerak turun dari sofa, lalu berlutut di hadapan Ares. Mata indahnya itu terus menatap Ares dengan sorot mata panas. Kemudian tangan lembutnya mencengkeram batang Ares, lalu mulai mengocoknya naik turun."Aku kira... kamu gak ngerti," ucap Ares dengan nada main-main."Aku banyak belajar dari video dewasa! tentu saja mengerti," balas Desi dengan nada genit."Aku ingin melihat.... seberapa jauh kamu belajar! kalau kamu berhasil membuatku nikmat, berati kamu sudah sangat pandai," ujar Ares."Baiklah, akan aku tunjukkan," balas Desi.Desi menjulurkan lidahnya,

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 113 Imbalan, Modal Usaha++

    "Apa yang kamu inginkan?" tanya Ares dengan nada santai. Dia tak keberatan dengan permintaan wanita itu. "Sebenarnya aku ingin membuka usaha sendiri. Aku ingin berkembang, tidak mau selamanya menjadi pekerja," ucap Desi dengan tegas. "Itu bukan masalah! sebutkan saja berapa yang kamu butuhkan! aku akan memberikannya," ujar Ares dengan nada santai. Tangan nakal pria itu sudah merambat area payudara wanita itu, dan perlahan membuka kancing kemeja di area tersebut. Desi membiarkan apa yang di lakukan Ares, dia tampak fokus berpikir. "Aku ingin membuka tempat pemandian air hangat dan sekaligus tempat pijat! aku belum sih kalau masalah modalnya," ucap Desi. "Gak masalah! aku akan memberikan modal yang cukup untukmu membangun tempat pemandian dan tempat pijat yang mewah," Ares berkata dengan serius. Desi menggelengkan kepalanya. "Gak perlu terlalu mewah, tempat sederhana sudah cukup! kalau terlalu mewah, aku akan sulit mengembalikan uang tuan muda," ucap Desi buru-buru. Be

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 112 Wanita Cantik Menghampiri

    Ares mengambil ponselnya di kantungnya celananya, kemudian dia mengambil beberapa foto token tersebut, lalu mengirimkannya ke anggota di pusat Organisasi Star Moon.Ares menelepon seorang anggota pusat. Dia memberi instruksi untuk mencari tahu tentang token kunci tersebut.Tak lama, telepon berakhir."Masalah token selesai. Sekarang tinggal mengatasi masalah hasratku ini! kalau gak di atasi bisa bahaya," ucapnya dengan nada nakal.Ares bangkit, lalu melangkah pergi keluar dari ruangan tersebut. Tak lupa, dia menutup pintu ruangan itu.====Ares berkeliling di dalam gedung perusahaan. Sepanjang jalan dia bertemu banyak karyawan wanita, namun tak ada satupun yang menarik perhatiannya."Gak ada satupun yang menggugah selera," gumam Ares di dalam hati dengan nada pahit.Ares berpikir, jika dia tak menemukan wanita cantik di sini, dia akan pergi ke Club Moon Light untuk meminta jatah kepada Meli atau Sisil.Saat dia hendak masuk ke dalam lift dan turun ke lantai bawah, tiba-tiba ada seoran

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 111 Gagal Enak Lagi

    Tiba-tiba, notifikasi pesan memecah suasana. Notifikasi pesan tersebut berasal dari ponsel Cantika. Cantika segera meraih ponselnya dan membuka pesan yang baru saja masuk itu. Setelah membacanya, Cantika berkata, "Ares, aku harus pergi! ada pekerjaan yang harus aku urus," ucap Cantika dengan nada lesu. Ares mengelus rambut bergelombang wanita itu dengan lembut sambil membalas, "Kalau kamu merindukanku, hubungi saja aku! aku pasti menemuimu." Cantika mengangguk, sambil menyunggingkan senyuman cerah. Cantika melepaskan pelukannya, mengambil tasnya, lalu bangkit. "Bu, aku pergi yah!" ucap Cantika kepada Tante Sandra. "Iya, hati-hati di jalan," balas Tante Sandra dengan nada lembut. "Dah... pria tampan, sampai berjumpa kembali," Cantika melambaikan tangannya ke arah Ares, lalu melangkah pergi dari ruangan tersebut. Cantika tak menanyakan kenapa Ares masih berada di sana. Entah karena dia lupa, tau tidak memedulikan hal tersebut. ==== Setelah Cantika sudah pergi jauh.

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 110 Dijadikan Kalung Pelindung

    Ares terus mengamati patung itu dengan hati-hati. Setelah selesai mengamati patung tersebut, dia meletakkannya di meja. Ekspresi wajahnya tampak serius. Melihat ekspresi serius Ares, Tante Sandra dan Cantika menjadi penasaran. "Ada apa?" tanya Cantika penasaran. "Apa ada yang salah?" tanya Tante Sandra. "Patung kecil ini memiliki energi jahat. Patung ini berasal dari para kultivator jahat di jaman kuno," balas Ares dengan nada serius. Mendengar itu, Tante Sandra dan Cantika menjadi sedikit takut. "Apa kamu serius? kamu gak bohong kan?" Cantik memastikan kembali. "Aku serius! aku pun pernah menemukannya dulu saat sedang menjelajahi situs kuno," tegas Ares. "Ares... apa patung ini berbahaya?" tanya Tante Sandra dengan nada waspada. "Sangat bahaya! tapi... itu pun, kalau patung ini terus di simpan di dekat pemiliknya. Patung ini mengandung energi kematian. Kalau energi kematian terus meresap ke tubuh seseorang, energi kehidupan seseorang tersebut pasti terus melemah,

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 109 Gagal Mencicipi Tante Sandra

    Ares menurunkan pandangannya ke arah payudara besar wanita dewasa itu. Tante Sandra mengikuti arah pandang Ares. Saat melihat posisi tubuhnya apalagi payudaranya yang menempel erat di tubuh Ares. Saat Tante Sandra ingin menarik jarak, Ares terburu-buru melingkarkan tangannya di pinggang Tante Sandra, agar wanita itu tak bisa menjauh darinya. Tante Sandra sangat terkejut dengan tindakan berani Ares. "Ares... kamu mau apa?" tanya Tante Sandra dengan nada sedikit waspada. "Tante, jangan menjauh... ini sangat nyaman," ucap Ares dengan nada nakal. "Ares, jangan gini... tante gak bisa seperti ini," ucap Tante Sandra diburu-buru sambil memberontak. Ares memperkuat kuncian tangannya di pinggang wanita itu. Ares mengeluarkan aura penggoda agar dirinya tampak lebih memikat. "Aku sangat menyukai tante," goda Ares dengan nada berani. Mendengar itu, Tante S

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status