LOGINTidak lama, sales tersebut kembali, bersama pria dewasa, yang terlihat rapi.
"Perkenalkan tuan muda saya wangji, manajer di dealer ini," ucap pria dewasa itu, dengan sopan. "Saya Ares, salam kenal manajer wang," balas Ares, sambil tersenyum. "Apa benar tuan muda ingin membeli mobil Pagani Zonda?" tanya Manajer Wang. Ares mengangguk, "Iyah manajer, apa ada yang salah?" balas Ares. "Tidak tuan muda! tapi harga dari mobil tersebut," sebelum Manajer Wang menyelesaikan perkataannya. Ares langsung menyodorkan kartu bank miliknya. "Aku sudah tau manajer, langsung saja selesai pembayarannya!" ucap Ares dengan nada santai. Saat melihat kartu bank milik Ares, semua orang terkejut termasuk Sinta. melihat manajer dan semua sales terdiam, Ares bertanya kepada mereka. "Ada apa? apa ada yang salah?" tanya Ares. Semua orang kembali sadar, dan Manajer Wang buru-buru menjawab. "Tidak ada tuan muda! maaf kami hanya terkejut," ucap Manajer Wang. Ares mengangguk, "Oke, kalo gitu segera selesaikan transaksi! aku ada hal lain yang ingin di lakukan," balas Ares. Manajer Wang dengan hati-hati mengambil kartu Bank milik Ares, lalu pergi menggeseknya. Ting "Pembayaran sebesar 200 miliar telah berhasil" Saat mendengar suara tersebut, semua orang menatap Ares dengan tatapan kagum. Sinta menatap Ares dengan tatapan berbinar. "Dia memang bukan tuan muda biasa," ucap Sinta di dalam hatinya. "Terima kasih tuan muda, sudah membeli mobil di tempat kami," ucap Manajer Wang, sambil mengembalikan kartu Bank dengan sopan. Ares mengangguk sambil tersenyum, "Jika tuan muda membutuhkan mobil apapun, hubungi saya saja! pasti saya akan berusaha membantu anda," ucap Manajer Wang, sambil menyodorkan kartu namanya. Ares menerimanya dengan santai, lagi pula di dunia ini mempunyai relasi bukanlah hal buruk, malah itu akan sangat membantu. Manajer Wang pun mengundang Ares untuk melihat mobil yang Ares beli. Sampai di sana, ada sebuah mobil yang masih tertutup oleh penutup mobil. Kemudian, Manajer Wang secara pribadi membuka penutup mobil itu. Saat penutup terbuka, terlihatlah mobil sport yang sangat keren, perpaduan warna biru, putih, dan emas, membuat penampilan mobil tersebut terlihat sangar. Semua orang menatap kagum mobil tersebut. "Tuan muda, mobilmu keren sekali!" ucap Sinta, sambil menatap mobil dengan kagum. "Hehe, jika kamu mau mencobanya, boleh kok!" balas Ares sambil terkekeh. Sinta buru-buru menggelengkan kepalanya. "Tidak tidak berani, jika aku merusaknya, bagaimana caraku menggantinya! bahkan jika aku bekerja seumur hidup, belum tentu bisa mengumpulkan uang sebanyak itu," ucap Sinta. "Hey hey, aku tidak sepelit itu! jika kamu merusaknya, aku bisa membeli yang baru!" balas Ares, dengan nada santai. Setelah bercanda dengan Sinta, dan melihat lihat mobil sebentar. Ares masuk ke dalam mobil barunya itu, lalu melajukannya keluar dari dealer. Sinta menghampiri mobil Ares, karena ingin bertanya tujuan selanjutnya. "Tuan muda, kita ke mana lagi sekarang?" tanya Sinta. "Pulang ke hotel saja!" jawab Ares. Mereka pun pergi dari dealer, di bawah tatapan kagum para sales, dan beberapa pengunjung dealer. ==== Sampai di hotel. Ares kembali ke kamarnya, sementara Sinta pamit karena ada hal yang harus di kerjakan. Wanita itu berjanji akan menemui Ares jika ada waktu luang. Malam pun tiba, Ares keluar dari hotel dengan mobil sport pagani miliknya. Dia ingin mengunjungi markas cabang organisasi star moon. BROOM BROOM Mobil sport melaju kencang, membelah jalanan kota moon. Kehadiran mobil sport langka tersebut,. menarik perhatian pengguna jalan. "Lihat lihat! itu mobil sport pagani, keren sekali!" teriak seorang pemuda, sambil menunjuk nujuk ke arah mobil Ares yang melintas. Teman pemuda itu, mengangguk-anggukkan kepalanya, sambil menatap kagum mobil Ares. "Sangat langka mobil seperti itu terlihat, sepertinya ada orang yang sangat kaya di kota ini," ucap pemuda itu. Kurang lebih 30 menit perjalanan, Ares sampai di sebuah club malam yang berada di kota moon. Kedatangan mobil sport edisi terbatas itu langsung menjadi pusat perhatian para pengunjung club. Apa lagi para wanita itu, mereka seketika langsung memasang pose menggoda, untuk menarik perhatian, karena mereka yakin yang mengendarai mobil seperti itu pastilah pria. Ares yang berada di dalam mobil, tidak memperhatikan kejadian di luar sana. Dia hanya menatap bangunan club itu, dan memastikan jika tujuannya benar. "Apa benar ini markas cabang kota moon," ucap Ares. Setelah dia memarkirkan mobilnya, dia langsung masuk ke dalam club dengan langkah santai. Di sepanjang jalan, dia bertemu berbagai wanita cantik, yang membuatnya kagum. Tapi Ares tidak memiliki pikiran untuk bermain-main terlebih dahulu. Di dalam club, ada dua wanita yang sangat cantik dan menggoda, dengan pakaian malam seksi, yang membuat para pria menatapnya dengan tatapan panas. Ke dua wanita itu, langsung menghampiri Ares dengan langkah cepat. Setelah berada di hadapan Ares merela langsung menyambut Ares dengan sopan. "Selamat datang tuan muda," ucap kedua wanita itu. Sebelum Ares menjawab, kedua wanita itu langsung mengundangnya masuk, yang membuat Ares seketika mengerti siapa mereka. "Silakan ikut kami tuan muda!" ucap kedua wanita itu, dengan gerakan mengundang. Ares tersenyum sambil mengangguk, lalu dia pergi mengikuti kedua wanita itu. Para pengunjung club sangat penasaran dengan identitas Ares. Mereka tau pasti siapa kedua wanita itu, sebanyak yang mereka tau, kedua wanita itu tidak pernah memperlakukan tamu dengan sangan hormat, bahkan jika itu tamu dari kalangan atas. Ares dan kedua wanita itu masuk ke dalam sebuah ruangan yang sangat mewah. "Silakan duduk tuan muda!" ucap salah satu wanita. "Apa tuan ingin meminum sesuatu?" tanya wanita lainnya. "Aku ingin anggur!" jawab Ares, sambil duduk di sofa mewah dengan nyaman. Salah satu wanita itu pergi mengambil anggur, dan yang satunya duduk di hadapan Ares. Tidak lama wanita yang mengambil anggur datang, membawa beberapa botol anggur mewah dan gelas untuk mereka. "Kalian bisa tau aku datang ke mari?" tanya Ares santai, sambil mengambil gelas yang sudah terisi anggur. "Tentu saja tuan muda, karena markas pusat memberi informasi kepada kami," jawab salah satu wanita itu. Ares mengangguk mengerti. "Oh yah, nama kalian siapa?" tanya Ares, lalu menyesap anggurnya. "Saya Meli," ucap wanita berambut silver, sambil tersenyum menggoda. "Saya Sisil tuan!" ucap wanita berambut hitam dengan model di sanggul, dan memiliki pupil mata berwarna biru. Kedua wanita ini memiliki temperamen genit, setiap gerakan alami yang mereka lakukan pasti membuat para pria menjadi panas. "Apa kalian tau nama saya?" tanya Ares, sambil tersenyum. "Tentu saja tuan muda! semua anggota organisasi harus tau nama dan wajah setiap petinggi organisasi," jawab Meli degan ekspresi genit. Ares mengangguk puas. "Tuan muda kenapa anda tidak mengatakan jika anda datang ke kota ini? jika anda mengatakannya kami pasti akan menyambut anda di bandara," ucap Sisil. Ares terkekeh, "Aku berangkat ke sini terburu-buru, tidak sempat menanyakan tentang organisasi ada apa tidaknya di negara ini," balas Ares. "Jadi begitu. kami baru tahu tadi sore, saat kami ingin pergi mencari tuan muda, eh malah tuan muda sudah datang ke sini duluan, jadi maafkan kami tuan muda, tidak menyambut anda dengan baik," ucap Meli, dengan nada dan ekspresi tidak enak. "Santai saja, tidak perlu dipikirkan!" balas Ares. "Tuan muda memang sangat baik, seperti yang dibicarakan," ucap Meli, lalu pindah tempat duduknya ke sisi Ares, dan Sisil pun sama, mereka mencari kesempatan untuk dekat dengan Ares. "Ada berapa anggota organisasi, yang berada di negara ini?" tanya Ares. "Emm...mungkin sekitar 300 anggota, 200 di tugaskan di bagian informasi, 100 anggota menetap di cabang, di negara ini ada 5 cabang jadi masing-masing yang ada di cabang 20 anggota," Sisil menjelaskan, sambil mendekatkan tubuhnya, sampai menempel di tangan Ares. Ares mengangguk mengerti.Mobil Ares meninggalkan tempat tersebut. Keadaan area tersebut masih gelap, listrik belum menyala kembali. Setelah mobil Ares sampai di tempat terang, dia berkata kepada wanita cantik di sebelahnya. "Nona, anda sudah bisa membuka mata!" ucap Ares. Wanita itu membuka mata perlahan, ekspresinya masih ketakutan. Setelah matanya terbuka, dia perlahan melirik Ares. "Sial, aku lolos dari mulut babi, sekarang malah berada di mulut anjing!" gumam wanita itu di dalam hatinya, dia berpikir jelek tentang Ares. Saat matanya menangkap sosok pria muda tampan dan berpenampilan keren di sebelahnya, matanya seketika membelalak. Yang dia lihatnya sekarang benar-benar berbeda, dengan apa yang dia pikirkan. Semua pikiran jelek tentang Ares, seketika terhapus dari pikirannya. Wanita itu pada awalnya berpikir, jika pria yang membawanya pergi setelah membunuh tuan muda zuge, pasti jelek, kasar, tidak jauh berbeda dengan tuan muda zuge. Tapi sekarang dia benar-benar di buat terpesona. Ares yang menya
Terdengar deru mesin mobil dari luar kediaman, itu sangat jelas mobil Ares, yang keluar dari kediaman. Semua anggota keluarga xiyu termasuk Keysha menatap Meli dan Sisil, dengan penuh pertanyaan. "Nona, siapa sebenarnya tuan muda Ares, kultivasinya sangat tinggi, bahkan saya tidak bisa melihatnya sama sekali saat dia pergi!" ucap Tuan Donji, dengan ekspresi ngeri. "Dia adalah sosok sedang kalian pikirkan," ucap Meli sambil tersenyum main-main. Luming menyimpulkan dengan hati-hati. "Tunggu tunggu! tuan muda Ares adik seperguruan ke 3 dewa, sedangkan dewa pembantaian tidak di sebutkan. menurut informasi dewa pembantaian, yang paling muda dari ke 3 dewa, mungkinkah?" Luming menatap Meli dengan tatapan terkejut, dia sudah menyimpulkan jika Dewa pembantaian itu, adalah Ares. Meli mengangguk, membenarkan kesimpulan Luming. "Dia dia dia," Luming terkejut, sampai tidak bisa berkata-kata, otaknya sungguh berat menerima semua ini. "Luming kenapa?" tanya ayahnya, dengan ekspresi aneh.
Malam hari pun tiba. Ares dan kedua wanita itu pergi dari vila, menuju keluar xiyu. Tiga mobil sport melaju di jalanan kota, dengan kecepatan lumayan tinggi. Para pengendara lain menyingkir, saat melihat tiga mobil sport mewah. Mereka takut menggoresnya, jika itu terjadi, mereka tidak akan sanggup membayar bahkan hanya perbaikannya. 20 menit kemudian, tiga mobil tersebut berhenti di depan sebuah kediaman. Seorang petugas keamanan menghampiri mereka. Ares dan kedua wanita itu membuka kaca mobil masing-masing. "Maaf tuan dan nona muda, apakah anda memiliki janji dengan seseorang?" petugas bertanya dengan sopan. "Tidak memiliki janji, tapi tolong beritahu nona Keysha, jika nona Meli berkunjung!" Meli mengambil alih pembicaraan. "Baik, tunggu sebentar," balas petugas keamanan tersebut, lalu berbalik pergi. Tidak lama petugas terus kembali, dia langsung membuka pintu gerbang, kemudian memberi kode agar Ares dan yang lainnya untuk masuk. "Terima kasih pak," ucap Ares, saat mobilnya
Karena sudah sore, Ares pergi membersihkan diri. Saat dia sedang berendam di bathtup, tiba-tiba Meli dan Sisil masuk ke dalam, hanya menggunakan handuk mandi."Hihi, pintu kamar mandinya gak di kunci. Apa tuan muda menunggu kami?" goda Meli, sambil melepas handuknya, dengan gerakan menggoda."Hey, nona nona kalian sangat nakal!" balas Ares, sambil tersenyum nakal, matanya menatap tubuh polos kedua wanita itu dengan tatapan panas.Meli dan Sisil, masuk ke dalam bathtup, lalu mulai menyiram tubuh Ares dengan air, dan menggosoknya."Kami akan melayani tuan muda, nikmati pelayanan kami!" ucap Sisil, dengan tingkah menggoda."Haha, aku sudah seperti kaisar," ucap Ares, sambil tertawa senang.Meli teringat sesuatu, dia pun menanyakannya kepada Ares."Tuan muda, apa perlu kami menyebarkan berita jika anda ada di negara ini?" tanya Meli.Ares menggelengkan kepalanya,"Tidak perlu! biarkan mereka tau dengan sendirinya," balas Ares."Dengan kebiasaan tuan muda, yang suka mengupload semua misi y
Meli datang ke sebuah perumahan properti, dia di undang masuk ke dalam ruangan oleh seorang sales wanita.Di dalam ruangan tersebut, duduk seorang wanita muda cantik, yang serang fokus dengan laptop di hadapannya.Melihat Meli masuk, wanita itu menatap Meli sambiltersenyum, lalu mempersilakannya duduk."Nona Meli gimana? apa anda suka vila yang kami tawarkan?" tanya Wanita itu dengan ramah."Sebenarnya vila tersebut untuk tuan muda kami," balas Meli."Jadi begitu. Apakah tuan muda yang anda sebutkan menyukainya? jika tidak, saya bisa mencarikan yang lain!" ucap wanita itu buru-buru."Tidak perlu mencarinya yang lain! tuan muda saya menyukai, dan saya kesini bertujuan untuk membelinya langsung dari anda nona Kesyha!" balas Meli."Tapi nona, harga vila ini cukup tinggi! karena vila ini bisa dibilang vila termewah yang ada di kota moon!" ucap wanita yang bernama Keysha tersebut."Tidak masalah, tuan muda tidak keberatan jika itu masalah uang! Nona Keysha bisa menyiapkan dokumen yang di
Ares memberikan akupunktur kepada Ibunya Sinta di depan semua orang. Tenik yang Ares gunakan benar-benar menakjubkan, membuka para dokter yang berada di sana. Para dokter dan perawat hanya bisa terpaku, bahkan dokter ahli seperti dokter Yaozi sangatlah terkejut, dengan keterampilan akupunktur Ares."Bulannya itu...akupunktur 7 kehidupan yang legendaris?" ucap Dokter Yaozi dengan mata terbelalak.Jarum akupunktur terus melesat ke titik titik meridian. Tubuh ibunya Sintia yang awalnya layu, perlahan segar kembali, dengan kecepatan tang telihat oleh mata."Ini terlalu ajaib!" teriak semua orang, mereka tidak akan percaya, jika tidak melihatnya secara langsung."Ini barulah jenius medis yang sebenarnya!" ucap Dokter Yaozi dengan penuh semangat.Hanya butuh 2 menit, akupunktur tersebut selesai.Ares menghela nafas, dia sedikit lelah, karena mengeluarkan cukup banyak energi spiritual dan energi spesial yang ada di tubuhnya."Baiklah, sekarang mari kita lakukan operasinya!" ucap Ares, sambi







