Home / Fantasi / Ampun Tuan, Aku Lemas! / Bab 2 Mengunjungi Markas Cabang

Share

Bab 2 Mengunjungi Markas Cabang

Author: Tristar
last update Huling Na-update: 2025-12-31 02:09:36

Tidak lama, sales tersebut kembali, bersama pria dewasa, yang terlihat rapi.

"Perkenalkan tuan muda saya wangji, manajer di dealer ini," ucap pria dewasa itu, dengan sopan.

"Saya Ares, salam kenal manajer wang," balas Ares, sambil tersenyum.

"Apa benar tuan muda ingin membeli mobil Pagani Zonda?" tanya Manajer Wang.

Ares mengangguk,

"Iyah manajer, apa ada yang salah?" balas Ares.

"Tidak tuan muda! tapi harga dari mobil tersebut," sebelum Manajer Wang menyelesaikan perkataannya. Ares langsung menyodorkan kartu bank miliknya.

"Aku sudah tau manajer, langsung saja selesai pembayarannya!" ucap Ares dengan nada santai.

Saat melihat kartu bank milik Ares, semua orang terkejut termasuk Sinta.

melihat manajer dan semua sales terdiam, Ares bertanya kepada mereka.

"Ada apa? apa ada yang salah?" tanya Ares.

Semua orang kembali sadar, dan Manajer Wang buru-buru menjawab.

"Tidak ada tuan muda! maaf kami hanya terkejut," ucap Manajer Wang.

Ares mengangguk,

"Oke, kalo gitu segera selesaikan transaksi! aku ada hal lain yang ingin di lakukan," balas Ares.

Manajer Wang dengan hati-hati mengambil kartu Bank milik Ares, lalu pergi menggeseknya.

Ting

"Pembayaran sebesar 200 miliar telah berhasil"

Saat mendengar suara tersebut, semua orang menatap Ares dengan tatapan kagum.

Sinta menatap Ares dengan tatapan berbinar.

"Dia memang bukan tuan muda biasa," ucap Sinta di dalam hatinya.

"Terima kasih tuan muda, sudah membeli mobil di tempat kami," ucap Manajer Wang, sambil mengembalikan kartu Bank dengan sopan.

Ares mengangguk sambil tersenyum,

"Jika tuan muda membutuhkan mobil apapun, hubungi saya saja! pasti saya akan berusaha membantu anda," ucap Manajer Wang, sambil

menyodorkan kartu namanya.

Ares menerimanya dengan santai, lagi pula di dunia ini mempunyai relasi bukanlah hal buruk, malah itu akan sangat membantu.

Manajer Wang pun mengundang Ares untuk melihat mobil yang Ares beli.

Sampai di sana, ada sebuah mobil yang masih tertutup oleh penutup mobil. Kemudian, Manajer Wang secara pribadi membuka penutup mobil itu.

Saat penutup terbuka, terlihatlah mobil sport yang sangat keren, perpaduan warna biru, putih, dan emas, membuat penampilan mobil tersebut terlihat sangar.

Semua orang menatap kagum mobil tersebut.

"Tuan muda, mobilmu keren sekali!" ucap Sinta, sambil menatap mobil dengan kagum.

"Hehe, jika kamu mau mencobanya, boleh kok!" balas Ares sambil terkekeh.

Sinta buru-buru menggelengkan kepalanya.

"Tidak tidak berani, jika aku merusaknya, bagaimana caraku menggantinya! bahkan jika aku bekerja seumur hidup, belum tentu bisa mengumpulkan uang sebanyak itu," ucap Sinta.

"Hey hey, aku tidak sepelit itu! jika kamu merusaknya, aku bisa membeli yang baru!" balas Ares, dengan nada santai.

Setelah bercanda dengan Sinta, dan melihat lihat mobil sebentar. Ares masuk ke dalam mobil barunya itu, lalu melajukannya keluar dari dealer.

Sinta menghampiri mobil Ares, karena ingin bertanya tujuan selanjutnya.

"Tuan muda, kita ke mana lagi sekarang?" tanya Sinta.

"Pulang ke hotel saja!" jawab Ares.

Mereka pun pergi dari dealer, di bawah tatapan kagum para sales, dan beberapa pengunjung dealer.

====

Sampai di hotel.

Ares kembali ke kamarnya, sementara Sinta pamit karena ada hal yang harus di kerjakan. Wanita itu berjanji akan menemui Ares jika ada waktu luang.

Malam pun tiba, Ares keluar dari hotel dengan mobil sport pagani miliknya. Dia ingin mengunjungi markas cabang organisasi star moon.

BROOM BROOM

Mobil sport melaju kencang, membelah jalanan kota moon. Kehadiran mobil sport langka tersebut,. menarik perhatian pengguna jalan.

"Lihat lihat! itu mobil sport pagani, keren sekali!" teriak seorang pemuda, sambil menunjuk nujuk ke arah mobil Ares yang melintas.

Teman pemuda itu, mengangguk-anggukkan kepalanya, sambil menatap kagum mobil Ares.

"Sangat langka mobil seperti itu terlihat, sepertinya ada orang yang sangat kaya di kota ini," ucap pemuda itu.

Kurang lebih 30 menit perjalanan, Ares sampai di sebuah club malam yang berada di kota moon.

Kedatangan mobil sport edisi terbatas itu langsung menjadi pusat perhatian para pengunjung club. Apa lagi para wanita itu, mereka seketika langsung memasang pose menggoda, untuk menarik perhatian, karena mereka yakin yang mengendarai mobil seperti itu pastilah pria.

Ares yang berada di dalam mobil, tidak memperhatikan kejadian di luar sana. Dia hanya menatap bangunan club itu, dan memastikan jika tujuannya benar.

"Apa benar ini markas cabang kota moon," ucap Ares.

Setelah dia memarkirkan mobilnya, dia langsung masuk ke dalam club dengan langkah santai. Di sepanjang jalan, dia bertemu berbagai wanita cantik, yang membuatnya kagum. Tapi Ares tidak memiliki pikiran untuk bermain-main terlebih dahulu.

Di dalam club, ada dua wanita yang sangat cantik dan menggoda, dengan pakaian malam seksi, yang membuat para pria menatapnya dengan tatapan panas.

Ke dua wanita itu, langsung menghampiri Ares

dengan langkah cepat. Setelah berada di hadapan Ares merela langsung menyambut Ares dengan sopan.

"Selamat datang tuan muda," ucap kedua wanita itu.

Sebelum Ares menjawab, kedua wanita itu langsung mengundangnya masuk, yang membuat Ares seketika mengerti siapa mereka.

"Silakan ikut kami tuan muda!" ucap kedua wanita itu, dengan gerakan mengundang.

Ares tersenyum sambil mengangguk, lalu dia pergi mengikuti kedua wanita itu.

Para pengunjung club sangat penasaran dengan identitas Ares. Mereka tau pasti siapa kedua wanita itu, sebanyak yang mereka tau, kedua wanita itu tidak pernah memperlakukan tamu dengan sangan hormat, bahkan jika itu tamu dari kalangan atas.

Ares dan kedua wanita itu masuk ke dalam sebuah ruangan yang sangat mewah.

"Silakan duduk tuan muda!" ucap salah satu wanita.

"Apa tuan ingin meminum sesuatu?" tanya wanita lainnya.

"Aku ingin anggur!" jawab Ares, sambil duduk di sofa mewah dengan nyaman.

Salah satu wanita itu pergi mengambil anggur, dan yang satunya duduk di hadapan Ares. Tidak lama wanita yang mengambil anggur datang, membawa beberapa botol anggur mewah dan gelas untuk mereka.

"Kalian bisa tau aku datang ke mari?" tanya Ares santai, sambil mengambil gelas yang sudah terisi anggur.

"Tentu saja tuan muda, karena markas pusat memberi informasi kepada kami," jawab salah satu wanita itu.

Ares mengangguk mengerti.

"Oh yah, nama kalian siapa?" tanya Ares, lalu menyesap anggurnya.

"Saya Meli," ucap wanita berambut silver, sambil tersenyum menggoda.

"Saya Sisil tuan!" ucap wanita berambut hitam dengan model di sanggul, dan memiliki pupil mata berwarna biru.

Kedua wanita ini memiliki temperamen genit, setiap gerakan alami yang mereka lakukan pasti membuat para pria menjadi panas.

"Apa kalian tau nama saya?" tanya Ares, sambil tersenyum.

"Tentu saja tuan muda! semua anggota organisasi harus tau nama dan wajah setiap petinggi organisasi," jawab Meli degan ekspresi genit.

Ares mengangguk puas.

"Tuan muda kenapa anda tidak mengatakan jika anda datang ke kota ini? jika anda mengatakannya kami pasti akan menyambut anda di bandara," ucap Sisil.

Ares terkekeh,

"Aku berangkat ke sini terburu-buru, tidak sempat menanyakan tentang organisasi ada apa tidaknya di negara ini," balas Ares.

"Jadi begitu. kami baru tahu tadi sore, saat kami ingin pergi mencari tuan muda, eh malah tuan muda sudah datang ke sini duluan, jadi maafkan kami tuan muda, tidak menyambut anda dengan baik," ucap Meli, dengan nada dan ekspresi tidak enak.

"Santai saja, tidak perlu dipikirkan!" balas Ares.

"Tuan muda memang sangat baik, seperti yang dibicarakan," ucap Meli, lalu pindah tempat duduknya ke sisi Ares, dan Sisil pun sama, mereka mencari kesempatan untuk dekat dengan Ares.

"Ada berapa anggota organisasi, yang berada di negara ini?" tanya Ares.

"Emm...mungkin sekitar 300 anggota, 200 di tugaskan di bagian informasi, 100 anggota menetap di cabang, di negara ini ada 5 cabang jadi masing-masing yang ada di cabang 20 anggota," Sisil menjelaskan, sambil mendekatkan tubuhnya, sampai menempel di tangan Ares.

Ares mengangguk mengerti.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 114 Desi Sudah Sangat Pandai++

    Ares menarik wajahnya dari area apem wanita itu. Dia pun duduk sambil menonton Desi yang sedang menikmati puncaknya itu.Setelah rasa nikmat itu berlalu, Desi membuka matanya, bangkit, lalu duduk.Ares menyandarkan tubuhnya, lalu memberi kode kepada wanita itu, dengan cara menunjuk batangnya.Desi berpikir sejenak untuk memahami kode itu, akhirnya dia mengerti apa maksud dari kode tersebut.Desi menyunggingkan senyuman tipis. Dia bergerak turun dari sofa, lalu berlutut di hadapan Ares. Mata indahnya itu terus menatap Ares dengan sorot mata panas. Kemudian tangan lembutnya mencengkeram batang Ares, lalu mulai mengocoknya naik turun."Aku kira... kamu gak ngerti," ucap Ares dengan nada main-main."Aku banyak belajar dari video dewasa! tentu saja mengerti," balas Desi dengan nada genit."Aku ingin melihat.... seberapa jauh kamu belajar! kalau kamu berhasil membuatku nikmat, berati kamu sudah sangat pandai," ujar Ares."Baiklah, akan aku tunjukkan," balas Desi.Desi menjulurkan lidahnya,

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 113 Imbalan, Modal Usaha++

    "Apa yang kamu inginkan?" tanya Ares dengan nada santai. Dia tak keberatan dengan permintaan wanita itu. "Sebenarnya aku ingin membuka usaha sendiri. Aku ingin berkembang, tidak mau selamanya menjadi pekerja," ucap Desi dengan tegas. "Itu bukan masalah! sebutkan saja berapa yang kamu butuhkan! aku akan memberikannya," ujar Ares dengan nada santai. Tangan nakal pria itu sudah merambat area payudara wanita itu, dan perlahan membuka kancing kemeja di area tersebut. Desi membiarkan apa yang di lakukan Ares, dia tampak fokus berpikir. "Aku ingin membuka tempat pemandian air hangat dan sekaligus tempat pijat! aku belum sih kalau masalah modalnya," ucap Desi. "Gak masalah! aku akan memberikan modal yang cukup untukmu membangun tempat pemandian dan tempat pijat yang mewah," Ares berkata dengan serius. Desi menggelengkan kepalanya. "Gak perlu terlalu mewah, tempat sederhana sudah cukup! kalau terlalu mewah, aku akan sulit mengembalikan uang tuan muda," ucap Desi buru-buru. Be

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 112 Wanita Cantik Menghampiri

    Ares mengambil ponselnya di kantungnya celananya, kemudian dia mengambil beberapa foto token tersebut, lalu mengirimkannya ke anggota di pusat Organisasi Star Moon.Ares menelepon seorang anggota pusat. Dia memberi instruksi untuk mencari tahu tentang token kunci tersebut.Tak lama, telepon berakhir."Masalah token selesai. Sekarang tinggal mengatasi masalah hasratku ini! kalau gak di atasi bisa bahaya," ucapnya dengan nada nakal.Ares bangkit, lalu melangkah pergi keluar dari ruangan tersebut. Tak lupa, dia menutup pintu ruangan itu.====Ares berkeliling di dalam gedung perusahaan. Sepanjang jalan dia bertemu banyak karyawan wanita, namun tak ada satupun yang menarik perhatiannya."Gak ada satupun yang menggugah selera," gumam Ares di dalam hati dengan nada pahit.Ares berpikir, jika dia tak menemukan wanita cantik di sini, dia akan pergi ke Club Moon Light untuk meminta jatah kepada Meli atau Sisil.Saat dia hendak masuk ke dalam lift dan turun ke lantai bawah, tiba-tiba ada seoran

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 111 Gagal Enak Lagi

    Tiba-tiba, notifikasi pesan memecah suasana. Notifikasi pesan tersebut berasal dari ponsel Cantika. Cantika segera meraih ponselnya dan membuka pesan yang baru saja masuk itu. Setelah membacanya, Cantika berkata, "Ares, aku harus pergi! ada pekerjaan yang harus aku urus," ucap Cantika dengan nada lesu. Ares mengelus rambut bergelombang wanita itu dengan lembut sambil membalas, "Kalau kamu merindukanku, hubungi saja aku! aku pasti menemuimu." Cantika mengangguk, sambil menyunggingkan senyuman cerah. Cantika melepaskan pelukannya, mengambil tasnya, lalu bangkit. "Bu, aku pergi yah!" ucap Cantika kepada Tante Sandra. "Iya, hati-hati di jalan," balas Tante Sandra dengan nada lembut. "Dah... pria tampan, sampai berjumpa kembali," Cantika melambaikan tangannya ke arah Ares, lalu melangkah pergi dari ruangan tersebut. Cantika tak menanyakan kenapa Ares masih berada di sana. Entah karena dia lupa, tau tidak memedulikan hal tersebut. ==== Setelah Cantika sudah pergi jauh.

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 110 Dijadikan Kalung Pelindung

    Ares terus mengamati patung itu dengan hati-hati. Setelah selesai mengamati patung tersebut, dia meletakkannya di meja. Ekspresi wajahnya tampak serius. Melihat ekspresi serius Ares, Tante Sandra dan Cantika menjadi penasaran. "Ada apa?" tanya Cantika penasaran. "Apa ada yang salah?" tanya Tante Sandra. "Patung kecil ini memiliki energi jahat. Patung ini berasal dari para kultivator jahat di jaman kuno," balas Ares dengan nada serius. Mendengar itu, Tante Sandra dan Cantika menjadi sedikit takut. "Apa kamu serius? kamu gak bohong kan?" Cantik memastikan kembali. "Aku serius! aku pun pernah menemukannya dulu saat sedang menjelajahi situs kuno," tegas Ares. "Ares... apa patung ini berbahaya?" tanya Tante Sandra dengan nada waspada. "Sangat bahaya! tapi... itu pun, kalau patung ini terus di simpan di dekat pemiliknya. Patung ini mengandung energi kematian. Kalau energi kematian terus meresap ke tubuh seseorang, energi kehidupan seseorang tersebut pasti terus melemah,

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 109 Gagal Mencicipi Tante Sandra

    Ares menurunkan pandangannya ke arah payudara besar wanita dewasa itu. Tante Sandra mengikuti arah pandang Ares. Saat melihat posisi tubuhnya apalagi payudaranya yang menempel erat di tubuh Ares. Saat Tante Sandra ingin menarik jarak, Ares terburu-buru melingkarkan tangannya di pinggang Tante Sandra, agar wanita itu tak bisa menjauh darinya. Tante Sandra sangat terkejut dengan tindakan berani Ares. "Ares... kamu mau apa?" tanya Tante Sandra dengan nada sedikit waspada. "Tante, jangan menjauh... ini sangat nyaman," ucap Ares dengan nada nakal. "Ares, jangan gini... tante gak bisa seperti ini," ucap Tante Sandra diburu-buru sambil memberontak. Ares memperkuat kuncian tangannya di pinggang wanita itu. Ares mengeluarkan aura penggoda agar dirinya tampak lebih memikat. "Aku sangat menyukai tante," goda Ares dengan nada berani. Mendengar itu, Tante S

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status