Share

Bab 1653

Penulis: Erlina
Beberapa orang tua itu berkata,

“Pebisnis dari Carika yang identitasnya nggak bisa diselidiki biasanya adalah orang kaya. Itu berarti anak ini punya latar belakang yang lumayan bagus dan mungkin pakai pelatih pribadi.”

“Meski dia pakai pelatih pribadi, kita juga seharusnya pahami jurusnya. Tapi, kita sama sekali nggak bisa tebak jurusnya.”

“Kita nggak bisa tebak karena dia masih belum ketemu sama tandingannya dan belum pakai jurusnya.”

“Masalahnya, dia bisa kalahkan Zain dengan begitu mudah. Dia
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2533

    “Asalkan kamu mau, semuanya nggak tergolong terlambat. Kita bisa beri lingkungan yang lebih bagus untuk Kakek Kedua.”Naomi tidak berbicara. Dia bersandar di atas pelukan Caden dengan menangis sejenak. Setelah perasaannya mulai tenang, dia baru menyeka air matanya dan keluar dari pelukan Caden. “Apa kamu khawatir akan ada yang mengorek makam Kakek Kedua, makanya dia dikubur di sini dan nggak ada nama di atas batu nisannya?”Caden menggerakkan bibirnya. “Kakek Kedua itu pura-pura mati. Di mata orang luar, dia sudah meninggal sejak lama. Seandainya dia dikubur di luar sana, bisa jadi akan menimbulkan kecurigaan.”“Batu nisan nggak diberi nama memang karena khawatir ada yang menemukannya, nantinya malah akan ada yang mengoreknya.”“Kakek Kedua adalah tokoh besar dalam dunia seni bela diri. Ada begitu banyak orang yang mengaguminya, sama halnya dengan orang yang membencinya juga banyak, terutama pesilat dari luar negeri.”“Seandainya orang-orang itu menyadari makam Kakek, mereka pasti akan

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2532

    Caden terdiam beberapa detik, baru membalas, “Sementara ini masih belum ditemukan. Masih lagi dalam pencarian.”Naomi bertanya, “Apa masih ada harapan untuk menemukannya?”Caden tidak berani mengucap janji dengan gampangnya. Dia berkata dengan kening berkerut, “Masalah Kakek Kedua sudah berlalu belasan tahun, apalagi masalah ini bukan dendam pribadi. Masalah ini bersangkutan dengan banyak negara. Nggak gampang untuk bisa menyelidiki pelakunya. Hanya saja, bukan berarti nggak ada kesempatan untuk menyelidikinya. Kami lagi berusaha.”Naomi mengerutkan keningnya. “Saat hari kemerdekaan tahun ini, Hayden pergi tanding dengan Negara Rigira dan Negara Horea demi masalah Kakek Kedua?”Caden ragu beberapa detik, lalu mengangguk. “Emm.”Naomi bertanya lagi, “Apa masalah Kakek ada hubungannya dengan Negara Rigira dan Negara Horea?”“Emm ….”Naomi menggertakkan giginya. “Selain Negara Rigira dan Negara Horea, siapa lagi yang berpartisipasi?”“Sementara ini masih belum berhasil diselidiki.”“Beri

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2531

    Naomi menangis hingga sekujur tubuhnya gemetar, membuat orang merasa sakit hati ketika melihatnya. “Aku nggak mau Kakek Kedua pergi. Aku kangen sama dia. Aku mau dia panjang umur. Huhuhu ….”Suara Caden terisak-isak. “Aku tahu.”“Caden, aku merasa sedih, hatiku sakit, hatiku sakit banget. Huhuhu ….”Naomi yang menangis itu menoleh untuk melirik makam dan batu nisan. Dia kembali masuk ke dalam pelukan Caden dan menangis dengan histeris. “Aku nggak bisa terima. Caden, hatiku penat. Huhu ….”Caden ikut meneteskan air mata. “Aku tahu. Aku tahu. Aku tahu. Nangislah kalau kamu merasa penat. Ada aku … kamu masih ada aku, kakek, dan nenek. Kamu juga masih punya anak-anak, papa, mama ….”“Kamu juga tahu, hidup, menua, sakit, dan mati itu adalah hukum alam. Pada akhirnya, semua orang juga akan meninggal, nggak ada satu pun yang bisa hidup untuk selamanya. Naomi, kita mesti menerima kenyataan ….”Caden memeluk Naomi dengan erat. Betapa inginnya dia memasukkan Naomi ke dalam tubuhnya. Dia ingin me

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2530

    Naomi tidak percaya!“Nggak mungkin! Kakek Kedua baik-baik saja. Mana mungkin dia tidur di dalam makam? Pembohong!”“Naomi ….”“Kamu jangan bicara! Dasar pembohong!”Naomi terisak-isak, lalu memalingkan kepalanya menjerit ke hutan, “Kakek Kedua, kamu segera keluar. Kalau kamu nggak keluar lagi, aku bakal marah. Aku benar-benar marah!”Balasan yang didapatkan Naomi hanyalah suara angin dan beberapa binatang yang dikagetkan oleh Naomi.“Kakek Kedua, keluar!”…“Kalau kamu nggak keluar, aku akan pergi, nggak kasih kamu permen lagi!”…“Kakek Kedua!”Mata Naomi memerah. Dia merasa panik hingga mengentakkan kakinya. “Kakek Kedua cepat keluar. Aku nggak suka dengan candaan seperti ini!”“Kakek Kedua! Keluar, kalau kamu nggak keluar lagi, aku … aku bakal nangis. Aku benar-benar akan nangis. Kamu paling takut lihat aku nangis, ‘kan? Begitu aku nangis, kamu pun akan merasa gugup ….”“Kakek Kedua, kamu jangan takuti aku ya? Nyaliku kecil sekali. Aku takut. Huhuhu ….”Naomi yang sebelumnya mengan

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2529

    Caden mengerutkan keningnya. Kakek Bungsu berkata, “Sewaktu hidup dulu, dia suka dengan keramaian dan juga binatang. Erha berpesan untuk jangan mencabut bunga dan rumput liar di sini, biarkan mereka tumbuh di makam ini. Binatang juga jangan diusir, anggap saja untuk menemaninya.”Hati Caden sungguh terasa tidak nyaman. Tidak ada foto di depan makam, hanya ada sebuah batu nisan yang polos. Di atasnya juga tidak tertera nama, hanya ada beberapa tulisan yang sangat sederhana. [ Makam Kakek Kedua ]Seorang pahlawan telah mengasingkan diri bertahun-tahun demi melindungi rahasia di dalam pegunungan. Dia menghabiskan sisa hidupnya demi mengabdi kepada negara dan rakyat. Setelah meninggal, dia bahkan tidak berani meninggalkan namanya di atas batu nisan.Tidak meninggalkan nama pasti demi melindungi Kakek Kedua agar tidak terjadi kekacauan di kemudian hari. Jika tidak, bisa jadi jasadnya akan dikorek, dia pun tidak bisa meninggal dengan tenang.Namun ketika melihat makam berantakan di depan mat

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2528

    Usai mendengar, beberapa orang tua langsung mengernyitkan kening mereka. Mereka semua kelihatan khawatir.Bawah tanah sangat berbahaya. Mereka tidak berharap Caden pergi mengambil risiko. Hanya saja … mereka sudah menyerahkan beban kepada Caden. Tidaklah mungkin juga jika Caden tidak ke sana.Nenek berucap, “Nggak mungkin kalau kamu pergi sendiri. Nanti cari kesempatan, biar kami bawa kamu ke sana. Mengenai masalah di sana, apa Usman sudah katakan sama kamu?”Caden mengangguk. “Sudah.”Nenek berkata, “Waktu itu, kami pura-pura mati dan mengasingkan diri, kelihatannya kami memiliki alasan kami masing-masing. Sebenarnya semua karena rahasia di dalam gunung.”“Kami semua penasaran dengan rahasia ini dan juga ingin meneliti rahasia ini. Kami ingin melindunginya.”“Pegunungan ini sangat unik. Konon katanya, segala sesuatu di alam memiliki roh, tapi binatang dan tanaman di wilayah ini jelas jauh lebih unggul dibanding area lain.”“Semuanya bisa dilihat dari si Putih, ia itu cerdas dan memili

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1492

    Camila berkata dengan menyipitkan matanya, “Nggak usah ketemu. Kalau ada masalah, cukup bicarakan di telepon saja.”Furla mulai menangis lagi. Dia menangis dengan begitu sakit hati.Camila tidak menghiraukannya dan langsung berkata, “Maaf, aku cukup sibuk, nggak ada waktu untuk mendengar kamu menang

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1432

    Namun setelah Braden menyelidiki beberapa saat, dia masih tidak menemukan petunjuk apa pun. Kedua kakek buyut itu bagai telah menghilang dari peredaran saja ….Sesuai logika, Kakek Buyut Keempat adalah peretas. Wajar kalau kesulitan untuk menyelidikinya. Namun, Braden tahu dengan identitas Kakek Buy

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1433

    Braden dan Rayden mengerutkan kening mereka. Mereka kelihatan sangat tidak tenang!Virus generasi ke-8 pada dasarnya berbahaya. Ditambah lagi dengan adanya pantauan orang misterius yang sedang bersembunyi. Sekarang virus belum ditemukan, jadi semuanya terasa sangat tenang. Namun begitu virus ditemuk

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1516

    “Waktu itu perusahaan Keluarga Hermanto baru berkembang di sana. Orang tuaku sangat sibuk setiap harinya. Mamaku juga hanya fokus dengan diri papaku, sama sekali nggak tahu apa yang terjadi dengan diriku.”“Aku masih nggak putus asa dan pergi mencarinya lagi. Aku bertanya apa dia terpaksa putus sama

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status