LOGINPerilaku Dinala memang tidak normal.Naomi sungguh penasaran. “Menurutmu, apa Dinala akan berterus terang dengan Steven?”Caden berkata, “Aku juga bukan dia. Tentu saja aku nggak tahu.”Naomi membayangkan reaksi Steven setelah Dinala berterus terang. Ujung bibirnya spontan berkedut. Dia sendiri bahkan merasa canggung karena kepolosan Steven!Ketika kepikiran permintaan Steven terhadap Dinala, seperti mandi bersama, tidur bersama, bahkan menurunkan ritsleting di hadapannya … sepertinya Steven akan canggung habis-habisan!“Cepat bangun! Setelah antar anak-anak nanti, kita mesti ke rumah sakit untuk menjenguk Steven dan Dinala. Sepertinya Dinala benar-benar merasa syok.”“Kamu juga jangan mentertawakannya. Bagaimanapun, kamu itu sahabatnya. Sekarang kakinya patah, seharusnya kamu perhatian sama dia!”Caden tersenyum. “Oke ….”Caden, Steven, dan Andrew tumbuh besar bersama di bawah banyak penderitaan. Jadi, luka sepele ini bukanlah apa-apa bagi mereka. Pagi harinya, setelah mengantar anak
Keesokan paginya, di Vila Maison.Begitu Naomi bangun, dia menyadari Caden sedang menatapnya. Caden berbaring dengan tubuh miring dan satu tangan menopang kepalanya. Bola mata indahnya kelihatan sedikit disipitkan. Dia seperti sedang mengagumi sebuah karya seni saja.Naomi menguap, lalu bertanya, “Lagi lihat apa? Apa ada sesuatu di wajahku?”Caden berkata dengan tersenyum, “Aku lagi lihat sebenarnya wanita siapa ini? Kenapa cantik sekali?”Naomi menggigit bibirnya. “Suasana hatimu bagus sekali hari ini?”Caden tidak menjawab pertanyaannya, malah bertanya, “Kelak mesti sering lakukan.”“Emm?”“Aku … menyadari berhubungan badan bisa memperbaiki suasana hati. Setiap kali selesai berhubungan, suasana hatiku jadi bagus. Kamu juga merasa seperti itu, ‘kan?”Wajah Naomi spontan memerah. Dia memelototi Caden sekilas. “Nggak tahu malu!”Naomi adalah tipe wanita pemalu. Dia juga tidak meladeni Caden lagi, lalu mengesampingkan selimutnya hendak menuruni ranjang.Caden langsung menarik Naomi ke da
Dinala menolak dengan wajah merona. “Nggak usah, terima kasih.”Steven tahu Dinala merasa tidak nyaman. Dia pun mengusir wanita itu, lalu membawa Dinala ke ruangan VIP lantai atas. Steven berjalan sembari menjelaskan, “Mereka adalah anggota Pak Dylan, semuanya saling kenal, makanya cara bicaranya agak asal-asalan. Kamu jangan keberatan ya. Kelak kalian pasti akan saling bertemu lagi.”Kening Dinala berkerut. “Bukannya Pak Dylan sudah punya Kak Camila?”Steven tersenyum. “Wanita-wanita itu bekerja di sini, sedangkan Pak Dylan itu bos dari tempat ini. Saat di Happy Bar, mereka semua di bawah kelola Pak Dylan.”“Oh ….”Suasana di dalam ruangan VIP sangat ramai. Ketika semua orang melihat Dinala, mereka pun mulai bergosip! Semuanya membahas wajah Dinala bahkan lebih cantik daripada wanita! Ada juga yang mengatakan, ketika melihat Dinala naik bersama Steven, mereka semua hampir salah curiga mengira Dinala adalah kekasihnya Steven.Saat para pria mulai bergosip, semuanya bahkan mengalahkan
Steven memalingkan kepalanya, lalu melihat beberapa sahabatnya.Dinala juga memalingkan kepalanya untuk melihat. Saat ditatap oleh sekelompok orang, dia spontan menunjukkan ekspresi kaget!Dinala sedang mengenakan pakaian uniseks pemberian Naomi. Tidak bisa dibedakan dia adalah pria atau wanita. Hanya saja, wajahnya terlalu cantik, siapa pun akan terpana ketika melihatnya!“Kak Steven, dia ….”Steven berkata, “Aku perkenalkan kepada kalian, namanya Dinala. Cowok ini berasal dari Kota Amari. Dia adalah sahabat baru kita. Kelak kita mesti lebih menjaganya.”Begitu mendengar kata “cowok", semua orang langsung merasa lega.“Wajahnya cantik sekali, aku kira dia itu cewek! Aku merasa kaget sampai nggak berani bernapas. Aku bahkan kepikiran untuk jaga sikap di depan cewek cantik!”Dinala merasa canggung. Steven berkata padanya.,“Kamu nggak usah gugup. Semuanya orang sendiri kok.”Dinala mencoba untuk menyapa mereka, “Halo semuanya.”Semua orang mengangguk dengan tersenyum. “Halo, selamat berg
Di dalam pemikiran Dinala, pria yang sering pergi ke bar dan mencari wanita cantik adalah hal yang tidak wajar.Steven menyipitkan matanya. “Kenapa tatapanmu seperti ini? Wajar sekali seorang pria suka dengan cewek cantik. Kalau kamu nggak suka gadis cantik, jangan-jangan kamu suka sama cowok cantik?”Dinala segera membantah, “Aku nggak suka!”Hati Steven merasa penat. “Nggak suka semuanya?”“Emm!”Steven spontan menceramahinya, “Kamu nggak boleh seperti ini! Tahun ini kamu sudah berumur 20-an tahun. Kamu nggak suka cewek cantik dan juga nggak suka sama cowok! Berarti ada masalah sama kamu!”Dinala membalas, “Kamu yang bermasalah!”Steven tersenyum. “Apa kamu suka sama aku?”Dinala terbengong sejenak, lalu spontan menggeleng. “Nggak suka.”“Itu berarti … kamu nggak suka siapa pun, kecuali keluargamu?”Dinala berpikir sejenak. “Bukan begitu.”Steven merasa syok. “Kamu malah suka sama orang luar, selain keluargamu? Siapa?”“Yellow! Aku suka sama Yellow!”Steven terdiam.Yellow adalah see
Dinala terbengong, lalu bergegas menuruni mobil.Steven pun tertawa dan menutup pintu mobil. Dia mengunci pintu, lalu menarik pergelangan tangan Dinala untuk berjalan ke depan.Dinala melepaskan tangannya. “Aku … aku bisa jalan sendiri.”Steven menoleh untuk menatap Dinala. “Nanti aku akan selalu berada di sisimu. Kamu nggak usah merasa tegang. Kamu ….”Belum sempat Steven selesai berbicara, dia pun terbengong! Mereka berdua kebetulan berjalan ke bawah cahaya lampu. Steven dapat melihat wajah merona Dinala. Dia pun bertanya dengan nada perhatian, “Apa kamu nggak enak badan?”Tanpa menunggu jawaban dari Dinala, Steven mengangkat tangannya untuk menyentuh kening Dinala, lalu menyentuh keningnya sendiri. “Nggak panas, tapi kenapa wajahmu semerah itu?”Begitu mendengar ucapan Steven, wajah Dinala semakin merona lagi.Dinala memiliki paras indah. Wajah meronanya malah membuatnya kelihatan semakin indah lagi! Steven tanpa sadar melakukan gerakan menelan air liur. Dia pun berdeham dan berkat







