Share

Anak Kembar Milik Aktor Tampan
Anak Kembar Milik Aktor Tampan
Author: Vicka Villya

1. Salah Paham

Author: Vicka Villya
last update publish date: 2024-03-05 20:20:40

“Apa-apaan ini Tuan El–”

Air mata Andrea tumpah membasahi pipinya. Ia tidak tahu apa kesalahannya hingga mendapat perlakuan sekejam ini.

Tadinya, Andrea hanya ingin mewawancarai seorang aktor untuk sebuah artikel dari majalah tempat dirinya magang saat ini.

Elov Graff, aktor tampan yang sudah mendulang begitu banyak piagam penghargaan selama hampir lima tahun berkarier di industri perfilman ini, yang akan menjadi narasumbernya.

Ketika Elov muncul di kamar hotel tempat mereka janjian untuk bertemu, Andrea sempat terpesona. Meskipun sang aktor hanya mengenakan kaos oblong putih dibalut dengan blazer hitam serta celana jeans hitam, pria itu tetap terlihat maskulin.

Dia memang sangat tampan dan mapan, hanya melihat ia berjalan saja dunia para wanita yang ada di sekitarnya seakan berhenti berputar.

Namun, pikiran Andrea tentang Elov berubah total ketika pria itu justru tiba-tiba menamparnya.

“Sakit? Itu belum seberapa dibandingkan perbuatan kamu padaku! Aku tidak menyangka saking inginnya kamu memanjat ranjangku dan menjadi kekasihku kamu nekat menyebar fitnah di sosial media.” Elov membuang napas pendek dan menyeringai dengan suara pelan, “Dasar murahan!”

Andrea kini tahu, Elov salah paham padanya. Ia sudah mendengar berita itu, ia sendiri sangat tidak terima karena sedikit banyak postingan di sosial media itu mempengaruhi karier Elov. 

“Anda salah paham, Tuan. Saya –”

“Diam, Wanita Jalang!” umpat Elov.

Andrea gemetar, saat ini wajah Elov seakan siap membinasakannya. Akankah ia berakhir di sini? Ia hanya seorang mahasiswi yang sedang magang di sebuah perusahaan penerbitan dan ditugaskan membuat artikel tentang selebriti papan atas untuk mendapatkan nilai A sebelum masa magangnya berakhir.

Elov memegangi kepalanya. Sebenarnya sebelum datang ke hotel tadi sore ia sempat menghabiskan beberapa botol wine. Bukan sebuah kebiasaan, hanya saja ada masalah yang lebih besar dari postingan di sosial media itu melandanya. Alhasil minuman beralkohol itu menjadi pelampiasan.

Begitu banyak amarah yang bercampur dengan rasa pusing dari minuman itu membuat pandangan Elov mengabur. Ia meringis memegangi kepalanya.

Andrea yang melihat itu langsung panik namun lega dalam waktu yang bersamaan, karena dengan begitu, Andrea bisa pergi dari kamar hotel ini.

“Tuan, apa Anda sedang sakit? Kalau begitu, kita tunda saja wawancaranya. Aku permisi dulu,” ucap Andrea, cepat-cepat ia beranjak dari sana. 

Namun, tangannya lebihi dulu dicekal Elov lalu lelaki itu menghempaskannya ke sofa. Andrea meringis, ia kembali menangis saat melihat Elov memegangi kepalanya sambil mengerang kesakitan. 

“Jangan pikir kamu bisa lari semudah itu sebelum aku membalas semua perbuatanmu!” desis Elov.

Elov menatap wanita di hadapannya. Dalam pandangan buramnya, Elov meyakini wanita di hadapannya ini adalah Celine, kekasihnya. Ia mengusap kedua matanya berharap ia hanya berhalusinasi, tetapi ia kembali menemukan Celine di sana.

Elov menjauhkan tangan dari kepalanya. Namun, alkohol benar-benar telah menguasainya dan melihat kekasihnya ada di sana membuat gejolak dari dalam dirinya meningkat.

“Jalang sialan! Aku akan membuatmu membayar semua pengkhianatan ini!” umpat Elov.

Andrea ketakutan saat Elov terus memaksa menciumnya bahkan menyentuh setiap inci tubuhnya. Ia berusaha melawan tetapi tenaganya terlalu lemah untuk membebaskan diri dari kungkungan Elov. 

“Tolong, jangan, Tuan. Saya mohon jangan perlakukan saya seperti ini. Saya tidak melakukan kesalahan apa pun. Jika Anda merasa saya mengganggu Anda dengan wawancara ini maka saya akan pamit pulang. Saya juga tidak akan mengatakan apa pun pada siapa pun –”

Satu tamparan kembali mendarat di pipi Andrea. Elov tidak peduli dengan ucapan gadis malang itu, yang ia tahu ia harus menuntaskan segalanya, demi membalas dendam dan melampiaskan amarahnya.

Pakaian Andrea telah berhasil ditanggalkan secara paksa. Keduanya bahkan sudah berada di atas ranjang dengan Elov yang sudah menindihnya. 

Teriakan Andrea yang terdengar begitu kesakitan menggema di kamar hotel itu.

Elov sempat menghentikan apa yang ia lakukan pada Andrea selama sesaat. Teriakan wanita itu membuatnya dilema, tetapi ia tidak peduli. Elov meneruskan kembali keinginannya.

Elov masih sempat mendengar suara lirih yang memintanya untuk berhenti meski tak dipungkiri gadis di bawah kungkungannya ini mendesah menikmati setiap sentuhan yang ia berikan. Namun melihat gadis yang ia gagahi ini adalah kekasihnya yang berkhianat, Elov tidak peduli.

Hingga setengah jam berlalu, Elov terkapar dan langsung tertidur di samping Andrea. Gadis malang yang tak lagi gadis itu menangis dan berusaha turun dari ranjang lalu memakai pakaiannya yang tak layak pakai. Ia terpaksa mencuri blazer Elov untuk menutupi tubuhnya.

Dengan keadaan menyedihkan ia berjalan tertatih keluar dari kamar sambil sesekali merintih kesakitan terutama pada area kewanitaannya. Ia bahkan menebalkan muka saat orang-orang yang berlalu-lalang di hotel mulai menggunjingnya sebab pakaian yang ia kenakan kini benar-benar mirip seperti jalang yang baru saja digarap habis oleh pria yang menyewanya.

‘Aku tidak berharga lagi,’ isak Andrea dalam hati.

***

Elov memegangi kepalanya yang terasa pusing, ia terpaksa membuka matanya karena asistennya terus saja mengguncang tubuhnya dengan keras.

“Ada apa, Finn?” tanya Elov dengan suara serak.

“Ada apa? Apa yang Anda lakukan, Tuan? Siapa yang baru saja Anda perkosa?” pekik Finn yang sedari tadi tak sabar ingin memarahi Elov.

Lelaki itu belum sadar sepenuhnya namun karena pekikan Finn ia pun terperanjat. “Perkosa?” ulangnya, kemudian ia melihat tubuhnya dan juga menyibak selimut, memperlihatkan noda darah di tempat tidurnya. “Oh, sial!”

Walaupun masih marah, Finn tetap membantu Elov mengenakan pakaiannya. Elov sedang mengingat peristiwa beberapa jam sebelumnya. Ia kemudian menatap Finn sambil menyeringai.

Samar-samar diingatan Elov mulai terbayang adegan semalam, bagaimana ia merudapaksa seorang gadis. Terlihat sorot penuh kepuasan dari manik biru didominasi abu-abu itu.

“Aku sudah memberikan pelajaran pada wanita yang sudah merusak reputasiku. Juga pada Celine yang sudah mengkhianatiku,” ucap Elov dengan bangga.

Finn yang mendengarnya justru terkejut. Ia mengusap wajahnya dengan kasar. 

“Apa yang Anda katakan?” Kembali Finn memekik. “Wanita mana? Apa Anda sedang mabuk? Saya belum membawa wanita itu karena dia tadi berusaha kabur dan melompat dari mobil hingga tubuhnya luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit. Sedangkan Celine, dia bahkan sedang melakukan pemotretan di luar kota. Oh astaga!”

Elov menaikkan satu alisnya. Meski samar-samar ia ingat jika semalam yang ada di kamar ini adalah wanita yang sudah merusak reputasinya lalu tak lama kemudian berganti dengan kehadiran Celine. Mengingat itu kepala Elov kembali terasa pusing. 

Finn membuang napas pendek. “Hancur sudah. Jika wanita semalam membeberkan masalah ini pada awak media maka karier Anda akan semakin hancur. Sekali lagi aku katakan, dia bukan wanita yang Anda maksud juga bukan Celine kekasih Anda. Jika dia Celine, tentu saja saat ini dia masih berada di sini, bukan?”

Elov jelas terbelalak kaget. Membenarkan apa yang baru saja Finn katakan. 

Kalau begitu, siapa wanita yang ia tiduri semalam?

“Cari wanita itu. Dia pasti berada di sekitar sini. Periksa CCTV dan segera temukan dia.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   102

    Andrea mendekatkan ponsel ke telinga dengan debar cemas yang tertahan. "Halo?"[Selamat malam, Nona Andrea] sapa sebuah suara bariton yang terdengar tegas, dingin, dan sangat terlatih. [Maaf mengganggu waktu Anda. Saya salah satu orang yang ditugaskan Tuan Alvons untuk mengawasi dan memastikan keamanan Anda]Kedua bola mata Andrea membulat. Dia tahu betul pamannya selalu menempatkan pengawal bayangan di sekitarnya sejak dulu, namun pria-pria itu hampir tidak pernah menghubunginya secara langsung kecuali ada situasi darurat."Ada apa?" tanya Andrea sigap. "Apa terjadi sesuatu?"[Kami baru saja menemukan keberadaan Nona Guzelim,] lapor pria itu tanpa basa-basi.Napas Andrea tercekat. "Kalian menemukannya? Di mana dia sekarang?"[Di perkebunan anggur pinggiran kota. Nona Andrea pasti sangat mengenali tempat itu]Jantung Andrea berdegup kencang. Perkebunan anggur? Seketika sebuah ingatan melintas di kepalanya. Hanya ada satu perkebunan anggur di pinggiran kota yang dia ketahui luar dal

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   101

    Ayden mematung di tempatnya berdiri. Angin senja perkebunan yang berembus pelan mendadak terasa hampa di sekelilingnya. Selama beberapa detik, otaknya mencoba mencerna kalimat yang baru saja meluncur begitu lancar dari bibir gadis di hadapannya. "Kak Ayden, mulai sekarang biarkan aku mengejarmu. Aku sudah lama menyukaimu."Dia mengerjap, menatap Guzelim dengan lekat, lalu mengusap telinganya pelan. "Kau... bicara sesuatu barusan? Maaf, sepertinya aku salah dengar."Bukannya malu atau menarik kembali ucapannya, Guzelim justru tersenyum lebar. Kedua matanya berbinar penuh tekad. Alih-alih meredupkan suaranya, dia malah menarik napas dalam-dalam, menangkup kedua tangannya di depan dada, lalu berteriak riang ke arah hamparan kebun, "Aku bilang, aku menyukaimu, Kak! Sudah sangat lama! Apa Kak Ayden mau mempertimbangkanku?"Teriakan itu membuat Ayden terperangah. Jantungnya berdegup tak beraturan, bukan karena debaran asmara, melainkan syok mendapati keberanian gadis ini.Ayden tidak lang

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   Bab 100

    Pintu ruang perpustakaan itu diketuk, Elov yang baru saja hendak mengatakan sesuatu pun teralihkan. Reyna berdiri membuka pintu dan menatap kesal pada pelayanan yang mengganggu obrolan serius mereka. "Maaf Nyonya, saya tidak bermaksud mengganggu. Di luar Nyonya Serena dan Tuan Morgan datang. Mereka marah-marah."Mata Reyna membulat. Dia berdecak. Kedua tangannya mengepal di samping. "Mau apa lagi sih mereka? Apa nggak puas udah bikin aku malu, udah mempermalukan calon menantuku dan kedua cucuku. Sekarang mau buat keributan apa lagi?"Mendengar Reyna yang kesal, Brandon dan Elov segera mendekat. "Ada apa?" tanya Brandon. "Serena dan Morgan datang. Mereka pasti ingin membuat perhitungan dengan kita," jawab Reyna lalu dia menatap Elov. "Berhubung kamu ada di sini, kamu yang hadapi mereka. Jelaskan semuanya."Elov mengangkat kedua bahunya lalu memasukkan kedua tangannya di saku celana. Dia tidak keberatan untuk menghadapi mereka, lagi pula dia juga masih kesal pada Serena yang berani

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   Ketika takdir mempertemukan kita

    Suasana menjelang malam di perkebunan terlihat sangat indah, matahari terbenam pun menjadi pemandangan yang tak bisa dilewatkan. Para pekerja mulai mengumpulkan barang-barang mereka dan bersiap untuk pulang. Ada yang bertugas untuk menyalakan lampu di perkebunan, ada pula yang sudah mencuci tangan lalu berpamitan pulang. Di gazebo yang biasa digunakan para pekerja untuk bersantai di siang hari, Geez menata pemandangan itu dengan mata yang tak berkedip. Bukan hanya itu, sosok yang sedang berdiri dan berbicara dengan pekerja lah yang menjadi pusat perhatiannya. 'Aku tidak menyangka bisa berada di sini dengannya, orang yang selama ini kucari,' ucap Geez dalam hati. Dulunya dia tidak percaya dengan takdir yang bisa mempertemukan sosok yang selama ini dia cari, tetapi kali ini dia benar-benar percaya bahwa takdir turut bercampur dengan kehidupannya. Bukan suatu kebetulan dia lari dari jamuan makan lalu tak sengaja berpapasan dengan Ayden, dia tahu ini adalah sebuah pengaturan takdir.

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   Memaksakan kehendak

    "Mari kita melangsungkan pernikahan, Rea." Mata Andrea membulat. "Menikah? Dengan kondisi seperti ini? Apa kamu sudah gila?""Ya, aku sudah gila! Aku ingin mengikat kamu sebagai istriku agar mulut-mulut kotor mereka tidak membicarakan hal-hal buruk tentangmu, tentang si kembar. Aku benar-benar tidak tahan!" ujar Elov sambil mengacak-ngacak rambutnya. Andrea membuang nafas pendek. Mengenai tanggapan buruk orang-orang memang sangat mempengaruhi hatinya, apalagi si kembar, mereka pasti sangat terluka setiap kali mendapat hinaan seperti ini. Namun Andrea juga masih memikirkan tentang kondisi keluarga Elov yang tidak ingin menerimanya. Pamannya juga pasti tidak akan setuju jika dia menikah diam-diam lalu menjadi menantu yang tersakiti. "Sebaiknya bicarakan ini dengan keluargamu. Aku tidak ingin menikah jika tidak mendapatkan restu. Aku lelah, aku ingin tidur. Pembicaraan kita cukup sampai di sini dulu," ucap Andrea lalu dia merebahkan tubuh dan berbaling membelakangi Elov.Pria itu men

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   Bab 97

    Kehebohan terjadi, Andrea masih memegang pipinya yang memerah karena tamparan tak terduga. Si kembar bahkan tak sempat siaga, beruntung Andrea bisa memeluk Luvina dengan sekuat tenaga.Di sisi lain, Lusiana yang melihat itu semakin bersemangat. Dia tidak menyangka, selain dirinya di sini ternyata ada lagi yang tidak menyukai Andrea. Diam-diam Lusiana mulai mengaktifkan kamera ponselnya, tetapi dia sadar sejak tadi ternyata sudah banyak ponsel yang merekam sejak kejadian dia mengatakan Andrea memiliki anak haram.'Astaga ... hari ini aku benar-benar terberkati. Puas rasanya melihat Kak Rea dipermalukan,' Lusiana membatin."Aku sudah lama ingin memberikan tamparan di wajahmu yang sok polos itu," ucap Serena dengan begitu angkuh. Dia berkata lagi, "Kamu dan kedua anak harammu ini tidak layak berada di sini. Aku nggak tahu apa yang dilihat keluarga Graff dari wanita sepertimu, tetapi karena kedatanganmu semua menjadi kacau. Dasar tidak tahu malu"Andrea hendak bicara namun sebelum dia me

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   6. Masuk perangkap

    "Ma, bukankah kita akan menonton bioskop?"Pertanyaan Levin membuat Andrea tersentak. Andrea menjanjikan mereka untuk menonton di bioskop bahkan sudah mengantre untuk memberi popcorn, tetapi pertemuannya hari ini dengan Elov mengacaukan segalanya. Andrea tidak bisa berlama-lama di tempat ini, ia kh

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   5. Sebuah pertemuan

    Andrea kembali teringat saat ia kembali mual saat berada di bandara. Tubuhnya lemas karena ia sendiri belum makan selain satu lembar roti di rumah Sarah. Tak sadar sudah lama berada di kamar mandi, ia ternyata telah ketinggalan pesawatnya.Untuk penerbangan selanjutnya ia harus menunggu sekitar tig

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   4. Melarikan diri

    Beberapa hari ini Andrea tinggal di rumah sahabatnya, Sarah. Hari ini ia akan mengambil ijazah dan mulai mencari pekerjaan agar tidak menumpang hidup di rumah Sarah. Meski sahabatnya itu selalu menerima keberadaanya tetapi Andrea tidak ingin menyusahkannya. Sarah pun mengantarnya ke kampus dan akan

  • Anak Kembar Milik Aktor Tampan   3. Kehamilan simpatik

    Andrea menarik kopernya. Ia tahu tak mungkin bagi keluarganya menerima keadaannya apalagi ayahnya yang ia kenal penuh dengan ambisi. Demi mendapatkan kedudukan dan menjaga reputasinya ia bahkan tega membuang anak kandungnya sendiri.Andai saja ibunya masih ada, Andrea pasti mendapatkan pembelaan. T

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status