Compartir

Bab 18 (18+)

Autor: Rizu Key
last update Fecha de publicación: 2026-01-06 23:18:00

Aura di dalam ruangan itu mendadak berubah menjadi menyesakkan. Ibra semakin menarik Aya mendekat dan mencium aroma lembut bunga yang menguar dari tubuh wanita cantik itu. Dan aroma itu membuat darah Ibra terpompa cepat di dalam tubuhnya.

"Ingatlah dengan perjanjian yang telah kamu sepakati jika kamu ingin selamat." Lagi-lagi Ibra mengancamnya.

"Selama dua bulan ke depan, tugasmu bukan hanya mengurus jadwalku atau menyiapkan kopiku. Kamu harus melayaniku, Aya. Kapan pun aku menginginkannya."

Ay
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 256

    "Nggak papa. Makanlah yang kenyang."Sarapan pun berlangsung dengan tenang namun hangat. Mereka mengobrol tentang rencana sekolah Putra hari ini dan beberapa hal kecil lainnya. Ibra sesekali memerhatikan piring Aya, memastikan istrinya menghabiskan porsinya agar nutrisi untuk calon bayi mereka terpenuhi. Dan untuknya tentu saja menu sarapan tanpa bawang putih.Setelah selesai, Ibra menoleh menatap Aya dengan lembut. Ia mengusap perut wanita itu dengan penuh kasih sayang."Aku berangkat dulu sama Putra. Kamu baik-baik dan istirahat di rumah saja," ujarnya tak lupa dengan senyuman. Seolah kejadian malam tadi di kamar mandi tak pernah terjadi dan dirinya tidak tahu bahwa Aya telah mendengar Ibra mendesahkan namanya."Iya, Mas." Aya membalasnya dengan senyuman yang begitu manis.Sejenak Ibra menelan ludahnya dengan susah payah. Istrinya yang cantik itu selalu bisa mengusik ketenangan dan gejolak di dalam dirinya."Kalau begitu kami berangkat," ucap Ibra sambil berdiri dan mengambil kunci

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 255

    Aya masih terpaku pada layar ponselnya, jemarinya perlahan menggulir artikel yang membahas tentang hubungan suami istri selama masa kehamilan. Informasi yang ia dapatkan seolah memberikan validasi sekaligus keberanian baru. Namun, tetap saja, membayangkan dirinya harus memulai pembicaraan sensitif itu membuat jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Pasalnya selama ini Ibra lah yang selalu mengajak dan memimpin permainan."Aya?""Ah... Mas!"Aya terlonjak kaget. Ponsel yang dipegangnya hampir saja merosot dari genggaman jika ia tidak segera mendekapnya ke dada. Ia menoleh dengan gerakan perlahan. Dan ia menemukan Ibra sudah berdiri tak jauh dari tempat tidur. Tak menyadari bahwa suaminya itu sudah keluar dari kamar mandi.Ibra mengernyitkan dahi, tampak heran melihat reaksi istrinya yang tampak berlebihan. "Kamu kenapa? Serius sekali sampai kaget begitu.""Eummm... nggak papa, Mas. Cuma... cuma aku lagi serius baca berita barusan," sahut Aya cepat, tentu saja berdusta. Wajahnya yang

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 254

    "Ummm...." Suara lenguhan terdengar pelan.Sinar matahari pagi yang hangat mulai menyeruak masuk melalui celah-celah gorden kamar yang tidak tertutup rapat. Suasana kamar masih begitu tenang, hanya terdengar suara detak jam dinding dan napas teratur dari pria yang masih terlelap di samping Aya.Aya terbangun lebih dulu. Tubuhnya terasa jauh lebih segar setelah tidur nyenyak yang cukup panjang, meski ada sedikit rasa pegal di pinggangna. Hal yang lumrah bagi wanita yang kandungannya sudah mulai membesar. Ia mengubah posisinya perlahan, berbaring miring menghadap Ibra."Mas Ibra...." panggilnya lembut.Ditatapnya wajah suaminya yang masih terpejam rapat. Dalam keadaan tidur seperti ini, gurat-gurat tegas dan dingin yang biasanya terpancar dari wajah Ibra seolah luluh, digantikan oleh ketenangan yang tulus. Bulu mata Ibra yang lebat tampak kontras dengan kulit wajahnya yang putih bersih. Aya memperhatikan setiap detail itu dengan rasa sayang yang membuncah.Tiba-tiba Aya teringat kejadia

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 253

    Namun, tepat saat suasana semakin memanas, Ibra tiba-tiba menjauhkan wajahnya. Ia mengambil napas panjang dan memejamkan mata, mencoba menenangkan debaran jantungnya sendiri. Tangannya pun menjauh dari dada sintal Aya."Mas...?" bisik Aya bingung, napasnya juga masih tersengal. Wanita itu, juga ikut mulai terbawa suasana.Ibra membuka kedua matanya, menatap wajah sang istri yang merah padam."Maaf, Aya," ujar Ibra dengan suara serak. Ia mengusap lembut pipi sang istri dengan ibu jarinya. "Aku nggak mau egois. Kandunganmu baru memasuki lima bulan, dan beberapa minggu terakhir ini kamu sangat stres dengan masalah ini. Aku takut kalau kita lanjut... itu akan membahayakanmu atau bayi kita. Aku nggak mau ambil risiko sekecil apa pun."Aya tertegun. Ada sedikit rasa kecewa yang muncul secara alami, namun di saat yang sama, hatinya luluh melihat betapa Ibra sangat memprioritaskan keselamatannya, sangat peduli padanya. "Aku mengerti, Mas. Nggak papa...."Ibra mengecup ke

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 252

    Mobil Maybach hitam metalik yang membawa Ibra dan Aya membelah jalanan kota dengan perlahan, seolah memberikan ruang bagi penghuninya untuk menghirup udara kebebasan yang sesungguhnya.Di belakang mereka, mobil yang membawa Dewi perlahan memisahkan diri di persimpangan besar. Dewi memilih pulang ke kediamannya sendiri untuk menenangkan diri atas keadilan bagi mendiang suaminya."Aku masih nggak percaya ini sudah berakhir," gumam Ibra sambil menggenggam erat tangan Aya di pangkuannya.Aya tersenyum, menyandarkan kepalanya ke bahu bidang suaminya. "Keadilan mungkin datang terlambat, Mas. Tapi dia pasti datang untuk membela kebenaran."Ibra tersenyum tipis. "Kamu benar. Dan ini semua berkat kamu," ujarnya penuh kelembutan.Mobil Ibra pun terus melaju. Begitu mobil berhenti di depan teras rumah, pintu depan sudah terbuka lebar. Seorang anak laki-laki dengan mata berbinar berlari keluar. Putra, yang selama ini dijaga ketat di rumah demi keamanannya, tampak melompat-lompat kegirangan."Ayah

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 251

    Hakim mengetuk palu dengan keras. "Terdakwa, jaga sikap Anda!"Setelah perdebatan sengit selama berjam-jam, di mana kuasa hukum Hengki mencoba segala trik hukum untuk menunda keputusan, mulai dari alasan kesehatan klien hingga prosedur penyitaan bukti yang dianggap tidak sah. Akan tetapi hakim tetap pada pendiriannya. Fakta-fakta yang disajikan Rafael terlalu fakta, terlalu nyata, dan terlalu mengerikan untuk diabaikan.Hakim Ketua kemudian berkonsultasi sejenak dengan hakim anggota lainnya. Suasana sidang mencapai puncak ketegangannya. Para wartawan sudah siap dengan jari di atas tombol unggah setelah mendapatkan foto-foto dan juga rekaman video perdebatan sengit di dalam ruang sidang."Berdasarkan bukti-bukti yang sah dan meyakinkan...." Hakim Ketua memulai pembacaan putusan. "Maka dengan ini menyatakan terdakwa Hengki Pramana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama, pencurian data informasi rahasia negara dan korp

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 89

    Di depan ruang rapat, Samuel tampak gelisah. Meski ia sudah cukup menguasai materi dan masalah soal kerjasama ini, namun dirinya hanyalah seorang asisten. Sedangkan klien yang hadir berasal dari Jerman dan termasuk orang yang berpengaruh dalam dunia bisnis.'Tenanglah, Sam. Kita harus selesaikan in

    last updateÚltima actualización : 2026-03-27
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 91

    Aya hanya mendengus melihat tingkah Ibra yang sok kuat, padahal tangannya masih sedikit gemetar saat memegang sendok. Ia memilih beranjak untuk mengambil gelas teh hangat yang ia bawa tadi."Minum ini setelah buburnya habis," ujar Aya sembari meletakkan gelas di meja nakas yang dekat dengan posisi

    last updateÚltima actualización : 2026-03-27
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 87

    "Emmmhhh...." Lenguhan pelan itu terdengar. Aya membuka kedua matanya dan menoleh ke arah suaminya.Pagi itu, cahaya matahari merayap masuk melalui celah gorden yang sedikit terbuka, menerangi kamar yang mewah. Aya baru saja bangun. Tubuhnya memang terasa pegal luar biasa, namun tanggung jawabnya s

    last updateÚltima actualización : 2026-03-26
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 85

    "Ah, maaf...." cicit Aya yang tersadar akan tindakannya. Wanita itu menegakkan badannya dan melepaskan genggaman tangannya.Ibra hanya diam dengan ekspresi datar. Membuat suasana semakin canggung. Aya cepat-cepat menoleh ke jendela dan membiarkan dirinya memandangi lampu jalanan yang mulai menyala.

    last updateÚltima actualización : 2026-03-26
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status