首頁 / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 143. Runtuhnya Sang Alpha di Hadapan Cinta

分享

143. Runtuhnya Sang Alpha di Hadapan Cinta

作者: malapalas
last update publish date: 2026-06-08 19:36:57
​Benturan kekuatan antara Robert dan Aaron menyisakan dengung tipis yang mencekam di udara. Robert terengah, perlahan menurunkan kedua lengannya yang masih bergetar hebat setelah menahan hantaman murni dari sang Alpha tertinggi di depannya.

Sementara itu, Aaron berdiri bergeming. Napasnya menderu berat, meninggalkan uap tipis yang langsung lenyap ditelan kabut pegunungan. Netra merah darahnya tidak sekalipun beralih dari satu titik di hadapannya, bukan sekadar Fay, tetapi ruang yang kini sepenu
malapalas

Aku tipe penulis yang suka banget baca komentar pembaca apalagi kalau ada yang bilang suka sama cerita aku, itu membuatku makin semangat nulisnnya. Jadi jangan lupa ya, berikan komentar kalian untuk cerita ini. Kalau bisa bukan di bab, tapi di bagian KOMENTAR BERANDA di luar buku ini. Terima kasih sebelumnya.

| 2
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (2)
goodnovel comment avatar
malapalas
Wah, mksh kak. diusahain ya ...
goodnovel comment avatar
Hari Murya Yanto
q suka ceritanya kak, apa lagi klo lebih panjang tiap bab nya
查看全部評論

最新章節

  • Anak Rahasia Sang Alpha   181. Dalang Sesungguhnya

    Selama ini semua orang menganggapnya sebagai kecelakaan yang gagal dijelaskan. Bahkan Lucien, dengan penciumannya yang jauh melampaui manusia biasa, hanya mampu memastikan bahwa ada sesuatu yang tidak wajar pada hari itu, tetapi tidak pernah menemukan bukti yang cukup untuk menunjuk pelakunya.Namun sekarang ... semua potongan itu perlahan mulai saling bertaut.Aaron menurunkan pandangannya ke foto Hendra yang berada di atas meja."Kalau Hendra memang hidup di bawah perintah pria ini ...," Suara Aaron terdengar sangat pelan, "maka nggak ada satu pun tindakannya yang bisa dianggap sebagai kebetulan."Aldrick mengangkat kepala."Tuan...."Aaron tidak langsung menjawab. Ingatannya justru kembali pada laporan Aldrick malam itu.Hendra datang tanpa pemberitahuan.Tidak lama kemudian, Fay mendadak merasakan sakit yang begitu hebat hingga ikatan darah antara dirinya dan bayi mereka sempat melemah. Bahkan dari Singapura, ia mampu merasakan jeritan naluriah anaknya yang sedang berusaha bertaha

  • Anak Rahasia Sang Alpha   180. Rantai yang Mengikat

    Keheningan masih menggantung di ruang kerja pribadi Aaron, mengendap di antara dinding-dinding tinggi perusahaan pencakar langit miliknya. Di luar, hujan tipis mulai turun membasahi kota, membentur kaca jendela besar dengan suara ketukan lembut yang monoton dan terus-menerus.Aldrick meletakkan beberapa lembar foto hasil cetakan digital di atas meja milik Aaron."Ini dari rekaman CCTV lalu lintas belasan tahun lalu, Tuan. Pemerintah punya server cadangan rahasia yang menyimpan seluruh riwayat rekaman kota."​Aaron meneliti gambar yang sedikit buram itu. "Bagaimana bisa sejelas ini?""Tim dari Direktur William mengambil cuplikan video, menaikkan kontrasnya, lalu mencetak bagian terbaik. Itu Hendra, dan pria bermantel itu tepat di belakangnya."Aaron tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia memperhatikan semua bukti foto yang telah dikumpulkan Aldrick.Pola yang sama kembali berulang seperti mimpi buruk yang tercetak.Hendra dan pria bermantel itu selalu berada di lokasi yang sama. Namun,

  • Anak Rahasia Sang Alpha   179. Kepatuhan yang Tersembunyi

    ​"Ulangi ucapanmu," desis Aaron, setiap suku katanya terdengar seperti hunjaman pisau.​"Tetua Marcus datang sendiri ke kamar saya, Tuan. Hanya berselang beberapa saat setelah saya menemukan dokumen ini," ulang Aldrick dengan sisa keberaniannya.​Tatapan Aaron seketika berubah menjadi sedingin musim dingin di utara."Lanjutkan. Jangan kurangi satu detail pun."​Aldrick menarik napas dalam-dalam sebelum menceritakan seluruh kronologi kejadian malam itu.Ia menceritakan tentang ketukan pintu yang mendadak, tentang alasan Marcus mengenai laporan seseorang yang melihat koper hitam mencurigakan, tentang pemeriksaan yang dilakukan Marcus di dalam kamarnya, hingga upaya Tetua itu mencari sesuatu.Aldrick menjelaskan bagaimana mata tua Marcus bergerak liar, mencari sesuatu yang jelas-jelas merujuk pada berkas penyelidikan itu, serta bagaimana kecurigaannya menguat bahwa ada mata-mata yang mengawasi setiap gerak-gerik mereka di dalam klan.​Setelah Aldrick menyelesaikan kalimat terakhirnya, ti

  • Anak Rahasia Sang Alpha   178. Awal Terbukanya Konspirasi

    ​Jemari Aaron terhenti tepat pada selembar foto yang terletak di bagian tengah halaman dokumen.Itu adalah sebuah foto yang diambil secara sembunyi-sembunyi dari jarak yang cukup jauh, menyajikan fokus yang sedikit buram namun menyimpan detail yang mengerikan.Di depan terlihat Hendra. Namun, bukan pria itu yang menyita seluruh perhatian Aaron, melainkan sosok yang berdiri beberapa meter di belakangnya.Pria bermantel hitam.Seketika itu juga, atmosfer di dalam ruang kerja sang Alpha mendadak terasa menyusut, digantikan oleh hawa sedingin es yang merayap dari balik dinding. Aaron menatap foto itu dalam keheningan yang mencekam. Terlalu lama, hingga Lucien dan Aldrick yang berdiri di hadapannya mulai menahan napas.​"Jelaskan," perintah Aaron.Suaranya rendah, serak, dan mengintimidasi, seolah-olah getarannya sendiri adalah sebuah peringatan bahaya yang nyata.​Aldrick berdeham pelan, mencoba mengusir ketegangan yang mulai menguji naluri serigalanya.Ia segera mengangguk patuh."Saya a

  • Anak Rahasia Sang Alpha   177. Benang Merah Takdir

    Pagi itu, Aaron berdiri di depan jendela kaca ruang kerjanya yang megah di gedung pencakar langit miliknya.Dari ketinggian tersebut, hiruk-pikuk seluruh kota tampak begitu kecil dan tidak berarti. Namun, perhatian sang Alpha sama sekali tidak tertuju pada pemandangan di luar sana.Di telapak tangannya tergeletak sebuah cincin tua bermata merah peninggalan ibunya. Kilauan batu merah itu memantulkan cahaya matahari pagi yang masuk melalui jendela besar.Untuk beberapa saat, Aaron hanya menatap benda itu dalam diam.Logam halusnya terasa hangat di kulit Aaron, seolah menyimpan sisa-sisa memori yang sampai saat ini terekam jelas di ingatan.Ia lalu menggenggam cincin itu erat.Pikirannya melayang jauh, mengarungi garis waktu menuju masa lalu yang telah lama terkubur.Kepada ayah dan ibunya.Kepada cerita yang berulang kali ia dengar sejak kecil.Tentang seorang manusia biasa yang dengan berani menolong ayahnya ketika terluka parah di Hutan Larangan.Sebagai balasannya, sebuah liontin gio

  • Anak Rahasia Sang Alpha   176. Pemeriksaan Mendadak

    ​Keheningan menggantung di antara mereka, terasa begitu berat hingga seolah mampu menghambat aliran napas.Sang Tetua berdiri tegak di depan pintu, sementara Aldrick tidak bergeming sedikit pun di hadapannya. Tatapan mata tua Marcus yang tajam perlahan bergeser, menyapu meja kerja Aldrick yang dipenuhi tumpukan dokumen sebelum akhirnya kembali terkunci pada wajah sang Beta.​"Aku mendengar laporan bahwa kamu baru saja membawa sebuah koper hitam mencurigakan ke dalam kamar ini," ujar Marcus.Suaranya tenang, terlalu tenang, namun justru ketenangan itulah yang membuat kalimatnya terdengar lebih menyerupai tuduhan daripada sekadar pertanyaan.​Aldrick tidak berkedip. "Saya memang membawanya masuk, Tetua. Apakah ada aturan baru yang melarang saya membawa barang pribadi ke dalam ruangan saya sendiri?"​Marcus tersenyum tipis. "Aturan lama atau baru tidaklah penting, Aldrick. Yang penting adalah apa yang kamu sembunyikan di dalamnya. Kamu tampak gugup saat aku mengetuk pintu tadi."​"Saya h

  • Anak Rahasia Sang Alpha   81. Ancaman dari Dalam Rahim

    "Aku nggak akan gagal," ucap Hendra dingin.​Pria bermantel hitam itu memperhatikannya selama beberapa saat, seolah sedang menakar kadar keyakinan di mata Hendra, sebelum akhirnya terkekeh pelan."Aku sangat berharap begitu, demi keselamatan nyawamu sendiri."​Ia berbalik perlahan, mantel hitamnya

  • Anak Rahasia Sang Alpha   79. Ikatan yang Menyiksa

    ​Malam turun dengan perlahan, membawa keheningan yang menyesakkan ke dalam ruang kerja Aaron. Cahaya senja yang tadi sempat menyapa, kini telah lama padam, menyisakan pantulan remang lampu kota yang menembus jendela kaca setinggi langit-langit. Jam dinding di sudut ruangan berdetak pelan, seolah se

  • Anak Rahasia Sang Alpha   77. Saat Bulan Merah Naik

    Pagi tadi seharusnya berjalan biasa. Aku bangun, meregangkan otot, membantu nenek di dapur, lalu bersiap menjalani hari tanpa memikirkan apa pun yang aneh. Namun sejak membuka mata, ada perasaan ganjil yang tidak bisa kujelaskan. Seperti sisa mimpi buruk yang enggan pergi meski aku sudah sepenuhnya

  • Anak Rahasia Sang Alpha   76. Bidak yang Mulai Bergerak

    Beberapa jam setelah matahari naik....Lorong rumah sakit mulai jauh lebih sepi dibanding pagi tadi. Langkah kaki perawat hanya terdengar sesekali, samar dan cepat, lalu kembali tenggelam dalam kesunyian bangunan yang dipenuhi aroma obat-obatan.Di dalam kamar rawat itu, Jessi masih duduk di atas r

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status