Chapter: 261. The Lunar Oath"Kenapa?" Aaron memperhatikan ekspresi Fay yang masih mematung. "Apa kamu nggak mau menikah denganku?"Fay spontan mengerjapkan mata, berusaha mengumpulkan kembali kesadarannya yang sempat melayang."Bukan begitu. Aku ... aku hanya merasa ini terlalu mendadak. Kita—""Aku tahu ini terlalu cepat," sela Aaron, memotong kalimat Fay dengan nada suara yang mendadak berkejaran dengan waktu. "Tapi kita nggak punya pilihan, Fay. Hanya tersisa beberapa hari sebelum Tetua Marcus dan Dewan Tetua mengambil tindakan."Fay mengernyit bingung, merasakan firasat buruk yang mulai merayap. "Maksud kamu?""Jika kita melewati batas lima hari yang ditentukan, artinya mereka pasti akan mengambil Arsen.""Nggak!" sahut Fay dengan nada tinggi, naluri keibuannya seketika berontak. Ia menggeleng keras. "Nggak akan kubiarkan mereka menyentuh anakku, Aaron. Nggak akan pernah.""Aku juga nggak akan membiarkan itu terjadi," sahut Aaron tegas. "Satu-satunya cara mengunci pergerakan mereka adalah dengan pernikahan k
Terakhir Diperbarui: 2026-09-15
Chapter: 260. Dosa yang Tak TerhapusAaron masih menggenggam kedua tangan Fay. Namun, kali ini tidak ada lagi senyum di wajahnya.Raut wajah pria itu tampak begitu serius, seolah apa yang akan diceritakannya bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan luka yang selama bertahun-tahun tidak pernah benar-benar sembuh.“Fay...,” panggil Aaron pelan."Ya?"“Apa kamu masih ingat saat aku pernah menceritakan bagaimana kedua orang tuaku meninggal malam itu?”Fay menelan ludah.Tentu saja ia masih mengingatnya.Bagaimana mungkin ia melupakan kisah tentang seorang anak berusia delapan tahun yang pulang untuk menemui kedua orang tuanya, tetapi justru mendapati rumahnya telah berubah menjadi tempat kematian?“Aku ingat,” jawab Fay lirih.“Malam itu juga....” Suara Aaron terdengar begitu berat. “Tubuh kecilku akhirnya kehilangan kendali.”Fay terenyak. Detak jantungnya seolah berhenti sesaat mendengar pengakuan itu.Aaron menghela napas pelan, lalu mulai menceritakan apa yang selama ini tersimpan jauh di dalam dirinya.“Malam itu huj
Terakhir Diperbarui: 2026-09-13
Chapter: 259. Masa Lalu yang Terkubur“Aku nggak cemburu,” gumam Fay, menyuarakan pembelaan terakhirnya yang terdengar rapuh.“Fay,” panggil Aaron pelan.Lengan kokohnya yang melingkar di pinggang Fay sedikit mengetat, seolah menuntut kejujuran tanpa perlu ada dusta di antara mereka.Fay meremas pelan kemeja Aaron, menyalurkan rasa sesak yang mulai membelit. “Aku cuma nggak suka dia.”“Kenapa?” tanya Aaron. Pria itu sedikit memiringkan kepala, berusaha menangkap ekspresi Fay yang mulai meredup.“Karena dia juga nggak suka aku.”Aaron terdiam. Sorot matanya melembut, dipenuhi rasa bersalah yang mendalam saat menyadari ada luka tersembunyi di balik kemarahan wanitanya.Fay melanjutkan dengan wajah semakin murung. Ia menatap lurus pada kancing kemeja Aaron dengan tatapan terluka.“Dia datang ke kamar Arsen, mengancam mau mengambilnya, menyebut darah anak kita sebagai masalah, lalu bicara kepadamu seolah aku ini nggak ada.”Aaron mendengarkan tanpa menyela, membiarkan perempuan itu menumpahkan seluruh unek-uneknya.“Aku tahu
Terakhir Diperbarui: 2026-09-12
Chapter: 258. Kecemburuan Sang LunaAaron mengernyit. “Fay?”Nada suaranya begitu tenang dan sabar.“Kenapa harus menikah denganku?” tanya Fay tiba-tiba, terdengar tajam dan menusuk.Alis Aaron bertaut bingung. Ia benar-benar tidak mengerti arah pembicaraan itu.“Karena aku mencintaimu.”Fay menepis tangan Aaron dari dagunya, berusaha tak terpengaruh akan jawaban pria itu.“Harusnya kamu nikahi Lira saja,” sahutnya dengan bibir cemberut.Aaron tercengang sesaat. Lira?Kali ini ia benar-benar tidak menyangka nama itu akan muncul.Fay sendiri merasa dadanya semakin panas setelah mengucapkannya. Ia tahu dirinya terdengar kekanak-kanakan. Namun, setiap kali mengingat cara wanita itu berbicara kepada Aaron, bagaimana ia menyebut nama Aaron dengan begitu lembut, dan bagaimana ia mengungkit bahwa Aaron pernah melindunginya, hatinya terasa sakit.Yang paling membuatnya kesal adalah Aaron tidak menjelaskan siapa wanita itu.Dan semakin Aaron diam, semakin banyak hal yang berputar di kepala Fay.“Kenapa diam?” tanya Fay ketus.I
Terakhir Diperbarui: 2026-09-11
Chapter: 257. Kejutan Sang AlphaSepulang dari kantor, Aaron tidak langsung menuju kamar. Begitu memasuki mansion, pria itu justru berbelok menuju rumah kaca. Sejak mengetahui tempat itu menjadi salah satu tempat favorit Fay, Aaron tidak pernah menyesal telah membangunnya. Bahkan calon ibu mertuanya, juga terlihat semakin menyukai bangunan beratap kaca itu. Ketika pintu rumah kaca dibuka, aroma bunga langsung menyambutnya. Cahaya sore menembus atap kaca dan jatuh di antara deretan tanaman yang tertata rapi. Aaron melangkah masuk. Namun, baru beberapa langkah, ia berhenti. Di salah satu sudut ruangan, Fay sedang duduk di kursi santai sambil menggendong Arsen. Di sampingnya, Elena duduk dengan secangkir teh di tangan. Sepiring kue berada di atas meja kecil di antara mereka. Keduanya tampak sedang bercanda. Sesekali terdengar tawa ringan Fay, disusul senyum Elena ketika melihat cucunya yang menggeliat kecil dalam pelukan ibunya. Mereka begitu menikmati suasana hingga sama sekali tidak menyadari kehadiran Aaron. Pr
Terakhir Diperbarui: 2026-09-10
Chapter: 256. Strategi Sang AlphaAdrian dan Lucien berdiri kaku di tempatnya. Keduanya tahu hubungan Aaron dan Fay bukan lagi sekadar hubungan antara seorang Alpha dan pasangannya.Fay telah menjadi bagian terpenting dalam hidup Aaron. Namun, mengadakan pernikahan besar dalam keadaan seperti sekarang berarti membuka seluruh kehidupan mereka kepada lebih banyak orang."Tuan." Adrian akhirnya bersuara. "Anda serius?"Aaron menatapnya datar. "Ya."Ia justru tampak sudah memikirkan hal tersebut.“Aku ingin semuanya disiapkan dengan sempurna,” ucapnya tenang.Adrian perlahan mengambil buku catatannya. “Seberapa besar pesta yang Anda inginkan, Tuan?”“Sebesar mungkin.” Tidak ada keraguan dalam jawabannya. “Aku ingin pesta yang layak untuk seorang Luna.”Adrian menghentikan gerakan tangannya. Sementara Aaron yang duduk di kursi terlihat begitu santai.“Fay nggak akan mendapatkan pesta kecil yang hanya dihadiri beberapa orang. Aku ingin semua orang tahu kedudukannya.”Tatapannya berubah lebih serius.“Dia adalah pasanganku.
Terakhir Diperbarui: 2026-09-09
Chapter: 127. Someone Has Arrived“Do you still think this is all just about Jessi?”My heart seemed to stop beating. There was something in his tone that made me uncomfortable. As though that woman was not the most dangerous person behind all of this.A faint smile appeared on his lips. “Actually, our original plan was far more elegant than a crude kidnapping like this.”I immediately looked up, staring sharply at him. “What do you mean?”“At first, I was ordered to slowly get close to you while Aaron was busy dealing with clan affairs and the border.” Lucas slowly walked around me. “I would appear as your savior. A good person who just happened to always be there whenever you needed help.”Lucas’s voice sounded so casual, as though he were telling a bedtime story, even though every sentence was a nightmare to me.My body tensed and I became alert.“I would become your confidant. Someone who listened to all your fears. Someone who pretended to care about you.”Suddenly, my stomach churned with disgust as I heard him
Terakhir Diperbarui: 2026-09-16
Chapter: 126. The End of the LiesThe room fell silent again. The only sound was Jessi’s wildly racing heartbeat. Cold sweat began to trickle down her temples, dampening several strands of hair clinging to her cheek.“I did hate Fay once! I’m not denying that!” she shouted in resignation.Aaron showed no reaction whatsoever. His face remained as hard as stone.“I also admit that I made a huge mistake against her,” Jessi continued, breathing heavily. Yet the man before her remained unmoving, not even blinking. “But this time is different, Aaron! Please believe me just this once!”The total silence Aaron gave her became Jessi’s greatest torment. The uncontrollable panic nearly drove her mad because she could not read what the brilliant Alpha was planning at all.“Aaron, by the ancestral Alpha, I swear I didn’t touch her this time!”“You even swear?”“Yes, I swear!”“How interesting,” Aaron murmured. The man then turned his head slightly toward the Beta. “Aldrick.”“Yes, Sir,” Aldrick replied, taking one step forward.“T
Terakhir Diperbarui: 2026-09-15
Chapter: 125. A Fatal Mistake“Aaron, you misunderstood. Please listen to me first,” Jessi whispered, panicking.Aaron’s gaze did not change in the slightest. Those golden eyes were as cold as ice, staring at Jessi as though the woman were nothing more than a tiny insect disturbing him.“Misunderstood?” Aaron repeated. His voice was flat yet heavy, characteristic of a dominant Alpha, making the hairs on the back of Jessi’s neck stand on end. “A very convenient word to hide behind, Jessi.”“I really have nothing to do with Fay’s disappearance! I swear!” Jessi gripped the hem of her clothes, hoping to find even the slightest trace of trust on the man’s face.Lucien immediately let out a small laugh. The mocking chuckle instantly made Jessi turn toward him nervously. Her heart began pounding twice as fast.“A very cliché coincidence,” the Gamma said casually. “Everyone who is guilty and caught red-handed always says exactly the same thing. Don’t you have a more creative script?”“I’m serious, Lucien!” Jessi snapped,
Terakhir Diperbarui: 2026-09-14
Chapter: 124. The Hunter ArrivesThe convoy of black vehicles stopped directly in front of Jessi’s family company building. As soon as the main vehicle’s door opened, Aaron immediately stepped out without wasting any time.The black suit covering his tall, broad-shouldered frame made him look even more dominant. His handsome face, which had often graced the covers of various business magazines, immediately attracted the attention of everyone around the entrance.Within seconds, the lobby was filled with the hysterical voices of the employees.“That’s Aaron!”“Oh my God ... it really is Aaron!”“He’s much more handsome than on television!”Several female staff members instinctively covered their own mouths. Some of them could not even hide their captivated expressions as they saw him from such a close distance.In the business world, Aaron was not merely a businessman. He was a figure respected and feared by many. A genius who had built his business empire at a speed that made many people envious.The man who was alwa
Terakhir Diperbarui: 2026-09-14
Chapter: 123. When the Alpha Makes His MoveA tense silence enveloped the grandmother’s house.“And the man in the black cloak.”Lucien’s final words hung in the air like an undeniable verdict.Aaron did not answer immediately.Instead, his golden eyes grew even darker. His jaw tightened so hard that the muscles at his temples were clearly visible.Jessi.And the man in the black cloak.Two names that had been moving in the shadows all this time.One was the woman who had once tried to kill his mate.The other was someone they had still failed to drag out of hiding even until now.Now, both appeared in the same conclusion.It was not a coincidence, but cooperation.A cold aura immediately swept through the surrounding area. Even several elite hunters standing guard instinctively lowered their heads.Aaron slowly turned his face away from the forest.“To the office.”Only two words, yet the low voice immediately made Aldrick and Lucien tense.Aaron’s gaze briefly swept toward the elite hunters scattered around the wooden house.
Terakhir Diperbarui: 2026-09-13
Chapter: 122. The Wound That Demands RevengeConsciousness returned slowly, bringing with it a throbbing pain in my head. It felt incredibly heavy, as though my entire body had been submerged at the bottom of the darkest, coldest ocean, crushing against my chest.I tried to open my eyes, but my eyelids felt as though they had been weighed down by tons. It took a great struggle and several long blinks before my blurred vision finally began to focus.The first thing I saw was a dull concrete ceiling, cracked in several corners and damp. Its surface was covered with dark black stains that were difficult to identify, whether they were mold or traces of something horrible. The next second, a musty smell mixed with the metallic scent of rusted iron immediately stung my nose, triggering intense nausea in my stomach.I frowned softly, trying to recognize my surroundings.Where am I?That question sent a wave of panic through me. I tried to get up, but both of my wrists were held roughly. That was when I realized I was tightly bound to a
Terakhir Diperbarui: 2026-09-13

FREL.
Terkadang atas nama cinta, seseorang bisa melakukan segala hal di luar logika. Tetapi apakah cinta sebuta itu? Apakah cinta bisa mengubah seseorang menjadi sejahat itu?
Saat salah satu rasa ingin diikat dan kemudian pergi meninggalkan dengan keterpurukan, lalu apakah ia masih bisa mendefinisikan dari makna cinta itu sendiri? Sedangkan masa lalu orangtua membuat kita yakin bahwa takdir itu ada. Bahwa takdir Tuhan adalah di atas segala-segalanya.
Lalu kita diwajibkan mengambil keputusan. Memilih atau melepas.
Cinta membawa mereka pergi dan membawa untuk kembali.
Frel.
............................***..............................
Novel Humor Romantis / Comedy Romance / Romantic Comedy
Baca dan buktikan, kalian akan mendapatkan banyak kejutan di dalamnya.
Selain cinta segitiga yang sangat kocak dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi tentang persahabatan, keluarga, luka, rahasia masa lalu orangtua yang akan membuat cerita ini lebih seru, geregetan, gemas, baper dan pastinya akan menjungkirbalikkan perasaab kalian semua
Baca
Chapter: 84. BONUS (Surat Cinta dari Mama) Semilir angin, hijaunya pepohonan, serta kicauan burung seakan menyambutku tiap aku datang kemari. Seolah mereka menyapaku dengan salam terindah yang begitu manis.Aku berlari riang ke tempat yang lebih tinggi. Mataku terpejam, terbuai oleh rasa damai yang menentramkan jiwa. Kurentangkan kedua tangan, lalu kuhirup udara sebanyak-banyaknya. Bibir ini sontak tertarik ke atas saat udara segar telah memasuki paru-paruku."Lo kayaknya senang banget tiap gue ajak ke sini." Suara itu memecah kesunyian dalam beberapa menit terakhir.Aku menoleh ke arahnya sambil tersenyum. "Karena di sini gue merasa tenang.""Emang sama gue, lo nggak tenang?" Ia menatapku lekat. Tanpa senyum."Ya ..., t-t-tenang." Mendadak aku gelagapan. Aku mencoba berpikir cepat. "Cuma di sini suasananya lebih damai. Bikin betah. "Ia masih me
Terakhir Diperbarui: 2021-12-17
Chapter: 83. TAMATSalah satu pelayan restoran menyambutku dan mengantarku berjalan menuju ke dalam. Semakin masuk, aku makin tidak mengerti. Bukannya berhenti di salah satu ruangan, pelayan itu malah tetap mengajakku melangkah terus sampai tiba di sebuah tempat bagian belakang restoran. Dan anehnya, di sini semua gelap tanpa penerangan apa pun.Aku berpaling pada pelayan restoran, melemparkan tatapan bertanya. Bukannya menjawab, ia justru memintaku menutup mata untuk beberapa saat. Walaupun masih banyak tanda tanya di kepala, tetapi tak urung aku melakukannya juga.Kupejamkan mata sambil menghitung waktu. Dalam enam puluh detik, aku sudah mendengar aba-aba membuka mata. Aku menoleh pada pelayan itu dan bertanya, "Apakah ada instruksi lain lagi?" Ia menggeleng dan tersenyum sopan, mempersilakanku maju dan menunjuk sesuatu di depan kami.Mataku melebar dan mulutku menganga dalam detik itu juga. Apa yang terdapat di
Terakhir Diperbarui: 2021-12-17
Chapter: 82. Bersama LagiKami berdiri di depan sebuah restoran besar dan mewah. Dari sini, lampunya masih tampak menyala semua, tetapi rasanya sangat sepi. Mungkin karena permintaan Kenn, restoran ini sengaja dikosongkan.Aku dan Dara maju bermaksud mencapai pintu, namun sebelum itu terjadi tiba-tiba dari balik tiang besar yang berada di sisi kiri pintu masuk, Tomi keluar bersama seseorang yang tak asing bagiku.Mataku membola disertai rasa setengah tak percaya. Kututup mulutku begitu melihat jelas sosok cewek yang kini berjalan mendekat ke arahku. Seperti biasanya, ia sangat cantik dan anggun."Sasha, kan?" tanyaku, memastikan dengan mengacungkan jari telunjuk. Ia mengangguk. "Beneran? Sasha yang gampar Tomi pakai kamus?"Sekali lagi Sasha mengangguk sembari tersenyum geli, sedangkan Tomi melotot kejam ke arahku.Tanpa menanggapi Tomi, aku langsung berlari memel
Terakhir Diperbarui: 2021-12-17
Chapter: 81. Surat Kak kevan'Untukmu,Cahaya dan napasku.Hidup membawaku pada sebuah misteri yang tak pernah kutahu jawabnya. Memberikan sepercik rasa dan asa namun sekejap hilang tanpa jejak. Memaksaku untuk melupakan seberkas cahaya hangat yang pernah menjadi milikku, dan harus rela menerima apa yang telah digariskan.Memangnya sekuat apa diriku? Memangnya, sebesar apa hati bisa menguasai diri? Jika akal berbicara, apakah hati juga diharuskan menerima? Lalu, untuk apa cahaya itu mendekat jika nyatanya tidak memberikan keleluasaan dalam alur napasku?Semua perasaan ini sangat menyiksaku. Berulangkali mencoba meyakinkan diri dan menghibur diri sendiri agar bisa kuat menerima takdir kita. Namun, sekuat apa pun aku berusaha, hatiku tetap sama. Masih mencintaimu sebagai gadisku yang dulu.Alam menunjukkan banyak peristi
Terakhir Diperbarui: 2021-12-17
Chapter: 80. Akan Ada AkhirTahu-tahu terdengar Abel bersorak girang. "Yeayy ... Kak Frel dan Kak Kenn mulai sekarang jagain Abel teruuuuus. Kak Reno di atas pasti senang liat Abel ada yang jagain. Horeeeeyyy...." Abel berteriak dan bertepuk tangan heboh. Aku dan Kenn ikut tertawa melihatnya."Di luar udah banyak yang nunggu. Ayo, waktunya pulang." Kenn menggenggam jemariku dan mengajakku keluar."Freeeeeeel...!" Baru aja pintu dibuka Kenn, Dara menerjang dan memelukku. "Gue senang akhirnya lo udah bebas.""Bebas? Lo pikir gue habis dipenjara!" Aku melotot, pura-pura marah.Dara cengengesan sembari meminta maaf. Sesudah itu Dara mengenalkanku dengan anak kecil bernama Dito—adiknya Kak Ari—yang usianya dua tahun di atas Abel.Sebenarnya sudah sering kali Dara bercerita tentang Dito. Mungkin aku belum pernah kasih tahu kalian siapa itu Dito, tapi yang jela
Terakhir Diperbarui: 2021-12-16
Chapter: 79. Bangkit"Hai." Tiba-tiba Kenn memasuki ruangan dan menyapaku dengan suara seraknya.Aku tersenyum menyambutnya. "Hai, Kenn."Ketika aku mencoba duduk, dengan sigap Kenn membantuku dan mengatur bantal untuk sandaran punggungku.Ia kemudian duduk di sebelahku, tanpa senyum sedikit pun. "Gimana perasaan lo sekarang, setelah lima hari berturut-turut menolak gue temui?"Aku tersenyum getir. "Bukan hanya lo, Kenn, tapi semuanya.""Selama lo koma, gue kayak orang gila. Setiap hari gue ketakutan lo nggak akan membuka mata lagi. Gue takut, lo bakal pergi ninggalin gue kayak Hendra," ucap Kenn. "Dan saat lo siuman, dengan seenaknya lo melarang gue masuk. Lo udah berhasil bikin gue nyaris gila beneran." Kenn tertawa hambar meskipun terdengar pelan.Sementara aku sontak terdiam. Kugigit bibir bawahku. Semenjak aku siuman, memang
Terakhir Diperbarui: 2021-12-16

Cewek Agresif VS Cowok Polos
SPIN OFF FREL.
Genre :YOUNG ADULT (YA).
DARA itu ... miss alay yang super lebay, ratunya drama, narsis, berisiknya ngalahin mesin diesel, nggak tahu malu, PD-nya di atas rata-rata kecuali sama warna kulitnya.
Dia anaknya juga nekat, suka banget sama martabak telur, tipikal cewek agresif, centilnya na'udzubillah, manusia abnormal yang mempunyai ide-ide gila di kepala, tetapi mudah dimanipulasi terutama sama kakaknya sendiri.
Mottonya "Mati satu tumbuh seribu", alhasil ketika gagal mendapatkan satu cowok dia bisa begitu mudah berpindah ke cowok lain. Contohnya aja, saat dia udah benar-benar menyerah mengejar cowok yang katanya ganteng level dewa, cowok keren sepanjang masa—Kenn—lalu dengan cepatnya ia mencari target lain bernama Ari, kakak kelasnya.
Masalahnya, Ari tuh sejenis cowok baik-baik dan polos, harus terpaksa berhadapan dengan cewek genit yang imajinasinya luar biasa liar.
Dara yang terlalu menginginkan untuk diakui dan tidak ingin dianggap sampah seperti perlakuan mantan-mantannya sebelumnya, kini menganggap Ari sebagai harta karun. Apa pun ia lakukan demi mempertahankan sebuah hubungan. Hingga beberapa kali nekat mengintip hubungan orang dewasa antara Inez dan kakaknya.
Ia hanya tidak tahu ada penyebab tragis tentang masa lalu yang membuat Inez berubah menjadi super agresif.
Pertanyaannya, masa lalu kelam apa yang membuat Inez menjadi seperti itu? Apa penyebab yang membawanya kabur dari rumah dan bersedia menerima tawaran Rian untuk bersamanya? Ketika sang pelaku muncul kembali dan meneror dirinya, akankah Inez mampu menghadapinya? Bantuan apa yang akan dilakukan Dara?
Juga, bagaimana nanti nasib Ari di tangan Dara? Alasan apa yang membuat Ari mau berpacaran sama Dara? Mungkin karena lagi kesurupan atau memang sedang beneran khilaf?
Apakah Ari sanggup menyadarkan Dara bahwa ada beberapa batasan yang tidak bisa dilampaui oleh hubungan remaja seperti mereka?
Baca serta buktikan, segokil dan seseru apa cerita mereka.
Baca
Chapter: 105. TAMATBeberapa bulan setelahnya....Pesta pernikahan itu digelar dengan sangat megah. Tampak di depan sebuah vila besar dan mewah dipenuhi dengan rangkaian bunga cantik. Beraneka macam bunga nan segar membentuk sebuah karya yang begitu memukau seakan ikut menyambut para tamu undangan yang akan datang.Tak hanya itu, selain memiliki kolam renang besar dan ruang internal dengan kamar-kamar yang menarik, vila 3 lantai tersebut juga dikelilingi pemandangan laut berwarna biru yang sangat indah. Pemandangan yang begitu menakjubkan, membuat kita merasa terhanyut oleh sentuhan pesonanya.Begitu masuk, kita akan disuguhi oleh permadani berlapis emas yang membentang dan berbagai furniture mewah dengan hiasan dekorasi pernikahan yang terlihat elegan dan menarik.Suasana sangat meriah dan bahagia. Para tamu undangan tampak antusias dan saling bersenda gurau sambil menikmati berbagai hidangan lezat yang menggugah selera.Ya. Rian dan Inez akhirnya telah resmi menikah. Dan hari ini adalah hari diselengga
Terakhir Diperbarui: 2025-03-02
Chapter: 104. Akhir dari Penderitaan"Kamu nggak apa-apa?"Mata Inez mengerjap pelan, tetapi hanya diam. Ia seolah belum bisa memahami kejadian terakhir yang terjadi di depannya.Pria itu memeluknya dengan posesif dan sangat hati-hati. Inez mengenal pelukan hangat itu, kepalanya mendongak dan menatap cowok di depannya.Seketika Inez menangis dalam pelukan itu. Ia terisak keras.Rian. Ya, Rian. Akhirnya kekasihnya datang dan menghajar pria brengsek itu. Tangisan Inez makin kencang, dan Rian pun makin memeluknya erat. Setelah beberapa saat ia buru-buru melepas pelukannya, dengan panik mengamati tubuh Inez dari bawah sampai atas. Seolah ia takut telah datang terlambat dan mengakibatkan sesuatu yang tidak ia inginkan terjadi pada cewek yang dicintainya."Sayang, lo beneran nggak apa-apa?" tanya Rian lagi sembari menangkup wajah Inez.Ia bahkan tidak sadar dua pertanyaan yang ia lontarkan barusan menjadi belepotan, dari memanggilnya dengan kata "kamu" lalu pertanyaan berikutnya menggunakan kata "lo". Rian benar-benar diserang
Terakhir Diperbarui: 2025-01-16
Chapter: 103. Kenyataan yang Telah Lama DisembunyikanBrak!Pintu itu dibuka agak kasar oleh seseorang hingga membuat Inez kaget dan terbangun dari tidurnya. Dan benar saja orang itu penculiknya, cowok brengsek yang juga adalah ayah tirinya Inez.Ari terdiam sejenak. Ia tidak boleh terlalu lama di satu titik jika tidak mau ketahuan, apalagi ada anak sekecil Tio dan Bella. Tempat persembunyian mereka terlalu berisiko dan ia tak mau terjadi sesuatu terhadap mereka semua.Setelah berpikir beberapa saat, ia memutuskan mengajak mereka menjauh dari gudang. Ia meminta Dara menghubungi Rian, juga polisi untuk menyergap si pelaku secepat mungkin.Sementara itu, Inez yang terbangun dari tidurnya menyipitkan mata tatkala sinar matahari pagi masuk melalui pintu yang dibuka dan tepat mengenai netranya."Selamat pagi, Sayang."Mendengar suara menjijikkan yang ia kenal tersebut, seketika Inez tersadar, lalu menoleh ke arah sumber suara. Netranya membelalak panik. Saat Inez hendak bergerak ia merasa tangan dan kakinya tak bisa berfungsi. Sehingga ia haru
Terakhir Diperbarui: 2024-09-24
Chapter: 102. PenculikanHari ini demi sang kakak, Dara terpaksa bolos sekolah. Mau bagaimana lagi, semalam kakaknya pulang larut malam dalam kondisi yang mengenaskan. Baju kantor yang kusut, bau dan kotor. Belum lagi rambut yang acak-acakan dan dengan wajahnya yang begitu menyedihkan.Saat ia menyerbu kamarnya dan memaksa Rian untuk bicara, ternyata hal yang mengejutkan terjadi. Calon kakak iparnya diculik.Oh, tidak! Itu memang hanya pemikiran Dara, akan tetapi begitu sang kakak menceritakan awal mula Inez menghilang, tentu saja semua berpusat pada kemungkinan tersebut. Dan Dara sangat yakin calon kakak iparnya yang cantik itu pasti diculik oleh pria brengsek yang telah memerkosanya dulu.Membayangkan kenangan buruk dari calon kakak iparnya itu lagi, Dara merasakan kesedihan yang mendalam. Menurutnya memori tersebut sangat kejam dan memilukan.Maka dari itu, pagi-pagi meski ia pamitnya pergi sekolah—saat ia tiba di depan gerbang dan setelah menyuruh sopir pribadinya pulang—nyatanya ia tidak masuk melainkan m
Terakhir Diperbarui: 2024-08-05
Chapter: 101. Rahasia TerungkapRian segera memarkirkan mobilnya di depan minimarket begitu melihat mobil yang ditumpangi Desi dan Dina telah berjalan menjauh. Cowok itu sontak berlari mengejar Devita yang berjalan tak seberapa jauh darinya.Rian sengaja menunggu sampai Devita berbelok, di sebuah gang yang cukup sepi ia memanggil Devita yang kini menoleh ke arahnya."Tante, selamat malam," sapa Rian dengan sopan saat sudah tepat di depan Devita, dan memang saat ini waktu menunjukkan pukul 6.00 malam."Nak Rian? Malam juga. Ada apa kok malam-malam ke sini?" jawab Devita, dahinya berkerut bingung."Begini, Tante. Saya cuma mau tanya, apa ... Inez sudah pulang ke rumah?"Ada sekilas kilatan kaget terlintas di mata itu. "Bukannya Inez bersama Nak Rian?" tanya balik Devita. Tiba-tiba pandangannya meredup dan berubah sedih. "Semenjak Inez memutuskan pergi dari rumah, sampai sekarang dia nggak pernah pulang, Nak," lanjutnya, lalu berubah panik. "Katakan sama tante, apa terjadi sesuatu dengan Inez?"Sejenak Rian terlihat rag
Terakhir Diperbarui: 2024-08-01
Chapter: 100. Inez MenghilangSore hari sekitar pukul 16.45 Rian tiba di depan rumah kontrakan yang bergaya minimalis, tentu saja menemui pujaan hatinya. Ia buru-buru memarkir mobil dan turun sambil membawa dua buket bunga yaitu mawar merah dan bunga tulip putih. Inilah alasan mengapa ia telat datang. Sepulang kerja bukannya langsung menemui sang pacar sesuai janjinya, ia malah mendatangi toko bunga terlebih dahulu.Cowok itu tak tahu pacarnya menyukai bunga apa, karena ia takut salah sehingga ia memilih dua macam bunga sekaligus agar nanti sang kekasih bisa memilih sendiri di antara kedua bunga tersebut. Setahu Rian dari pengalaman dia sebagai playboy selama ini—dari banyaknya cewek yang ia kencani—mereka lebih dominan menyukai bunga mawar dan tulip putih. Tapi jika nanti Inez tidak menyukai keduanya, ia akan dengan senang hati mengantar cewek yang dicintainya itu langsung ke toko bunga untuk memilih bunga kesukaannya secara langsung. Jangan lupa ia juga membelikan cokelat berbentuk hati untuk Inez dan berharap g
Terakhir Diperbarui: 2024-07-14