author-banner
malapalas
malapalas
Author

Novels by malapalas

Anak Rahasia Sang Alpha

Anak Rahasia Sang Alpha

Aku tidur dengan pimpinan perusahaan tanpa tahu bahwa pria itu bukanlah manusia biasa, melainkan seorang alpha dari klan werewolf terkuat. Seakan tidak cukup, aku kemudian mengandung keturunan dari malam panas itu.
อ่าน
Chapter: 165. Pintu Menuju Masa Lalu
Ruangan kerja Aaron tenggelam dalam keheningan.Sinar matahari pagi menembus dinding kaca tinggi, memantulkan cahaya tipis di atas meja kerja yang dipenuhi berkas dan laporan keuangan.Aaron berdiri tegak masih menunggu Lucien melanjutkan laporannya. Sementara di hadapannya, Aldrick dan Lucien berdiri dengan sikap hormat."Semalam saya sudah menyelidiki Hendra secara langsung, Tuan," ulang Lucien.Aaron tidak menyela. Tatapan emasnya yang dingin hanya tertuju pada Gamma kepercayaannya.Lucien melanjutkan. "Dan saya sampai pada satu kesimpulan.""Apa itu?" tanya Aaron sembari kembali duduk di kursi kebesarannya.Lucien menghela napas pelan. "Saya belum bisa membuktikan bahwa dia terlibat dalam penculikan Nona Fay." Ruangan tetap hening. "Tetapi saya yakin dia menyembunyikan sesuatu."Sorot mata Aaron berubah sedikit lebih tajam. "Alasanmu?"Lucien sudah menduga pertanyaan itu akan datang. "Hendra terlalu tenang."Aldrick melirik sekilas ke arah Lucien."Saat saya mengawasinya dari luar
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-17
Chapter: 164. Jalur Rahasia
Pukul sembilan pagi, sinar matahari telah sepenuhnya naik, membanjiri ruang kerja Aaron di lantai eksekutif dengan cahaya terang yang menembus kaca besar. Suasana kantor sudah mulai sibuk dengan derap langkah karyawan dan dering telepon kantor yang berwibawa dari meja sekretaris di luar, namun di dalam ruangan Aaron, keheningan tetap terjaga dengan ketat.​Semalam, markas klan dipenuhi hiruk-pikuk perayaan atas kesuksesan investasi dari Singapura. Namun bagi Aaron, itu hanyalah sebuah sandiwara politik yang melelahkan.​Aaron berdiri menghadap pemandangan kota sembari kedua tangannya tersembunyi di balik saku celana. Suasana ruangannya hening, sangat kontras dengan keriuhan jamuan semalam.​Bzzzt ... Bzzzt....​Ponsel pribadi di atas meja kerjanya bergetar. Aaron berbalik, langkah kakinya tenang saat mendekati meja tersebut. Ia melihat nama Edward Johnson di layar, dan tanpa ragu, ia menjawab panggilannya melalui jalur enkripsi End-to-End milik Signal yang terisolasi.​"Aaron." Suara
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-17
Chapter: 163. Retakan di Balik Topeng
​Suasana mendadak membeku. Kata-kata Lucien menghantam relung malam dengan ketajaman yang tepat sasaran.​Hendra membelalakkan mata, memasang ekspresi bingung yang luar biasa natural. Kerutan di dahinya tampak begitu polos."Apa maksudmu, Lucien? Kebohongan apa?"​"Hanya kamu sendiri yang tahu jawabannya," balas Lucien dingin.Mata Gamma-nya tak berkedip sedikit pun, menguliti setiap kedutan saraf di wajah lawan bicaranya.​Hendra menggelengkan kepala, tawa hambar bernada getir keluar dari mulutnya."Astaga ... kamu mencurigaiku? Di saat putriku sendiri entah ada di mana, kamu datang ke rumahku malam-malam hanya untuk menuduhku?"Lucien menatapnya tanpa ekspresi.​Hendra maju selangkah, menatap Lucien dengan sorot mata yang dipenuhi ketegasan seorang suami dan ayah."Dengar, aku nggak bisa meninggalkan Elena sendirian di rumah ini dalam keadaan cemas. Dan satu hal lagi yang harus kamu ingat ...," Hendra menjeda kalimatnya, menurunkan nada bicaranya menjadi bisikan yang sarat akan pene
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-16
Chapter: 162. Kecurigaan Sang Gamma
Malam masih menggantung pekat di antara pepohonan. Angin dingin berembus pelan, menggerakkan dedaunan yang berbisik samar di kegelapan.Lucien tidak segera menjawab rentetan pertanyaan panik Hendra. Ia justru berdiri bergeming, membiarkan keheningan malam mengeksploitasi setiap jengkal perubahan di wajah pria di hadapannya.​Di mata seorang Gamma dengan insting pemburu yang tidak bisa diragukan lagi, reaksi Hendra terlalu sempurna, terlalu rapi. Pancaran matanya yang panik, napasnya yang memburu, hingga gestur tubuhnya yang gemetar, semuanya seolah telah dilatih untuk keluar di detik yang tepat.Wajahnya menampilkan sosok ayah yang hancur, namun aura di sekitarnya berkata sebaliknya. Dingin, terukur, dan penuh perhitungan.​Ada sesuatu yang sedang disembunyikan dengan sangat rapat di balik topeng itu.Hendra dan Lucien berdiri saling berhadapan beberapa meter dari rumah yang masih menyala hangat di belakang mereka.Lucien menatapnya beberapa saat tanpa ekspresi."Alpha Aaron sudah mem
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-16
Chapter: 161. Tatapan dari Kegelapan
Malam telah larut ketika keheningan membungkus sebuah rumah sederhana milik Hendra dan Elena yang tampak tenang di bawah cahaya lampu teras kekuningan. Berbeda dengan berbagai intrik yang sedang bergerak di balik bayangan klan, malam di tempat itu terlihat damai seperti malam-malam biasa.Di luar, angin berembus tipis, menggoyang dedaunan mangga di halaman depan. Namun di balik kegelapan yang pekat, tepat di bawah bayangan pohon besar yang luput dari sorot lampu jalan, sesosok pria berdiri tak bergerak.​Lucien.​Gamma itu menyatu sempurna dengan kegelapan, seolah dirinya adalah bagian dari malam itu sendiri. Sepasang matanya yang tajam bak elang pemburu terkunci lurus pada jendela ruang tengah rumah tersebut. Dengan jarak aman yang telah diperhitungkannya, manusia biasa tidak akan pernah menyadari keberadaannya. Bahkan napasnya pun diatur sedemikian rupa hingga nyaris tak terdengar.​Di dalam sana, melalui jendela kaca, Lucien bisa melihat Hendra dan Elena.Pasangan suami istri itu s
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-16
Chapter: 160. Bidak Terakhir Marcus
Malam mulai turun perlahan di wilayah klan.Jauh dari markas utama yang masih dipenuhi euforia keberhasilan Proyek Utara, kabut tebal kembali menyelimuti bangunan batu tua yang berdiri kokoh di tengah hutan terisolasi. Tempat yang tidak pernah tercatat di peta mana pun itu tampak sunyi di luar, namun di dalamnya, atmosfer terasa sedingin es.Tidak ada penjaga.Tidak ada lambang kekuasaan.Namun siapa pun yang mengetahui tempat itu akan mengerti bahwa sebagian keputusan paling berbahaya dalam sejarah klan lahir dari balik dinding-dinding batu tersebut.Di dalam ruangan rahasia yang remang-remang, Tetua Utama Marcus duduk di singgasana sederhananya.Tangannya bertumpu di sandaran. Tatapannya mengarah ke kobaran api kecil di perapian. Wajahnya tampak sama seperti biasanya. Tenang, dan sulit ditebak. Seolah tidak ada apa pun yang mampu mengguncang pikirannya.​Tiba-tiba pintu kayu besar berderit pelan. Pria bermantel hitam melangkah masuk dari kegelapan lorong. Langkahnya ringan tanpa sua
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-15
Cewek Agresif VS Cowok Polos

Cewek Agresif VS Cowok Polos

SPIN OFF FREL. Genre :YOUNG ADULT (YA). DARA itu ... miss alay yang super lebay, ratunya drama, narsis, berisiknya ngalahin mesin diesel, nggak tahu malu, PD-nya di atas rata-rata kecuali sama warna kulitnya. Dia anaknya juga nekat, suka banget sama martabak telur, tipikal cewek agresif, centilnya na'udzubillah, manusia abnormal yang mempunyai ide-ide gila di kepala, tetapi mudah dimanipulasi terutama sama kakaknya sendiri. Mottonya "Mati satu tumbuh seribu", alhasil ketika gagal mendapatkan satu cowok dia bisa begitu mudah berpindah ke cowok lain. Contohnya aja, saat dia udah benar-benar menyerah mengejar cowok yang katanya ganteng level dewa, cowok keren sepanjang masa—Kenn—lalu dengan cepatnya ia mencari target lain bernama Ari, kakak kelasnya. Masalahnya, Ari tuh sejenis cowok baik-baik dan polos, harus terpaksa berhadapan dengan cewek genit yang imajinasinya luar biasa liar. Dara yang terlalu menginginkan untuk diakui dan tidak ingin dianggap sampah seperti perlakuan mantan-mantannya sebelumnya, kini menganggap Ari sebagai harta karun. Apa pun ia lakukan demi mempertahankan sebuah hubungan. Hingga beberapa kali nekat mengintip hubungan orang dewasa antara Inez dan kakaknya. Ia hanya tidak tahu ada penyebab tragis tentang masa lalu yang membuat Inez berubah menjadi super agresif. Pertanyaannya, masa lalu kelam apa yang membuat Inez menjadi seperti itu? Apa penyebab yang membawanya kabur dari rumah dan bersedia menerima tawaran Rian untuk bersamanya? Ketika sang pelaku muncul kembali dan meneror dirinya, akankah Inez mampu menghadapinya? Bantuan apa yang akan dilakukan Dara? Juga, bagaimana nanti nasib Ari di tangan Dara? Alasan apa yang membuat Ari mau berpacaran sama Dara? Mungkin karena lagi kesurupan atau memang sedang beneran khilaf? Apakah Ari sanggup menyadarkan Dara bahwa ada beberapa batasan yang tidak bisa dilampaui oleh hubungan remaja seperti mereka? Baca serta buktikan, segokil dan seseru apa cerita mereka.
อ่าน
Chapter: 105. TAMAT
Beberapa bulan setelahnya....Pesta pernikahan itu digelar dengan sangat megah. Tampak di depan sebuah vila besar dan mewah dipenuhi dengan rangkaian bunga cantik. Beraneka macam bunga nan segar membentuk sebuah karya yang begitu memukau seakan ikut menyambut para tamu undangan yang akan datang.Tak hanya itu, selain memiliki kolam renang besar dan ruang internal dengan kamar-kamar yang menarik, vila 3 lantai tersebut juga dikelilingi pemandangan laut berwarna biru yang sangat indah. Pemandangan yang begitu menakjubkan, membuat kita merasa terhanyut oleh sentuhan pesonanya.Begitu masuk, kita akan disuguhi oleh permadani berlapis emas yang membentang dan berbagai furniture mewah dengan hiasan dekorasi pernikahan yang terlihat elegan dan menarik.Suasana sangat meriah dan bahagia. Para tamu undangan tampak antusias dan saling bersenda gurau sambil menikmati berbagai hidangan lezat yang menggugah selera.Ya. Rian dan Inez akhirnya telah resmi menikah. Dan hari ini adalah hari diselengga
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-03-02
Chapter: 104. Akhir dari Penderitaan
"Kamu nggak apa-apa?"Mata Inez mengerjap pelan, tetapi hanya diam. Ia seolah belum bisa memahami kejadian terakhir yang terjadi di depannya.Pria itu memeluknya dengan posesif dan sangat hati-hati. Inez mengenal pelukan hangat itu, kepalanya mendongak dan menatap cowok di depannya.Seketika Inez menangis dalam pelukan itu. Ia terisak keras.Rian. Ya, Rian. Akhirnya kekasihnya datang dan menghajar pria brengsek itu. Tangisan Inez makin kencang, dan Rian pun makin memeluknya erat. Setelah beberapa saat ia buru-buru melepas pelukannya, dengan panik mengamati tubuh Inez dari bawah sampai atas. Seolah ia takut telah datang terlambat dan mengakibatkan sesuatu yang tidak ia inginkan terjadi pada cewek yang dicintainya."Sayang, lo beneran nggak apa-apa?" tanya Rian lagi sembari menangkup wajah Inez.Ia bahkan tidak sadar dua pertanyaan yang ia lontarkan barusan menjadi belepotan, dari memanggilnya dengan kata "kamu" lalu pertanyaan berikutnya menggunakan kata "lo". Rian benar-benar diserang
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-01-16
Chapter: 103. Kenyataan yang Telah Lama Disembunyikan
Brak!Pintu itu dibuka agak kasar oleh seseorang hingga membuat Inez kaget dan terbangun dari tidurnya. Dan benar saja orang itu penculiknya, cowok brengsek yang juga adalah ayah tirinya Inez.Ari terdiam sejenak. Ia tidak boleh terlalu lama di satu titik jika tidak mau ketahuan, apalagi ada anak sekecil Tio dan Bella. Tempat persembunyian mereka terlalu berisiko dan ia tak mau terjadi sesuatu terhadap mereka semua.Setelah berpikir beberapa saat, ia memutuskan mengajak mereka menjauh dari gudang. Ia meminta Dara menghubungi Rian, juga polisi untuk menyergap si pelaku secepat mungkin.Sementara itu, Inez yang terbangun dari tidurnya menyipitkan mata tatkala sinar matahari pagi masuk melalui pintu yang dibuka dan tepat mengenai netranya."Selamat pagi, Sayang."Mendengar suara menjijikkan yang ia kenal tersebut, seketika Inez tersadar, lalu menoleh ke arah sumber suara. Netranya membelalak panik. Saat Inez hendak bergerak ia merasa tangan dan kakinya tak bisa berfungsi. Sehingga ia haru
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-09-24
Chapter: 102. Penculikan
Hari ini demi sang kakak, Dara terpaksa bolos sekolah. Mau bagaimana lagi, semalam kakaknya pulang larut malam dalam kondisi yang mengenaskan. Baju kantor yang kusut, bau dan kotor. Belum lagi rambut yang acak-acakan dan dengan wajahnya yang begitu menyedihkan.Saat ia menyerbu kamarnya dan memaksa Rian untuk bicara, ternyata hal yang mengejutkan terjadi. Calon kakak iparnya diculik.Oh, tidak! Itu memang hanya pemikiran Dara, akan tetapi begitu sang kakak menceritakan awal mula Inez menghilang, tentu saja semua berpusat pada kemungkinan tersebut. Dan Dara sangat yakin calon kakak iparnya yang cantik itu pasti diculik oleh pria brengsek yang telah memerkosanya dulu.Membayangkan kenangan buruk dari calon kakak iparnya itu lagi, Dara merasakan kesedihan yang mendalam. Menurutnya memori tersebut sangat kejam dan memilukan.Maka dari itu, pagi-pagi meski ia pamitnya pergi sekolah—saat ia tiba di depan gerbang dan setelah menyuruh sopir pribadinya pulang—nyatanya ia tidak masuk melainkan m
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-08-05
Chapter: 101. Rahasia Terungkap
Rian segera memarkirkan mobilnya di depan minimarket begitu melihat mobil yang ditumpangi Desi dan Dina telah berjalan menjauh. Cowok itu sontak berlari mengejar Devita yang berjalan tak seberapa jauh darinya.Rian sengaja menunggu sampai Devita berbelok, di sebuah gang yang cukup sepi ia memanggil Devita yang kini menoleh ke arahnya."Tante, selamat malam," sapa Rian dengan sopan saat sudah tepat di depan Devita, dan memang saat ini waktu menunjukkan pukul 6.00 malam."Nak Rian? Malam juga. Ada apa kok malam-malam ke sini?" jawab Devita, dahinya berkerut bingung."Begini, Tante. Saya cuma mau tanya, apa ... Inez sudah pulang ke rumah?"Ada sekilas kilatan kaget terlintas di mata itu. "Bukannya Inez bersama Nak Rian?" tanya balik Devita. Tiba-tiba pandangannya meredup dan berubah sedih. "Semenjak Inez memutuskan pergi dari rumah, sampai sekarang dia nggak pernah pulang, Nak," lanjutnya, lalu berubah panik. "Katakan sama tante, apa terjadi sesuatu dengan Inez?"Sejenak Rian terlihat rag
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-08-01
Chapter: 100. Inez Menghilang
Sore hari sekitar pukul 16.45 Rian tiba di depan rumah kontrakan yang bergaya minimalis, tentu saja menemui pujaan hatinya. Ia buru-buru memarkir mobil dan turun sambil membawa dua buket bunga yaitu mawar merah dan bunga tulip putih. Inilah alasan mengapa ia telat datang. Sepulang kerja bukannya langsung menemui sang pacar sesuai janjinya, ia malah mendatangi toko bunga terlebih dahulu.Cowok itu tak tahu pacarnya menyukai bunga apa, karena ia takut salah sehingga ia memilih dua macam bunga sekaligus agar nanti sang kekasih bisa memilih sendiri di antara kedua bunga tersebut. Setahu Rian dari pengalaman dia sebagai playboy selama ini—dari banyaknya cewek yang ia kencani—mereka lebih dominan menyukai bunga mawar dan tulip putih. Tapi jika nanti Inez tidak menyukai keduanya, ia akan dengan senang hati mengantar cewek yang dicintainya itu langsung ke toko bunga untuk memilih bunga kesukaannya secara langsung. Jangan lupa ia juga membelikan cokelat berbentuk hati untuk Inez dan berharap g
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-07-14
FREL.

FREL.

Terkadang atas nama cinta, seseorang bisa melakukan segala hal di luar logika. Tetapi apakah cinta sebuta itu? Apakah cinta bisa mengubah seseorang menjadi sejahat itu? Saat salah satu rasa ingin diikat dan kemudian pergi meninggalkan dengan keterpurukan, lalu apakah ia masih bisa mendefinisikan dari makna cinta itu sendiri? Sedangkan masa lalu orangtua membuat kita yakin bahwa takdir itu ada. Bahwa takdir Tuhan adalah di atas segala-segalanya. Lalu kita diwajibkan mengambil keputusan. Memilih atau melepas. Cinta membawa mereka pergi dan membawa untuk kembali. Frel. ............................***.............................. Novel Humor Romantis / Comedy Romance / Romantic Comedy Baca dan buktikan, kalian akan mendapatkan banyak kejutan di dalamnya. Selain cinta segitiga yang sangat kocak dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi tentang persahabatan, keluarga, luka, rahasia masa lalu orangtua yang akan membuat cerita ini lebih seru, geregetan, gemas, baper dan pastinya akan menjungkirbalikkan perasaab kalian semua
อ่าน
Chapter: 84. BONUS (Surat Cinta dari Mama)
Semilir angin, hijaunya pepohonan, serta kicauan burung seakan menyambutku tiap aku datang kemari. Seolah mereka menyapaku dengan salam terindah yang begitu manis.Aku berlari riang ke tempat yang lebih tinggi. Mataku terpejam, terbuai oleh rasa damai yang menentramkan jiwa. Kurentangkan kedua tangan, lalu kuhirup udara sebanyak-banyaknya. Bibir ini sontak tertarik ke atas saat udara segar telah memasuki paru-paruku."Lo kayaknya senang banget tiap gue ajak ke sini." Suara itu memecah kesunyian dalam beberapa menit terakhir.Aku menoleh ke arahnya sambil tersenyum. "Karena di sini gue merasa tenang.""Emang sama gue, lo nggak tenang?" Ia menatapku lekat. Tanpa senyum."Ya ..., t-t-tenang." Mendadak aku gelagapan. Aku mencoba berpikir cepat. "Cuma di sini suasananya lebih damai. Bikin betah. "Ia masih me
ปรับปรุงล่าสุด: 2021-12-17
Chapter: 83. TAMAT
Salah satu pelayan restoran menyambutku dan mengantarku berjalan menuju ke dalam. Semakin masuk, aku makin tidak mengerti. Bukannya berhenti di salah satu ruangan, pelayan itu malah tetap mengajakku melangkah terus sampai tiba di sebuah tempat bagian belakang restoran. Dan anehnya, di sini semua gelap tanpa penerangan apa pun.Aku berpaling pada pelayan restoran, melemparkan tatapan bertanya. Bukannya menjawab, ia justru memintaku menutup mata untuk beberapa saat. Walaupun masih banyak tanda tanya di kepala, tetapi tak urung aku melakukannya juga.Kupejamkan mata sambil menghitung waktu. Dalam enam puluh detik, aku sudah mendengar aba-aba membuka mata. Aku menoleh pada pelayan itu dan bertanya, "Apakah ada instruksi lain lagi?" Ia menggeleng dan tersenyum sopan, mempersilakanku maju dan menunjuk sesuatu di depan kami.Mataku melebar dan mulutku menganga dalam detik itu juga. Apa yang terdapat di
ปรับปรุงล่าสุด: 2021-12-17
Chapter: 82. Bersama Lagi
Kami berdiri di depan sebuah restoran besar dan mewah. Dari sini, lampunya masih tampak menyala semua, tetapi rasanya sangat sepi. Mungkin karena permintaan Kenn, restoran ini sengaja dikosongkan.Aku dan Dara maju bermaksud mencapai pintu, namun sebelum itu terjadi tiba-tiba dari balik tiang besar yang berada di sisi kiri pintu masuk, Tomi keluar bersama seseorang yang tak asing bagiku.Mataku membola disertai rasa setengah tak percaya. Kututup mulutku begitu melihat jelas sosok cewek yang kini berjalan mendekat ke arahku. Seperti biasanya, ia sangat cantik dan anggun."Sasha, kan?" tanyaku, memastikan dengan mengacungkan jari telunjuk. Ia mengangguk. "Beneran? Sasha yang gampar Tomi pakai kamus?"Sekali lagi Sasha mengangguk sembari tersenyum geli, sedangkan Tomi melotot kejam ke arahku.Tanpa menanggapi Tomi, aku langsung berlari memel
ปรับปรุงล่าสุด: 2021-12-17
Chapter: 81. Surat Kak kevan
'Untukmu,Cahaya dan napasku.Hidup membawaku pada sebuah misteri yang tak pernah kutahu jawabnya. Memberikan sepercik rasa dan asa namun sekejap hilang tanpa jejak. Memaksaku untuk melupakan seberkas cahaya hangat yang pernah menjadi milikku, dan harus rela menerima apa yang telah digariskan.Memangnya sekuat apa diriku? Memangnya, sebesar apa hati bisa menguasai diri? Jika akal berbicara, apakah hati juga diharuskan menerima? Lalu, untuk apa cahaya itu mendekat jika nyatanya tidak memberikan keleluasaan dalam alur napasku?Semua perasaan ini sangat menyiksaku. Berulangkali mencoba meyakinkan diri dan menghibur diri sendiri agar bisa kuat menerima takdir kita. Namun, sekuat apa pun aku berusaha, hatiku tetap sama. Masih mencintaimu sebagai gadisku yang dulu.Alam menunjukkan banyak peristi
ปรับปรุงล่าสุด: 2021-12-17
Chapter: 80. Akan Ada Akhir
Tahu-tahu terdengar Abel bersorak girang. "Yeayy ... Kak Frel dan Kak Kenn mulai sekarang jagain Abel teruuuuus. Kak Reno di atas pasti senang liat Abel ada yang jagain. Horeeeeyyy...." Abel berteriak dan bertepuk tangan heboh. Aku dan Kenn ikut tertawa melihatnya."Di luar udah banyak yang nunggu. Ayo, waktunya pulang." Kenn menggenggam jemariku dan mengajakku keluar."Freeeeeeel...!" Baru aja pintu dibuka Kenn, Dara menerjang dan memelukku. "Gue senang akhirnya lo udah bebas.""Bebas? Lo pikir gue habis dipenjara!" Aku melotot, pura-pura marah.Dara cengengesan sembari meminta maaf. Sesudah itu Dara mengenalkanku dengan anak kecil bernama Dito—adiknya Kak Ari—yang usianya dua tahun di atas Abel.Sebenarnya sudah sering kali Dara bercerita tentang Dito. Mungkin aku belum pernah kasih tahu kalian siapa itu Dito, tapi yang jela
ปรับปรุงล่าสุด: 2021-12-16
Chapter: 79. Bangkit
"Hai." Tiba-tiba Kenn memasuki ruangan dan menyapaku dengan suara seraknya.Aku tersenyum menyambutnya. "Hai, Kenn."Ketika aku mencoba duduk, dengan sigap Kenn membantuku dan mengatur bantal untuk sandaran punggungku.Ia kemudian duduk di sebelahku, tanpa senyum sedikit pun. "Gimana perasaan lo sekarang, setelah lima hari berturut-turut menolak gue temui?"Aku tersenyum getir. "Bukan hanya lo, Kenn, tapi semuanya.""Selama lo koma, gue kayak orang gila. Setiap hari gue ketakutan lo nggak akan membuka mata lagi. Gue takut, lo bakal pergi ninggalin gue kayak Hendra," ucap Kenn. "Dan saat lo siuman, dengan seenaknya lo melarang gue masuk. Lo udah berhasil bikin gue nyaris gila beneran." Kenn tertawa hambar meskipun terdengar pelan.Sementara aku sontak terdiam. Kugigit bibir bawahku. Semenjak aku siuman, memang
ปรับปรุงล่าสุด: 2021-12-16
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status