Mag-log in" kok gue bisa ga tahu sih kalau ida bisa nyetir?" gumam arif mengetukan jari nya ke meja
" malu banget gue, masa ga mengenal bini nya sendiri." arif menggeleng gelengkan kepala nya " arif meremas kertas yang ada di atas meja." " dah lah gue pulang aja, udah jam 3 ini" gumam arif dalam hati ( pak toto," hai bro, ini notaris yang di tunjuk untuk bantu kita." ucap deril sesaat setelah masuk ke ruangan arif " selamat siang pak arif, saya rahman ppat yang di tunjuk pak daniel untuk mengurus pembelian properti bapak" rahman memperkenalkan diri " arif mengganguk dan mempersilakan mereka duduk." " bapak mau minum apa?" tawar Danu " apa aja nu, kopi juga boleh." jawab Deril " Der, loe mau ketemuan dimana sama owner nya?" tanya Arif " kita mau ketemuan di lokasi, sekalian dia kasih kunci dan jelasin kondisi properti nya." " gue perlu ikut? atau ida? tapi ida lagi sama bokap dia ga bisa di ganggu" jelas arif " kalau bisa sih yang nanti akan m
"pagi semua...." sapa ida "pagi sayang" jawab bu sofi " gimana udah siapkan tenaga buat belajar hari ini?" lanjut bu sofi " udah aku siapkan mental mah.. apa pun yang terjadi aku harus bisa! " jawab sisil dengan semangat " nah gitu, kita walaupun perempuan harus bisa mandiri.kita pasti bisa asal mau serius belajar." bu sofie memberikan semangat kepada mantu nya " siap mah" jawab ida sambil.menyiapkan minum " kamu ga boleh stress ya..ga usah dengerin orang. soal anak itu kententuan yang Di Atas. mama sama papa kalau bilang itu cuma becanda aja. nanti kalian mau ada anak atau tidak is no problem for us " jelas bu sofi " makasih ya mah, udah pengertian sama aku" ida memeluk sang mertua
" mereka melanjutkan obrolan dengan duduk santai lesehan." " kita hidup di lingkaran yang itu itu aja. selama ini, tahu nya sisil cuma karyawan kantor kita eh dia ponakan teman lama arif." " sil, loe punya nomer vano?" tanya Deril " ada om" " loe VC dia sil.." lanjut Deril " sisil pun mengambil HP nya dan mencoba menghubungi om nya." " iya sil, ada apa? emang kamu lagi di rumah tumben pake VC segaka!" Vano memberondong sisil dengan banyak pertanyaan " ada yang mau ngomong sama om... lihat baik baik ya.." sisil mengarahkan kamera HP nya " bro, apa kabar? " Deril muncul di layar Hp " Deril? how are you ? " " vano, how are you? are you still remember me?" arif berkata di samping Deril " oh my good !!!! Arif? its real
" mah , kita semua mau golf.." pamit arif " iya. der, nanti kamu balik kesini lagi kan?" tanya bu sofi " ya tan.. kan cuma bawa mobil satu." " da, kita jalan sekarang aja dulu yu? tuh para lelaki udah pada pergi" ajak bu sofi " oke mah, aku beres beres dulu kalau gitu." jawab ida " ayo mah, lets go..." ajak ida " mama mau ajak mbok tun, kasian dia di rumah mulu." ucap bu sofi " yup.. kota ngerujak bareng bareng" ucap ida " mbok tun, lets go" ida menarik tangan mbok tun
" ida terbangun dan jam sudah menunjukan pukul 7 pagi." " Ya Allah udah pagi aja. ga berasa saking pulas nya tidur" gumam ida dalam hati " dia terbangun dengan tubuh yang polos, ia pun mencari cari lingerie yang semalam di pakai nya." " dia melihat ke sebelah nya dan sang suami masih tidur dengan pulas." " ida pun memakai lingerie nya dan beranjak pergi ke kamar mandi." "mas bangun udah siang" ida menggoyangkan tubuh sang suami " hmmmmmm" arif membuka sedikit mata nya " udah mau jam 8 loh.. ini aku udah kelar . nanti siang kan aku mau ke rumah ibu." ida menepuk ba
" setelah hampir 15 menit diam, ida akhir nya turun dari tubuh sang suami." " udah sayang, istirahat aja dulu. kamu pasti capek banget." bisik sang suami "kalo mandi pasti seger, kalau di sini terus makin lemas." " mandi bareng aja sayang." tawar arif " big no...yang ada ga akan mandi. ingat ronde kedua nya setelah isya." " aku perlu asupan energi. ronde kedua nanti akan lebih spektakuler" bisik ida dengan genit sambil mengedipkan sebelah mata nya. " dan ia pun berjalan ke kamar mandi tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya." " oh my good, ada apa sama dia? dia menjadi liar seperti itu? tapi jujur aku suka istri ku yang seperti tad
" akhir nya kami sampai juga di hotel" " kami pun check in terlebih dahulu untuk menyimpan koper dan setelah nya langsung kembali ke taxi yang tadi kami naikin dari airport untuk pergi ke collesium"
" makasih ya mas, aku senang banget hari ini" aku memeluk mas arif sambil.mencium kedua pipi nya sesaat setelah kami masuk ke kamar " sama sama sayangku" balas nya sambil mencium bibir ku " mas aku packing dulu ya." aku menuj
"sayang.. muez sudah datang?" ucap mas arif sambil menyesap kopi nya " ayo mas, aku dah ga sabar untuk melihat lihat kota paris" aku berdiri dan menarik tangan nya " muez sudah standby di lobi"
" sesampai nya di kamar hotel, aku cepat cepat membuka sepatu dan memijit kaki yang pegal." " kenapa yang?" " aku salah pake sepatu nih... pegel banget mana jadi sakit di kaki."







