Share

Berpaling Hati

last update Last Updated: 2025-11-24 23:54:20

Hujan semalam masih menyisakan titik-titik gerimis, sekaligus hawa dingin yang seakan mengubah ciri khas Kota Surabaya.

Aktivitas ternyaman hanyalah tiduran di kamar atau sekadar duduk-duduk menikmati teh hangat dan kudapan manis di dalam rumah.

Namun, semua itu tak berlaku bagi Chandra. Alih-alih bersantai, ia justru terburu-buru untuk segera datang ke Kantor Altera. Rapat pagi yang akan diadakan bersama jajaran direksi tidak bisa ditunda, pun tidak boleh ada kesalahan sedikit saja.

Jangan sampai rencana Sintia yang berhasil dan mendapatkan kemenangan atas dirinya.

"Demi Senja, demi Askara. Aku nggak boleh gagal!" ucap Chandra, menegaskan pada diri sendiri.

Dengan tekad bulat dan semangat yang membara, ia bergegas mengenakan jas hitam miliknya. Lantas menyambar tas kerja dan kunci mobil, sebelum keluar kamar dengan langkah cepatnya.

"Ndra, kamu udah mau berangkat? Nggak makan dulu?" tegur Arum yang kala itu berada di ruang tengah. Agak keheranan melihat Chandra berangkat jauh lebih a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anak Siapa di Rahimku   Mungkinkah Hanya Pion?

    Bima. Lelaki yang sejak malam itu tak pernah muncul di hadapan Senja, pagi ini tiba-tiba menampakkan kembali batang hidungnya. Tanpa kabar, tanpa aba-aba, hadir begitu saja tanpa rasa bersalah. Senja sampai heran dan bingung, dari mana lelaki itu mengetahui alamatnya.Tak mungkin Chandra yang memberi tahu. Selama ini Chandra malah kerap cemburu padanya, jadi mustahil memberikan akses untuk menciptakan temu sewaktu-waktu.Layaknya tamu pada umumnya, Bima juga mengucap salam dan permisi. Tampak sopan dan bermoral, walaupun bagi Chandra dan Senja cukup menyebalkan."Ada sedikit oleh-oleh untukmu, Nja. Semoga suka ya," ucap Bima setelah berhadapan dengan Senja.Ia menyodorkan sebuah paper bag berisi kue manis. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kue tersebut, hanya saja ada setangkai bunga yang disertakan di dalamnya. Senja pun sekadar mematung, tak ada niatan untuk menerimanya."Nja ....""Maaf, tidak usah repot-repot. Saya sudah ada kue di rumah," tolak Senja.Namun, Bima tidak tersi

  • Anak Siapa di Rahimku   Orang Brengsek

    "Mama mau ke mana?"Dengan cepat pertanyaan itu meluncur dari bibir Chandra, manakala melihat Arum sudah merias wajah dan mengenakan pakaian rapi, padahal hari masih cukup pagi. Bahkan, sarapan saja masih tersaji utuh di meja. Belum ada yang tersentuh."Mama mau ke tempat Senja, udah kangen sama Askara.""Terus itu?" Tatapan Chandra tertuju pada kotak makan besar yang sedang dipegang ibunya.Chandra penasaran, itu isinya apa dan untuk siapa."Sedikit lauk untuk Senja, kenapa?"Mendengar jawaban yang ternyata persis dengan dugaannya, Chandra tersenyum lebar. Satu angan manis muncul begitu saja dalam pikiran, menyelip di antara pikiran-pikiran kusut seputar pekerjaan."Aku aja deh yang ke sana, jangan Mama," celetuk Chandra, yang sontak membuat Arum mengernyitkan kening."Mumpung aku lagi banyak waktu luang, Ma." Chandra melanjutkan ucapannya, membujuk Arum agar diizinkan membawa lauk tersebut ke tempat Senja. Sekalian melepas rindu tentunya.Namun, tak semudah itu pula Arum memberikan

  • Anak Siapa di Rahimku   Kita Cerai!

    Berbeda dengan Chandra yang pulang membawa kemenangan dan membagi kebahagiaan dengan wanita pujaan, sore ini Sintia pulang dengan langkah gontai.Niat hati mencari jawaban dengan menemui Benny, tetapi bukannya lega, ia malah makin hancur. Bisa-bisanya selama ini dimanfaatkan oleh pria sialan itu.Sudah totalitas dirinya dalam memberikan pelayanan di ranjang, berharap ada timbal balik yang memuaskan. Bahkan, dia sampai berani bermimpi untuk meninggalkan Dion dan berpaling pada Benny.Namun, balasan dari pria itu ternyata sangat kejam. Selain menikmati tubuhnya, Benny juga menjual informasi pada Chandra. Tak cukup itu saja, Benny masih merekam setiap adegan yang pernah mereka lakukan. Sialnya lagi, wajah Benny membelakangi kamera. Berbeda jauh dengan dirinya yang terpampang jelas.'Jadilah wanita yang patuh! Jual Altera pada Chandra dan jangan ikut campur lagi di perusahaan itu. Jika tidak ... maka video-video ini bisa menyebar di publik. Kamu pasti tidak ingin, kan, lekuk tubuhmu dinik

  • Anak Siapa di Rahimku   Seperti Suami Istri

    Tepat tengah hari, Chandra tiba di tempat Senja. Tanpa memberi kabar, tanpa meminta izin, ia langsung datang begitu saja. Dengan senyum dan hati yang berbunga-bunga tentunya.Kebetulan siang itu pelayan sedang sibuk di dapur, berkutat menyiapkan makan siang. Jadi Senja sendiri yang keluar membuka pintu, sembari membawa Askara dalam gendongan.Lantas, ia tertegun dalam beberapa detik lamanya. Menatap wajah Chandra yang begitu tenang mengulum senyum, perasaan Senja mendadak tidak nyaman. Terlebih lagi, hati malah dengan tidak tahu malunya berdebar tak karuan, seakan sengaja melawan kehendak otak yang makin gigih membangun tembok pertahanan."Aku boleh masuk, kan?" tanya Chandra dengan senyuman yang lebih manis, seolah sengaja menyadarkan Senja bahwa dirinya memiliki paras rupawan yang wajib dijadikan bahan pertimbangan."Silakan, Pak!" Senja menyahut gugup.Lantas, ia melangkah masuk dan membiarkan Chandra mengekor di belakangnya. Meski agak enggan, tetapi Senja duduk jua di sofa ruang

  • Anak Siapa di Rahimku   Masuk Jebakan

    "Cukup, Mas! Berhenti membentak! Berhenti memukul! Kamu nggak pantas melakukan ini padaku!" teriak Sintia sambil berusaha bangkit.Habis sudah kesabarannya. Tak mau lagi direndahkan sang suami, apalagi membiarkan diri dihajar secara fisik sampai babak belur. Oh tidak!Tamparan barusan saja sudah menyisakan rasa perih dan panas di kedua pipi. Sintia tak mau merasakan sakit yang lebih parah lagi. Cukup! Dia harus melawan dan membuka mata Dion, agar pria itu paham bagaimana caranya berkaca."Aku melakukan semua ini demi kebaikan kita! Aku berkorban agar perusahaan nggak jatuh ke tangan Chandra brengsek itu! Aku—""Kamu sudah gila, Sintia! Berkorban apa yang kamu katakan, hah? Kamu selingkuh, kamu tidur dengan pria lain. Itu yang kamu sebut berkorban?" pungkas Dion."Itu adalah imbalan yang harus kubayar agar dia mau membantu perusahaan kita, Mas. Kamu pikir aku bisa mengandalkan siapa? Kamu sendiri malah terkapar di rumah sakit, nggak bisa melakukan apa-apa. Kamu kira aku rela melihat pe

  • Anak Siapa di Rahimku   Dipermalukan

    "Bu Sintia, tidak menyangka Anda akan mengurusi masalah pribadi saya juga. Padahal sebenarnya itu tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, kecuali ... saya pacarannya di sini, sambil rapat seperti ini." Chandra kembali mengulas senyum. Lagi-lagi masih tenang dan tidak terpancing emosi Sintia yang sudah menggebu-gebu. "Tapi—""Saya akui, memang tidak sekali dua kali menjalin hubungan dengan wanita. Karena memang ... ada saja masalah yang membuat hubungan berakhir. Ada saja ketidakcocokan yang membuat kami memilih berhenti dan tidak melanjutkan hubungan pada tahap yang lebih serius. Tapi, saya rasa ini masih termasuk hal wajar. Saya yakin di luar sana, baik laki-laki maupun perempuan, banyak juga yang berkali-kali gagal dalam hubungan. Dan ... tidak otomatis karena merekanya yang tak bermoral. Terkadang sudah niat serius, tapi masih saja ada masalah yang membuat hubungan putus. Jadi, saya rasa ini bukan hal yang patut dibesar-besarkan, Bu Sintia."Chandra memotong ucapan Sintia dengan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status