Share

BAB 8

last update publish date: 2026-08-07 00:55:19
BAB 8

“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Iren setelah membantu Anchia berganti pakaian untuk bersiap tidur. “Kenapa rambutmu kembali memutih? Haruskah kita pergi mengecatnya lagi?”

Anchia menghela napas. Selama ia masih memakai artefak untuk berkeliaran keluar, percuma saja mengecat ulang rambutnya jadi hitam seperti Valecia. Karena cat itu akan menghilang setelah Anchia memudarkan penggunaan artefak sihir. Itu semacam efek samping. Tetapi terlalu berisiko keluar dengan penampilan Valecia.

Viellaris Morgen

Halo, semuanya. Sekali lagi salam kenal, ya. Terima kasih sudah membuka BAB ini dan terus untuk membaca. Semoga bisa sedikit menghibur kamu yang hari-harinya sudah sangat sibuk, Ya. Salam, Ris.

| Like
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 14

    BAB 14Anchia sudah menyadarinya sejak kembali dari istana. Perasaannya bahagia dan berbunga-bunga. Padahal ia tidak melakukan apa pun. Tidak secara teknis, tetapi ada orang yang bisa bergerak untuknya.2 hari berturut-turut Rodigo kelabakan karena transaksi dengan jumlah besarnya digagalkan oleh Marquess Venatici. Rombongan pasukan marquess yang kembali dari Pelabuhan Selatan baru saja tiba pagi ini. Canes Venatici membawa banyak penjahat dan seorang Baron dari pelabuhan menuju istana kekaisaran.Wah, itu jadi pukulan telak untuk Rodigo dan Orlando. Haruskah Anchia tertawa sekarang? Oh, bukan. Harusnya ia prihatin karena ayah dan calon tunangannya kehilangan banyak uang untuk transaksi itu. Dengan kerugian dan kekesalan besar, apa pesta debut yang akan Anchia gelar sebagai Valecia bisa berjalan normal? “Ayah, ini Vale. Boleh saya masuk?” Anchia mengetuk pintu ruang kerja Rodigo. Ia sengaja datang untuk memastikan sendiri wajah kesal pria bajingan itu. Pintu dibuka oleh kepala pelay

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 13

    BAB 13 Tok! Tok! “Yang Mulia, ini saya Fagos.” “Masuklah.” Lukas berbalik ke arah pintu setelah mempersilakan Fagos untuk masuk. “Bagaimana?” Fagos mengangguk. “Seperti yang Anda katakan. Ada transaksi mencurigakan di pelabuhan pada kapal yang berlayar dari Osirus.” Lagi-lagi benar. Lukas tidak meragukan apa yang dikatakan oleh Anchia, tetapi ia langsung berangkat ke Pelabuhan Utara demi membuktikan bahwa informasi yang dikatakan oleh Anchia itu benar. Dengan begitu Lukas bisa percaya tentang Valecia Frederika. Informasi yang dikatakan oleh Anchia itu akurat. Beruntungnya Lukas, tempat ini tak sampai memakan perjalanan berhari-hari dari ibukota. 2 hari perjalanan dari ibukota, mereka sudah sampai ke pelabuhan. Setelah memastikan kebenarannya, Lukas harus membereskan orang-orang ini dan segera kembali ke ibukota. Lukas melirik undangan yang ada di nakas tempat tidur. Ia harus menghadiri debut Valecia Frederika di kediaman Frederika. Atau bisakah disebut sebagai debut Anchia?

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 12

    BAB 12 Oh, sungguh pertanyaan yang berbahaya, pikir Anchia. Tetapi justru pertanyaan itulah yang membuat Anchia ingin berteriak dan menari dengan girang karena berhasil memancing sisi bejat dari Orlando. Terlihat sekali mata pria itu dipenuhi kobaran ambisi. “Ha~” Anchia menghela napas dengan sengaja, memberikan wajah sedih pada Orlando. “Kekaisaran ini bisa punah jika Baginda tidak kunjung menunjuk putra mahkota.” Orlando menatap Anchia dengan tajam. Mungkin ada perasaan tidak suka dari pria itu karena berpikir kalau rakyat jelata tidak pantas mengatakan kalimat tersebut. “Saya harap Anda bisa menjadi kaisar di masa depan, Yang Mulia,” kata Anchia kemudian. Sepulang dari sini ia akan memuntahkan isi perutnya karena kalimat menjijikkan ini. “Orang baik seperti Anda harus memimpin kekaisaran.” Tiba-tiba saja tawa bahagia kelua

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 11

    BAB 11 Anchia duduk berhadapan dengan Canes Venatici. Ia masih belum membuka percakapan. Entah kenapa rasanya pria itu sekarang punya aura yang berbeda dengan Canes tempo hari. Bukan karena penampilannya yang lebih santai, tetapi pria ini tak setajam sebelumnya. Apa karena dia merasa sudah bertemu dengan Anchia sebanyak 2 kali makanya lebih memilih untuk melonggarkan diri? “Saya tidak menyangka Anda akan datang lagi dalam waktu singkat,” kata Canes. “Elijah bilang Anda butuh bantuan mendesak.” Anchia menatap Canes sebentar dan membuka tudung jubahnya. Pria itu agak terkejut yang justru membuat Anchia heran. Tidak hanya nada bicaranya yang sedikit melembut, tetapi dia juga heran pada penampilan Anchia? Padahal mereka sudah bertemu dua kali. “Saya butuh sedikit bantuan.” Anchia mengulurkan kontrak kepemilikannya atas Valank pad

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 10

    BAB 10Anchia tersenyum saat mendorong pintu kedai untuk masuk. Ia sengaja datang terlambat agar Silfah gelisah menunggu dalam pemikiran apa ia akan datang atau tidak. Benar saja. Pria itu sudah duduk menunggu di meja pertemuan pertama mereka.“Selamat malam, Silfah,” sapa Anchia dari balik jubahnya yang menutupi wajah. “Apa aku terlambat?”Mata Anchia dengan tajam melihat ke meja. Ada 2 gelas minuman. Yang satu kosong dan satunya lagi sisa setengah. Silfah sudah menunggu dalam gelisah sampai harus meredakan perasaannya dengan minum bir.“Ah, apa kau mabuk? Kalau begitu kita tidak akan bisa bicara. Kita jadwalkan lain kali saja.” Anchia bersiap untuk berbalik dan hendak pergi untuk mengetes kesadaran Silfah, tetapi ia tahu kalau pria itu tidak bisa melewatkan kesempatan ini.“Saya menerima tawaran Anda, Nona!” Silfah mencekal tangan Anchia.Anchia melihat ke arah pergelangan tangan dengan pandangan tajam. Ia tahu kalau Silfah tidak mabuk. Ia bahkan tahu kalau pria itu tak akan melewat

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 9

    BAB 9Iren menghela napas, menutup pintu kamar Anchia. Sudah 2 minggu sejak Anchia tiba-tiba bangun dan menangis kencang memeluknya. Setelah itu Anchia berubah drastis. Saat ditanya, wanita itu hanya bilang kalau pernah mimpi buruk tentang kematiannya dan Iren. Dari itu tiba-tiba saja Anchia memutuskan untuk berubah.Dia selalu keluar larut malam yang Iren sendiri tidak tahu Anchia pergi ke mana. Ditambah lagi beberapa kali Anchia memintanya melakukan sesuatu yang aneh. Iren tidak curiga. Bagaimanapun ia ada di sini untuk mendukung Anchia apa pun yang ingin dilakukan wanita itu. Karena mereka hanya memiliki satu sama lain di kediaman Frederika yang asing ini. Anchia pun dengan jelas meminta Iren menjadi orangnya.Apa pun yang dilakukan Anchia nanti, Iren ingin jadi orang pertama yang mendukung dan membelanya. Meski ia terkejut setengah mati melihat ada 2 pria asing yang masuk ke kamar Anchia. Lalu wanita itu hanya memberikan penjelasan singkat bahwa kedua orang itu juga akan jadi ora

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status